Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Month

July 2011

Metamorfosis Ramadhan,,,

Bulan Agung itu datang lagi.
Dalam setahun hanya ada satu bulan mestinya cukup untuk perbekalan hidup sebelas bulan lainnya. Diluar Ramadhan manusia seakan seperti ulat yang rakus, segala yang diinginkan disantapnya dengan lahap. Apa yang dilihat oleh matanya mempengaruhi hatinya sehingga selalu ingin memiliki. Itu semua terjadi sebelas bulan di luar satu bulan yaitu Ramadhan.

Entah sudah berapa puluh Ramadhan yang terlalui oleh kita. Entah Ramadhan yang manakah yang membawa kesan untuk peningkatan keshalihan kita. Atau kita tak pernah berhasil menjaring semua curahan rahmat yang dibawa Ramadhan disetiap datangnya. Lalu untuk siapa Alloh memberikan satu bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan kalau bukan untuk semua hambaNya..? Syaratnya hanya untuk orang yang Beriman.

Andai saja manusia itu mau berfikir, betapa beruntungnya kita yang meyakini bahwa hanya Alloh lah Tuhan satu-satunya tak ada tuhan selain Dia. Begitu pengasihNya sampai kita diberikan bulan yang hanya pada bulan itu segala permintaan, semua permohonan, bahkan setumpuk pengampunan dan sederet pengharapan akan dikabulkan. Hanya untuk hamba-hambanya yang mengimani tiada tuhan selain Alloh. Pintu syurga akan dibuka lebar sedangkan pagar Neraka terkunci rapat pada bulan itu.

Betapa ruginya jika ada manusia yang sudah meyakini Alloh sebagai tuhan satu-satunya tetapi ia tak berhasil meraih semua curahan kasih sayangNya pada bulan yang penuh barokah itu. Padahal makna dari semua kehidupan ini dari awal sampai akhir akan bermuara kepadaNya. Semua yang pernah diciptakan akan hancur lebur, dan tak pernah kesulitan untuk menghidupkan kembali. Saat itulah kehidupan abadi mahluk akan dimulai.

Ramadhan seperti kepompong.
Terselimuti dari dunia kebiasaan ketika masih menjadi ulat. Nafsu dapat diredam dengan curahan rahmat. Syahwat dapat terganti dengan cucuran air mata taubat. Dalam cangkang Ramadhan semua do’a-do’a terkabulkan tanpa perantara. Ketika waktunya tiba, kepompong Ramadhan akan berubah menjadi kupu keshalihan. Saat keluarnya bewarna indah menyejukan mata. Keshalihannya menghiasi setiap hati manusia untuk bekal kehidupan sebelas bulan berikutnya.

Semoga dalam setiap kedatangannya kita selalu dapat berusaha untuk mendapatkan curahan rahmat Ramadhan suci ini. Agar kita tak masuk dalam golongan orang merugi yang hanya mendapat lapar dan dahaga di tiap Ramadhannya,,

Ramadhan Mubarok 1432 H

Advertisements

“Mengenalkan Alloh pada Azzam = Mengeluarkan Fitrah Jiwanya,,,”

Mengenal Alloh dan Kebutuhan pada Alloh adalah Fitrah,,,,

Fitrah manusia adalah terhadap ketundukan pada Alloh,,,

Fitrah anak pun tunduk pada Alloh karena jiwa manusia hakikatnya adalah tunduk pada Alloh,,,

Mengenalkan Alloh pada Azzam adalah mengasah dan mengeluarkan potensi ketundukan jiwa Azzam yang sesungguhnya adalah telah menjadi fitrah jiwanya,,,

Mengeluarkan fitrah jiwanya pada kebutuhan akan ketundukan pada Alloh Subhanahu wata’ala,, Sehingga seluruh Ibadah mahdhoh dilakukan dengan kesadaran jiwa pada kebutuhan akan Alloh,,,

Sholat, Do’a, membaca dan mempelajari Al Quran, Shaum, Infaq ,adalah kebutuhan manusia,,, Kebutuhan Ayah, Bunda, Azzam dan seluruh makhluq di semesta,,, Karena kita yang membutuhkan Alloh,,,, Membutuhkan Perlindungan dan Penjagaan dari Alloh,,,Membutuhkan Keberkahan hidup dari Alloh,,, Membutuhkan kasih sayang Alloh,,,

Alloh yang menciptakan manusia, Alloh lah yang menetapkan kebutuhan jiwa manusia,,, maka Alloh memberikan sarana untuk memenuhi kebutuhan jiwa manusia lewat ibadah mahdhoh (ibadah utama),,,

Sholat dan doa adalah kebutuhan manusia,, Alloh memberi sarana untuk tunduk dan meminta,, Al Quran adalah kebutuhan manusia,, Alloh memberi sarana untuk memandu manusia agar bisa mencapai keberkahan hidup,,,

Seperti itulah fitrah jiwa Azzam ditetapkan Alloh,, Kami, dua orangtuanya lah yang dipercaya untuk bisa mendekatkan Azzam pada fitrah jiwanya,,

Tidak sulit (InshaAlloh), karena kebutuhan akan Alloh adalah kebutuhan jiwa,, Bukan hanya kebutuhan jiwa Azzam tapi juga kebutuhan kami dua orangtuanya,,, Tidak sulit harusnya bila manusia tidak mendustai fitrahnya,,,

Lantas bila ada orangtua merasa sulit mengenalkan Alloh pada anaknya, dimana letak Kesulitan (kalau tidak bisa dikatakan masalah)-nya,,,??

Menanamkan kesadaran kebutuhan pada Alloh sama dengan mengeluarkan Potensi (Ketundukan) Jiwa,,,,

Menanamkan kebutuhan pada Alloh adalah Dasar,,, Bukan menjejali terhadap sebuah “Kewajiban Ibadah” tanpa memahami Makna,,,

Bukan mendoktrin atasnama IBADAH,,,, Karena Ibadah adalah Kebutuhan jiwa bukan Doktrinasi,,,

Ketika semua Ibadah mahdoh adalah kebutuhan,, maka InshaAlloh akan mudah mendorong jiwa untuk melakukan hal hal yang akan memenuhi kebutuhan jiwanya,,,

Mengajarkan Azzam melakukan ibadah mahdoh adalah mendorong Azzam untuk memenuhi kebutuhan jiwanya,,,

Mendorong Azzam untuk membaca Iqro karena Jiwa Azzam membutuhkan Al Quran sebagai pedoman hidup dan sumber segala sumber Ilmu,,,

Mendorong Azzam untuk sholat dan berdoa dengan tertib karena sadar akan kebutuhannya pada Alloh,,

Mendorong Azzam untuk melakukan “memilih” sesuatu yang akan dilakukannya karena memang sesuatu itu lebih bermanfaat untuk dirinya,,,

Memilih untuk belajar membaca Iqro (yang menjadi awalan untuk bisa membaca Al Quran) dibanding main mobilan,,,

Menjelaskan bahwa ketika Azzam senang membaca ensiklopedia dan mempelajari tentang alam semesta,, sesungguhnya Ilmu tentang Alam semesta itu tertuang sempurna di Al Quran karena Alloh yang menciptakannya,, Maka Azzam perlu untuk belajar Iqro untuk bisa membaca Al Quran,,

Menjelaskan pada Azzam ketika dia senang main games dan tidak harus disuruh untuk main maka seharusnya ketika Azzam senang Sholat dan berdoa maka dua kegiatan itu akan dilakukan dengan semangat dan tertib juga tanpa disuruh,,,

Begitu juga berinfaq,,, Mengenalkan berinfaq pada Azzam juga tidak sulit,, (Alhamdulillah,,) bahwa dengan berinfaq kita akan mempunyai tabungan di Syurga dan ditempat terbaik itu Azzam bisa meminta apaaaaaaaa saja yang diinginkannya dan Azzam juga bisa meminta apa apa yang tidak bisa didapatnya didunia,,,

Azzam (mungkin sama dengan anak anak seusia lainnya) seringkali juga tergoda dengan mainan mainan yang hargaanya mahaaal (menurut ukauran ayah dan bunda,,,) seperti yang terbaru ini Azzam kepingin mainan mobilan mc Queen seharga Rp 130.000 (1 mobil),,, Bunda dan Ayah menjelaskan harga sebesar itu terlalu besar untuk sebuah mainan,,, walaupun Azzam berkeinginan untuk menabung dan bisa membeli mobil yang dia inginkan dengan uang tabungannya (akan makan waktu lamaa mungkin ya menabungnya,,,)

Alhamdilillah Azzam tetap mau mengeluarkan infaq dari tabungannya setiap sholat Jumat dan tidak merasa berat untuk mengurangi tabungannya,,, Tanpa Iming iming Material dari Ayah bunda,,,,

Ayah dan bunda memang mengiming imingi dengan sesuatu,,, Ya,, Ayah dan bunda menyampaikan bahwa Alloh akan melipat gandakan rizqi orang orang yang berinfaq dan Alloh menyediakan juga mengabulkan apa apa yang diinginkan oleh orang orang yang berinfaq di syurga nanti,,,

Hasilnya Azzam senang berinfaq supaya nanti dia di Syurga bisa minta mobilan Mc Queen sama Alloh,,,, Ah,,, Subhanalloh,,,

Untuk shaum,, Ayah dan bunda masih berusaha untuk melatih Azzam,,, Tanpa material reward,,, bahwa Shaum adalah kebutuhan manusia,, dan reward yang didapat adalah janji untuk bisa melihat langsung “Wajah Alloh” di Syurganya Alloh nanti,,,

Mendorong Azzam untuk memenuhi kebutuhan jiwanya dengan senang hati dan tanpa paksaan tidak harus dengan Reward materi,,,

Sebab pada ujungnya Cinta dan Perlindungan Alloh pada kami jauuhhh lebih berharga daripada MATERI,,,,

Hal itu semoga lekat pada kami Ayah dan Bunda Azzam sehingga mudah pada kami untuk mengalirkan Energi ketundukan Pada Alloh kepada jiwa Azzam,,, Kami sadar kamilah yang harus lebih dahulu “Mengenal” dan “Tunduk” pada Alloh Robbul Izzati,,,

Nak,, Bunda dan Ayah pada akhirnya “Hanya” terus menanamkan kebaikan, menyirami dan memupuk,,,karena kau adalah benih yang suci yang diamanahkan pada kami…

Seluruh kebaikan atas Azzam adalah Rizqi yang Alloh karuniakan untuk Azzam,,,

Akan ada doa kami selalu,,, Semoga Alloh memberkahi kehidupan Azzam dan memilih Azzam untuk diCintai,,,

dan semoga Alloh mengabulkan seluruh doa doa Azzam,,,, Aamiin,,,

“Bang Qomat,,,”

Begitulah Azzam menjuluki dirinya sendiri,,,

“Ayah, Bang Imam,, Aku, Bang Qomat,, kalo bunda, siapa Ayah,,??” tanya Azzam ke Ayah setelah dia memberi julukan pada Ayah dan dirinya sendiri,, “Kalo Bunda, Mpok ma’mum,,,” jawab Ayah sambil ketawa lebar mendengar “Julukan julukan” yang “agak aneh” ala Azzam,,,

Tiga hari belakangan, Azzam memang sudah hafal membaca Qomat dan selalu membacanya setiap sebelum kami sholat berjamaah,,,

Ternyata sudah lama Azzam “memperhatikan” orang yang membaca sebuah “bacaan” sebelum sholat Jumat dan Azzam bertanya pada ayahnya siapa itu,,? Azzam juga bertanya tentang part of sholat Jum’at dan orang orang yang terlibat didalamnya misalnya Bilal -bapak yang Adzan-, Imam -bapak yang memimpin sholat-, khatib – bapak yang ceramah- ,, Yang kesemuanya dijelaskan dengan pengulangan hampir ditiap Sholat Jumat ,,,, (yang ini sih spesialisasinya Ayah,,,)

Sesudah Azzam bisa “mengidentifikasi” bacaan Qomat (yang Azzam bilang sebelumnya mirip Adzan,, -kalo Adzan Azzam sudah biasa dengar di masjid masjid atau di TV-) Azzam sering tiba tiba bilang,, “Ayah, bunda,, itu bacaan Qomat,, ?” kalau dia sedang mendengar bacaan Qomat di masjid dekat rumah atau kalau sedang dijalan yang kebetulan melewati masjid atau musholla yang sedang dibacakan Qomat,,,

Sambil menjelaskan makna Qomat dan Adzan, Ayah pelan pelan menjelaskan arti tiap kalimat Qomat,,, Sampai tiga hari lalu Azzam membaca bacaan Qomat dengan lancaaaarrr,,,,,

Wuaaaah,, Ayah sama bunda seneeeng deh,,, Ayah akhirnya selalu meminta Azzam untuk Qomat setiap kami sholat berjamaah (Biasanya Shubuh dan Isya,, atau kadang kadang maghrib kalo Ayah sudah pulang,,,)

Sampai akhirnya dengan PDnya Azzam memberi julukan Bang Qomat untuk dirinya sendiri,,,!!!!

Alhamdulillah,,, segala Puji bagi Alloh atas seluruh karunia,,,

Tetap semangat belajar ya nak,, Balajar menjadi hamba Alloh,,,, Semoga Alloh berkahi Azzam dengan ketaatan yang ikhlas,,, Aamiin,,,

Ada doa selalu untuk Azzam,,,,

Narkoba Tak Butuh Seremonial,,,

Kelihatannya Presiden Indonesia mulai kehabisan akal untuk mencari cara agar narkoba bisa hilang tak lagi menjerat pemuda sebagai asset bangsa. Angka yang dikeluarkan BNN membuat merinding siapa saja sebenarnya yang setia menjadi pengguna dari zat hasil karya manusia ini. Yang muncul dipermukaan media hanya sedikit saja semisal penggagalan di bea dan  cukai dan sebatas bandar besar yang sudah punya nama. Tapi coba lihat yang belum sempat atau sengaja tak terdata oleh pemerintah karena masih ditutup rapat atas alasan harga diri bangsa.

Aparat terkesan tanggung atau mengikuti mood saja hingga sama seperti orang yang sedang menggigil sakaw minta serbuk putih atau kristal sama saja. Semua tau kalo bisnis narkoba adalah ladang emasnya dunia. Tinggal siapa yang pandai mencari untung dan siapa yang bodoh menjadi pelanggan setianya. Untuk ukuran dunia Indonesia adalah negara tersubur untuk peredaran dan produksi juga terdungu karena membiarkan rakyatnya terlena oleh buaian narkoba.

Bukan hanya dari bulan sabit emas atau segi tiga asia saja tetapi para rakyatnya sendiri yang membuka peluang besar untuk mengolah narkoba sebagai komoditi dalam negeri. Perputaran keuntungannya bisa menutup semua mulut, mata, juga telinga bahkan sampai ke meja jaksa. Penjara menjadi tempat ternyaman dan aman untuk berpesta siapa yang berani mengusik nyawa yang akan jadi taruhannya.

Coba bayangkan apabila Presiden nya, Mentri nya, MPR nya, DPR nya, DPRD nya, Gubernur nya, Walikota nya, Bupati nya, Polri nya, TNI nya, Camat nya, Lurah nya, Mahasiswa nya dan Rakyat nya sadar sesadar-sadarnya akan bahaya dan dampak dari narkoba terhadap masa depan Bangsa dan Negara. Bukan cuma itu semua lembaga dan jajaran dibawahnya dari Presiden sampai Rakyat WAJIB tes URIN BERSAMA…agar diketahui kandungan dan kadar jenis Narkoba apa saja yang masuk dalam tubuh kita.

Setelah semua itu berhasil dilakukan tinggal meunggu ketegasan dari penguasa. Akan diapakan hasil dari tes urin tersebut yang diketahui positif menggunakan narkoba dari orang-orang yang berada disetiap jajarannya. Tentunya jangan sampai jadi pekerjaan yang sia-sia pastinya.

Dengan begitu akan terbuka dan ditemukan cara serta solusi untuk menghentikan produksi dan peredaran narkoba karena telah didapatkan siapa saja pengguna setianya dari Presiden hingga Mentri, dari  Jendral hingga Kopral, dari Eksekutif hingga Yudikatif, dari Mahasiswa hingga Rakyatnya. Semua itu bukan lagi sekedar Seremonial belaka.

Pemimpin bernyali besarlah yang hanya bisa melakukan ini semua juga para raja-raja lokal hasil dari otonomi yang harus memulainya juga. Tanpa kesadaran dari orang yang hanya bisa memerintah mustahil narkoba bisa dihentikan peredarannya apalagi menyadarkan para pengguna.

Kini sudah tak berguna lagi meneteskan air mata. Kini sudah tak berguna lagi sesal dihati. Angka korban dan pebisnis gila akan makin terus bertambah. Yang harus ada hanyalah tekad yang berakar kuat. Yang bisa cepat dilakukan adalah teriakan tobat dari yang masih sekarat. Yang masi bisa dilakukan adalah pakai otak untuk berfikir dan bentengi diri serta keluarga dengan keimanan dan pengetahuan. Karena Narkoba adalah karya manusia tanpa makna yang hanya akan merusak ketentraman jiwa, keluarga bahkan Negara dan semuanya itu adalah ulah dari tangan manusia.

Bersegeralah…Bersegeralah… Bersegeralah… !!!

Izzah Yang Tergadaikan,,,

Izzah atau harga diri adalah kehormatan yang mesti selalu dijaga apa lagi sebagai seorang muslim. Dengan kata lain kehormatan diri seseorang atas dasar keimanan adalah mutlak. Tetapi apakah setiap muslim menyadari tentang kehormatan dirinya diluar dari sosok manusia biasa. Disadari atau tidak hal ini tidak dapat dipisahkan dari diri seseorang. Berani lantang untuk kebenaran karena memiliki kebanggan sebagai seorang muslim adalah keyakinan.

Dinegri ini sebagai negara berpenduduk muslim terbesar didunia semestinya harga diri bangsa ini akan jadi perhitungan oleh bangsa lain. Tetapi kenyataan jauh dari harapan malah kini ditayangkan sebagai suguhan tiap pasang mata yang menggambarkan harga diri bangsa ini terkesan lucu berjudul Islam KTP . Apakah memang seperti itu kehidupan ummat muslim di negeri beribu pulau kaya yang pernah jadi rebutan bangsa-bangsa didunia karena berlimpahnya harta rempah dalam tanahnya.

Pemimpin berambut klimis bergaya parlente bermobil mewah sebagai wakil rakyat pun masih malu-malu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim sejati. Takut dianggap radikal apalagi dinegeri ini masih phobia dengan keIslaman seseorang yang kaffah karena takut dianggap teroris. Tak pelak lagi suasana dan iklim politikpun akan sangat pragmatis menjadikan ideologi sebagai komoditi. Kini jangan berharap lagi wahyu Tuhan akan turun untuk membela rakyat tetapi hanya untuk kepentingan si kuat.

Hasilnya manusia dinegri ini dari presiden hingga pengamen tak memperhitungankan lagi nilai luhur budi pada kehidupannya. Semua telah berubah menjadi dominan keinginan pribadi dan kekuasaan seperti hukum ditengah hutan. Walau konteksnya agak sedikit berbeda antara Presiden dan Pengamen walau dilihat dari skala kebutuhan. Akhirnya bukan salah Tuhan bila negeri ini sarat dengan cobaan yang tak henti padam bahkan mungkin tinggal menunggu hari eksekusi yang tak pernah tahu kapan akan datang untuk menerjang.

Penyebab terbesar adalah keyakinan yang berangsur pudar tak terwarisi pada kader bangsa dengan benar semenjak negara ini berdiri. Selanjutnya rasa syukur yang entah hilang kemana dari sekian banyak bait do’a-do’a di hati rakyatnya. Pemimpinnya tak berani mengajak rakyatnya untuk bersama-sama masuk surga. Malah dengan sengaja menggiring rakyatnya masuk kejurang neraka. Wakil rakyatnya pun mandul untuk lantang bersikap agar tak mudah terpedaya. Para pemudanya dibawa terbang ke awang-awang oleh jeratan narkoba.

Sampai kini tiap detiknya masih ada bayi suci yang lahir dari rahim pertiwi. Dan pada detik yang sama ada pula manusia yang mati terkubur ditanah loh jinawi . Ternyata Tuhan masih mau mengurus model manusia Indonesia. Dan ternyata Tuhan tak pernah repot untuk mengatur semua mahluk-mahluk ciptaannya. Generasi baru akan datang menggantikan yang telah usang. Yang hanya berpedoman pada keyakinan dari Yang Maha benar. Berani bertaruh nyawa agar Izzah tak kembali tergadaikan demi kemuliaan Islam.

Azzam Bobo di “Kamar” Sendiri,,,

Wah ngga terasa sudah masuk Juli,,, Sudah 2 pekan ngga menulis,, Aktivitas recording macet tapi insyaAllooh aktivitas belajar jalan terus,,,

Belajarnya Azzam jalan terus,,, sedikit demi sedikit,,,

Tetap diisi main,, main,, main,, main,, Azzam punya mobil Hummer H2 baru hasil dari bongkar tabungannya sebulan terakhir,, Azzam punya celengan baru oleh oleh dari bu Ida (sebenernya oleh olehnya sekaleng jelly bean, tapi langsung dibongkar dan diambil kalengnya,, Jellynya sendiri belum habis sampai sekarang), Azzam main senter dan belajar membaca jam digital baru yang juga oleh oleh dari bu Ida,,, Azzam belajar (eh main ding) pake meteran proyek hadiah dari ayah,, Azzam main gunting menggunting kertas (katalog belanja Hypermart) sekalian melatih motorik halusnya,, Azzam tetap menggambar,,, He he ada objek gambar baru yaitu “Kura Kura” yang dipelajari dari nonton acara “Kuas Ajaib” di Trans 7,,,

Azzam tetap rutin membaca buku Iqro (sekarang masuk huruf  ظ Iqro 2), tetap pelan pelan menghafal Quran,, bulan ini sampai Surat 105 Al Fiil dan masuk Surat 104 Al Humazah,, tetap menjaga konsistensi berdoa,, dan berlatih tertib sholat terutama Sholat Jum’at,,

Azzam juga tetap membaca ensiklopedia (yang dia pilih sendiri) 2 pekan ini dia banyak membuka ensiklopedi tentang Cuaca (biasa,, keluaran BIP Gramedia group),, dan beberapa mini ensiklopedia favoritnya (Pemadam Kebakaran, Bandara dan Panca Indra),,,

Ngobrol tentang AlQuran dan kebesaran Alloh terutama setelah pekan lalu nonton film Armagedon (waah berat tuh buat anak seumur Azzam he he,, tapi bisa bisanya Ayah bunda deh ngobrolnya,,,) dan ternyata buanyaaaakkkk buanget yang bisa didiskusikan,, (ke anak seumur Azzam?? balita gitu lohh?? Iya,,,!! tetep bisa tuh,,). Kita buka Al Quran bareng bareng dan ngobrol tentang beberapa ayat yang menjelaskan bahwa Allohlah yang menciptakan dan menjaga keteraturan semesta,,, “Alloh Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini”..QS 44 Ad Dukhan : 7

Ngga ada target untuk Azzam menghafal ayat nya tapi bunda sama ayah pingin Azzam (dan kami) meyakini benar bahwa Alloh adalah Segalanya,, dan Al Quran diturunkan dengan kebenaran dari Alloh sehingga pantaslah manusia memerlukan Al Quran sebaga panduan dalam menjalankan kehidupan,,,

Azzam tetap mengerjakan IXL math (walaupun sempat beberapa hari down grade) dan main main Math Games di Hooda math (wuaaah yang ini buanyaaaak buanget ,,, !!),, Azzam belajar Geometri, Aritmatika dan logika (waah bahasanya berat ya,, tapi tetep aja games,,, yang cocok buat umuran Azzam,,,,)

Azzam tetap asyik sama mainan elektriknya,,, Sekarang sudah bisa merangkai aneka sirine sendiri loh,,,!!! (masih yang simpel tanpa menggunakan LED atau resistor yang kalo salah pasang bisa bikin komponennya rusak,, karena cara Azzam masang masih tabrak abis,,,,!!)

Azzam tetap pada komitmen hari nontonnya (Selasa, Kamis Sabtu) tapi ada longgarnya niih,, karena ada tontonan favorit keluarga yang jam tayangnya nambah,,, Master Chef Indonesia,,, Iya,, kami sekeluarga sueneeeng banget sama acara ini,,,,

Daaan,,, capaian terbesar bulan ini adalah,,,,, Azzam Tidur Sendiri,,, !!!

Waah yang ini memang capaian terbesar,, Ayah sama bunda memang sepakat untuk sudah memisahkan tempat tidur Azzam,,, Setelah ditimbang timbang berbagai kendala termasuk kendala ngga ada kamar khusus buat Azzam dan perangkat tidurnya (kasur dan bantal)  (Maklum Perantau,,,!!) akhirnya tetap saja dicoba untuk disetting “ruang tamu” untuk tempat tidur Azzam kalo malam hari sementara kalo bobo siang tetap dikamar Ayah Bunda,, Diruang tamu yang beralas karpet, malam hari disulap jadi tempat tidur Azzam dengan ditambah selimut tebal dan 2 bantal besar hasil hunting bantal di hypermart,,, Jadilah Azzam tidur sendiri,,, Alhamdulillah,, dari yang mulai merengek waktu tidur sampai sekarang akhirnya Azzam terbiasa untuk masuk ke “kamar tidurnya” paling telat jam 10 malam waktu Banjarmasin,,,, Subhannalloh wal hamdulillah,,,

Sesekali kalau hujan besar Ayah dan bunda masih izinkan Azzam buat tidur sama sama,,, Bunda sama Ayah lihat besarnya usaha Azzam untuk bisa bernegosiasi dengan “rasa takutnya”,,, (karena kalau malam banyak terdengan suara suara hewan malam dari luar rumah apalagi kalau siang harinya hujan,,,) dan Azzam bisa menenangkan dirinya dengan Doa,,, Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin,,

Sekarang ada doa yang ditambah Azzam diakhir Sholatnya,, Azzam minta diberikan rumah yang berkah supaya bisa punya kamar sendiri yang ada tempat tidur Mc Queennya,,, Seperti yang dia lihat di Mall Duta,, (Walaah,,, muahal tuh Zam,,)

Well, ‘ala kulli hal ngga ada yang mustahil buat Alloh ya Nak,, Jika Alloh berkehendak,, Akan mudah bagi Alloh untuk mengabulkan segala permintaan diDoa Azzam,,, Jadi tetap semangat belajar,, Tetap semangat berdoa,,, Semoga Alloh senantiasa limpahkan Keberkahan atas hidup Azzam,,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,,

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: