Hari ini setahun yang lalu,,,

11 Jumaadits Tsani 1432 H11 Jumaadits Tsani 1433 H

Setahun setelah pulangmu pada Robbul Khaaliq,, Masih tetap tengadah tangan tangan ini mendoa untukmu,, Walaupun doa sederhana yang terlantun dari lisan kecil Azzam,, Kami berharap doa doa ini bisa menemanimu dan menghiburmu,,

Tak ada lagi jarak antara kita, karena Alloh menghubungkan dengan jalinan yang begitu indah,, Jauuh terpisah tetapi dekat,, Kami tahu engkau menanti tiap tiap kami berdoa, dan kami sadar hanya dengan doalah kami bisa membalas dan berterimakasih padamu,,

Atas seluruh restu,, atas ridhomu,,

Karena jika tidak, maka tak mungkin pintu langit terbuka bagi kami,, Karena jika tidak, tak akan pernah ridho Alloh tercurah pada kami,,

Kami tumbuh bapak, kami tumbuh dalam bahagia,, yang kami sadar tidak mungkin Alloh izinkan kami bahagia jika tak ridho hatimu pada kami,,

Semoga bahagia kami membahagiakanmu,,

Sungguh tak akan cukup doa doa kami membalas seluruh ikhlasmu,,

Kami berjanji, Atas Kehendak Alloh, kami akan terus berdoa, mengangkat tangan tangan kami, menemani sendirimu, memohon pada Alloh agar tak sedikitpun malaikat penghukum menyentuhmu,,

Jika tak ada lagi pintu pintu rumah didunia ini yang bisa kami ketuk untuk bisa melihat wajahmu, Semoga Alloh memberi kesempatan untuk kami bisa mengetuk pintu rumahmu di Syurga kelak,, aamiin,,

Yaa Ghafuur,, Ampuni dosa dosa Bapak, maafkanlah kesalahan kesalahan bapak  wahaai Robbul ‘Afuww,, rahmatilah bapak, lapangkanlah kuburnya, memuliakan kedudukannya, dan masukanlah bapak bersama orang-orang shaleh di surga-Mu.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ

Robbigh firli wa liwalidayya

Artinya : “Tuhanku! ampunilah Aku, ibu bapakku.” (QS. Nuh : 28)

وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Robbirhamhuma kamaa robbayani shoghiro

Artinya : “Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al Isra : 24)

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari dari Jubair bin Nufair ia mendengarnya berkata, saya mendengar Auf bin Malik berkata; Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang beliau ucapkan:

“allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu waghsilhu bilmaa`i wats tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadla minad danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri au min ‘adzaabin naar”

(Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya berangan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu. (HR.Muslim No : 1600)

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; ‘Wahai Rabb, dari mana semua ini? ‘ maka Allah berfirman; ‘Dari istighfar anakmu.'”

Robbana,, ampuni dosa dosa kami,, sehingga layak kami berdoa padamu dan layak memohonkan ampun atas dosa orangtua kami,, aamiin yaa robbal ‘alamiin,,,