Ramadhan sudah dipenghujungnya,, tak sanggup menahan airmata untuk berpisah dengannya,, dengan hari hari yang tiap hela nafasnya berpahala,,

Mengingat kembali perjalanan mengumpulkan rahmat Alloh,,

Ya,, yang tekun mengumpulkan bekal dialah yang layak tersenyum diujung hari ini,,

Diantara kami bertiga, Azzamlah yang layak untuk tersenyum dan berbahagia (walaupun mungkin Azzam belum menyadari dan masih mengerti sebatas pengertiannya)

Seperti percakapan kami di 10 hari terakhir ketika kami bersama sama menghitung mundur sisa waktu yang tersisa,,

Pagi ke 21 itu usai bunda menyikat gigi Azzam, bunda bilang “waktu kita mengumpulkan banyak pahala tinggal 9 hari lagi Zam,, Ayo kita kumpul sebanyak banyaknya,, Supaya bisa dicatat sama malaikat,,”

“Kalo catatan pahala kita banyak, nanti ditempel dipintu syurga ya bunda,,” ujarmu menanggapi kalimat bunda

“Subhanalloh,,”lirih hati bunda berujar dan meminta pada Alloh untuk tetap menjagamu,,

“Kok begitu,,?” Tanya bunda

“Iya nanti ditempel terus kita bisa liat waktu disyurga,,” terangmu,,

“Seperti gambar Azzam dong ditempel didinding,,” Lanjut bunda

“Iya seperti gambar aku, yang bagus ditempel ditembok” jawabmu

“‘Kalo gitu ayo kita belajar berusaha supaya banyak pahalanya dan jangan bikin sesuatu yang bisa ngurangin pahala kita,,” lanjut bunda

Sesudah hari itu kami berhitung mundur,, Kami terus berusaha menabung pahala,, Azzam tetap belajar Iqro, membantu bunda menjaga ayah (karena ayah dihadiahi kebaikan belajar Jatuh dari motor oleh Alloh,, pilihannya adalah menabrak ibu dan anak -yang bermotor juga- yang menyebrang memotong jalan sembarangan atau menjatuhkan diri dan ayah pilih menjatuhkan diri,,), membantu membersihkan rumah, belajar membaca, belajar ngga cengeng, belajar tidak membuat ayah bunda marah, belajar bersabar menahan lapar dan haus, belajar Qiyamul lail sebelum sahur ,, belajar dan belajar,,

Tidak ada kalimat lain nak,, bahagia itu antara bunda dan Alloh,, Semoga Alloh menjagamu tetap dalam fitrah, kini, esok dan nanti,,  Aamiin,,

Ramadhan ini milikmu nak,, luar biasa karunia Alloh untukmu,,

Hafalan Quranmu bertambah sampai Al Ashr dan separuh At Takatsur ,, Sholatmu semakin tertib,, Qiyamullailmu indah  dan tak terhitung karunia pembelajaran untuk jiwamu,, Mari bersyukur pada Alloh nak,, Semoga Alloh menjaga jiwamu,, Aamiin,,

Apa hadiah yang pantas atas usahamu nak,, sulit mencari hadiah yang pantas kecuali berharap tercatatnya keindahan pahala atas seluruh usahamu,,

Sungguh kau layak tersenyum dipenghujung hari Ramadhan ini,,

Bunda dan Ayah berusaha menanam,, memupuk dan menyiram,, Sesudahnya, Allohlah pemilikmu,, kami percaya Alloh selalu menjagamu,,

Lantas bagaimana dengan Ayah dan Bunda,, ?? Layakkah tersenyum,, ??