Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Month

June 2011

Bertasbih Bersama Semesta,,,

Menjelang subuh hari ini, kami bertasbih bersama semesta,,,

Yaa Semesta yang tak pernah lalai bertasbih,, Untuk tunduk dan patuh pada Penciptanya,,

Tanpa kata tapi,,, Tanpa bertanya mengapa harus tunduk,,, Tanpa rasa ragu sedikitpun,,,

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), (QS An Nahl : 12)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al A’raf : 54)

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Luqman : 29)

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS Ibrahim : 33)

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS Al Anbiya : 33)

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran : 189 – 191)

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.(QS Ar Ra’d : 2)

Atas Izin Mu Alloh, kami belajar,,, Belajar untuk tunduk patuh pada Mu seperti Semesta,,, karena kami kelak akan kembali pada Mu,,,

Sayangi kami Alloh,, Limpahkan kehidupan berkah atas kami,, Agar kami kelak layak bertemu dengan Mu,,,

Aamiin,, Yaa Robbal Alamin,,

 

Advertisements

Semesta Yang Tak Pernah Berhenti Berdzikir,,,

http://en.wikipedia.org/wiki/June_2011_lunar_eclipse

Idealisme,, Loyalitas,, dan Fasilitas…

Menjaga kepercayaan adalah hal yang sederhana tetapi sarat ujian untuk menjalankannya. Kepercayaan itu tidak datang dengan sendirinya harus melalui sebuah proses sampai dapat dinyatakan orang tersebut layak untuk dipercaya. Banyak cara untuk membuktikan kepercayaan bahkan sampai diuji dengan banyak hal apakah orang itu bisa dipercaya atau tidak. Apalagi untuk orang-orang yang berada diposisi sebagai penentu kebijakan.

Ada yang lebih sederhana lagi ambil lah contoh sepasang suami dan istri. Apa jadinya bila krisis kepercayaan menjadi dilema yang tak terselesaikan dalam sebuah keluarga. Suami tak percaya pada istrinya dan begitu sebaliknya, malah mungkin ada antara anak dengan orang tua juga sebaliknya. Dapat dipastikan negara kecil bernama keluarga ini tak akan mendapatkan suasana harmonis apalagi romantis.

Ada juga sebagian orang memakai cara untuk menanamkan kepercayaan atau membeli kepercayaan dengan memberikan fasilitas. Dan berharap agar orang tersebut dapat menunjukan loyalitas kepada si pemberi fasilitas. Ini sering kita sebut sebagai loyalitas balas budi. Tetapi ternyata itu semua tidak menjamin seseorang menjadi loyal malah justru berbalik kadang menjadi pengkhianat.

Lalu apakah loyalitas itu dapat dibeli dari diri seseorang..? Ataukah mengharap kepercayaan juga bisa dipaksakan..? Jawaban saya tidak,..! Tentu ini hanya untuk orang-orang yang mempunyai kekuatan idealisme dan tidak termasuk untuk orang-orang bersifat sengkuni sesaat apalagi berkepanjangan hingga sulit ketika ingin melepaskan.

Kekuatan idealisme ini menjadi dasar yang sangat penting agar terhindar dari orang-orang yang biasa membeli kepercayaan dan kejujuran dari seseorang. Tanpa idealisme manusia seperti boneka yang tak memiliki ruh dalam bersikap, mudah terbaca dan sangat lemah pendirian. Lalu siapakah manusia yang memiliki idealisme seperti ini..? Apakah semua manusia memiliki idealisme..? Apa juga untungnya memiliki idealisme..?

Fitrah manusia adalah idealisme itu sendiri. Murni tanpa campuran, yang dikaruniakan Alloh pada setiap hamba ciptaanNya. Belum terkotori oleh kepentingan akal dan kebutuhan hati manusia untuk menjalankan perannya. Dia akan selalu menjadi radar hati untuk mendeteksi dengan mudah sinyal kebaikan dan keburukan yang sedang atau yang akan dihadapi. Kesuciannya harus tetap dijaga dan ketajamannya selalu perlu di asah. Berarti menjaga kemurnian idealisme adalah menjaga kesucian diri dan mempertahankannya adalah perjuangan mulia.

Azzam Sakit,, Ayah Sakit,, Bunda Sakit,, Modem pun Sakit,,

“Pulang” ke Banjarmasin (sebenernya yang bener orang mana ya,,??) Semua kompak sakit,, Flu campur capek berat karena “hidup berpindah pindah tempat” (he he seperti manusia purba aja,, untung pindah tempatnya masih tinggal di hotel bukan di gua,,)

Azzam sama bunda memang nemenin ayah kemanaaa aja,, dan karena ayah kerjanya memang nomaden, jadilah kita semua makhluk nomaden,,

Kemarin kami memang ke Jakarta, sehari di Jakarta lanjut ke Karawang karena Ayah harus tugas disana, 3 hari di Karawang terus balik lagi ke Banjarmasin,,

Kalo urusan belajar buat home schooler sih nomaden adalah kesempatan luar biasa untuk bisa menikmati proses belajar,,
Azzam juga rupanya sudah bisa menikmati proses belajar sambil berpindah pindah tempat dan kelihatannya Azzam juga cukup menikmati “jalan jalannya”,, Azzam kelihatan sibuk merekam banyak hal yang menarik perhatiannya,,

Kamis (2 Juni) lalu kami memang sudah kembali lagi ke Banjarmasin, sekeluarga kompak sakit,, Ayah yang daya tahan tubuhnya paling bagus alhamdulillah dalam tiga hari staminanya sudah fit lagi (batuk pileknya sudah pergi sempurna), Azzam juga sebenernya daya tahan tubuhnya lumayan, tapi kerena susah buanget istirahatnya (maunya maiiin terus sambil ngutak ngatik mainan elektroniknya) jadilah agak lama batuknya,, Alhamdulillah ga lebih dari sepekan Azzam udah sehat lagi,, Nahh tinggal bunda nih yang agak parah, karena daya tahan tubuhnya paling butut jadilah ngga beres beres badannya,, Sebenernya sih mungkin karena agak nekat kali ya,, belum sehat banget udah bertarung sama cucian plus setrikaan jadi yaa ngedrop lagi,, (tapi ngga banyak kok cuciannya,, kan udah dilempar ke laundry,, yee ngeless,,)

Tapi ada lagi yang bikin sedih,, Modem Azzam broken,, alias rusak,, Modemnya ngga mau plug in,, dan dicoba pindah komputer tetep aja ke eject,,, Sedihhh deh, padahal waktu di Karawang masih sehat sehat aja tu modem,, (umurnya belum setahun loh,, kenapa ya,,??)
Sudah genap sepekan nih bunda ngga nulis dan Azzam juga ngga belajar online,, (walaupun ditambah ngga sehat juga badannya,,)

Jadilah hari ini kami hunting modem baru,, Alhamdulillah akhirnya bisa posting juga,,
Well selamat jalan modem lama,, terimakasih sudah nemenin kami belajar ya,, dan selamat datang modem baru,, semoga umurmu lebih panjang dan bisa nemenin kami belajar terus ya,, Aamiin,,

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: