berbagi dan saling menjagaBismillah,,

sudah lama tidak menulis, dan tidak menyelesaikan tulisan, alhamdulillah ini sedang berusaha kembali menulis,,

Cukup banyak teman yang bertanya mengapa kami memilih homeschooling, dan bagaimana cara kami menjalaninya,, mungkin ini sedikit share,,

Langkah homeschooling kami dibangun dari tujuan keluarga,,
Ketika kami saya dan suami sepakat membangun keluarga, kami mulai memijakkan kaki dengan dasar Qur’an surat at tahrim,,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

Sebuah pijakan yang bukan main main,, Pijakan berdasarkan perintah untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka,, Oleh karenanya, untuk kami menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka itu perlu diterjemahkan menjadi langkah langkah,,

Salah satu langkah terpenting adalah bahwa kami harus belajar, harus terus tumbuh dan memperbaiki diri bersama sama,, dan Homeschooling adalah bagian dari metode belajar yang kami pilih,,

Pilihan metode belajar, metode tumbuh masing masing keluarga sangat bervariasi,, semua tergantung kemana keluarga itu mengarahkan “perahunya”

Begitu pula pilihan kami untuk tumbuh,,
Kami merasa sampai hari ini pilihan terbaik untuk metode belajar masih pada homeschooling,,
Karena dengannya kami merasa tumbuh bersama, bertanggung jawab untuk membangun proses bersama,, semua anggota keluarga terlibat dalam proses tumbuh itu dan semua anggota keluarga menjadi subjek dalam proses itu,,

Tidak hanya anak tetapi juga orang tua,,

Disini kami, saya dan suami diikat dengan tujuan “antara” berkeluarga (baca: pernikahan) dalam syariat Islam yaitu sakinah, mawaddah dan rahmah (ketenangan, cinta suci dan kasih sayang). Kami bersama sama diikat dengan tujuan mewujudkan ketenangan dalam diri anggota keluarga yang berlandaskan cinta dan kasih sayang untuk bersama sama meraih keridhaan Alloh. menurut kami Sakinah, mawaddah dan rahmah bukanlah semata mata given dari Alloh,, tetapi melainkan sebuah tujuan yang harus diupayakan, harus ada proses untuk mencapainya, , “Semangat tumbuh” homeschooling membuat kami bisa merasakan proses untuk mencapainya,,

Kami berkomunikasi, kami saling membangun, saling mengisi, saling belajar, saling mengingatkan, saling menjaga, saling menguatkan, saling percaya, saling mendoa,,

Agar kami bisa berkumpul ditempat terbaik,, di Syurganya Alloh,, اِنْ شَآءَاللّهُ,, aamiin alohummaa aamiin,,

Untuk kami, apapun pilihannya, pilihan cara untuk tumbuh dan belajar tidaklah masalah, selama tujuannya adalah melayakkan diri untuk disayang Alloh,,

Untuk kami, yang terpenting dari sekian banyak pilihan dan cara untuk belajar adalah terletak pada apakah kami bisa tumbuh bersama sama sebagai sebuah keluarga,,

Karena tidak mungkin kami tumbuh sendiri2,, seperti tidak mungkinnya menyerahkan “urusan” pendidikan anak “hanya” ditangan istri,, Kami mengikrarkan diri untuk tumbuh bersama, bersama sama membangun diri dan bersama sama berusaha menempuh jalan untuk mencapai syurga Alloh,, Jalan yang tidak mudah tetapi juga bukan jalan yang tidak mungkin ditempuh,,

Kami semua belajar dan bersama sama menumbuhkan dan menjaga semangat untuk belajar.

Untuk kami, dan yang sedang kami bangun terus sampai saat ini adalah bagaimana kami menumbuhkan membentuk dan menjaga kecintaan terhadap proses belajar. Inilah yang menjadi tujuan utama mengapa kami memilih homeschooling,,

Kami ingin Azzam mencintai belajar dan proses belajar, karena dengan mencintai proses belajar Azzam (dan juga ayahbundanya) akan mau belajar dari siapa saja, dimana saja, dan dengan cara apa saja sepanjang sesuai dengan apa yang telah Alloh syari’atkan,,

Apakah jalannya akan selalu muluuss,,? Tidak, karena Alloh akan menguji setiap proses tumbuh,,

Tapi sepanjang semangat tumbuh bersama ini melekat dan menjadi dasar kami melangkah, kami yakin insyaalloh akan Alloh mudahkan,,

Dengan nama Alloh kami mengawali, dan pada Alloh kami titip seluruh hasil,,