Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Month

February 2011

“Gara-Gara Pak Bondan”

Siapa yang tak kenal bapak yang satu ini, seorang yang juga pernah menjadi “Journalist Investigator” yang jarang diketahui oleh khalayak. Setiap sabtu pagi ketika semua orang terbangun dan menggunakan hari liburnya untuk rehat, disuguhkan dengan tema kuliner yang dapat dilakukan sambil berwisata. “Pokok’e Maknyus” itulah slogan acara yang membawa pak bondan menjadi ikon disemua rumah dan tempat makan yang menyajikan berbagai hidangan yang bisa membuat perut kita keroncongan ingin ikut mencoba.

Sambil keliling kampung, kota, bahkan sampai keluar negeri hanya untuk dapat mencicipi kuliner khas daerah yang sedang dikunkungi. Acara ini adalah tontonan penghibur bagi keluarga kami. Saat anak kami si Azzam masi berusia 16 bulanan dia ternyata sudah cukup nalar untuk mencoba menikmati sajian yang ada di televisi yang ada tepat didepan tempat tidurnya, nyaris setiap sabtu pagi setelah bangun tidur  hiburannya ‘ngeliatin’ pak bondan makan.

Pada awalnya kami tidak terlalu memperhatikan tingkah polah si Azzam saat menyaksikan acara wisata kulinernya pak bondan. Mungkin karena terlalu sering melihat bermacam hidangan dan ekspresi pak bondan saat mencicipi makanan itulah si Azzam mulai terlihat ketertarikannya. Suatu pagi seperti biasa pas acara pak bondan sedang dimulai si Azzam tanpak sibuk ikut mengambil peralatan makanannya di dapur, memang sudah kami biasakan untuk ia belajar mengambil dan menaruh alat-alat makannya itu sendiri.

Tiba-tiba si Azzam menyodorkan mangkuk kesayangannya itu kedepan televisi saat pak bondan sedang menyantap hidangan, sambil sesekali mengaduk-ngaduk mangkuk kosongnya dengan sendok. Berulang kali si Azzam bergumam dan masih kurang fasih ia menempelkan mangkuk nya ke televi sambil bilang “Mau…”Mau…’Mau”… Kontan kami berdua terperangah sambil saling bertatapan muka dan tidak bisa menahan ketawa melihat si Azzam “minta” diajak makan bareng artis favoritnya dalam acara wisata kulinernya pak bondan.

Sejak kejadian itu kami selalu menyiapkan hidangan favorit ala keluarga kami yaitu “nasi goreng + martabak mie” untuk menjadi menu kami sambil menikmati sajian acara di sabtu pagi.  “Sesekali si Azzam terlihat menirukan gaya pak bondan dengan bahasa sebisanya sambil mulutnya terus lahap mengunyah masakan yang dibuat oleh ayah bundanya…”

Kini si Azzam tak pernah lagi memilih-milih makanan, apapun yang dihidangkan ayah bundanya selalu habis dimakan tanpa sisa ( jadi tidak mubazir ). Apapun menunya selalu berakhir “Pokok’e Maknyus”. Si Azzam jadi tertarik oleh berbagai macam masakan, kadang ia suka ikut terlibat pergulatan ayah bundanya didapur yang sedang bingung menentukan akan memilih menu apa untuk dihidangkan. Kami pun merasa sangat terbantu dengan acaranya pak bondan, si Azzam jadi doyan makan dan tidak bosan. Tinggal kami yang memilihkan makanan apa saja yang boleh dan sehat juga baik dan halal tentunya untuk ia santap.

Ternyata cukup sederhana menjadikan suasana dalam rumah kita menjadi lebih bermakna. Dengan kemasan seadanya suasana biasa jadi punya nilai apabila kita dapat menjadikan sesuatu apapun itu dengan penuh rasa suka cita. Kini kami masi tetap menjalankan “ritual” makan bersama dengan menu favorit tentunya, bukan hanya di sabtu pagi saja tetapi setiap hari, sungguh menyenangkan,,. Terimakasih Tuhan.

Advertisements

“Ayamnya Belon Laper”

Bang jali kebingungan bukan kepalang, lantaran ongkos  buat naek ojeg yang cuma selembar mendadak  ilang dari atas TV. Sementara si Udin, anak pertama bang jali yang lagi belajar, punya hobi masukin duit kecelengan ayam punyanye. Saking keasikannya celengan ayamya bisa dimasukin apaan aja, si Udin belon ngerti kalo  duit kertas yang ada di atas TV punya bapaknya juga ikut dimasukin.

“ Uuudinn…ngeliat duit bapak ga diatas TV…? Kate bang jali ke si Udin yang lagi asik maenan celengan ayam. “ Udah… udah aku kasi makan ke ayam aku…” jawab si Udin. “ Kan udah bapak bilang…”kasi makan ayamnye pake duit recean aje…” Bang jali nimpalin si Udin. “Iya..tadi ayamnya aku tanya dulu…” mau makan ga…? ” katanya…ayamnya belon laper…” Jawaban si Udin bikin bang jali kelimpungan sambil terus nyari akal biar bisa tetap berangkat sampe ketempat kerjaan.

Sekelumit cerita dan dialog diatas mungkin pernah kita temui, dan kebetulan kami pernah mengalami kisah yang mirip. Sebagian orangtua mungkin pernah mengajarkan untuk hidup hemat, karena hemat bukan sekedar pepatah yang bisa menjadikan kaya. Seorang anak itu sangat mudah sekali menirukan apa saja yang dilihat dan didengar dari orang-orang terdekatnya. Bila baik yang ia dengar ia akan menirukan kebaikan itu, atau baik yang ia lihat akan lahir kebaikan pula dari apa yang ia lihat atau kebaliknya justru yang dapat menimbulkan “petaka’ dalam rumah.

Karena kita sudah terlalu sering mendengar dan melihat dari mana saja baik tanyangan televisi ataupun di media. Para orangtua dengan sadar telah mewariskan kekerasan dan ketidakbaikan yang langsung direkam oleh seorang anak yang berada dekat dengan lingkungan keluarganya. Apa jadinya bila seorang anak sudah dipaparkan suasana yang tidak pas untuk ia rekam di zaman kekanakannya….?

” Perlindungan yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anaknya adalah melebihi kokohnya sebuah benteng pertahanan, ia tak akan tembus oleh kekuatan apapun “

Ada Perang di Lapangan Hijau,,

” Gemuruh piala dunia telah menggema, setiap sudut kota menyaksikan suguhan panggung “perang” dilapangan hijau antar negara didunia. ” Tak ada prajurit yang terluka, apalagi karena disengaja, pasti akan mendapat kartu merah.

‘ Siapa yang tak bangga akan kemenangan barisan perwakilan bangsanya berlaga ditatap jutaan mata. ” Tapi sayang kandidat pelopor menuju afrika belum ada dinegara kita. ” Sebuah kebanggaan tersendiri dikala seorang raja menyaksikan prajuritnya berjuang membela bangsa, walau aturan perang sudah ada tak ada salahnya bila ada yang terluka karena jatuh mengejar bola hanya untuk nama negara.

” Disini tak mudah untuk berlaga walau didalam negeri sendiri. ” Luas lapangan sudah menjadi sepertiga terbagi oleh tuntutan demokrasi. ” Cuma disini menancapkan harga diri bangsa yang tak perlu ada pertumpahan darah apalagi mengorbankan nyawa rakyatnya.

” Menunjukan bahwa kami disini ada dan bukan sekedar menjadi penggembira tanpa makna, sekali lagi bukan sekedar main bola.

Dicampakkan oleh Kekuasaan,,,

Siapa yang tidak kenal orang yang satu ini, semuanya pasti tunduk, apalagi kalau sudah menunjuk dengan jarinya tak ada yang berani menolak, yang menolak pasti dipecat.

Masuk keruangannya tidak boleh sembarang orang, mesti ketuk pintu dulu, kalau perlu tunggu, sampai benar-benar diizinkan masuk.

Sapaan mesti jelas, “..selamat pagi pak, “…selamat siang pak atau “…selamat sore pak, salah sedikit bisa celaka.

Orang disekitarnya adalah abdinya, ucapannya cemeti agar kuda cepat berlari, perangainya selalu pantas, mencari aman adalah jalan keluar agar bisa bikin bapak senang dan menjilat pujian paling mujarab agar bisa naik pangkat kalo tidak bisa suasana bagai mau kiamat.

Berjuta juta gunung harta telah tertanam, sederet investasi dari darat air bahkan udara telah dikuasa.

Monarki perjalanan sejarah telah ditentukan siap untuk melanjutkan atau bahkan menambah yang sudah dianggap menang agar makin menjulang.

Generasi petaka telah menjadi tahta dan ternyata berbeda dengan peluh keringat raja pertama tiada yang menyangka dalam sekejab sirna semua yang pernah dianggap sebagai jerih payahnya.

Dulu dia raja sekarang hutang dimana-mana, tak ada lagi yang bisa mengira kenapa dia bisa sedemikian rupa, hanya satu kata untuk penguasa harta, jangan kau mengira semuanya tak ada yang bisa membuatmu celaka, karena dunia dan seisinya tak tercipta dengan sendirinya.

Banjarmasin 23 januarai 2011 21;40 wita

Begini Rasanya Jadi Perantau,,,

Tak ada kesempatan atau tidak kebagian kesempatan untuk merubah nasib di kampung sendiri menjadi dasar yang umum terjadi untuk orang-orang pergi meninggalkan tanah kelahiran menuju daerah lain bahkan lintas negara demi mencari cara hidup yang mereka anggap layak, seperti jutaan srigala menyerbu kota besar sebab tempat asal serasa neraka.

Bisa jadi memang peluang yang sangat terbatas sehingga untuk menciptakan peluang itu hanya diambil dan dimiliki oleh segelintir orang yang punya akses kekuasaan, mungkin juga untuk sebagian  orang ada yang berani merubah cara hidupnya dari bergantung pada manusia untuk kembali hanya bergantung pada Sang Pemilk jiwa yang memang sudah sepantasnya, sehingga ketakutan menjalani peran hidup dapat diatasi dengan caranya sendiri sesuai dengan yang sudah digariskan.

Ketika tempat tujuan telah dipilih, jarak yang jauh pun telah ditempuh disitulah kisah ini berawal, segala prioritas kebutuhan menjadi sederet agenda yang terus memburu setiap perantau, dari bagaimana mencari kerja untuk mendapat penghasilan untuk tempat bernaung, sementara rasa lapar tak bisa ditahan dalam waktu yang lama, apa saja akan dilakukan apabila sudah berhadapan dengan urusan perut, klasik ,kuno, tapi inilah kenyataannya.

Keras memang jalan hidup yang sudah menjadi pilihan dan tau benar konsekuensi yang diterima, sabar menjadi penghilang dahaga, ikhtiar menjadi pengganjal lapar, do’a menjadi mimpi indah yang akan merubah nasib yang sedang dijalani.

Tak ada batas waktu untuk perantau menjalani hidupnya, kadang sampai nyawa ini terlepas dengan sendirinya.

Banjarmasin 06 januarai 2011 21;40 wita

Lupa Judul Filmnya,,,,

PEPATAH LAMA JEPANG

Karena satu paku tapal tak dapat terpasang…
Karena tapal tak terpasang kuda tak dapat lari…
Karena kuda tak dapat lari pesan tak terkirim…
Karena pesan tak terkirim kalah dalam perang…

Hikmah yang dapat kita ambil dibalik pepatah di atas adalah jangan menganggap remeh hal yang kecil dan harus dilakukan dengan penuh ketelitian, karena efek domino yang ditimbulkan akan berujung pada hal yang lebih besar terlebih lagi untuk kemaslahatan banyak orang…

(From: Movie Dialogue)

“Bukan Sekedar Perkara”

Ingat ‘5’ perkara sebelum ‘5’ perkara

Ada pesan yang syarat makna mungkin kita sudah sering mendengar atau malah kita semua sudah hafal..

Yang pertama adalah :
Ingat sehat sebelum sakit, artinya jagalah dan rawatlah kesehatan anggota tubuh kita baik yang nampak ataupun tidak, dari ujung rambut sampai ujung kaki, saat  dalam perut sang ibu manusia itu sudah mendapatkan nikmat sehat sampai lahir kedunia nikmat kesehatan itu tak pernah putus, zaman yang serba canggih sekarang ini bisa membuktikan untuk melihat dan mendeteksi semua jaringan organ tubuh manusia yang tak pernah berhenti bergerak agar manusia dapat merasakan bagaimana rasanya bahwa sehat itu sangat bermakna, coba fikir apabila satu saja organ tubuh kita sakit dan jaringan yang satu berkaitan dengan jaringan yang lain baru akan terasa ketidak seimbangan yang dirasakan oleh tubuh kita, maka dari itu nikmat kesehatan ini sudah semestinya kita syukuri.

Yang kedua adalah :
Ingat masa muda sebelum tua, artinya masa muda adalah masa produktif, masa muda adalah masa mengukir prestasi, masa muda adalah masa keemasan tapi itu semua bagi orang muda yang mengerti dan memahami secara fitrah apa arti dari masa muda itu sendiri, bukan sebaliknya masa muda sengaja dihancurkan dan menunggu masa tua datang baru mau sadar, yang lebih jahat lagi pada zaman seperti ini para  pemuda sengaja dikebiri oleh banyak kepentingan dan konspirasi global jadi jangan sampai sia-sia apabila masih berada di fase ini, berkaryalah agar warisan kebaikan itu bermanfaat bagi genarasi muda selanjutnya.

Yang ketiga adalah :
Ingat waktu senggang sebelum sempit, artinya adalah 24 jam waktu yang disediakan tidak akan berarti apa-apa bila setiap detiknya digunakan untuk hal yang sia-sia sampai waktu itu habis dengan sendirinya, ketika banyak peluang kebaikan dan kesempatan terbuka lebar manfaatkan semua itu agar berdaya guna buat banyak orang, karena apabila waktu itu sudah tak ada lagi untuk berbuat kebaikan, kita tidak dapat memutar waktu itu kembali.

Yang keempat adalah :
Ingat saat kaya sebelum miskin, artinya  kekayaan adalah sebuah nikmat yang sumbernya jelas dari mana asal kekayaan itu akan dipakai apa setelah itu, kaya itu tidak datang sendiri, dan kaya itu ada yang memberi, dengan kekayaan manusia dapat melakukan apa saja yang diinginkan, malah sampai ada yang mempertahankan kekayaannya sampai 7 turunan, untuk apa.. ?

Pasti karena tidak mau jatuh miskin, oleh karenanya manfaatkan nikmat kaya itu untuk berbagi dengan orang lain yang belum mendapat kesempatan menjadi kaya agar semua kekayaan yang di punya bernilai keberkahan, dan kekayaan itu  ditempatkan di tangan bukan dihati karena semua itu tak akan bernilai apa-apa dihadapan Sang Maha pemberi.

Yang kelima adalah :
Ingat hidup sebelum mati, artinya adalah umur manusia zaman sekarang ini dapat mencapai angka 70 tahun saja sudah menjadi nikmat hidup yang luar biasa, padahal dengan pola hidup manusia yang ada sekarang tidak menjamin kita bisa mencapai angka tersebut, banyak contoh orang yang masih muda tapi lebih dulu mati, atau ada orang yang sudah tua renta tapi belum mati-mati, ini semua menjawab ketakutan kita bahwa semua yang bernyawa pasti mati, jadi tak ada alasan untuk kita takut pada kematian, tapi kita tak pernah tau kapan mati itu datang, oleh karenanya mumpung nyawa ini masi menyatu dalam jiwa kita dan jangan dibiarkan ia terlena oleh gemerlap dunia, karena setiap detik kematian itu bisa datang mengahampiri di kehidupan kita, kapan saja dimana saja.

Uraian diatas adalah sebuah penafsiran sederhana, semuanya saling berkaitan antara sehat, sakit, muda, tua, senggang, sempit, kaya, miskin, hidup dan mati tidak berjalan sendiri-sendiri, semoga bermanfaat.

,,,,Idealis Romantis,,,,

Sepasang suami istri yang baru menikah sedang menjalani proses saling memberi perhatian terhadap pasangannya.

Dari bangun tidur sampai tidur lagi tidak pernah lupa keduanya berlomba-lomba untuk mencari pahala ibadah apa saja, mulai dari membereskan rumah, bersihkan halaman, mencuci baju dan piring semua dikerjakan bersama.

Sampai pada suatu malam kebiasan sang suami ini tak pernah lupa untuk melepas kacamata istrinya yang sudah terlelap tidur agar tidak patah atau pecah.

Keesokan paginya tidak seperti biasa sang istri protes…

Istri : “Mas,,,besok-besok kalo aku sudah tidur,,,kaca mata aku jangan dilepas ya…

Suami : “Memang kenapa,,kan itu buat kebaikan kamu juga dik…

Istri : “Pokoknya ga mau dilepas..karena kalo aku ga pake kaca mata… mimpi aku  jadi ga keliatan jelas…

Hikmah dibalik Merapi

Ketika gunung TUNDUK pada perintah SANG PENCIPTA, sebagian manusia ada yang menilai alam tak lagi bersahabat sehingga BENCANA yang melanda…

Ketika sebagian manusia menerima dengan SABAR atas musibah, sebagian yang lain dengan sadar memilih menyalahkan Tuhan Nya, padahal semua akibat dari ulah tangan manusia juga…

Ketika sebagian manusia dengan SADAR mau bersujud, sebagian yang lain ada yang HARUS di PAKSA bersujud lewat cara yang tak terduga, semua atas kehendakNya…

Sebelum kita “DIPAKSA” untuk tunduk bersujud sampai di ambang kematian menjelang, mari hiasi hari-hari kita dengan sujud yang ikhlas untuk memohon do’a dalam setiap gerakan sholat kita…

Allohua’lam bi showab…

“Sampan Kecil Kami”

Bismillahirrohmannirrohim…

Rumah dan Tangga, dua suku kata yang apa bila dipisah mempunyai makna arti yang berbeda. Rumah adalah sebuah bentuk yang fungsinya sebagai tempat bernaung dari panas dan hujan, sedangkan Tangga adalah sebuah alat untuk membantu agar bisa mencapai tempat tertentu yang lebih tinggi. Tetapi apa bila dua suku kata ini di gabungkan menjadi lain lagi arti dan maknanya. Rumah tangga diartikan seperti mencerminkan sebuah komunitas kecil yang terdiri dari manusia-manusia yang diawali oleh perasaan cinta lalu diikat oleh sebuah ikatan hati juga percampuran darah yang disebut keluarga. Di dalam Rumah tangga terbagi fungsi dari masing-masing anggotanya, ada Ayah, Ibu, dan anggota terkecilnya adalah Anak.

Seorang ayah akan menjadi “nahkoda” dalam mengarahkan kemana ‘sampan kecil ‘ ini akan berlayar dan menentukan tempat untuk berlabuh. Seorang ibu akan menjadi pendamping yang akan mengimbangi sang nahkoda dalam menentukan arah dan tujuan, dan sang anak menjadi penumpang setia yang akan selalu ikut serta kemana saja ‘sampan kecil ‘ ini berlayar tanpa perlu menanyakan kemana dan kapan akan berlabuh. Rumah tangga, ‘sampan kecil’, Ayah, Ibu, Anak, Nahkoda, Arah tujuan, Berlayar, Berlabuh, semua itu hanya contoh kecil nama lain dari keluarga dan kita semua pernah berada di posisi yang sama pada zaman dan waktu yang berbeda tentunya.

Perjalanan sebuah keluarga tidak semuanya berjalan sesuai rencana, karena ada faktor-faktor yang berada diluar kekuasaan manusia, juga bisa jadi karena perbedaan antara penentu kebijakan didalam keluarga itu sendiri. Sebelumnya seorang ayah sebagai kepala keluarga bebas menentukan arah untuk membawa ‘sampan kecilnya’ berlayar. Sedangkan seorang ibu bebas tidak dipaksa akan mendampingi ‘nahkoda’ atau memilih sebagai penumpang. Sementara seorang anak bebas untuk menikmati perjalanannya atau memilih sambil banyak bertanya kepada ‘sang nahkoda’ tentang arah tujuan ‘sampan kecil’ yang sedang dikendalikannya.

Uraian kisah diatas belum ditambah datangnya rintangan dalam perjalanan ‘sampan kecil’ tadi seperti,  angin, badai, ombak, kain layar yang sobek, tak ada kompas, lantai sampan yang bocor, dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi juga dapat ditemui. Lalu bagaimana seorang ayah, ibu dan anak menghadapi segala rintangan yang pasti datang menerpa ‘sampan kecilnya’ agar tidak karam,,,? Kita semua pasti punya cara dan jawaban sendiri bila kita berada pada kondisi dan posisi seperti diatas, tentu cara kami juga akan berbeda bila kondisi tersebut sedang menerpa ‘sampan kecil’ kami.

Semua yang telah menjadi bagian dari komunitas kecil dalam keluarga tadi hendaknya sudah saling mengenal satu sama lain. Seorang suami kenal betul siapa yang menjadi istrinya, seorang ayah akan mengenali siapa anaknya, tentu bukan sekedar kenal secara fisik tetapi mengenal lebih dalam apa yang menjadi karakter dasar dari anggota komunitas kecil ini. Ketika semua sudah belajar saling mengenal, bisa dipastikan kepercayaan itu akan timbul dengan sendirinya, tinggal bagaimana kita bisa pandai merawat kepercayaan yang ada pada masing-masing anggota keluarga.

Pastinya kita yang lebih tau kelebihan dan kekurangan anggota keluarga kita, kita juga yang lebih tau akan memberikan pendidikan seperti apa pada anak-anak kita, dan kita yang lebih tau akan dibentuk seperti apa keluarga kita, bukan orang lain…! Oleh karena itu kami sekarang sedang dalam fase belajar untuk menjadi orangtua. Belajar mengenali dan memahami fungsi kami sebagai manusia dewasa yang juga sekaligussebagai orangtua.

Belajar bukan hanya hak untuk anak semata tetapi kami juga membutuhkan pembelajaran untuk menjadi orangtua yang dapat menjadikan anak-anaknya bahagia secara lahir dan batin tanpa memaksa akan dibentuk seperti apa asset masa depan keluarga kami ini. Karena kami pernah ada dalam kisah yang lewat menjadi seorang anak dan memiliki orangtua, kini giliran kami yang ada pada posisi itu, dan ternyata tidak mudah untuk kami menjalankan peran sebagai orangtua.

Akhirnya penutup coretan kisah ini, do’akan kami agar kami dapat terus belajar dan terus belajar bersama-sama keluarga kecil kami tentang apa saja, dimana saja dengan sadar agar dapat bernilai manfaat setidaknya untuk anak-anak kami juga sebagai pertanggung jawaban kami di hadapan “Sang Pencipta”, dan kami sebagai orangtua yang baru belajar ini memohon do’a kelak anak-anak kami juga dapat belajar menjalankan perannya pada zaman yang pasti berbeda sebagai orangtua untuk keluarganya sendiri suatu saat nanti.

Banjarmasin 26 Februari 2011

Azzam Bongkar Tabungan,,,,

Hari ini tabungan Azzam dibongkar lagi, jumlahnya ada Rp 31,300. Rencananya tabungannya mau dibelikan Majalah The Cars edisi  7 tahun 2011 (Azzam punya majalah Cars edisi 6 yang dibeli November lalu) itu pun setelah menimbang nimbang berbagai pilihan banda yang mau dia beli, Mobil “Lofti” Craine, pensil warna (yang udah tinggal 2 cm panjangnya, jadi ga bisa di raut) atau majalah Cars. Akhirnya pilihannya jatuh ke majalah Cars…

Ini hasil tabungan Azzam (yang ditabung secara berkala) yang ke dua. Tabungan yang pertama berjumlah Rp 21.500 dan sudah dibelikan Mobil “Dump truck” seharga Rp 17,000 November lalu. Azzam mengumpulkan uang recehan logam (Rp 100 s/d Rp 1000) yang biasa tergeletak dirumah, atau yang diberikan ayah bundanya untuk ditabung, Azzam menyimpannya ditempat bekas es krim kecil,,

Dari proses menabung ini ada hal hal yang ingin kami tanamkan pada Azzam

1.       Menahan keinginginan untuk SEGERA memiliki sesuatu

Bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus berusaha lebih dahulu dan atau mungkin harus menunggu sampai waktu yang lama,,, (Biasanya kalau Azzam menginginkan sesuatu kami memintanya untuk BERDOA meminta pada Alloh,,,)

Alhamdulillah sampai hari ini kami tidak pernah mendapati Azzam menagis merengek apalagi sampai tantrum bila Azzam menginginkan sesuatu. Sering kami mengajaknya untuk pergi ke mall atau mini market dan Azzam meminta untuk melihat lihat counter mainan, kami tidak pernah melarangnya, kami hanya mengambil pengertian bahwa Azzam boleh memegang dan melihat mainan yang dia inginkan setelah itu dia kembalikan lagi ketempatnya apabila memang belum waktunya untuk membeli mainan, dan Azzam melakukan semua perjanjian dengan baik walaupun saat saat tertentu kami juga melihat keinginan yang besar untuk bisa membeli mainan tapi Alhamdulilah Azzam tidak pernah bermasalah dengan proses belajar  ‘Menahan Diri’  nya

2.       Azzam belajar menghargai barang barang yang sudah ‘Bisa’ di belinya

Seperti anak lain seusianya, Azzam sering sekali menabrakkan mainan dan mempreteli mainanya dengan Obeng (walaupun ini juga kami sadari sebagai bagian dari proses kratifitas). Dengan membeli mobil hasil tabungan sendiri Azzam semakin bertanggung jawab dengan mainan atau bukunya,,,

3.        Azzam belajar nilai uang dan matematika sederhana

Untuk membeli benda yang Azzam inginkan, Azzam harus menabung sebesar minimal harga benda yang dia mau. Hal ini juga pelajaran penting buat Azzam,,

Azzam itu belum pernah jajan ke warung sendiri (biasanya kalo mau beli cemilan sama bunda atau dibelikan ayahnya) jadi dia belum bisa sama sekali mengenali nilai uang.

Pernah satu hari ketika pergi ke warung untuk jajan, Azzam ditawari beberapa pilihan jajanan oleh penjaga warung, tapi dengan santai dia menolak jajanan yang ditawari oleh ibu si penjaga warung tersebut,,,,,”Aku ga mau beli apa apa kok, sudah cukup,,,,” katanya, sampai ibu penjaga warung tersebut bingung ,,,”kok beda ya, sama anak saya,,” kata ibu penjaga warung, Anaknya usia 3 tahun biasanya sehari bisa menghabiskan uang lebih dari Rp 10.000 untuk jajan saja ,,,”belum termasuk naik odong odong ,,” katanya,,,

Anyway, Alhamdulillah, segala Puji Bagi Alloh yang menghiasi Akhlaq Azzam,,,,

Menabung ini cara yang cukup efektif untuk mengenalkan Azzam tentang nilai uang (walaupun sampai sekarang belum berhasil, tapi ga pa pa, pelan pelan aja,,,,nanti juga sampai waktunya)

4.       Belajar berani membayar dikasir

Sebenarnya ini cukup mudah karena Azzam Alhamdulillah ngga punya hambatan sosialisasi sama sekali. Azzam bisa dengan mudah bersosialisasi sama siapa saja tidak terpatok pada usia sebaya,,, (wah ini nih yang sering di ragukan oleh orang tua yang belum kenal betul apa Home Schooling itu). Azzam memang mudah ngobrol sama siapa aja,, bahkan tergolong agak cerewet (kali bawaan waktu dari bundanya hamil kali ya,,, waktu hamil bundanya kerjaannya ngisi Training HIV/AIDS,,jadi sekarang Azzamnya agak  Cerewet)

Azzam berani minta sendok sendiri ke waitress A&W waktu sendok eskrimnya jatuh (kami hanya melihat dari jauh), Azzam juga berani ngobrol sama supir Taksi, dia Tanya beberapa tombol yang ada di dash board dan Azzam juga suka ngobrol sama temen temen ayahnya (walaupun banyak yang mantan residivis),,,

Sholatnya Azzam,,

Pada dasarnya pada setiap kegiatan kami berusaha memahamkan Hakikat mengapa kita harus melakukan kegiatan tersebut bukan karena “sekedar” melakukan kewajiban,,,

Kami melakukannya mulai dari hal hal kecil kenapa seseorang itu membutuhkan makan, mandi, belajar membaca, belajar menulis sampai kenapa seseorang itu Perlu berdoa, Sholat dan mendekatkan diri pada Alloh,,,

Dari azzam lahir kami sudah membiasakannya membacakan doa di setiap aktivitas seperti membuka baju, memandikan, memakaikan pakaian, menyuapi makan, selesai makan, menyisir rambut, keluar rumah, masuk rumah, selesai buang air besar, ada petir, dan lain lain,, sekarang diusianya yang ke 3 azzam sudah hafal sebagian besar doa doa tersebut. Disetiap aktifitas kami berdoa bersama sambil terus menanamkan kebutuhan akan berdoa (BERDOA ADALAH KEBUTUHAN BUKAN KEWAJIBAN),,,Begitu juga dengan Sholat,, Sholat itu adalah KEBUTUHAN Manusia bukan sekedar “KEWAJIBAN”), Azzam juga terbiasa berdoa sebelum dia meminta sesuatu misal minta dibelikan mainan, pinsil warna atau eskrim (hal simple yang sebenarnya tanpa berdoa pun ayahnya bisa saja langsung membelikan, tapi kami membiasakannya untuk berdoa),, Kitalah yang membutuhkan Alloh untuk menjaga kita dan Allohlah yang memenuhi segala kebutuhan kita..

Kalu  hujan dan ada petir, Azzam langsung minta bundanya untuk sama sama berdoa supaya dijaga Alloh katanya,,,

Azzam juga sudah terbiasa sholat (karena sejak bayi dia sudah merekam aktifitas sholat ayah bundanya, bahkan dulu waktu bayi dia rela menunggu bundanya selesai sholat supaya bisa bobo bareng bundanya dan tanpa nangis walaupun sudah berulang ulang nguap,,,He he,, Sabarnya anakku,,,), Bacaan sholatnya sudah cukup baik kecuali doa Iftitah (yang sama sekali belum dia hafal) dan Tahiyat akhir (yang masih suka kebalik balik). Azzam sudah hafal al Fatihah, dan al Ikhlas,An naas juga sedikit An Falaq,,Azzam juga sudah hafal doa untuk ayah bunda (yang ini dia hafal dengan cepaaat sekali, 4 hari…!!! Azzam Cuma diam menyimak, tidak mengulang, di hari ke 4 dia bacakan dari awal sampai akhir,, MAHA BESAR ALLOH Atas seluruh karunia)

Ayahnya membiasakan membawa sholat subuh berjamaah dimasjid (sesekali bolong karena azzam masih tidur) kenapa sholat subuh, bukan sholat maghrib, karena pada Subuh lebih sepi, ngga banyak anak anak yang main di masjid jadi belajar sholatnya bisa lebih khusyu, begitu alas an ayahnya selain kalo maghrib biasanya ayahnya belum ada di rumah,,) ayah baru 2 kali membawa ke sholat jumat karena waktunya lebih panjang, jadi masih ngeri kalo azzamnya rewel (yang ini pre kondisi sebelum dibawa sholatnya lebih panjanggg)

Anyway, kami berusaha mengeluarkan sebanyaknya potensi kebaikan yang telah Alloh rizqikan pada Azzam,,,

We Love You Son, We always covering you by Do’a, May Alloh always take care of you Day and Night,,,

Global Warming Issues,,,!!

2 bulan terakhir kami banyak membicarakan tentang global warming, Azzam liat di TV tentang bencana di Australi dan di banyak Negara, jadilah topic itu sedang banyak kami bincangkan, Azzam tertarik banget sama urusan Banjir gara gara global warming ini,,,,kebetulan di Starfall ada materi cerita tentang Every Day is Earth Day jadilah cerita untuk menjaga bumi bisa nyambung.

Selain starfall, azzam belajar dari games dan artikel. Salahsatu games kesukaan Azzam di http:// kids.nationalgeographic.com adalah games dengan topic bersihin sampah (lagi lagi bundanya bisa menghubungkan dengan Global warming), mulai dari bersihin kebun, memilah sampah kaleng, kaca, paper dan sampah organic dan anorganik, games bersihin kali dan laut,,,,, Dari artikel yang ada bunda bacain ke Azzam kalo di laut banyak sampah plastik (kantong) kasian kura kura karena kura kura bisa salah makan plastic (disangka ubur ubur) jadi kura kuranya bisa mati deh,,,, trus ikan ikan pada mati, trus hewah hewan ga punya rumah lagi kelihatannya cukup mudah untuk masuk ke nalar Azzam, bahwa bumi bisa rusak karena manusia ngga sayang dan ga mau njaga Bumi tempat tinggalnya,,,

Bundanya juga nambah sedikit kutipan Nilai Quran, bahwa Alloh mengamanahkan Bumi untuk Dijaga dan bahwa kerusakan yang ada di bumi itu adalah akibat dari perbuatan manusia yang tidak amanah (pelan pelan menanamkan Nilai bahwa Al Quran itu adalah panduan agar kita bisa hidup dengan baik dan benar), dari sini, kami bisa sama sama belajar untuk lebih tertib membuang sampah, memilah sampah yang bisa didaur ulang dan yang tidak (Azzam udah tau loh kalo botol kemasan plastic yang ada tanda segitiganya itu bisa didaur ulang, jadilah dia sibuk nyari tanda di setiap kemasan plastic yang dia temui, pepsodent, botol pembersih muka bundanya, botol aqua, dan botol botol lainnya,,,)

Satu lagi, Azzam mulai membaca mini ensiklopedia judulnya “Ayo Lindungi bumi Kita,,,” keluaran BIP Gramedia (Bukunya Cuma 27 halaman, kertasnya bagus, full picture, tulisannya ga terlalu banyak, lebih mirip Komik tepatnya), sambil menstimulus membacanya, bunda juga merangkum isi ensiklopedi supaya Azzam bisa belajar menangkap pesan dari apa apa yang dia baca,,,,

Dari ensiklopedi yang dibaca bersama, Azzam belajar buat NGGA BOROS AIR (nah yang ini efektif nih,,,)karena Azzam kalo mandi suka sambil membuat “lukisan” dari cipratan air di dinding, trus masih suka berendem yang pake air banyaaak banget,,, Selain itu Azzam juga belajar NGGA BUANGIN KERTAS, kalo menggambar harus pake 2 sisi kertas (ini juga udah pernah dia lihat di serial “Jalan Sesama”), maklum Azzam itu sukaaaaa banget ngambar, jadi ngga bisa liat kertas nganggur langsung deh di sikat,,,,

Keliatannya issunya susah ya buat anak anak,, tapi ternyata ngga juga tuh,, Alhamdulillah,, sedikit sedikit yang penting Azzam menikmati proses belajarnya,,,

Belajar On Line,,,

Sekarang Azzam juga lagi getol getolnya berinternetan ria (alias belajar on line,,, )Sejauh ini site site yang paling sering dikunjungi (hampir setiap hari) adalah www.starfall.com , Azzam seneng banget karena sangat sangat menarik dan ga terasa kalo lagi belajar (sambil belajar ada simple edu gamesnya) selain itu bundanya juga dapet info dari Milis Sekolah Rumah kalo migtybook junior lagi ada gratisannya selama setahun, langsunglah bundanya register dan sekarang Azzam juga asik didongengin sama www.mightybookjr.com (ceritanya menarik hati azzam, terutama yang berkaitan sama Mobil, kereta Api,,,). Dari dua web itu Azzam belajar reading and listening (English) langsung dari native speaker,,, Keliatannya Azzam cukup banyak menyerap dan yang terpenting menikmati belajar. Bundanya sendiri ga punya target terlalu besar buat Azzam menghafal ini itu tapi yang terpenting adalah Azzam senang belajar…

Azzam juga udah kenal sama web http:// kids.nationalgeographic.com , Azzam suka main edugames disana, trus buka artikel yang berhubungan sama gamesnya,,,,

Azzam juga suka ngoprekin www.kidsastronomy.com di situ Azzam kenalan sama universe karena sebelumnya Azzam juga udah sering nonton VCD ADI (Space Adventures). Masih dipapar yang sederhana aja sih, yang penting bisa meng- encourage curiosity nya Azzam.

Waah enaknya anak Home Schooling,, GURUnya Buanyak,,, Belajarnya bisa pake sarana apa aja,,,

Azzam dan Belajar Membaca,,,

Alhamdulillah, segala puji Bagi Alloh yang menghadiahkan Azzam untuk kami,,,Untuk anak yang lahir premature dan BBLR, perkembangan Azzam bisa mengikuti perkembangan anak seusianya bahkan mungkin lebih cepat,,,,

Di usianya yang ke 3 Azzam sudah bisa membaca 2 suku kata seperti  BU KU, TO PI, KA CA, CU CI, dll. Prosesnya tidak ada yang luar biasa,,, Sama mungkin seperti ibu ibu lain, aku suka bernyanyi, Alphabet song,, A B C D E F G,,,,,,, Azzam ngga suka mengikuti bundanya, azzam hanya diam dan menyimak, sampai satu hari bundanya dibuat terkejut (kira kira a year and couple month ago, ga inget lg pastinya kapan), Azzam bisa nyanyi alphabetical song dari A sampai Z dengan benar, aku surprised banget, mulai dari situ Azzam dikenalkan menulis huruf (ayahnya buatin tempelan huruf abjad disamping tempat tidurnya), relative ga terlalu susah karena Azzam suka menggambar (jadi kelihatannya tangannya sudah terlatih dan azzm juga sudah bisa memegang pensil dengan benar – yang ini ayahnya yang ngajarin- bundanya bahkan ga tau, kok tiba tiba azzam sudah bisa pegang pensil dengan benar)

Setiap selesai menggambar, Azzam diminta menamai hasil gambarnya (dengan cara mendikte huruf apa yang harus dia tulis) mula mula hanya menulis nama A Z Z A M,,, A Y A H,,, B U N D A,,, terus lanjut dengan mendikte kata kata yang lebih komleks misalnya MOBIL KIJANG ,,,,Hasilnya Subhannalloh –seluruh kemudahan adalah rizqi dari Alloh- Azzam bisa melatih tangannya dengan cepat untuk menulis (walaupun untuk beberapa huruf masih belum baik bentuknya)

Kami juga memakai visual method untuk Stimulasi menulis dan membaca Azzam. Kami menggunakan alat bantu vcd Brainy Baby untuk mengenal Alphabet, Number and Shape (Karena menurutku Azzam itu tipe visual banget,,,)

Setelah itu kami meningkatkan stimulasi, ayahnya kemudian menuliskan di selembar kertas besar 2 suku kata BA, BI, BU, BE, BO, CA, CI, CU, CE, CO, dst ,,, yang ditempel di tembok menggantikan tempelan huruf abjadnya,,, Well, it’s  works…!!! Azzam berlatih membaca tiap sebelum tidur,,,,

Azzam juga belajar membaca 2 suku kata dibantu dengan Alat Peraga membaca untuk play group (seperti buku puzzle dari bahan semi karet yang bisa dibongkar pasang) keluaran BIP Gramedia,,,

Sekarang Azzam mulai diperkenalkan dengan membaca kalimat sederhana (2 – 3 kata) karena Azzam suka membaca apaaa aja,,,mulai papan reklame di jalan sampai Koran Koran ayahnya,,,,

Good work son,,,,  Semoga semangat belajarmu bisa terjaga,,,, Aaamiin,,,,

Azzam the Builder

Selain menggambar, kesukaan Azzam yang lain adalah MEMBANGUN…!!! (lagi lagi inspired by Movie,,, Bob the Builder),,,

Azzam membangun tidak dengan lego atau alat alat permainan yang terstruktur, Azzam membangun dengan benda benda yang dia temui disekitarnya seperti botol aqua, botol botol kecil bekas serum rambut bundanya, mangkuk bekas es krim, tutup botol aqua gallon, kardus kardus kecil bekas pepsodent, kardus bekas vitamin, handphone, remote, tempat pensil , pensil pensil warna, pokoknya barang barang yang dia rasa bisa disusun seperti bangunan bangunan yang dibuat oleh Bob,,,

Bob “Azzam” the Builder suka mbangun pake apaaaa aja, pake mainan kecil kecil, pake rantai balok, pake  uang uang receh yang di selotip (tabungannya untuk membeli majalah The Cars), uang uang recehnya diangkut dengan dump truck dan disusun menjadi sebuah bangunan,,,pokoknya sesuai imajinasinya,,,

Bob “Azzam” the Builder membangun dibantu sama 2 “alat berat “ yang dia punya,,, Muck “the Digger” dan Dump Truck si pengangkut semen Tiga Roda katanya,,,

Sesudah dibangun dan bercerita dengan bangunanya, biasanya bangunannya dihancurkan, dibongkar dan dibuat bangunan baru yang sama sekali berbeda bentuknya,, Dibangun, Bercerita, Dibongkar,,, begitu terus sampai dia beralih ke mainan lain,,,

Berantakan,,,,,pasti,,,, Tapi Azzam sudah terbiasa membereskan mainanya sendiri (masih dibantu bunda sih,, tapi Azzam cukup tertib denagn pelajaran bertanggung jawab terhadap mainanya)

Azzam dan Gambar Mobil

Azzam sukaaa banget menggambar mobil, hasil gambar mobilnya mungkin udah ratusan lembar. Sering sih ayahnya mendorong supaya azzam mau menggambar objek lain seperti buahan, tanaman, pemandangan, dll, tapi selalu aja ujungnya mobil. Kalo menggambar buahan ya menggambar buah buah yang sedang diangkut pake truk, atau menggambar bunga ya letak bunganya ada di pinggir jalanan yang banyak mobilnya (obsesi film the Cars yang ditonton sebagai film pertamanya mungkin ya…)

Azzam sudah mulai mencoret coret kertas sejak umur 15 bulan dan perkembangan motorik halusnya baik sekali azzam cepat sekali bisa menggambar bentuk lingkaran, kotak. Diusia 2 tahun gambar azzam sudah kelihatan sempurna bentuknya walaupun masih gambar mobil sederhana. Untuk mendukung kesukaanya menggambar,selain dengan kertas gambar biasa kami memfasilitasinya dengan menempel kertas besaaar sekali didinding supaya Azzam bisa menuangkan kegemaran melukisnya tanpa mengotori dinding.

Sebagian kecil gambar mobil yang dipilih dan dirasa adalah “master piece”nya ditempel  didinding. Menempel gambarnya didinding kelihatannya adalah dorongan kuat untuk bisa menghasilkan karya karya baru. Kami memang sedang belajar untuk mengapresiasi kegiatan yang disenanginya dan tidak mematahkan semangatnya.

Kalau Azzam menggambarnya di siang hari sewaktu ayahnya kerja, biasanya dia akan menceritakan proses menggambarnya kembali dengan semangat 45 sesampainya ayah dirumah, dan kalau sudah begini, ayahnya harus ekstra sabar mendengar ceritanya.

Selain menggambar, Azzam juga suka membuat prakarya, dari kertas warna (kertas marmer) yang di gambar  bentuk (yang lagi lagi) mobil Mc Queen dan teman temannya (Dinoco, dll) yang dipotong  dan di tempel dikertas. Prakarya prakarya itu dijejer dan ditempel di tembok juga,,,,

Walaupun gambar gambarnya sudah lebih dari 1 bulan ditempel biasanya kami sering memintanya untuk bercerita kembali tentang gambar gambarnya, apa ide gambarnya atau apa yang mau dia sampaikan lewat gambar. Bisa ditebak, semangatnya luar biasa walaupun susunan kalimat berceritanya belum tersusun rapi. Kami memberinya banyak stimulus untuk Azzam agar bisa bercerita dengan baik dan mengeluarkan ide idenya…

Ahh Home Education memang menarik, kami orang tuanya juga benyak belajar untuk saling mengapresiasi..

Sarana Mencatat Proses Belajar Keluarga Kami

Alhamdulillah selesai juga, eh belum deh, tapi minimal udah bisa diisi dan siap launch. Blog ini hadiah Maret buat  2 LELAKIKU, Suamiku (11 Maret) dan Anakku (21 Maret) tercinta…

Kami memang memutuskan untuk melakukan Home Education sebagai sarana Pembelajaran Azzam dan juga kami tentunya dua orang tuanya…

Kenapa Home education??Karena cara itulah yang kami anggap sesuai dengan NILAI KELUARGA. Kami berharap dengan HE kami bisa berproses bersama..

Segala Puji Bagi Alloh yang memudahkan dan menghadiahi kami dengan hadiah hadiah yang Luar biasa yang tepat pada waktunya…

Dulu, jauh sebelum menikah, aku sudah memilih HE sebagai pilihan yang akan aku lakukan jika kelak Alloh mempercayakan aku untuk menjadi ibu dan bisa mendidik anakku. Setelah pelajaran hidup yang aku dan abang lewati, Alloh sampaikanlah kami (sekarang plus Azzam) pada hari ini, dengan segala Rizqi dan kemudahan yang Alloh berikan.

YA ROBBANA, izinkan Kami untuk terus Saling Mencintai sampai Engkau memanggil Kami Bersama, Izinkan kami Belajar, Tumbuh dan Berkembang Bersama dalam Cinta Pada Mu… Aamiin Ya Robbal ‘alamiin..

Belajar Menjadi Orang Tua adalah Anugerah,,,

Monday, 2/21/2011 10:12:50 AM

Lima tahun yang lalu aku ada dalam fase membayangkan bagaimana harus menempatkan diri sebagai Ibu… bagaimana aku harus mendidik anakku.. dan mengelola pilihanku..

Di titik itu aku sadar bahwa aku harus belajar dan tidak boleh menjadi ibu apa adanya, karena menjadi ibu adalah Anugerah dan bukan hanya sekedar menjalankan “Takdir kodrati”…

Hari ini aku sadar bahwa Alloh membukakan Pintu Pintu belajar  dari segala Arah…

Aku harus mulai menyusun satu persatu tentang apa saja yang mau aku pelajari bersama sama dengan keluarga kecil ku ini, nilai apa yang akan ditanam dan dipupuk agar benar benar terinternalisasi menjadi Nilai Keluarga

Belajar adalah Kesenangan dan bukan  Paksaan,,,

Hari ini dengan meriview apa saja yang sudah dicapai Azzam, aku juga harus meriview apa saja yang sudah aku dan abang capai…

Azzam sudah bisa membaca, sedang giat belajar matematika dan berinteraksi dengan computer, dunia virtual, sedang menghafal dan belajar membaca Al Quran, ditengah kegiatan BELAJAR lain yang dia lakukan (meng organized  kegiatan sehari hari bobo, sholat, maem, mandi, berdoa di setiap kegiatan dan main)

>>Apakah semua sudah dilakukan dengan Tanpa Paksaan…?

Mengajarkan Hakikat Belajar bukan Doktrinasi,,,

Ada nilai nilai yang harus terus dipupuk, pertama  yang melandasi semua hal adalah keinginan untuk dicintai dan di pelihara Alloh, dari nilai itulah maka akan lahir nilai-nilai belajar yang lainnya…

Sholat, berdoa , membaca Quran, menghafal Quran adalah karena kita membutuhkan untuk dicintai dan dipelihara Alloh bukan karena kita diharuskan maka ketika Nilai ini tertanam, kita akan melakukannya dengan Ringan..

Belajar pelajaran apapun hakikatnya adalah karena kita ingin menjadi baik didunia dan di akhirat dan itupun agar kita dicintai dan dipelihara Alloh bukan semata mata karena “tuntutan supaya bisa berhasil” atau “kebanggan didunia”,  maka ketika nilai ini kembali tertanam kita akan belajar apapun dengan ringan…

Memberi Stimulus bukan Mentargetkan Hasil,,,

Kuncinya adalah mencintai apa adanya dan ini berlaku umum buat Azzam, Abang termasuk Aku. Jika yang ingin ditanam adalah kecintaan terhadap belajar, maka proses belajar adalah hal terpenting yang harus dihargai…

Setiap diri kita membawa rizki kebaikan dari Alloh maka prosesnya adalah Drawing Out bukan Pouring In, oleh karena itu setiap Stimulasi harus didasari cinta bukan mentargetkan hasil…

Nilai ini harus terus di pupuk supaya kita bisa tumbuh dan berkembang bersama dan bisa belajar dengan bahagia

Nak,,,,,

Ajari aku untuk mencintaimu seperti kau mencintaiku…’

by Bunda Azzam (Paste from sekolah rumah) on Tuesday, August 24, 2010 at 8:03pm
Kuantar kau tidur malam ini, seperti biasa..Bersama kita ucapkan doa sebelum tidur sambil tanganmu melingkar di leherku,kau tersenyum….
Matamu menatapku, bening dan bahagia…
Sudah kau lupakan sedihmu tadi pagi saat aku marah karena kau tidak turuti perintahku…
Kulontarkan anak panah tajam kata-kata, mengkritikmu…..
Berapa banyak Nak, yang menancap di hatimu sehingga ia berdarah?Tak kau kesal padaku juga…
Padahal tadi siang aku menatapmu dengan panasnya amarah….Hanya karena masalah sepele, yang bahkan akupun tahu kau tak bermaksud melakukannya….
Berapa banyak benih cinta dalam ladang hatimu yang hangus karena tatapanku,Nak?
Tak pernah kau jera untuk mencintaiku….
Sementara tadi sore kau tertunduk saat aku tuding kau…sebab kurasa kau tak perhatikan kata-kataku…
Tembuskah tombak telunjukku menusuk dalam jantungmu…
Nak??Masih tetap kau cari aku untuk memelukmu….
Sesudah saat makan malam tadi aku menghukummu karena tak kau habiskan makananmu yang kubilang dibeli dengan susah payah….
Menyusutkah rasa sayang dalam kantong jiwamu karenanya, Nak?
Malam ini, kutemani kau tidur seperti biasa..
Bersama kita ucapkan doa sebelum tidur…sambil tanganmu melingkar di leherku, kau tersenyum….
Matamu yang mengantuk menatapku, bening dan bahagia….
Airmataku meleleh saat kau terpejam dengan senyummu masih dibibir dan tanganmu masih memeluk leherku…
Aku mohon maafmu, Nak..
Ajari aku untuk mencintaimu seperti kau mencintaiku…

Menanam Nilai Luhur

Kesadaran yang terus berkembang setiap hari adalah bahwa aku punya pekerjaan yang tidak mudah….

MENANAM SESUATU YANG HASILNYA ADALAH HARAPAN SYURGA…

Menanam nilai Luhur untuk Azzam adalah bukan pekerjaan mudah (pekerjaan yang harusnya aku sangat sangat thank full to Alloh bahwa aku diberi kesadaran penuh untuk melakukan hal itu dan bukan hanya mengikuti ALUR KEWAJIBAN sebagai seorang IBU…)

Menanam NILAI agar Azzam bisa SURVIVE di dunia dan di Akhirat…

Membantu memfasilitasi mengeluarkan sebanyak banyaknya KEBAIKAN yang aku yakin PASTI sudah ALLOH tanamkan pada dirinya….

Memberi stimulus stimulus untuk mengeluarkan sebanyak banyaknya potensi kebaikan, tanpa memaksa  dan atau berorientasi pada Hasil…

Harus tanpa pamrih, Bila ada banyak kebaikan yang bisa terstimulasi adalah semata mata untuk membuat Azzam bersyukur pada Alloh  dan bahagia atas apa yang telah dia usahakan, bukan untuk  supaya kami  bisa merasa bangga.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: