Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Category

Sosialisasi

Catatan Jakarta Januari 2012,,,

Alhamdulillah dua pekan lalu kami bisa “pulang” ke Jakarta,, Ayah diizinkan cuti dadakan pertanggal 3 s/d 10 Januari (dadakan karena cutinya diajukan tanggal 2,, hi hi,,),, Jadilah bersiap siap dan menyusun rencana sederhana mau kemana aja selama di Jakarta,,

Sebagian kecil terekam dalam gambar,, dan sebaginnya yang lain tidak terekam karena sibuk “jalan jalan”,,

Tempat pertama dan utama yang dikunjungi adalah makam eyang,, Walaupun kami selalu bisa menyapanya dengan doa doa kapan pun dan dimanapun, berada didepan makam tetap ada rasa yang beda,,, Berharap doa doa kami bisa meringankan sedikit hisab Alloh,, aamiin,,

Tempat berikutnya adalah rumah Mamah,, dan rumah Om Lantur,,,

Dan beberapa rumah,, yang tidak terrekam dalam gambar,, Rumah Nenek Om Adi, Rumah om Andri, Rumah bu Fitri,,

Hampir seluruh aktifitas belajar Azzam diisi dengan sosialisasi termasuk latihan bersabar pada saudara dan teman yang usianya lebih muda, latihan berbagi, juga waktunya latihan disiplin diri karena kakek dan neneknya maunya “melayani” semua “kebutuhan” Azzam padahal Azzam sudah bisa mandiri melakukan hal hal itu contoh memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, makan tanpa disuapi dll,, dan Aktivitas yang disukai Azzam sepanjang belajar jalan jalannya adalah wisata kuliner,, kami makan ditempat tempat yang tidak kami jumpai selama tinggal di Banjarmasin termasuk Hoka Hoka Bento,, Continue reading “Catatan Jakarta Januari 2012,,,”

Advertisements

Journey to Binuang and Tapin,,

Alhamdulillah,, setelah tertunda baru menulis separuh, terus ikut Ayah penelusuran ke tempat Batubara di Binuang dan Tapin, terus sibuk sibuk bergelut dengan laporan kantor ayah,, akhirnya bisa melanjutkan menulis dan mempost “Kecerdasan Musikal”

Akhir pekan ini memang Ayah ajak bunda dan Azzam jalan jalan ketempat yang ngga biasa,, kami lihat tempat mengeruk batubara,, Hmm apa ya kalimat yang pantas,, Subhannalloh wal hamdulillah karena Alloh anugrahi Indonesia dengan kekayaan yang luarrr biasa sekaligus miris,, sedih,, lihat bumi Alloh ini dikeruk sedemikian rupa dan dibiarkan rusak,,,

Azzam dan ayah bunda pastinya, belajar lewat mengamati, merasai dan menginternalisasi,, Ya, Alloh memberi kami kesempatan belajar lewat keajaiban ayat ayat kauninya,, Sebuah kesempatan yang kami syukuri karena dari mentadaburi ayat ayat yang dihamparkan dihadapan kami membuat kami merasa semakin memerlukan penjagaan dan pengawasan Alloh, Ya,, kami bukan siapa siapa, hanya bagian keciiiillll (dengan ukuran super nano mungkin) dari ciptaan Alloh yang sedang diperjalankan di bumi-Nya untuk belajar mengenal-Nya,, mengenal lebih dekat dan berlindung memohon penjagaan dibawah naungan-Nya,,

Azzam pun kami yakin belajar luar biasa amat banyak dari perjalanan perjalanan kami berpindah dari satu tempat ketempat lain,, Azzam belajar bersosialisasi dengan orang orang yang berbahasa berbeda (kami kemarin diantar oleh Om Basyirun yang asli orang Hulu Sungai Banjarmasin), Azzam juga berinteraksi dengan anak anak teman teman ayah yang bahasa Indonesianya juga masih meraba raba karena mereka lebih terbiasa berbahasa daerah,,

Azzam belajar tentang kekayaan alam Indonesia bukan hanya dari buku, tetapi dari apa yang dilihatnya langsung,, Sepanjang perjalanan kami kemarin melewati tepi sungai Martapura yang adalah penghasil Intan terbesar Indonesia, kami melewati perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, kebun durian, sawah tadah hujan (yang cuma mengandalkan hujan setahun sekali) dan buanyak tambang batubara,,,

Kami juga mampir ke pasar tradisional di Binuang dan berkenalan dengan berbagai macam buah hutan yang dijual dipinggir jalan (ayah beli buah “Kapu”, buah asal hutan kalimantan -buahnya tebal, isinya seperti buah menteng kalau dijakarta, rasanya asam manis-) dan,, kemarin adalah untuk pertama kalinya Azzam makan buah Durian,,!! Durian asli Kalimantan baru petik pohon lho,, he he,,

Iya buat Azzam baru pertama kali makan dan untuk Ayah setelah bertahun tahun ngga makan durian akhirnya Sabtu kemarin mereka makan Durian dipinggir jalan,,, Setelah berhasil memaksa bunda dengan usaha yang sangat keras akhirnya mereka makan juga,,,

Bunda memang ngga tahan sama Durian jadi selama Ayah dan Azzam makan bunda tetap di mobil tapi masih bisa ngambil gambar mereka yang asik makan,, Hmm sepanjang pulang, bunda mabok bau Durian,, padahal ngga makan, cuma nyium bau sisanya,, Ahh ngga mau lagi,,, cukuuuppp,,,!!

Well, yang sueneng buanget ya Azzam, karena Azzam udah sering lihat Durian di TV mulai dari acara Laptop si Unyil sampai acara mengolah Durian jadi makanan macem macem, sampe sampe Azzam kenal kolak daging Durian dan selai Durian,, dan baru kali ini diizinkan bunda makan,,

Hmm Alhamdulillah,, terima kasih Alloh atas seluruh nikmat yang kami rasai bersama,,

Tetap semagat belajar ya nak,, belajar dengan seluruh indra dan belajar dari kesempatan yang Alloh berikan,,

Syukur Kami Hari Ini,,,

Udah lamaaa banget rasanya ngga jalan jalan pagiiii (kaya’nya sebulan ini stuck banget di depan laptop),, Hari ini Ayah memang udah niaat banget buat ngajak muter muter pagi,,, .

Kami jalan jalan,, muter muter dan sampailah kami sarapan wadai (kue, dalam bahasa Banjar) Laksa (ala Banjarmasin,, dan jangan mbayangin laksa Jakarta ya,, pokoknyaa bedaaa buanget) yang terdiri dari kue dari tepung beras yang dibentuk seperti putu mayang (tapi dengan ukuran diameter yang lebih besar) ditambah telur bebek rebus yang kemudiaan disiram pake kuah santan (plus bawang goreng),, Azzam sarapan kue edisi manis (karena bunda lihat kuah Laksanya pake mecin buanyak buanget,, tapi karena udah keburu pesen yaaa,, gimana,,) terdiri dari putu mayang (yang ini standar seperti putu mayang Jakarta) ditambah kue Koleke (kalo ga salah) yang dibuat dari adonan tepung beras juga plus telur yang diberi pewarna hijau yang terus disiram pake kuah gula merah campur santan (seperti kuah putu mayang standar,,,)

Selesai sarapan wadai kami lanjut ke pusat keramaian di kota Banjarmasin yaitu,,, depan Kantor Gubernur sampai ke Masjid Raya,,,,

Didepan kantor gubernur banyak yang sudah berkumpul dan melakukan senam masal (rutin tiap Minggu kelihatannya,,),, Disana Azzam main,, dan “olahraga” ala Azzam,, he he,,

Azzam juga kenalan secara alami (langsung main bareng maksudnya) sama Aldi (1y 8m) yang mengikuti Azzam lari larian sampai akhirnya mereka main bareng,, lihat gambar ditembok lapangan kantor gubernur bareng,, tendang tendang gelas aqua bareng,, dan ngobrol dengan “bahasa tubuh” bareng,, he he,,

Hmmm serunya,, bunda sama neneknya Aldi ngga ngobrol banyak sih,, cuma sempet tanya nama Aldi sama usianya karena kami duduk agak jauh,, well yang penting Azzam nya ngga gagap sosialisasi dan bisa main sama siapaaa aja (seperti yang banyak di dengungkan kalo anak Homeschooling itu biasanya ngga bisa bersosialisasi,, ternyata,,, salah besarrrr Sodara sodara,,,),, Alhamdulillah,,

Puas main,, waktunya pulaaanggg,,, Sempet puter puter nyari buah Pepaya,, karena requestnya Azzam buah pepaya,,, (Alhamdulillah minta “jajannya” murah, meriah dan sehat,,!!). Akhirnya kami mampir dipasar dan beli buah pepaya Rp 3.000, saja ,,,,,

Lanjuttttt,Kali ini waktunya Ayah mengutak atik botol botol bekas bedak Azzam (yang kata Ayah sebelumnya memang udah diniatin mau bikin robotan,,)

Robotnya dibuat dengan 2 buah botol bekas bedak Zwitsal, Tutup botolnya dijadiin mata robot (karena bisa dibuka tutup jadi kaya pake kacamata deh,, he,, he,,), Botol yang satu buat badan robot dan botol yang kedua (cuma diambil separuh) buat bagian bawah robot,, Robotnya dikasih kaki pake roda (seperti biasa,, bekas tutup botol), dikasih tangan pake garpu plastik (bekas pop mie bunda yang ngga pernah dipake,,), terus diperutnya digantungin sendok bekas obat (karena robotnya laper kata Azzam,,) dan kepalanya dikasih topi  dari tutup gelas plastik (kalo yang ini sih bekas tutup gelas teh) dan dikasih rambut hijau pake bagian atas dari botol fresh tea,, (waahh sepertinya kebanyakan ngumpulin bekas kemasan yaaa,,,)

Hasilnyaa,,, taaa,, da,,, Robot Ondel Ondel karya Ayaaahhh,,,

Yeee,, satu cium lagi buat Ayah dari Azzam karena udah bikinin mainan,, (walaupun menurut bunda bentuknya agak ngga jelasss, gitu,,,) tapi,, terima kasih Ayah,, sudah mau buatin maian yang ngga semua ayah mau bersusah susah membuatkan mainan untuk anaknya (yang katanya disayanginya,,,)

Alhamdulillah,, terima kasih Alloh,, untuk ayah sebaik Ayah,,

Semoga Alloh karuniakan keberkahan atas kehidupan kami,, dan semoga Alloh lipatgandakan kesabaran dan kesyukuran pada kami untuk berproses bersama,, Aamiin,,

Pameran VW,,,

Hari ini Azzam Ayah dan Bunda jalan jalan ke Pameran VW, Banjar Banua VW 2011 (Pamerannya ada di depan kantor Gubernur Kalsel 14 – 15 Mei 2011),,,,

VW adalah salah satu mobil kesukaan Azzam terinspirasi dari Fillmore sang pengusaha Bahan Bakar Organik di “The Cars movie”,,, bahkan Azzam sudah punya “koleksi” gambar VW Combi hasil browsingannya sendiri lebih dari 50 pictures yang sudah dibrowsing setahun yang lalu,,,

Sejak itu Azzam akrab dengan varian mobil VW mulai dari combi, kodok, beetle, dan safari,,,

Hari ini Azzam melihat jenis jenis mobil yang selama ini dia lihat hanya digambar (atau paling banter dijalanan ketika jalan ) secara LIVE terparkir anteng didepannya,,,

Azzam sibuk mengamati satu mobil kemobil lainnya,, berusaha menyentuh tapi kepanansan (karena matahari sangat terik),, Lari sana lari sini dan teriak ketika dia lihat “Harbie”, VW kodok dengan nomer punggung 53 seperti Film di TV yang Azzam punya miniaturnya,,, (di Film sih jenisnya Beetle)

Azzam berkenalan dengan beberapa panitia dan dihadiahi stiker,,, Azzam juga berbincang dengan salah satu peserta pameran (pemilik VW) dari Jember,,

Selain VW series, ada juga “peserta” dari jenis lain, Vespa, Jeep (tadi sih baru ada 1), land Rover dan Sepeda antik (tapi belum ada yang dateng),,

Wuah pokoknya seru dan menyenangkan deh,,, Alhamdulillah,,,

“Jalan Jalan Belajar,,”

Begini sedihnya diBanjarmasin,, Sudah koneksi internetnya menyedihkan ditambah serangan mati listrik yang bertubi-tubi,, Aah ngga tau lagi musti bilang apa,,,

By the way, back to topic,, “Jalan jalan (sambil) belajar,,” Iya dua hari ini Azzam belajar sambil jalan jalan sama Ayah,, (banyakan jalan jalannya kali ya,,) Iya, Azzam ikut ayah kerja,, (“Loh kok kerja ngajak istri sama anak,,??” ,, Yaah namanya juga Ayah,,)

Azzam jalan jalan muter muter kota Banjarmasin,,,

Kalo di Jakarta biasanya jalan kan mentok mentoknya jembatan layang atau paling banter kalo nyasar kan ujung ujungnya jalan tol,, nah di Banjarmasin beda,, Di sini kalo jalan atau nyasar mentok mentoknya SUNGAI,,, !!!! Banjarmasin memang kota seribu sungai,,,

Kemarin, Azzam diajak ayah ke kantor Banjarmasin Post,, Disana Azzam kenalan dan ngobrol sama temen temen ayah (yang baru dikenalnya),, termasuk pak Satpam,,, He he,,

Azzam lihat miniature Mesin penjilid buku dan minta izin sama pak Satpam buat foto miniature mesinnya,, Azzam tanya sama pak Satpam itu mesin apa yang kemudian dijawab pak Satpam dengan sabaaaar sekali,, (karena Azzam tanyanya ngga beraturan,,)

Azzam lari sana sini, lihat ikan di Aquarium, baca display Koran,, ngobrol ngobrol,,, bolak balik tengok Ayah di ruangan,,, Ngapain ajaa deh,,,

Hari ini, Ayah ajak Azzam ke kantor KPKNL (Kantor Pelayanan Negara dan Lelang),, Lagi lagi disana Azzam berkenalan dan berinteraksi dengan banyak orang yang baru pertama kali ditemuinya,,

Bunda juga sempat share proses belajar berbasis rumah (home education) yang dijalani Azzam pada beberapa ibu yang bekerja disana,,

Sepanjang perjalanan Azzam asik mengamati apa ajaa yang bisa teramati oleh dalam matanya dan sepanjang perjalanan pula Azzam merekam sebanyak banyaknya hal yang mampu direkamnya,, Proses belajar yang luar biasa bukan,,??

Kami (ayah dan bundanya) memang tidak mentargetkan apapun dalam “belajar sambil jalan jalannya” Azzam, tapi kami yakin, Azzam belajar amat banyak dari apa yang bisa kami bayangkan,,

Kami yakin Azzam merekam amat banyak dari proses belajarnya ini dan kami yakin Azzam akan mengingatnya kelak bila ia dewasa,, bahwa Azzam pernah mengelilingi Banjarmasin diwaktu kecilnya,,

Inilah bahagianya proses belajar yang kami tanamkan pada Azzam,, Bahwa seluruh tempat di semesta ini adalah Class room untuk Azzam belajar (termasuk kami dua orang tuanya,,). Bahwa Azzam bisa menggunakan seluruh indranya untuk belajar,, Subhanalloh,,

Azzam bisa belajar mengamati, mendengar, melihat, merasa, berkomunikasi,,, Azzam bisa belajar lewat cara apa saja dan dengan media apa saja,, (bahkan mungkin yang tidak dianggap sebagai proses belajar bagi kebanyakan orang,,)

Well, happy home schooling son,,

Semoga Alloh memberkahi seluruh proses belajar Azzam,, Aamiin,,

Majalah Cars Baru,,

Sudah seminggu lebih Azzam menunggu bisa mengumpulkan tabungannya sampai di angka Rp 26.000,00,, Azzam kepiinginn sekali majalah Cars yang sudah beberapa kali dicari tapi selalu habis di Gramedia mall Duta dan Gramedia veteran,,

Seminggu lalu kami lihat majalahnya sudah ada lagi di Gramedia tapi uang tabungan Azzam baru ada Rp 21.000,00 (sesudah usahanya menabung dan belajar berhitung satu setengah bulan,,,),,,

Setiap ada uang recehan yang ditaruh ayah pasti langsung Azzam kumpulkan,, “Ini buat tabungan aku,,” katanya,,, Sambil terus belajar berhitung nilai uang dan penjumlahan, Azzam terus menabung,,

Sampai Jumat kemarin uang Azzam baru terkumpul Rp 24.000,00 tetapi karena Ayah dan Bunda sedang melatih untuk berinfaq, Azzam merelakan sedikit dari tabungannya untuk berinfaq,,

Jadi sampai Sabtu sore uang Azzam tetap belum cukup untuk membeli majalah kesukaannya,,

Karena Ayah kasihan (eh bukan deng Sayang,,) sama Azzam, dan Ayah lihat Azzam cukup mau bersabar menahan keinginannya,,, jadilah Sabtu sore Ayah mengajak Azzam ke gramedia Veteran,,

Seperti biasa karena sudah tahu dimana rak majalahnya, Azzam mencari sendiri majalah Cars-nya setelah tenteng tenteng dan menunggu Ayah dan bundanya melihat lihat buku yang lain, akhirnya sampailah waktu membayar ke kasir,, Azzam membayar sendiri majalahnya dengan uang yang ditambah ayah menjadi Rp 30.000,00, Di depan kasir Azzam juga berlatih menghitung berapa kembalian uang yang akan dia terima dari penjaga kasir,,, (Penjaga kasirnya cukup sabar melayani pembeli kecilnya,, jarang jarang juga mungkin ya,, pembeli model begini,,,)

Wuaaah Azzamnya sueneng buanget,,, Ngga sabar mau pulang supaya bisa baca majalahnya,,,

So, jadilah for couple day Azzam asik sama majalah barunya,, Belajar Membaca, main permainan yang ada di majalah, asik cerita pake alat bantu poster dan stiker hadiah majalah,,, Plus mewarnai coloring pages Bob the Builder yang di downloadnya sendiri, main mobil mobilan seperti Racing-nya Mc Queen dan teman temannya,

Bersosialisasi,,,??? Siapa Takut,,,!!!

This slideshow requires JavaScript.

“Azzam mau di sekolahin dimana,??” , “Azzam mau ikutan PAUD,,??, “Azzam dimasukin ke TPA… Aja disana baguss,,!!”

“Engga, Azzam Insha’Alloh Sekolah di Rumah aja,, Home Schooling,,”

“Loh nanti ngga punya temen dong,,”, “Terus nanti azzam temennya siapa,,??”,,,, “Gimana nanti Azzam bersosialisasinya,,,??”

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan teman teman yang mengetahui keputusan kami meng – Home Education – kan Azzam,,

Hmm, bagi teman teman yang memang terpola bahwa Home Schooling adalah Sekolah yang dipindahkan kerumah, pertanyaan itu terdengar Wajar , karena Sekolah yang dibayangkan adalah 9 jam (waktu sekolah standart sekolah international  atau sekolah sekolah favorit yang ditawarkan teman teman) dalam kotak belajar dan diisi hanya dengan mendalami Pelajaran yang terkurikulum dengan jelas,,

Bila sekolah diartikan sebagai banyak anak yang dikumpulkan secara bersama sama dan HS adalah Sekolah yang hanya ada Azzam Ayah dan Bunda, sosialisasi akan terlihat sempit,,

Bagi kami, Home schooling bukanlah memindahkan sekolah dirumah dan mengurung Azzam selama 9 jam untuk belajar,,

Bagi kami, seluruh waktu, 24 jam dalam sehari adalah waktu untuk belajar,,dan kelas Tempat belajar nya amat sangat luas,,,

Dunia ini adalah Tempat (Class room) untuk Belajar, dan Alhamdulillah Alloh memindahkan kami dari satu wilayah ke wilayah lain diatas Bumi Nya adalah sebagai Sarana Kami untuk BELAJAR Banyak hal,,

Guru kami bisa siapa saja dan apa saja,,, Pedagang keliling, pedagang kaki lima, supir supir, tukang ojek, Continue reading “Bersosialisasi,,,??? Siapa Takut,,,!!!”

Buku Baru Hasil Uang Tabungan,,

Sore ini Azzam dianter ayah ke Gramedia, rencananya mau beli majalah Cars pake uang tabungannya sendiri,,Tapi ternyata majalahnya udah habis (di Banjarmasin cuma dikirim sedikit kata SPG nya), jadilah Azzam sibuk mencari cari buku pengganti yang cukup dibeli dengan menggunakan tabungannya. Kebetulan sedang ada diskon 30% untuk sejumlah buku keluaran BIP Gramedia, Azzam sibuk mengacak acak buku mencari buku yang dia suka. Cukup lama karena buku yang dicari harus tidak lebih mahal dari Rp 31,300 he,,he,,

Ada 2 pilihan yang Azzam harus pilih, pilihan pertama dia membeli sebuah buku ‘Cita cita aku menjadi Pemadam Kebakaran’ seharga Rp 31000 sebelum diskon, pilihan kedua dia bisa membeli 2 buah buku ‘Ensiklopedia Cilik’ tentang ‘Pemadam Kebakaran’ dan tentang ‘Bandara’ masing masing seharga Rp 14900 sebelum diskon,,,,  Setelah menimbang nimbang cukup laaamaaa akhirnya Azzam memilih membeli 2 buku ‘Ensiklopedia Cilik’ dengan alasan “bisa baca Pemadam Kebakaran sama bisa baca Bandara juga,,,” katanya.

Setelah bunda sama ayah selesai memilih buku dan beberapa perlengkapan untuk kantor, “dengan gagah” Azzam menuju kasir lengkap dengan membawa uang tabungan dan buku yang mau dibelinya, kami sengaja menunggu sampai kasir kosong supaya Azzam bisa bertransaksi sendiri,, Azzam membayar bukunya sendiri (yang ternyata setelah didiskon harganya Rp 20500 untuk 2 buku), masih dipandu bunda, Azzam menghitung uang dan menyerahkan pada penjaga kasir (sambil jijnjit jinjit kakinya karena masih kurang tinggi,,,). Mba penjaga kasir cukup sabar melayani “Pembeli Kecilnya”,,(mba kasirnya lebih banyak ketawa sih,,)

Ngga sabar buat cepet cepet baca buku kelihatannya,,, Sampai dirumah Azzam minta buat boleh langsung baca buku barunya, tapi ayahnya mengingatkan untuk menepati perjanjian yang sudah disepakati dijalan,, Setelah sampai dirumah, Azzam lepas baju, cuci kaki, wudhu, ganti baju, sholat, berdoa baru boleh membaca buku,,, Alhamdulillah dengan sabar Azzam melakukan hal hal yang sudah disepakati,,

Karena sudah malam Azzam hanya bisa membolak balik 2 buku barunya dan belum membacanya ,,”Habis sholat subuh aja, udah ngantuk,,” katanya,,,

Azzam Bongkar Tabungan,,,,

Hari ini tabungan Azzam dibongkar lagi, jumlahnya ada Rp 31,300. Rencananya tabungannya mau dibelikan Majalah The Cars edisi  7 tahun 2011 (Azzam punya majalah Cars edisi 6 yang dibeli November lalu) itu pun setelah menimbang nimbang berbagai pilihan banda yang mau dia beli, Mobil “Lofti” Craine, pensil warna (yang udah tinggal 2 cm panjangnya, jadi ga bisa di raut) atau majalah Cars. Akhirnya pilihannya jatuh ke majalah Cars…

Ini hasil tabungan Azzam (yang ditabung secara berkala) yang ke dua. Tabungan yang pertama berjumlah Rp 21.500 dan sudah dibelikan Mobil “Dump truck” seharga Rp 17,000 November lalu. Azzam mengumpulkan uang recehan logam (Rp 100 s/d Rp 1000) yang biasa tergeletak dirumah, atau yang diberikan ayah bundanya untuk ditabung, Azzam menyimpannya ditempat bekas es krim kecil,,

Dari proses menabung ini ada hal hal yang ingin kami tanamkan pada Azzam

1.       Menahan keinginginan untuk SEGERA memiliki sesuatu

Bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berusaha lebih dahulu dan atau mungkin harus menunggu sampai waktu yang lama,,, (Biasanya kalau Azzam menginginkan sesuatu kami memintanya untuk BERDOA meminta pada Alloh,,,)

Alhamdulillah sampai hari ini kami tidak pernah mendapati Azzam menagis merengek apalagi sampai tantrum bila Azzam menginginkan sesuatu. Sering kami mengajaknya untuk pergi ke mall atau mini market dan Azzam meminta untuk melihat lihat counter mainan, kami tidak pernah melarangnya, kami hanya mengambil pengertian bahwa Azzam boleh memegang dan melihat mainan yang dia inginkan setelah itu dia kembalikan lagi ketempatnya apabila memang belum waktunya untuk membeli mainan, dan Azzam melakukan semua perjanjian dengan baik walaupun saat saat tertentu kami juga melihat keinginan yang besar untuk bisa membeli mainan tapi Alhamdulilah Azzam tidak pernah bermasalah dengan proses belajar  ‘Menahan Diri’  nya

2.       Azzam belajar menghargai barang barang yang sudah ‘Bisa’ di belinya

Seperti anak lain seusianya, Azzam sering sekali menabrakkan mainan dan mempreteli mainanya dengan Obeng (walaupun ini juga kami sadari sebagai bagian dari proses kratifitas). Dengan membeli mobil hasil tabungan sendiri Azzam semakin bertanggung jawab dengan mainan atau bukunya,,,

3.        Azzam belajar nilai uang dan matematika sederhana

Untuk membeli benda yang Azzam inginkan, Azzam harus menabung sebesar minimal harga benda yang dia mau. Hal ini juga pelajaran penting buat Azzam,,

Azzam itu belum pernah jajan ke warung sendiri (biasanya kalo mau beli cemilan sama bunda atau dibelikan ayahnya) jadi dia belum bisa sama sekali mengenali nilai uang.

Pernah satu hari ketika pergi ke warung untuk jajan, Azzam ditawari beberapa pilihan jajanan oleh penjaga warung, tapi dengan santai dia menolak jajanan yang ditawari oleh ibu si penjaga warung tersebut,,,,,”Aku ga mau beli apa apa kok, sudah cukup,,,,” katanya, sampai ibu penjaga warung tersebut bingung ,,,”kok beda ya, sama anak saya,,” kata ibu penjaga warung, Anaknya usia 3 tahun biasanya sehari bisa menghabiskan uang lebih dari Rp 10.000 untuk jajan saja ,,,”belum termasuk naik odong odong ,,” katanya,,,

Anyway, Alhamdulillah, segala Puji Bagi Alloh yang menghiasi Akhlaq Azzam,,,,

Menabung ini cara yang cukup efektif untuk mengenalkan Azzam tentang nilai uang (walaupun sampai sekarang belum berhasil, tapi ga pa pa, pelan pelan aja,,,,nanti juga sampai waktunya)

4.       Belajar berani membayar dikasir

Sebenarnya ini cukup mudah karena Azzam Alhamdulillah ngga punya hambatan sosialisasi sama sekali. Azzam bisa dengan mudah bersosialisasi sama siapa saja tidak terpatok pada usia sebaya,,, (wah ini nih yang sering di ragukan oleh orang tua yang belum kenal betul apa Home Schooling itu). Azzam memang mudah ngobrol sama siapa aja,, bahkan tergolong agak cerewet (kali bawaan waktu dari bundanya hamil kali ya,,, waktu hamil bundanya kerjaannya ngisi Training HIV/AIDS,,jadi sekarang Azzamnya agak  Cerewet)

Azzam berani minta sendok sendiri ke waitress A&W waktu sendok eskrimnya jatuh (kami hanya melihat dari jauh), Azzam juga berani ngobrol sama supir Taksi, dia Tanya beberapa tombol yang ada di dash board dan Azzam juga suka ngobrol sama temen temen ayahnya (walaupun banyak yang mantan residivis),,,

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: