Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Category

Hamba Kecil

Belajar menjadi Hamba,,

Mengasah Kebeningan Ruhani,,,

tunduk patuh,,,Bismillah,,

Segala puji bagi Alloh yang mengadiahkan kami kesempatan belajar yang tidak pernah habis,,

Dalam dalam beberapa bulan ini terasa sekali kami diberi berbagai “sarana” untuk berkonsentrasi pada pembangunan ruhiah,,

Banyak sekali kesempatan kesempatan untuk ngobrol dan diskusi dengan Azzam yang didasari kejadian kejadian yang Azzam alami,,

Seperti anak 5-6 tahun lainnya, Azzam sering kali “membantah” bunda dan ayah atau menunjukkan pemberontakannya ketika ayah dan bunda “menyuruh” mengerjakan sesuatu,, Ayah dan bunda memang sudah bersepakat untuk sebisa mungkin banyak ngobrol, berdiskusi dan menanamkan pada Azzam , bahwa segala yang dilakukan ayah bunda ketika menyuruh sesuatu atau mengingatkan sesuatu adalah bagian dari kami menunaikan perintah untuk “saling menasehati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran,,” dan hal ini juga berlaku dari Azzam pada ayah bunda.

Sebisa mungkin kami, ayah ,, dan bunda harus berusaha mengelola emosi walaupun jatuh bangun dan terkadang masih keluar bentakan tertahan,, Continue reading “Mengasah Kebeningan Ruhani,,,”

Catatan Yang Tertinggal,, 11 Juni 2012: Azzam Khitan,,,

SubhanAlloh walhamduLillah,, sudah masuk Muharram,, berarti sudah sekitar 6 bulan blog ini ngga diisi,,

Alhamdulillah sekarang bisa menulis kembali,,

Qadarullah, banyak sekali proses belajar yang kami lalui sepanjang 6 bulan ini,,

Alloh menghadiahi kami banyak kesempatan untuk belajar,,

Ini sebagian Catatan dari Proses yang tidak tercatat di blog sebelumnya,,

Tanggal  11 Juni 2012 Azzam khitan,,

Khitan pada hari itu memang tidak direncanakan sebelumnya, Ayah hanya mengantar bunda memperbaiki laptop yang kemudian ayah memutuskan untuk “membelokkan” mobil ke RS Islam Banjarmasin,,

Tetapi karena sebelumnya pembahasan tentang khitan sendiri sudah dilakukan, Azzam, qadarullah terlihat siap untuk menjalani proses khitannya,,

Proses yang menegangkan (menurut bunda) itu berlangsung sekitar 50 menit,,

Ba’da khitan kami pulang dan karena kami semua belum sholat ashar, kami sholat ashar berjama’ah dirumah,, (ffhhiiuhh,, review yang menegangkan,,,)

Kami melanggar semua ketentuan RS untu tidak membasahi penis azzam setelah khitan,,

Karena Azzam tetap menjalankan sholat 5 waktunya, otomatis penis yang masih luka itu tetap dibasuh dengan air, setelah pipis,,

Catatan dari Status facebook bunda

Bunda Azzam

June 19 via mobile

Ditengah luka khitannya yang belum mengering karena setiap hari terbasuh air agar bersih dari najis dan bisa tetap sholat 5 waktu,,
Ditengah bunda sibuk mencari tau bagaimana cara membuat luka khitannya cepat mengering,,
Lisan kecilnya berdoa “hasbiyallohu, laa Ilaaha illa huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Robbul ‘arsyil ‘adzim,,”

Aahh kalaah seluruh usaha bunda mencari jawab dari manusia, nak,,
Kau telah mencari jawab pada Robb mu,, dan telah menitipkan seluruh tawakal padaNya,,

#maka nikmat Alloh yang mana lagi yang hendak didustakan,,?

Top of Form

2225Like ·

Yunita Anggraini merindiing…Subanalloh….. semoga lekas sembuh lukanya yaa, azzam…

June 19 at 8:02pm · Like

Bunda Azzam Aamiin,, jazakillahu khairan tante yunitaa,,
Untuuukk semua tante, bude,, yang mendoa,, jazakumullah khairan,,
Ini ol nya pake hp, ngga bisa tagging,, laptopnya mati total dan masuk service,,

June 19 at 8:06pm · Like · 1

Anisah Megawati Anak soleh kaya azzam?!mau dooong;-)

June 19 at 8:32pm via mobile · Unlike · 1

Putri ‘Puti’ Palupi Kusumaningrum Dr seorang anak mungil,aq belajar zikir dan ketabahan kala sakit… Hiks, tante Masih mengerang pasca persalinan. Tante zikir juga ya Zam Continue reading “Catatan Yang Tertinggal,, 11 Juni 2012: Azzam Khitan,,,”

Lillahi Ta’ala,,,

Bismillahir Rahmaanir Rahiim,,

Sebulan tidak menulis,, Atas Izin Alloh,, Buanyaakkk sekali proses belajar yang kami lalui,, Prose belajar luar biasa yang rasanya jika kami berucap syukur tiap helaan nafas pun belum cukup untuk bisa membayar Rizqi belajar yang telah Alloh hadiahkan ini,,

Kami belajar makna “Lillahi Ta’ala,,”

Setiap hari dalam sebulan ini kami berlajar bersama,, Azzam terus menghafal, memperbaiki wudhu dan sholatnya, melatih kemandiriannya dalam mandi dan basuh BAB, Azzam membaca buku (yang terbanyak bulan ini tentang Tubuh Manusia dan Alam Semesta,,), Azzam merangkai electric kitnya, 10 hari terakhir ini Azzam belajar naik sepeda dan beberapa hari terakhir ini Azzam rutin mengerjakan IXL mathnya (Alhamdulillah bunda akhirnya berlangganan IXL lewat Mba Peni sejak tanggal 14/3),,,

Semakin banyak kami beraktifitas bersama,, kami menjadi semakin mengenal satu sama lain,, hati hati kami semakin mengenal dan saling terkoneksi,,

Ada pelajaran yang pelan pelan menyusuup di hati bunda setiap kali bunda menemani aktifitas Azzam,, semua diawali satu pertanyaan, “Untuk Apakah Azzam belajar ini itu,,?”,,

Pertanyaan pertayaan ini pelan pelan kami (ayah dan bunda) jawab,,

Azzam belajar memperbaiki proses ibadah mahdoh agar kelak Azzam bisa beribadah dengan baik dihadapan Rabbnya,,

Azzam belajar lewat buku, internet, dll agar Azzam bisa berkarya dan mendapat manfaat dari ilmu yang dia pelajari,,

Azzam berlatih kemandirian, agar Azzam bisa hidup mandiri kelak seiring bertambahnya usia Azzam,, dan Azzam belajar naik sepeda, agar Azzam bisa berlatih berani dan bisa mengalahkan rasa takutnya,,,

Taapiiii,,, Apakah tujuan tujuan ini benar,,,,???!!!! TIDAK,,,!!! Tujuan tujuan ini BELUM BENAR,,, Continue reading “Lillahi Ta’ala,,,”

Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,

Dua pekan terakhir rasanya ada kalimat yang janggal yang bunda dengar diucapkan berkali kali oleh Azzam,, Azzam sering mengulang kalimat “Bunda nanti aku mau baca Quran yang banyak terus baru aku nonton Cars 2 ya bunda,,” atau kalimat “ Bunda besok aku mau bangun pagi-pagi terus sholat subuh, baca Quran terus boleh main games Air Strike ya bunda,,,” ,,

Ya, bunda cukup sering mendengar kalimat itu diucapkan Azzam pada hari nontonnya atau sebelum kami menyusun rencana kegiatan esok hari sebelum tidur atau bahkan mungkin diucapkan Azzam ketika habis selesai nonton film dan dijadwalkan untuk hari nonton berikutnya,,

Bunda merasa kalimat ini “aneh”,,

Bunda sadar, kalimat yang “aneh” ini lahir karena kesalahan kalimat bunda dalam mengingatkan Azzam, maksud hati ingin mengingatkan untuk membaca Qur’an itu lebih “bernilai” dari pada nonton film, tapi yang Azzam tangkap justru membaca Qur’an adalah syarat utnuk bisa nonton film atau main games,, Continue reading “Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,”

“Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,”

Pagi tadi kami murojaah Qur’an bersama,, Bunda Ayah dan Azzam,, Kami bergantian saling mengulang hafalan Qur’an dan saling mendengarkan plus memperbaiki kesalahan bacaan/hafalan,,
Tidak cuma Azzam yang didengarkan tapi juga bunda dan ayah yang saling dievaluasi,,

Ada energi yang memang sedang berusaha dialirkan,,
Bahwa kebutuhan akan menghafal Qur’an bukan hanya diberlakukan bagi Azzam tetapi kami, ayah dan bundanya juga mempunyai kebutuhan yang sama,,

Alasannya adalah karena kami membutuhkan panduan hidup dari Al Qur’an,, Continue reading ““Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,””

Pelajaran Tentang Saling Percaya,,,

Ada yang sedang ayah dan bunda pelajari beberapa pekan terakhir ini,,

Azzam kelihatannya suka ber rahasia rahasiaan,,  beberapa kali bunda lihat ada mainan Azzam rusak, Azzam ngga bilang atau minta bantu ayah dan hanya mencoba memperbaiki sendiri,, atau bunda lihat Azzam bereksperimen memutar mutar pinsil warnanya di truk kayu besar dan akhirnya pensil warnanya patah 1/3 bagiannya,,  bunda coba tanya apa ada yang bunda bisa bantu ketika bunda tau maiannya rusak,, pertama tama Azzam diam sampai akhirnya Azzam mau juga bercerita (karena Azzam memang tidak membuang atau menyembunyikan bagian yang rusaknya),, Begitu juga waktu bunda temukan patahan pinsil ditempat pinsil Azzam,, bunda tanya kapan pensil ini patah dan kenapa Azzam ngga cerita sama Ayah bunda,,?

Bunda dan Ayah sedang mencoba mengenal Azzam,, Azzam yang tumbuh karena pembiasaan pembiasaan yang dibangun oleh ayah bunda,, Seperti yang sudah bunda kira,, Azzam takut ayah atau bunda marah ketika dia melakukan kesalahan,,

Ayah dan bunda untuk beberapa waktu berdialog dan mencoba mereview seperti apa cara kami “menghukum” sampai  Azzam merasa takut pada kami untuk bercerita,, Dialog dan diskusi ayah bunda cukup panjang dan terus dibincangkan berhari -hari,,

Kami memang “menghukum” ketika Azzam lalai,, misalnya ketika Azzam keasyikan main dan dia tidak mengindahkan “living alarm” dari dirinya sendiri ketika mau pipis sehingga Azzam pipis dicelana (walaupun cuma sedikit),, kami menghukum dengan cara meminta Azzam duduk di kursi berpikir,, Continue reading “Pelajaran Tentang Saling Percaya,,,”

Mengeja Huruf demi Huruf dalam Al Qur’an,,,

Alhamdulillah,, di Banjarmasin sudah setiap hari hujan,, jadi adeeemmm,, Hmm tapi, hujan berefek pada koneksi internet, Sudah sepekan ini koneksi internetnya kembang kempis ditambah wabah mati listrik, jadilah menulis agak tersendat,,

Alhamdulillah, ngga tahu kenapa sepekan ini bunda jadi seneng berbaring berdua sama Azzam,, (walaupun biasanya juga suka gitu,, tapi sepekan ini kok rasanya “lain” gitu,,),, Sambil bobo’an, bunda banyak denger cerita Azzam,, bunda banyak ngobrol sama Azzam,, dan sambil bobo’an bunda juga menghafal Qur’an bareng Azzam,, Sambil tiduran, bunda sama Azzam ngobrol tentang Rasulullah,, bagaimana Rasul makan dan bobo,, Selalu saja Azzam mendengar dengan antusias dan bilang “aku juga mau bobo seperti Rosul dong,,”

Alhamdulillah hafalan Qur’an Azzam bertambah sampai QS Al Adiyat dan Az Zalzalah,, dua hari ini Azzam sudah memasukkan Al Qadr ke dalam sholatnya (sambil ngikutin bunda yang baca,,), dan Azzam mau menghafal Ad dhuha seperti ayah katanya,,

Azzam juga sudah meminta membaca pakai Al Qur’an besar walaupun Iqro 3nya belum tamat,, Lihat semangat Azzam “berusaha” mengeja Qur’an besar, bunda sama Ayah membiarkan selama Azzam suka membacanya,,

Sepekan ini ayah memang sedang tight sekali sama pekerjaanya,, (sebenernya sudah dari sebulan terakhir,,) jadi mungkin agak jarang ggobrol sama Azzam,, tapi kemarin ba’da subuh, Azzam baca Qur’an ditemenin Ayah,,

Seperti biasa Azzam ngga mau ketinggalan kalo lihat Ayah ambil Al Qur’an, begitu juga ba’da shubuh kemarin,, Karena ayah lihat Azzam berusaha mengeja, akhirnya ayah mengalah, memberhentikan bacaan Quran Ayah dan menyimak sambil sesekali memperbaiki (karena kalo semua diperbaiki, ayah khawatir nanti Azzam malah patah semangat, karena ngerasa salah terus,, jadi ayah memperbaikinya sesekali aja,,)

Azzam mengeja Qur’an Surat Al Mu’minun (ikutan apa yang ayah baca) ayat 101 s/d 104,, dan sesudahnya ayah sama Azzam membaca arti ayat 102 dan 103

“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. (102) Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. (103)

Hmm,, sedikit tapi sangat berarti,, bunda mendengarkan dari ruang belakang sambil membereskan cucian piring,, Alhamdulillah,,

Syukur kami atas kebahagiaan ini Alloh,, Syukur atas kebahagiaan tumbuh dan berkembangnya kami bersama,, Ridhoi kami Alloh,, Aamiin Allohumma aamiin,,

“Ma’rifatullah Azzam lewat Tata Surya dan QS Ibrahim : 33 dan QS Al Anbiya : 33,,,”

Kami masih terus belajar mengenal Alloh dan menundukkan diri kami pada Nya,,,

Dua hari kemarin Azzam belajar tentang Tata Surya,, Masih rangkaian dari ma’rifatullah lewat penciptaan alam semesta, Azzam yang memang sedang suka mengeksplore sesuatu yang berkaitan dengan tata surya (planet, komet, asteroid, meteor, roket dan misi penelitian luar angkasa, dll,,) bunda kenalkan dengan Pencipta semesta,,,

Pencipta yang mengatur seluruh semesta yang dipatuhi oleh seluruh semesta sehingga semesta ini tunduk patuh dan terbentang dengan seimbang,, (sesuai garis edarnya dan ngga bergerak sendiri sendiri semaunya,,,)

Karena sebelum sebelumnya Azzam sudah banyak terpapar dengan informasi luar angkasa, bunda  hanya memberi penekanan penekanan tentang betapa teraturnya Alam semesta dan hal itu adalah merupakan bukti tasbih dan ketundukan semesta alam pada Alloh swt, Penciptanya,,

Azzam sebelumnya sudah membaca buku buku tentang luar angkasa,, Azzam juga sudah kenalan dengan gerhana bulan (yang pernah disaksikannya,, ceritanya ada di bertasbih-bersama-semesta/), Azzam juga suka nonton vcd Space adventure dan berkunjung ke web http://www.kidsastronomy.com/,, dan kami memang sukaaa sekali ngobrol dan ceritaaaa dimana saja kapan saja termasuk hal hal yang kadang kadang ditanyakan Azzam tentang alam semesta,, (yang ngga bisa tercatat dengan lengkap di blog ini,,),,

Kemarin setelah Azzam mengeksplore dan banyak tanya tentang Space shuttle Discovery, Bunda mengkaitkan dengan apa yang sudah pernah didiskusikan sebelumnya marifatullah-azzam-lewat-benda-benda-langit-dan-qs-an-nahl-12/ yang kemudian dilanjutkan dengan ngobrol tentang tata surya (sambil glunsang glundung di tempat tidur,,),,

Ngga puas cuma ngbrol,, bunda -lagi lagi- mengambil kertas dan mulai mencoret coret gambar tata surya,, Azzam yang memang tipe visual langsung semangat kalo bundanya sudah ambil kertas,,

Mulailah bunda menggambar Tata Surya,, yang kemudian kami definisikan dengan sederhana sebagai kumpulan planet atau benda luar angkasa yang bergerak teratur mengelilingi sebuah matahari,,

Azzam sudah bisa mengidentifikasi nama planet walaupun urutannya masih terbolak balik,,, (its fine,,) dan Azzam juga sudah berkenalan dengan “gaya gravitasi” (baik gravitasi matahari ataupun planet),,

Azzam juga sudah kenal dengan Revolusi, gerak planet mengelilingi matahari yang menjadi ukuran untuk satu tahun dan Rotasi, gerak planet pada porosnya yang menjadi ukuran untuk satu hari,, (Ini dia pelajari dari cd ADI, Space Adventure dan buku sederhana yang sering kami baca iseng iseng,,),, dan Azzam juga sudah kenal dengan bulan/satelit yang mengelilingi planet,,

Azzam sudah tahu kalau bumi punya satu bulan dan Jupiter punya dua puluh bulan dan Azzam sibuk bertanya berapa jumlah bulan yang dimiliki masing masing planet yang lain,, (yang ini bunda belum bisa jawab dan memang belum mencari tahu berapa jumlah bulan untuk masing masing planet,, (he he,, nanti Azzam cari sendiri ya,,)

Azzam juga sudah kenal dengan asteroid, komet, meteor, yang memiliki geraknya sendiri sendiri di semesta,, Azzam juga sudah kenal dengan galaksi dan Galaksi Bima Sakti yang dikenalnya sebagai kumpulan tata surya,, dan Azzam juga tahu kalau diluar angkasa itu hampa udara,,

Bunda menggambarkan dan mencoba mengurai apa apa yang sudah Azzam kenal atau Azzam pernah ketahui dari VCD atau buku yang dibacakan bunda,,

Sambil menggambar dan mendengarkan cerita Azzam,, bunda mengulang menjelaskan bahwa seluruh keteraturan semesta adalah bentuk dari ketaatan semesta pada Alloh,,

Seperti yang sudah dijelaskan di,,

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS Ibrahim : 33)

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS Al Anbiya : 33)

Bunda pelan pelan menjelaskan, bahwa pada alam semestalah kita bisa belajar ketundukan dengan baik,, Mereka (alam semesta) itu sangat nurut pada Alloh,, Mereka bergerak dengan patuh,,sesuai perintah Alloh,, Mereka tak pernah berhenti bertasbih memuji Alloh,,

Azzam juga membaca

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al A’raf : 54)

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Luqman : 29)

Sorenya, sebelum ayah pulang, Azzam menggambar tata surya nya sendiri,, dan kembali “mengoceh” meriview apa apa yang diingatnya dari diskusinya dengan bunda,, Dan malam sepulangnya ayah,, Azzam “menggempur” ayah dengan celotehnya,,

Alhamdulillahir Rabbil ‘alamiin,, Mudahkan kami yaa Alloh,, Mudahkan kami mengenal dan belajar Tunduk padaMu seperti tunduknya semesta,,

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.(QS Ar Ra’d : 2)

“Membuat Peta Menuju Syurga,,,”

Pagi ba’da Subuh ini seperti biasa Azzam membaca buku Iqronya,, Alhamdulillah pekan ini Azzam sudah menyelesaikan Iqro 2 nya dan beberapa hari ini sambil terus mengulang ulang tertib membaca panjang pendek huruf, bunda sounding untuk hukum nun mati dan tanwin, Izhar, Idghom, Iqlab dan Ikhfa (Azzam belajar dengan buku Iqro for Kids keluaran ABC Al Mawardi cerita sebelumnya ada di belajar-arabic-alphabet-huruf-hijaiyah/ ) dan Azzam memang sudah sering juga “main” dengan software Digital Qur’an yang ada di laptop,,

Sambil mencontohkan hukum nun mati dan tanwin pada ayat ayat yang sudah Azzam hafal, bunda mengambil dua ayat terakhir surat Az Zalzalah untuk contoh Idghom, Izhar dan Ikhfa,,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (8)

Bunda menjelaskan makna dua ayat itu dengan sederhana,, Bagaimana Alloh melihat setiap kebaikan dan keburukan yang kita lakukan walaupun sekecil apapun dan Alloh akan memberi balas pada apa apa yang kita lakukan,, Bunda menghubungkannya dengan ayat ayat di surat Al Qaari’ah yang Alhamdulillah sudah dihapal Azzam dan mulai Kamis kemarin sudah dipakai didalam sholat,,

Bahwa setiap apa yang kita lakukan akan memperberat timbangan tabungan amal kita,, seperti yang Alloh sampaikan di ayat 6 s/d 11 QS Al Qaari’ah,,

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,(6) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).(7)

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, (8) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.(9)

وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ 10     نَارٌ حَامِيَةُ 11

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10)  (Yaitu) api yang sangat panas.(11)

Alhamdulillah sewaktu menghafal Al Qaari’ah, Azzam juga sambil membaca terjemahannya jadi Azzam sudah belajar memahami timbangan kebaikan (Azzam memang sudah di papar terus menerus tentang bagaimana penilaian Alloh terhadap manusia, dalam makna yang sederhana,, (catatan belajarnya ada di yang-berbekal-yang-layak-tersenyum/)

Bunda sampaikan ke Azzam bahwa Alloh membuat rambu rambu untuk manusia yang mau berusaha untuk mendapat SyurgaNya Alloh,, Yang langsung disahuti Azzam “Ooo seperti rambu rambu lalulintas ya bunda,,?!”,, “Iya”, jawab bunda, sambil mengambil kertas seadanya diatas meja dan menggambar persimpangan jalan menuju neraka dan syurga.

Sambil menggambar bunda menjelaskan bahwa setiap Rambu dijelaskan dalam Al Quran,, Apa apa yang boleh dikerjakan manusia dan apa apa yang harus dijauhi manusia dan manusia bebas memilih jalan mana yang mau dilewatinya,,Bunda mengambil contoh contoh yang sangat sederhana yang insyaalloh sudah dipahami Azzam diusianya yang kanak kanak,,

Akhirnya Azzam pun ikut menggambar di “peta” bunda,, Azzam membuat kolam susu di syurga dan tempat mainan mainan, he he,, dan Azzam menggambarkan rute (dengan garis) jalan mana yang harus kami tempuh menuju “Syurga”,,

Tak puas dengan gambar bunda yang keciiil di sudut kertas, Azzam meminta tambahan kertas lengkap dengan pensil warnanya,, Jadilah Azzam membuat “Peta Menuju Syurga” nya sendiri,,

Sambil menggambar, Azzam menjelaskan pada ayah dan bunda apa apa yang ada di kepalanya,, Mulai dari kita harus memperbanyak dan memperberat catatan kebaikan sampai pada Pengawasan Alloh dan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat,,

Alhamdulillah,, Segala Puju Bagi Alloh,, Yang memberikan kemudahan pada kami untuk menyampaikan ayat demi ayat dan memudahkan Azzam untuk menyerap energi kejernihan fitrahnya,,

Hanya pada Alloh saja kami memohon penjagaan,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: