Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Category

Hari ke Hari

“Antara Ruang Tamu dan Kamar Azzam,,,”

Rumah tinggal kami memang tidak besar, tapi kami bersyukur karena rumah kami begitu “Hangat”,, Karena kami menghangatinya dengan Sujud pada Alloh, doa doa, cinta dan kebahagiaan kebersamaan tumbuh berkembangnya kami bersama,,

Dimanapun kami ditempatkan Alloh,, dirumah seperti apapun,, kami menghangatinya dengan hal yang sama,, Cinta karena Alloh dan kebahagiaan tumbuh bersama,,

Alhamdulillah,, dengan segala keterbatasan, kami berusaha untuk memulai menjalankan sunnah untuk memisahkan tempat tidur Azzam,,

Seperti inilah kamar Azzam,, Kamar yang disiang hari menjadi ruang tamu sekaligus tempat Azzam membaca buku atau melakukan sebagian aktivitas belajarnya, dimalam hari berubah fungsi menjadi kamar tidur Azzam,, (cerita Azzam mulai bobo sendirinya sebenernya sudah diunggah di azzam-bobo-di-kamar-sendiri/, tapi waktu itu tanpa gambar kamarnya,,)

Ngga sehat ya,,? ngga pake kasur,,? Jangan khawatir, Insyaalloh ngga pa pa,, Rasulullah aja bobo beralaskan tikar kasar terbuat dari daun dan rerumputan,,

Hmm someday, Azzam will miss his room,,

Alhamdulillah,, terimakasih Alloh atas seluruh karunia kebahagiaan,, Semoga Engkau simpankan bagi kami  “Rumah yang hangat” di SyurgaMu kelak,, aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,

Advertisements

“Bunda, Jangan Beresin Buku Aku,,,!”

Pinta Azzam kemarin pagi waktu bunda bangunkan Azzam untuk sholat Subuh sambil membereskan “kamar” Azzam,, (kamar Azzam memang ruang tamu yang kalau malam beralih fungsi,, eh sebelumnya udah diceritain ding di  azzam-bobo-di-kamar-sendiri/),,

“Loh tapi berantakan Zam,, nanti kalo ada tamu gimana,,?” tanya bunda

“Tapi aku belum selesai bacanya,, aku mau gambar pesawatnya bunda,,” terang Azzam panjang,

Bunda urung membereskan dan bunda biarkan buku Educomicnya Azzam tetap terbuka,,

Ada hal besar yang harus kami, ayah dan bunda syukuri,, Azzam diusianya yang balita sudah menunjukkan kesukaan nya pada buku,,

Malamnya pun Azzam tidur dengan membawa dua buku baru yang dibeli sore sebelumnya,, Buku yang Azzam pilih sendiri Ensiklopedia Cilik Laut dan Ensiklopedia Cilik Langit (terbitan BIP, kelompok Gramedia, 2011),, Karena memang beberapa hari ini kami sedang bersama sama belajar memahami kebesaran Alloh lewat ciptaanNya, Ayah mengizinkan Azzam membeli dua ensiklopedia itu,,

Karena tidak diizinkan membaca malam malam, Azzam membawa bukunya dan tidur diantara buku buku yang masih terbuka karena belum selesai dibaca,, Berantakan,, dan Pemandangan yang mungkin ngga terlalu biasa untuk ukuran anak anak,,

Azzam memang unik,, kadang ketika bunda sedang mencuci atau sedang tidak menemaninya main,, Azzam bisa dengan anteng diruang tamu sambil mengeja buku bukunya,, Bahkan ketika bunda sedang tidur karena memang ngga enak badan,, Azzam pun dengan anteng duduk disamping bunda (karena pesan ayah, Azzam harus jaga bunda) ditemani buku bukunya,,

Azzam bisa membuat ilustrasi cerita dengan mobil mobil “Fire Eater” nya berdasarkan buku tentang “Pemadam Kebakaran” yang dia baca,,

Tidak ada kata yang pantas terucap selain Syukur tak terhingga pada Alloh,, Alhamdulillah,, Segala Puji Bagi Alloh yang menghadiahkan banyak kebaikan atas Azzam,,

Semoga dengan Ilmu yang Azzam serap semakin mendekatkannya pada Ma’rifah pada Alloh, Penciptanya,,

Robbi,, karuniakan ilmu yang berkah atas Azzam, yang dengan ilmu itu makin mendekatkan Azzam pada Mu, Alloh,,, Aamiin,,

Membacakan cerita ,, Memperkaya kosa kata,,

Azzam memang punya kesukaan sendiri,, kesukaan nya yang sangat sangat adalah dibacakan cerita,, Hampir tiap ada kesempatan Azzam menenteng nenteng bukunya dan minta dibacakan cerita,, Ternyata dari kesukaannya dibacakan cerita ini Azzam belajar sesuatu yang menurut bunda luar biasa,, Kosa kata Azzam menjadi bertambah dan Azzam kaya dengan kata kata baru,, Mungkin awalnya Azzam hanya menyimak,, mendengar ketika dibacakan cerita atau ketika menonton film,,

Kemarin Azzam tanya (sewaktu kami didalam perjalanan diatas motor) “bunda apa itu tersendak,,?”

“Apa Zam,,?” tanya bunda meminta Azzam mengulang kata yang diatanyakan

“Tersendak,,!” kata Azzam,, “ Azzam tau dari mana,,?”tanya bunda,, “Buku,,”jawab Azzam,,

“Iya buku tentang apa,, apa kalimatnya,,?” tanya bunda melanjutkan

“Buku tentang mobil dan Roda katanya,,

“Oo tentang mobil,, mobil jalannya tersendat bukan tersendak,, tersendat itu jalan pelan pelan ngga lancar” terang bunda,,

“Kalo tersedak itu kita lagi makan terus keselek,,” lanjut bunda lagi,,

“ Oo jadi ini mobil semua jalannya tersendat karena lampu merah,,” lanjut Azzam

“iya,,”  jawab bunda,,

Yaa ayah dan bunda memang banyak kaget mendengar banyaknya kata yang Azzam tanyakan,, seperti sebelumnya Azzam bertanya ke ayahnya tentang apa itu piston yang akhirnya dari pertanyaaan sederhana ayah dan azzam bisa ngobrol panjang lebar tentang piston mobil sampai piston kereta uap jaman dulu yang digunakann untuk menggerakkan roda kereta,, (mereka akhirnya membuka lagi buku educomic tentang Mobil Dan Roda, terbitan BIP)

Bunda dan ayah juga sering memperhatikan kalau azzam sedang bermain mobil dan ngoceh sambil main,, dari kata kata yang diucapkan azzam banyak sekali kata kata yang dia pelajari dari film atau buku yang kami baca bersama,,

Azzam juga tanya tentang pos wesel yang bunda jawab salah (bukan pos untuk mengirim uang seperti yang umum diketahui) ternyata pos wesel yang dia maksud adalah Pos yang mengatur jadwal perjalanan kereta, mengotrol sinyal dan yang mengatur kereta saat melewati satu jalur ke jalur yang lain,, He he,, jauh banget yang ditanya sama jawabannya ya,,

Ya Azzam “nemu” istilah pos wesel itu dari buku ensiklopedia cilik (terbitan BIP) tentang transportasi,, mungkin karena itu buku terjemahan bahasa perancis ya,, jadi istilah pos weselnya lain,, (Atau bunda yang ngga gaul,, he,, he,,)

Sudah tak terhitung banyaknya kata kata yang Azzam pelajari dari membaca  buku buku (atau dibacakan cerita). Mungkin juga diperkaya dari menonton Si Bolang, laptop si Unyil, Dunia Binatang, Dunia Air, Mancing Mania, Wisata kuliner  dan banyak acara yang kami tonton bersama,,

Azzam melihat, mendengar, mengamati, mengingat kemudian bertanya yang semuanya adalah proses belajar,,

Selamat menikmati proses belajarmu ya Nak,, Semoa Alloh bukakan pintu ilmu dari segala arah,, Aamiin,,

“Kenapa Begini,, Kenapa Begitu,,”

Sejak Azzam mulai belajar ngomong,, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak pertanyaan yang keluar dari lisan kecilnya,,

“Apa ini ayah,,?”,  “Apa itu bunda,,?”,  “Kenapa ini begini ayah?”, “Kenapa itu begitu bunda,,?”
Seperti anak seusianya, Azzam tumbuh dan belajar dari pertanyaan yang dia lontarkan,,
Azzam memang cenderung talkative mungkin karena waktu hamil bunda banyak mengisi penyuluhan dan pelatihan HIV dan AIDS dan penyakit kelamin ya,, (Iya bunda memang dulu staf program untuk penanggulangan Penyakit Kelamin dan HIV dan AIDS di sebuah LSM -Yayasan Kusuma Buana- di Jakarta, bunda bekerja sejak 2001 s/d 2008 setelah sebelumnya bekerja untuk penelitian program Kesehatan Reproduksi Remaja di kampus,, Kebayang cerewetnya kan,,) Mungkin kecerewetannya menurun ya,, he he,,

Kembali pada kecerewetan Azzam,, Untuk “menghadapi” kecerewetannya bunda dan ayah memang membutuhkan energi dan kesabaran yang besar,,

Azzam bisa bertanya pada waktu waktu yang mungkin “tidak tepat”,, Seperti satu hari Azzam tanya sama bunda yang sedang mencuci baju,,

“Bunda, apa itu kutu de-mo-dex,,?” tanya Azzam sambil menenteng buku educomicnya tentang Kuman dan Parasit, menghampiri bunda yang sedang mengucek baju (maklum bundanya mencuci manual,,he he,,),,

“Waah, nanti dulu nak, bunda masih nyuci nihh,,emang azzam liat dimana,,?” sahut bunda,,

“Ini,, disini,,” jawab Azzam,, “Tuh bener kan bacanya,,” lanjut Azzam,,

“Iya bener, tapi bunda belum baca,, bunda mesti belajar juga,,” jujur bunda mengaku,, (karena memang bundanya belum baca hal yang Azzam tanya dan sudah lupa mata kuliah Parasitologi jaman kuliah dulu,, he he,,)

“Ya udah Azzam kekamar dulu,, jangan disini nanti basah,,” lanjut bunda. Tapi bunda sejenak berfikir bahwa bunda tidak mau kehilangan momen untuk memompa semangat belajar Azzam,, Akhirnya bunda cuci tangan dan mem postpone pekerjaan mencuci,,

Atau diwaktu lain Azzam menghampiri ayahnya yang sudah siap berangkat kerja dengan pertanyaan “Ayah kenapa pesawat bisa terbang tinggi,,?”,, Ayah menyediakan beberapa menit waktunya untuk menjawab atau ayah me-nego-kan waktu untuk berdiskusi sama Azzam,,

Ayah mungkin yang memiliki ekstra kesabaran karena Azzam memang seperti punya “kenikmatan” sendiri kalau ngobrol sama Ayah,, sepulang kerja, ayah yang harus dengan sabar meladeni beragam cerita Azzam padahal ayah sudah seharian sibuk diluar rumah,,

Ya,, banyak pertanyaan yang keluar di banyak waktu,, Bunda dan Ayah sepakat untuk sebisa mungkin menghadirkan diri untuk bisa menjawab berbagai pertanyaannya,, mulai dari yang sederhana sampai yang ayah dan bunda tidak tahu jawabannya dan kami mencari jawabannya bersama sama,,

Kami memang sepakat untuk menanam semangat mencari tahu dan sebisa mungkin tidak mematahkan semangatnya hanya karena kami sedang merasa lelah,, Tidak mudah memang, kadang kadang kami juga mungkin merasa malas atau enggan menjelaskan,, tapi kami berusaha dan belajar,,

Azzam bertanya ketika kami bepergian,, Azzam bertanya berbagai pertanyaan ketika kami menonton TV,, Azzam bertanya ketika bermain,, Azzam bertanya ketika membaca buku Iqro nya,, Azzam bertanya dan bertanya,,

Pagi ini pun Azzam bertanya,, Sambil menunjuk kaca mata bunda Azzam bilang “Bunda, ini pupil ya,,?”,,

“Iya,,” jawab bunda “ini yang warna hitam namanya pupil atau disebut juga anak mata,,” lanjut bunda menerangkan,,

“Pupil itu anak mata,, kalo bapak mata yang mana,,??” tanya Azzam

Pertanyaan lanjutan yang Bunda tidak tahu jawabannya,, !!

Sibuk,, Sibuk,,

Alhamdulillah sepekan ini kami bertiga “sibuk” belajar,,

Ayah sedang memperdalam teknik fotografinya jadi sibuk browsing sana sini. baca sana sini dan praktek sana sini,,, (mudah mudahan selalu menuju hasil yang lebih baik ya ayaaahh,,,) Plus ayah juga sibuk dengan uji coba photo editingnya,,,

Azzam sibuk belajar dari buku barunya,,, Buku seri sains dasar (keluaran elex media komputindo) tentang Energi,,, -Azzam beli buku itu dari uang angpau lebarannya loh,,,, (he he,, enak ya anak anak dapet angpau,,, )-.

Azzam belajar mengenal sumber sumber energi,, dan melakukan beberapa percobaan sederhana,, Azzam sibuk mengidentifikasi sumber energi dari alat alat rumah tangga TV, kipas angin, komputer, yang menggunakan energi listrik,,, Azzam juga belajar mengamati energi air sebagai salah satu sumber energi,, Azzam belajar energi batre dari mainan elektrik dan keretanya,,

Azzam juga belajar berhitung,, tetap dengan alat bantu yang ada disekelilingnya,, termasuk kali ini pake alat bantu hangger untuk cucian bunda yang warna warni,,, (Sambil bantu bunda menjemur,, Azzam belajar berhitung he he,,),, azzam tetap berlatih mengerjakan IXL mathnya,,

Azzam juga terus berlatih membaca kalimat sederhana (terdiri dari 4 – 5 kata,,, Sa-ya su-ka ro-ti ra-sa ke-ju,,) dan Azzam juga menggambar,,, kali ini ada objek gambar baru,,, Lebah,,,!! (Azzam menggambar mencontoh gambar kertas kado dari ayah,,,)

Iya, Ayah belikan Azzam handuk baru yang dibungkus kertas kado yang banyak gambar mobil, kereta, gedung dan lebah,,, Azzam belajar menggambar objek dengan meniru gambar kertas kado itu,,, Waaah belajar itu selalu menyenangkan ya,,,,

Azzam juga sibuk belajar sambil main pesawat jet baru hasil bongkar tabungannya (ditambahin juga sama ayah ding,,,),, , sibuk main mobil,, main, main, dan main,,

Azzam masih terus belajar Iqro,, menghafal Quran sedikit demi sedikit,, mendisiplinkan berdoa,, dan memperbaiki sholatnya,,,

Bunda,,, ?? sibuk apa ya,,,?? Bunda sibuk menemani Ayah dan Azzam,,,, he he,,, sibuk juga nihh,, malahan lebih sibuk dari yang ditemenin,,,

Alhamdulillah,, segala puji bagi Alloh yang menghadiahi kami proses tumbuh dan berkembang bersama dalam bahagia,,,

Hari ini,, 9 September 2011/ 11 Syawal 1432

Hari ini 74 tahun lalu ditanggal Masehi, Alloh berikan dirinya hidup,, Hari ini 4 bulan lalu ditanggal Hijriah, Alloh cukupkan waktu hidupnya,, Insya Alloh selalu terpanjat doa semoga Alloh membahagiakannya dikehidupan abadinya,, Aamiin,,

Robbanna limpahkan keberkahan atas kehidupan kami,, dan semoga kebahagiaan kami membahagiakan dirinya,,,

Selalu abadi senyummu bapak,, dalam ingatan kami,,

Azzam Bobo di “Kamar” Sendiri,,,

Wah ngga terasa sudah masuk Juli,,, Sudah 2 pekan ngga menulis,, Aktivitas recording macet tapi insyaAllooh aktivitas belajar jalan terus,,,

Belajarnya Azzam jalan terus,,, sedikit demi sedikit,,,

Tetap diisi main,, main,, main,, main,, Azzam punya mobil Hummer H2 baru hasil dari bongkar tabungannya sebulan terakhir,, Azzam punya celengan baru oleh oleh dari bu Ida (sebenernya oleh olehnya sekaleng jelly bean, tapi langsung dibongkar dan diambil kalengnya,, Jellynya sendiri belum habis sampai sekarang), Azzam main senter dan belajar membaca jam digital baru yang juga oleh oleh dari bu Ida,,, Azzam belajar (eh main ding) pake meteran proyek hadiah dari ayah,, Azzam main gunting menggunting kertas (katalog belanja Hypermart) sekalian melatih motorik halusnya,, Azzam tetap menggambar,,, He he ada objek gambar baru yaitu “Kura Kura” yang dipelajari dari nonton acara “Kuas Ajaib” di Trans 7,,,

Azzam tetap rutin membaca buku Iqro (sekarang masuk huruf  ظ Iqro 2), tetap pelan pelan menghafal Quran,, bulan ini sampai Surat 105 Al Fiil dan masuk Surat 104 Al Humazah,, tetap menjaga konsistensi berdoa,, dan berlatih tertib sholat terutama Sholat Jum’at,,

Azzam juga tetap membaca ensiklopedia (yang dia pilih sendiri) 2 pekan ini dia banyak membuka ensiklopedi tentang Cuaca (biasa,, keluaran BIP Gramedia group),, dan beberapa mini ensiklopedia favoritnya (Pemadam Kebakaran, Bandara dan Panca Indra),,,

Ngobrol tentang AlQuran dan kebesaran Alloh terutama setelah pekan lalu nonton film Armagedon (waah berat tuh buat anak seumur Azzam he he,, tapi bisa bisanya Ayah bunda deh ngobrolnya,,,) dan ternyata buanyaaaakkkk buanget yang bisa didiskusikan,, (ke anak seumur Azzam?? balita gitu lohh?? Iya,,,!! tetep bisa tuh,,). Kita buka Al Quran bareng bareng dan ngobrol tentang beberapa ayat yang menjelaskan bahwa Allohlah yang menciptakan dan menjaga keteraturan semesta,,, “Alloh Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini”..QS 44 Ad Dukhan : 7

Ngga ada target untuk Azzam menghafal ayat nya tapi bunda sama ayah pingin Azzam (dan kami) meyakini benar bahwa Alloh adalah Segalanya,, dan Al Quran diturunkan dengan kebenaran dari Alloh sehingga pantaslah manusia memerlukan Al Quran sebaga panduan dalam menjalankan kehidupan,,,

Azzam tetap mengerjakan IXL math (walaupun sempat beberapa hari down grade) dan main main Math Games di Hooda math (wuaaah yang ini buanyaaaak buanget ,,, !!),, Azzam belajar Geometri, Aritmatika dan logika (waah bahasanya berat ya,, tapi tetep aja games,,, yang cocok buat umuran Azzam,,,,)

Azzam tetap asyik sama mainan elektriknya,,, Sekarang sudah bisa merangkai aneka sirine sendiri loh,,,!!! (masih yang simpel tanpa menggunakan LED atau resistor yang kalo salah pasang bisa bikin komponennya rusak,, karena cara Azzam masang masih tabrak abis,,,,!!)

Azzam tetap pada komitmen hari nontonnya (Selasa, Kamis Sabtu) tapi ada longgarnya niih,, karena ada tontonan favorit keluarga yang jam tayangnya nambah,,, Master Chef Indonesia,,, Iya,, kami sekeluarga sueneeeng banget sama acara ini,,,,

Daaan,,, capaian terbesar bulan ini adalah,,,,, Azzam Tidur Sendiri,,, !!!

Waah yang ini memang capaian terbesar,, Ayah sama bunda memang sepakat untuk sudah memisahkan tempat tidur Azzam,,, Setelah ditimbang timbang berbagai kendala termasuk kendala ngga ada kamar khusus buat Azzam dan perangkat tidurnya (kasur dan bantal)  (Maklum Perantau,,,!!) akhirnya tetap saja dicoba untuk disetting “ruang tamu” untuk tempat tidur Azzam kalo malam hari sementara kalo bobo siang tetap dikamar Ayah Bunda,, Diruang tamu yang beralas karpet, malam hari disulap jadi tempat tidur Azzam dengan ditambah selimut tebal dan 2 bantal besar hasil hunting bantal di hypermart,,, Jadilah Azzam tidur sendiri,,, Alhamdulillah,, dari yang mulai merengek waktu tidur sampai sekarang akhirnya Azzam terbiasa untuk masuk ke “kamar tidurnya” paling telat jam 10 malam waktu Banjarmasin,,,, Subhannalloh wal hamdulillah,,,

Sesekali kalau hujan besar Ayah dan bunda masih izinkan Azzam buat tidur sama sama,,, Bunda sama Ayah lihat besarnya usaha Azzam untuk bisa bernegosiasi dengan “rasa takutnya”,,, (karena kalau malam banyak terdengan suara suara hewan malam dari luar rumah apalagi kalau siang harinya hujan,,,) dan Azzam bisa menenangkan dirinya dengan Doa,,, Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin,,

Sekarang ada doa yang ditambah Azzam diakhir Sholatnya,, Azzam minta diberikan rumah yang berkah supaya bisa punya kamar sendiri yang ada tempat tidur Mc Queennya,,, Seperti yang dia lihat di Mall Duta,, (Walaah,,, muahal tuh Zam,,)

Well, ‘ala kulli hal ngga ada yang mustahil buat Alloh ya Nak,, Jika Alloh berkehendak,, Akan mudah bagi Alloh untuk mengabulkan segala permintaan diDoa Azzam,,, Jadi tetap semangat belajar,, Tetap semangat berdoa,,, Semoga Alloh senantiasa limpahkan Keberkahan atas hidup Azzam,,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,,

Azzam Sakit,, Ayah Sakit,, Bunda Sakit,, Modem pun Sakit,,

“Pulang” ke Banjarmasin (sebenernya yang bener orang mana ya,,??) Semua kompak sakit,, Flu campur capek berat karena “hidup berpindah pindah tempat” (he he seperti manusia purba aja,, untung pindah tempatnya masih tinggal di hotel bukan di gua,,)

Azzam sama bunda memang nemenin ayah kemanaaa aja,, dan karena ayah kerjanya memang nomaden, jadilah kita semua makhluk nomaden,,

Kemarin kami memang ke Jakarta, sehari di Jakarta lanjut ke Karawang karena Ayah harus tugas disana, 3 hari di Karawang terus balik lagi ke Banjarmasin,,

Kalo urusan belajar buat home schooler sih nomaden adalah kesempatan luar biasa untuk bisa menikmati proses belajar,,
Azzam juga rupanya sudah bisa menikmati proses belajar sambil berpindah pindah tempat dan kelihatannya Azzam juga cukup menikmati “jalan jalannya”,, Azzam kelihatan sibuk merekam banyak hal yang menarik perhatiannya,,

Kamis (2 Juni) lalu kami memang sudah kembali lagi ke Banjarmasin, sekeluarga kompak sakit,, Ayah yang daya tahan tubuhnya paling bagus alhamdulillah dalam tiga hari staminanya sudah fit lagi (batuk pileknya sudah pergi sempurna), Azzam juga sebenernya daya tahan tubuhnya lumayan, tapi kerena susah buanget istirahatnya (maunya maiiin terus sambil ngutak ngatik mainan elektroniknya) jadilah agak lama batuknya,, Alhamdulillah ga lebih dari sepekan Azzam udah sehat lagi,, Nahh tinggal bunda nih yang agak parah, karena daya tahan tubuhnya paling butut jadilah ngga beres beres badannya,, Sebenernya sih mungkin karena agak nekat kali ya,, belum sehat banget udah bertarung sama cucian plus setrikaan jadi yaa ngedrop lagi,, (tapi ngga banyak kok cuciannya,, kan udah dilempar ke laundry,, yee ngeless,,)

Tapi ada lagi yang bikin sedih,, Modem Azzam broken,, alias rusak,, Modemnya ngga mau plug in,, dan dicoba pindah komputer tetep aja ke eject,,, Sedihhh deh, padahal waktu di Karawang masih sehat sehat aja tu modem,, (umurnya belum setahun loh,, kenapa ya,,??)
Sudah genap sepekan nih bunda ngga nulis dan Azzam juga ngga belajar online,, (walaupun ditambah ngga sehat juga badannya,,)

Jadilah hari ini kami hunting modem baru,, Alhamdulillah akhirnya bisa posting juga,,
Well selamat jalan modem lama,, terimakasih sudah nemenin kami belajar ya,, dan selamat datang modem baru,, semoga umurmu lebih panjang dan bisa nemenin kami belajar terus ya,, Aamiin,,

Doa Azzam,,,

Photo Frames. Heart of Red Flowers

Bismillahir Rahmanir Rahim,,,

Allohumma Anta Robbi Laa Illaha illa Anta, khalaqtani wa ana abduka wa ana ala ahdika wawa’dika mastatho’tu wa ‘audzubika min syarri ma shona’tu abuulaka bi ni’matika alaya wa abuu bi dzanbi faghfirlii fa innahu la yaghfiru dzunuba illa Anta,,,

Ya Alloh sayangi ayah, sayangi bunda, sayangi Azzam,,,

Lindungi ayah, lindungi bunda, lindungi Azzam,,,

Berkahi kehidupan kami,,, Limpahkan kehidupan yang berkah untuk kami,,,

Ya Alloh, ampunkan dosa dosa ayah, ampunkan dosa dosa bunda, ampunkan dosa dosa Azzam, ampunkan dosa dosa eyang,,,

Lapangkan kubur eyang ya Alloh,, Ringankan hisab eyang,,,

Ya Alloh,, sekarang eyang sudah dipanggil Alloh,, Azzam ngga bisa ketemu lagi,,, Masukkan eyang kedalam syurga ya Alloh, jangan masukkan eyang kedalam neraka,,,

Masukkan kami kedalam syurga ya Alloh, jangan masukkan kami kedalam neraka,,,

Masukkan kami kedalam golongan orang orang yang bersyukur, masukkan eyang kedalam golongan orang orang yang bersyukur,,,

Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa`fu anhu

Allohummaghfirlii waliwalidayya warhamhummaa kama robbayaanii shoghiiroo”.. Aamiin, Allohumma Aamiin

Aamiin ya robbal ‘alamiin,,

Pameran VW,,,

Hari ini Azzam Ayah dan Bunda jalan jalan ke Pameran VW, Banjar Banua VW 2011 (Pamerannya ada di depan kantor Gubernur Kalsel 14 – 15 Mei 2011),,,,

VW adalah salah satu mobil kesukaan Azzam terinspirasi dari Fillmore sang pengusaha Bahan Bakar Organik di “The Cars movie”,,, bahkan Azzam sudah punya “koleksi” gambar VW Combi hasil browsingannya sendiri lebih dari 50 pictures yang sudah dibrowsing setahun yang lalu,,,

Sejak itu Azzam akrab dengan varian mobil VW mulai dari combi, kodok, beetle, dan safari,,,

Hari ini Azzam melihat jenis jenis mobil yang selama ini dia lihat hanya digambar (atau paling banter dijalanan ketika jalan ) secara LIVE terparkir anteng didepannya,,,

Azzam sibuk mengamati satu mobil kemobil lainnya,, berusaha menyentuh tapi kepanansan (karena matahari sangat terik),, Lari sana lari sini dan teriak ketika dia lihat “Harbie”, VW kodok dengan nomer punggung 53 seperti Film di TV yang Azzam punya miniaturnya,,, (di Film sih jenisnya Beetle)

Azzam berkenalan dengan beberapa panitia dan dihadiahi stiker,,, Azzam juga berbincang dengan salah satu peserta pameran (pemilik VW) dari Jember,,

Selain VW series, ada juga “peserta” dari jenis lain, Vespa, Jeep (tadi sih baru ada 1), land Rover dan Sepeda antik (tapi belum ada yang dateng),,

Wuah pokoknya seru dan menyenangkan deh,,, Alhamdulillah,,,

Main Tebak Tebakan sambil Balajar,,,

Song,, “Siapa tahu apa rasa Gula,,?? Manis manis manis itu rasanya,,”,  “Siapa tahu apa rasa Garam,,?? Asin asin asin itu rasanya,,”, “Siapa tahu apa rasa Coklat,,?? Manis manis manis itu kusuka,,”,”Siapa tahu apa rasa Keju,,?? Asin asin asin itu kusuka,,” “Siapa tahu apa rasa Ice Cream,,?” Dingin dingin dingin Itu kata Azzam,,,,,, (berapa kali ditanya apa rasa Es Krim dan disebut aneka rasa, tetep aja jawaban Azzam DINGIN,, !! he he,,,)

Habis magrib tadi Azzam membaca buku Ensiklopedia Ciliknya yang tentang Panca Indra dan malam ini dimulai dengan Indra Perasa,, Lidah,,,

Dari ensiklopedia sederhananya Azzam belajar bagian bagian lidah menurut rasa yang dikecapnya,, Jadilah kami bernyanyi dan main tebak tebakan bersama,,,

Sing a song,,”Siapa tahu apa rasa kecap,,?? Manis manis manis itu rasanya,,”,  “Siapa tahu apa rasa Soto banjarmasin,,?? Asin asin asin itu rasanya,,”, “Siapa tahu apa rasa Gerry Chocolatos,,?? Manis manis manis itu kusuka,,”,”Siapa tahu apa rasa Hamburger,,?? Asin asin asin itu kusuka,,” “Siapa tahu apa rasa Ice Cream,,?” Dingin dingin dingin Itu kata Azzam,,,,,, (Loh yang ini tetep jawabannya DINGIN,,,!!!)

Kegiatan main tebak tebakan ini adalah kegiatan yang kami sangat sukai karena bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja,,dan ngga terasa bisa sambil belajar,,,!!!

Di atas motor ketika jalan jalan cari makan malam misalnya,, Ayah dan Azzam asik main tebak tebakan apa yang lebih berat atau apa yang lebih ringan,,,, “Siapa lebih berat, Gajah atau Kucing,,?tanya ayah.  “Gajaaah,,” jawab Azzam,, Atau bisa juga tebakan apa lebih besar atau apa lebih kecil,,, Ayah tanya “Apa lebih kecil, Nyamuk apa Semut,,,?! “Nyamuk”, jawab Azzam,, “kok Nyamuk,,?” tanya Ayah,, “Iya, kan nyamuknya masih anak anak he he,,” jawab Azzam,,, (Hmm Azzam,, Azzam emang agak aneh,,, he he,,)

Pokoknya belajar itu menyenangkan deh,,,

Ritme Belajar Membaca Qur’an,,

MashaAlloh,,, Koneksi internetnya udah 5 hari ini juelek buangeet (putus nyambung – putus nyambung terusss,,sekalinya koneksi bagus, eh mati listrik,,, ), ngga bisa upload tulisan, ngga bisa belajar online pokoknya sedih deh, padahal banyak hal yang mau di record,,

Alhamdulillah Azzam sudah nemu ritme belajar baca Qurannya,, Sudah lebih dari sepekan Azzam rutin membaca buku Iqronya setiap ba’da Sholat Shubuh walaupun hanya 1 lembar (2 halaman) perhari dan sekarang sudah masuk huruf Shad,,

Bunda sama Ayah seneng banget lihat semangat Azzam, setiap mau Bobo Azzam dibiasakan dengan membuat jadwal ‘ancer ancer’ kegiatan apa yang akan dia lakukan esok hari dan Azzam sudah memasukkan membaca buku Iqro menjadi salah satu kegiatan rutinnya,,

Kenapa bisa?? Kami berusaha menanamkan hakikat pada Azzam,, Azzam kan senang sekali browsing tentang planet di Astronomy for Kids, Azzam juga senang sekali nonton ADI (film Space Adventure),, Bunda coba tanamkan kalau Azzam mau belajar tentang Planet, Azzam juga harus belajar membaca Al Quran,, Kenapa?? Karena Al Quran adalah sumber Ilmu Pengetahuan,, Karena Semesta ini adalah ciptaan Alloh dan seluruh panduan tentang kateraturan Semesta ada dalam Al Quran termasuk bagaimana keharusan manusia menjaga keseimbangan bumi,,

Sudah 2 hari nonton TV terakhir Azzam selalu memilih Bob The Builder sebagai film yang mau dia tonton dan Azzam sudah mulai menagkap dengan jelas kenapa Bob mau mengikuti kompetisi membuat Design untuk membangun Lembah Bunga Matahari,, Karena Bob mau menjaga kelestarian Lembah Bunga Matahari,,”Bob mau membangun di Lembah bunga Matahari yang tidak merusak alam sekitar,,” kata Azzam “karena tuan Adam membuat gedung gedung kota ada hotel dan ada restoran , lapangan golf, dengan memotong pohon dan bunga matahari yang ada di Lembah Bunga Matahari,,” tambah Azzam,,

Dari Bob kami banyak berdiskusi tentang pentingnya menjaga bumi karena Menjaga Bumi adalah salah satu Perintah Alloh yang ada di dalan Al Quran,, Kami membaca beberapa ayat di Surat An Nahl ayat 65 s/d 69,,

InshaAlloh pelan pelan Azzam akan paham kenapa dia Memerlukan Al Quran,, Bukan mendoktrinasi tetapi memahamkan,,,

Robbanna,, Limpahkan Keberkahan atas seluruh proses belajar kami,, Aamiin,,

“Hari Nonton”

Sudah 2 bulan ini sebenarnya ada kesepakatan antara Ayah Bunda dan Azzam,, Kesepakatannya adalah Azzam menentukan 3 hari untuk menonton (TV atau film) dari 7 hari dalam seminggu, dan hari yang Azzam pilih untuk hari Nonton adalah Selasa, kamis dan Sabtu,, Kesepakatan ini dibuat untuk membuat Azzam bisa belajar sedikit “Tenang” (kami menjelaskan pada Azzam akibat terlalu banyak menonton dan efeknya pada “kesulitan berkonsentrasinya” Azzam,,)

Sejauh 2 bulan ini kesepakatan berjalan sangat efektif, Azzam dengan tertib menjalankan kesepakatan yang telah disepakati,,

Hasil untuk hal lebih konsentrasi mungkin belum terlihat langsung, tapi ada hal lain yang justru Azzam pelajari,, Azzam belajar konsep Hari,,

Ya, Azzam berusaha menghapal hari hari kapan dia bisa menonton film atau acara favoritnya. Azzam menghapal hari dari kalender muslim kecil yang ditempel di samping tempat tidur,, Azzam melingkari hari dimana Azzam bisa menonton, jadi Azzam bisa tahu sekarang itu hari apa dan tanggal berapa, dan karena sudah berjalan selama 2 bulan (Februari dan Maret), Azzam juga sekaligus belajar nama nama Bulan dalam setahun,,

Cara menghapal yang sangat natural,, Bunda belum pernah secara khusus menyuruh Azzam menghapal hari tapi ternyata sekarang Azzam sudah menemukan “Cara Belajarnya” sendiri,, dan sudah hapal konsep hari dalam seminggu,,

Khusus untuk belajar tanggal,, ternyata (he he yang ini bunda baru tahu) Azzam juga bisa baca tanggal di Hand Phone,, Surprisingly, Azzam bukan lihat tanggal yang langsung tertera di layar HP tapi Azzam buka dulu tools Kalender,, Keren kan,,

Well, belajar itu menyenangkan kan,, Teruslah belajar Nak,, Karena Belajar itu akan mendekatkan kita pada Alloh,,

Berbagi dan Saling Menjaga…

Adalah kebahagiaan… yang umum di cita-citakan oleh setiap keluarga dalam menjalani hidup dengan orang yang dikasihinya. Sangatlah lumrah ketika pasangan hidup mulai menjalani perannya dalam keluarga dilengkapi dengan datangnya anak sebagai pelengkap kebahagiaan. Namun tidaklah mudah untuk menghadirkan kebahagiaan itu tanpa kita sendiri yang menciptakannya.
Karena kebahagiaan hanyalah dapat dirasakan oleh hati bukan dari apa yang sudah didapat dengan mencari sumber kebahagiaan yang bukan esensi.

Sebagai contoh sebuah keluarga yang dari sisi ekonomi sangat-sangat cukup walau bagi saya justru berlebih. Dengan kedua suami istri berkarir dengan pendapatan yang lebih dari memadai, rumah megah, kendaraan mewah, anak sekolah dikelas dunia, seharusnya untuk ukuran hidup keluiarga seperti ini bisa disebut bahagia.

Namun ternyata suasana hidup seperti ini tak lagi modern untuk ukuran orang tua yang ingin mendidik anaknya mempunyai mental alamiah bukan dari kemudahan orangtuanya  untuk bisa hidup. Berbagai kasus yang sering kita dengar karena sibuknya orangtua diluar rumah hak anak untuk mendapat perhatian kasih sayang jadi sirna. Yang terjadi malah konflik internal keluarga yang sering berujung perceraian atau mengorbankan keegoisan salahsatu orangtua siapa dirumah siapa yang bekerja.

Ironis memang, ternyata kebahagiaan hidup yang didambakan oleh setiap anak itu sama, yaitu pendampingan orangtua yang ada disaat-saat anak membutuhkan keberadaan orangtuanya. Lalu kebahagiaan seperti apa yang diinginkan oleh setiap orangtua.

Ternyata kebahagiaan yang didambakan oleh setiap orangtua hanya bernilai materi dan status sosial untuk persaingan hidup dihadapan manusia. Mereka beranggapan bahwa kebahagiaan itu akan tercipta dengan sendirinya apabila semua kebutuhan untuk rumahtangga sudah terpenuhi, dari pekarangan rumah sampai dapur, dari lantai 1 sampai lantai 2.

Apakah untuk meraih kebahagiaan dalam hidup itu memerlukan persaingan, lalu siapa yang menciptakan persaiangan ini, atau malah kita sendiri yang menciptakan padahal anak-anak kita tak butuh itu semua. Yang dibutuhkan adalah perhatian kedua orangtuanya sesuai dengan kebutuhan demi perkembangan untuk mental dan jiwa si anak.

Sekarang apakah sebuah keluarga miskin dapat dikatakan bahwa keluarga itu tidak bahagia. Belum tentu, tinggal bagaimana keluarga ini dapat melihat bahwa kebahagiaan hidup itu tidak selalu datang oleh kemudahan materi. Malah justru pendidikan hidup dari keluarga seperti ini yang menjadikan anak-anaknya kuat dan keinginan bekerja kerasnya sangatlah nampak. Kebersamaan dengan segala kondisi yang dihadapi membuat jiwa terasa bersemangat karena kebahagiaan bagi mereka bukan kewajiban orangtua untuk menciptakan, tetapi semua bagian keluarga juga turut serta dengan selalu mensyukuri segala yang ada.

Jadi kebahagian itu tidak dapat diukur oleh kecukupan materi, dan kebahagiaan itu tidak datang sendiri. Kebahagiaan juga tidak dapat dipaksakan karena kebahagiaan adalah buah dari kesabaran. Kebahagiaan juga bukan kewajiban yang disalah artikan, kebahagiaan justru dapat diciptakan ketika saling berbagi dan saling menjaga mulai menjadi kebutuhan didalam keluarga itu sendiri.

Yang terpenting adalah anugerah kebahagiaan didunia ini dapat kita syukuri serta menjadikan ladang kebaikan bagi keluarga kita untuk meraih harapan besar demi kebahagiaan yang hakiki bersama-sama orang yang kita cintai.

Belajarnya Azzam Pekan Ini,,,

Sepekan,,?? Iya, bundanya baru “bisa” menulis lagi,,

Pekan lalu kami lihat diskon buku terbitan PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) Gramedia Group di Duta Mall (Satu satunya Mall yang ada di Banjarmasin yang setiap akhir pekan pasti sumpek karena diserbu manusia yang haus hiburan dari berbagai penjuru,,,!!),, Jadilah Ayah menghadiahkan satu set ensiklopedia hasil hunting buku murah,,,

Kami berhasil mengumpulkan 10 buku (dari 20 buku yang ada di catalog,, Cuma ada 10 judul karena itu buku “sisa”) “Talking Book” My First Edu Comic seri “Aku Suka Belajar”

1.Mobil dan Roda, 2. Pesawat, 3. Cuaca, 4. Penemuan, 5. Robot, 6. Daur Ulang, 7. Garam dan Gula, 8. Kuman dan Parasit, 9.  Kehidupan hewan, dan 10. Tumbuhan

Bukunya di “Sale” lumayan murah,, dari harga Rp 60.500,00 dibanting sampai Rp 20.000,00,, dari hunting buku diskon itu juga ditemukan (he he,,) Seri “Play and Learn English through Games” edisi “Fruits and Vegetables”, “Stationery”, “Kids Activities” dan “Living and Bed Room”,, Untuk buku buku seri ini di “sale” seharga Gocenggg…

Jadilah sepekan ini Azzam sibuk dengan buku buku barunya ditambah tetap aktifitas online nya (IXL math dan games onlinenya juga reading englishnya,,), aktifitas membangunnya (membangun dengan bantal,,,), aktifitas main mobil, aktifitas menghafal Quran, dan aktifitas yang tidak henti hentinya dia lakukan di waktu waktu ingatnya yaitu,, BERDOA Untuk Eyang Kakung,,,

Ya, sepekan ini ingatan kami memang banyak di Jakarta,, Membayangkan betapa Bahagianya jika seluruh aktifitas belajar yang dilakukan Azzam bisa di temani Eyang kakungnya,, Betapa banyak yang bisa Azzam pelajari dari Eyang kakungnya,,

Ya Alloh,, bila tangan tangan kami tak bisa menyentuh dan merawat tubuh tuanya,, semoga Engkau kabulkan doa doa kami,,, Semoga Engkau Jaga Tubuh Tua itu,, Semoga kelak Engkau pertemuakan kami di tempat dan waktu yang Terbaik,,, Aamiin,,

Eyang Kakung Sakit,,

Ayah’s FB Stat,,

ku yakin dan percaya waktu didunia ini terbatas…dan keyakinanku juga bahwa ada waktu yang tak ada batas…bila memang disini tak cukup waktu untuk dapat mencium tangan mu…kuharap disana nanti kau akan kembali bercerita untuk diriku…do’aku selalu ada untukmu dalam setiap sujudku…

 

Do’a Kami di Nadimu…

Ku tau dirimu pastikan bertanya mengapa diriku begitu mencinta…

Ku tau dirimu kadang merasa betapaku akan terus menjaga…

Ku tau dirimu kadang menyepi maka tak kubiarkan kau sendiri…

Kini kau akan mencoba mencari tau mengapa aku begitu…dan selalu begitu…

Semua itu karena sayangku padamu walau kau pernah merasa ragu…

Ku tak akan memaksamu untuk percaya padaku..karena ku tak mau kau merasa terbelenggu…

Apa adanya saja semua yang kau dan aku rasa…walau tanpa penyedap rasa untuk mencari bahagia…

Sudah saatnya ku berkata… untuk kau tinju sombongnya dunia…

Agar tak ada lagi asa yang akan membawa kita pada jurang nista…

Kupercaya padamu karena kau belahan jiwaku…

Kalau boleh ku berharap jangan ada keraguan pada dirimu…

Karena ku yakin do’aku selalu ada di nadimu…

Dari Ayah untuk Azzam 21 Maret  2011

Fitrah anak itu bebas seperti luasnya dunia…

Acara di trans 7 setiap hari siangnya menjadi suguhan yang menggambarkan betapa indahnya dunia masa anak-anak itu bebas bercengkrama dengan alam di sekitarnya,,ya Si Bolang,,itulah acara favorit si Azzam.

Tema yang dihadirkan begitu beragam yang menjadikan tokoh pada acara tersebut seolah kuat sejak dini karena langsung dididik oleh alam, jarang sekali terlihat peran orang tua disana walau konsep awalnya memang dikhususkan untuk mewariskan budaya bermain ala anak indonesia yang sebenarnya kini sangat jauh berbeda pada kenyataan.

Dunia anak memang dunia kesukaan dan kesenangan, Azzam sendiri banyak belajar dari acaranya Si Bolang apa saja yang menjadi tema cerita di perhatikannya sambil mengikuti gaya khas memakai topi dan membawa tas ransel kecilnya.. Sambil membawa apa saja yang menjadi alat bantu permainannya “Ayah..Bunda aku mau seperti Si Bolang boleh ngga…?

Itulah permintaan Azzam pada kami agar dia diizinkan main ala si Bolang walau ketika didalam rumah, tetapi ketika diluar rumah Azzam disuguhkan dengan “dunia “Si Bolang sebenarnya seperti anak-anank seusianya yang tak lagi dapat menikmati masa bermainnya hanya menunggu dan berkumpul disetiap perempatan lampu merah.

” Ayah..Bunda..anak-anak itu lagi apa,,lagi bermain juga sama seperti Si Bolang…??”
Itulah pertanyaan Azzam bila melihat teman sebaya nya dimana saja yang dilihatnya, dan kami menjawab anak-anak yang ada diperempatan lampu merah tadi sama seperti Si bolang, tapi mereka bukan sedang bermain tapi sedang mencari uang.

Ternyata jawaban kami itu tak menjadikan Azzam puas dia kembali bertanya..
” Aku boleh ga ikut mencari uang untuk aku tabung sendiri…biar aku bisa beli mainan pake uang ku sendiri…”

Mendengar pertanyan Azzam iku kami berkata.. “boleh..” sambil terus melaju dan bercengkrama kadang bercerita di atas kendaraan setia roda dua guna mengajarkan Azzam untuk melihat dunia sesungguhnya yang banyak terlihat dan terekam oleh matanya.

Kami memang orang tua biasa yang sedang  mencari cara yang tidak biasa dalam mencoba untuk akrab dengan Azzam dengan cara yang tidak biasa pula, yang penting  jiwanya dapat terhibur sambil menumbuhkan ketegaran pada hatinya yang mungkin akan diingat kelak saat Azzam tumbuh menjadi dewasa.

Kami ingin jiwa Azzam lepas dari “belenggu” keinginan orangtuanya, tanpa memaksa anak itu harus pintar, pandai, atau dipaksa untuk menguasai bidang tertentu. Kami hanya ingin Azzam itu kuat dan berhati lembut, dan membebaskan Azzam untuk mencoba mencari tahu apa yang dia mau kami hanya memfasiltasinya saja sambil berada dekatnya untuk menjawab semua pertanyaaan tentang penasarannya terhadap sesuatu.

Azzam kami bolehkan belajar apa saja tanpa dipaksa, dengan memberi sedikit stimulan agar dia sadar bahwa belajar itu akan bermanfaat untuk dirinya sendiri bukan untuk ayah bundanya.

Dan Azzam bebas memilih jam biologisnya sendiri juga tanpa dipaksa, sambil kembali menjelaskan semua yang akan dilakukan demi kebaikan nya sendiri, sebagai contoh ketika Azzam tak mau mandi kami hanya menjelaskan bahwa kulit kita itu mengeluarkan keringat dan keringat itu ada bakterinya yang bisa bikin kulit kita gatal apa lagi kalo Azzam habis bermian, kami bebaskan dia untuk berfikir dan memakai akal kecilnya sehingga dia sadar bahwa mandi itu adalah kebutuhan untuk badannya bukan karena paksaan ayah bundanya.

Cara ini pun berlaku untuk aktifitas lain nya seperti sholat, yang kami tanamkan bila kita ingin disayang Alloh kita perlu berdo’a dan Alloh itu suka kalo diminta. Sampai terkadang sering kami dengar permintaan do’a Azzam lebih banyak dari kami saat dia selesai melaksanakan sholat, sambil disebutkan dan mengangkat kedua tangan kecilnya untuk meminta segala jenis mainan, makanan, ingin kesana ingin kesini dan apa saja yang menjadi keinginan dikepalanya, walau diujung do’anya menjadikan hati kami terhibur oleh bait do’a untuk kedua orangtuanya.Bolang Kangguru

Dengan cara tersebut kami ingin mengajarkan pada Azzam konsep meminta dan bersyukur lewat berdo’a, karena tidak semua keinginannya mesti kami kabulkan sebelum dia berdo’a agar dia sadar bahwa rizki itu ada yang memberi dan kembali mengucap syukur dengan berterimakasih atas apa yang telah diberi untuk dirinya.

Beginilah kami, orangtua yang sedang belajar untuk menjadi orangtua, agar Azzam dapat mengerti kelak ketika dia diamanahkan kesempatan untuk menjadi orangtua seperti kami yang juga dapat belajar demi keluarganya sendiri.

Untuk Azzam dari AyahBunda.

Have No Words to Say,,

Miris memang,,

Di bumi yang menjadi salah satu penghasil Batubara terbesar di Indonesia dan bahkan Dunia, hampir tidak pernah TIDAK Mati Listrik tiap minggunya (bahkan satu minggu bisa lebih dari 4 kali Listrik Padam)

Di bumi seribu sungai, tapi AIR bersih menjadi Barang Langka,,, (hampir 3 hari sekali Air dari PDAM tidak mengalir),,,

Kenapa BISA,,,???

Bahwa Alloh telah Limpahkan keberkahan pada Bumi Indonesia, Tidak akan ada seorang pun yang bisa menyangkal, kecuali TIDAK BERAKAL,,,

Belajar Gempa dan Tsunami di NHK,,,

Kemarin kami bertiga belajar tentang Gempa dan Tsunami Live dari NHK TV (kemarin ga bisa posting langsung karena sinyalnya jelek sekali,, disini hujan,,),,,

Kami lihat di NHK mulai dari mereka liputan Gempa (gempa yang terjadi di kantor NHK Tokyo), kemudian mereka menetapkan siaga Tsunami (mereka menunggu Air surut di beberapa titik , seperti bendungan mungkin yaa,) dan menunggu sampai Tsunami datang menerjang wilayah mereka,, di NHK juga ditayangkan wilayah wilayah yang harus dikosongkan segera (mereka menayangkan peta wilayah dengan keterangan warna yang harus dikosongkan,,)

Kami meengamati detik detik Terjangan Tsunami,, mulai dari perjalanan ombak sampai air laut masuk ke daratan dan menerjang semua benda yang ditemuinya,, Kapal kapal besar, rumah, mobil, trailer, semua terseret masuk ketengan kota Miyagi,,, Dan semua tayangan itu kami lihat secara LIVE,,,(seperti menonton film tentang bencana yang LIVE),,,

Banyak yang berkecamuk dalam pikiran kami (saya terutama),, Selain berucap bahwa Semua Kejadian Alam adalah Kehendak Alloh,, bahwa semua detik detik kejadian bisa ditayangkan secara Live adalah karena “KESIAPAN dan KESIAGAAN terhadap bencana,,, Luar Biasa,,

Pemerintah Jepang langsung menumumkan kondisi umum ,,, bagaimana kondisi 4 Reaktor Nuklir mereka, kondisi Subway Train mereka, dan mereka juga sudah memprediksi kemungkinan kebakarann di Oil Refinery mereka yang berada didalam radius terjangan Tsunami,,, Masya Alloh,, (kesiapan yang Luar Biasa,,)

Belajar Tentang “Bandara”

Hari ini Azzam membaca Ensiklopedia “Baru” yang satu lagi, tentang Bandara,,, Masih melanjutkan apa yang dilihat kemarin, Azzam mencari informasi dari apa yang dilihatnya kemarin waktu melewati Bandara Syamsuddin Noor, tentang runway,,

Dari ensiklopedianya Azzam belajar mulai dari tiba dibandara, masuk ke terminal keberangkatan, check in, boarding, sampai pesawat tinggal landas,,, Di gambarkan pula persiapan persiapan yang dilakukan kru pesawat,,,

Sambil membaca pelan pelan (bukunya simple kok, Gambarnya tebih dominan dari tuliasnnya, jadi ngga boring buat anak anak) Azzam sibuk mengingat ingat pengalamannya waktu di Bandara (Sudah 3 Bandara loh,,), Apa saja yang dia temui di bandara dan proses seperti apa yang dilakukan di Bandara sebelum naik pesawat, di dalam pesawat dan setelah mendarat,,, Di ensiklopedi juga diceritakan proses setelah pesawat mendarat waktu berada di terminal kedatangan,,,

Journey to Liang Anggang and Martapura,,,

Masih cerita kemarin, Siangnya, Ayah ngajak jalan jalan (sambil ayah kerja) ke lokasi namanya Serra 2 dan Liang Anggang,,, Azzam melanjutkan “Belajar di Jalan”,, Di Mobil Azzam sibuk memperhatikan dan berkomentar tentang apa yang dilihat, Kontainer, mobil, awan, sambil ayahnya terus memberi stimulis dengan pertanyaan pertanyaan,,,  Karena agak mendung, Azzam distimulus buat cerita tentang terjadinya hujan,, lalu nyambung tentang banjir,, (Azzam menghubungkannya dengan banyak yang buang sampah dan tebang pohon sembarangan) Ayahnya menambahkan kalau di Banjarmasin, banjir juga bisa terjadi karena Air Sungai Pasang (Azzam juga sering lihat sih, kalo pas jalan jalan malam),, ayah juga cerita waktu ke Laas Kalimantan tengah, hutannya sudah samgat Gundul dan tidak di Tanam Ulang oleh Pe-loging, azzam nyambung tentang banyaknya Pohon yang ditebang untuk membuat Tissu dan kertas (Azzam sedang program pengurangan -reducing- pemakaian tissu dan penggunaan kembali -reusing- kertas),,

Azzam juga ngobrol tentang gempa Bumi (perbedaan ketahanan rumah batu dan rumah kayu),, bundanya nyambungin sama Pembangunan Rumah di wilayah kalimantan (Banjarmasin) yang tidak menggunakan beton sebagai pondasi, sebagian besar masyarakat Banjar menggunakan kayu Galam sebagai pondasi supaya tanahnya ngga ambles (memperkeras struktur tanah, karena tanahnya tanah gambut),,,

Saat melewati Bandara Syamsudin Noor, Azzam sibuk bertanya tentang Runway,, kenapa panjang, kenapa lurus, kenap,,, dan kenapa,,, sambil mengingat ingat waktu datang pertama kali di Banjarmasin dan dijemput Ayah di bandara,,, Karena belum membuka ensiklopedia “Bandara” nya,, Azzam bilang ,,”coba aku udah baca ensiklopedia Bandara ya,,”

Saat melewati Bandara Syamsudin Noor, Azzam sibuk bertanya tentang Runway,, kenapa panjang, kenapa lurus, kenapa,,, dan kenapa,,, sambil mengingat ingat waktu datang pertama kali di Banjarmasin dan dijemput Ayah di bandara,,, Karena belum membuka ensiklopedia “Bandara” nya,, Azzam bilang ,,”coba aku udah baca ensiklopedia Bandara ya,,

“Kami makan siang di rumah makan ayam Goreng (tapi ayam yang di goreng adalah anak ayam, bukan ayam dewasa),,

Sampai Martapura, Azzam diajak Ayahnya ke masjid Al Karomah (Masjid Agung) Martapura , Azzam sibuk lari lari di halaman Masjid,,,, dan kemudian lanjut ke tempat Penjualan Souvenir,,,!!!

Belajar Tematik “Pemadam Kebakaran”

Kemarin ngga bisa nulis sama sekali karena all day full,,,

Sesudah sholat Subuh dan berdoa, kemarin, azzam sudah bersiap siap dengan buku barunya yang malam sebelumnya ga sempat dibaca,,

Jadilah pagi itu kami belajar tematik tentang pemadan kebakaran (kenapa Pemadam kebakaran,,,??? Yang ini lagi lagi terinspirasi Film kesukaannya “Finley the Fire Engine,,,,,) Dari ensiklopedia mininya Azzam belajar tentang seluk beluk tugas petugas pemadam kebakaran antara lain,, menangani kebakaran di kota, membantu kecelakaan di jalan raya, menangani kebakaran di hutan, membantu penanganan gempa bumi dan ledakan,  bertugas dipegunungan, bertugas di air, bertugas dibandara,,

Dari ensiklopedia itu juga Azzam belajar tentang peralatan peralatan yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran,, Azzam juga membuka majalah Cars yang dia punya karena di majalah itu diceritakan tentang “bagian tubuh Red” Mobil pemadam kebakaran,, Azzam juga membuka kembali buku “Ensiklopedia Pertamaku, Ayo Lindungi Bumi Kita” karena disalah satu bagiannya diceritakan tentang Kejadian Kebakaran Hutan yang disebabkan oleh orang yang membuang punting rokok, mengadakan barbeque party atau membuang botol kaca  (yang kemudian bisa memantulkan panas matahari) saat kemarau,,,

Jadilah kami berdiskusi cukup banyak pagi kemarin,,, (walaupun ada beberapa hal yang kelihatannya agak berbeda dari kondisi petugas pemadam kebakaran Indonesia, karena Ensikloppedianya terjemahan Perancis)

Sesudah baca buku, Azzam belum mau mandi, dia masih mau “mbangun” katanya,,,kalii ini proyek bangunanya melibatkan mobil mobil anggota “pemadam kebakarannya”,,,!!! (maklum isi kepalanya masih seputar pemadam kebakaran)

“Gara-Gara Pak Bondan”

Siapa yang tak kenal bapak yang satu ini, seorang yang juga pernah menjadi “Journalist Investigator” yang jarang diketahui oleh khalayak. Setiap sabtu pagi ketika semua orang terbangun dan menggunakan hari liburnya untuk rehat, disuguhkan dengan tema kuliner yang dapat dilakukan sambil berwisata. “Pokok’e Maknyus” itulah slogan acara yang membawa pak bondan menjadi ikon disemua rumah dan tempat makan yang menyajikan berbagai hidangan yang bisa membuat perut kita keroncongan ingin ikut mencoba.

Sambil keliling kampung, kota, bahkan sampai keluar negeri hanya untuk dapat mencicipi kuliner khas daerah yang sedang dikunkungi. Acara ini adalah tontonan penghibur bagi keluarga kami. Saat anak kami si Azzam masi berusia 16 bulanan dia ternyata sudah cukup nalar untuk mencoba menikmati sajian yang ada di televisi yang ada tepat didepan tempat tidurnya, nyaris setiap sabtu pagi setelah bangun tidur  hiburannya ‘ngeliatin’ pak bondan makan.

Pada awalnya kami tidak terlalu memperhatikan tingkah polah si Azzam saat menyaksikan acara wisata kulinernya pak bondan. Mungkin karena terlalu sering melihat bermacam hidangan dan ekspresi pak bondan saat mencicipi makanan itulah si Azzam mulai terlihat ketertarikannya. Suatu pagi seperti biasa pas acara pak bondan sedang dimulai si Azzam tanpak sibuk ikut mengambil peralatan makanannya di dapur, memang sudah kami biasakan untuk ia belajar mengambil dan menaruh alat-alat makannya itu sendiri.

Tiba-tiba si Azzam menyodorkan mangkuk kesayangannya itu kedepan televisi saat pak bondan sedang menyantap hidangan, sambil sesekali mengaduk-ngaduk mangkuk kosongnya dengan sendok. Berulang kali si Azzam bergumam dan masih kurang fasih ia menempelkan mangkuk nya ke televi sambil bilang “Mau…”Mau…’Mau”… Kontan kami berdua terperangah sambil saling bertatapan muka dan tidak bisa menahan ketawa melihat si Azzam “minta” diajak makan bareng artis favoritnya dalam acara wisata kulinernya pak bondan.

Sejak kejadian itu kami selalu menyiapkan hidangan favorit ala keluarga kami yaitu “nasi goreng + martabak mie” untuk menjadi menu kami sambil menikmati sajian acara di sabtu pagi.  “Sesekali si Azzam terlihat menirukan gaya pak bondan dengan bahasa sebisanya sambil mulutnya terus lahap mengunyah masakan yang dibuat oleh ayah bundanya…”

Kini si Azzam tak pernah lagi memilih-milih makanan, apapun yang dihidangkan ayah bundanya selalu habis dimakan tanpa sisa ( jadi tidak mubazir ). Apapun menunya selalu berakhir “Pokok’e Maknyus”. Si Azzam jadi tertarik oleh berbagai macam masakan, kadang ia suka ikut terlibat pergulatan ayah bundanya didapur yang sedang bingung menentukan akan memilih menu apa untuk dihidangkan. Kami pun merasa sangat terbantu dengan acaranya pak bondan, si Azzam jadi doyan makan dan tidak bosan. Tinggal kami yang memilihkan makanan apa saja yang boleh dan sehat juga baik dan halal tentunya untuk ia santap.

Ternyata cukup sederhana menjadikan suasana dalam rumah kita menjadi lebih bermakna. Dengan kemasan seadanya suasana biasa jadi punya nilai apabila kita dapat menjadikan sesuatu apapun itu dengan penuh rasa suka cita. Kini kami masi tetap menjalankan “ritual” makan bersama dengan menu favorit tentunya, bukan hanya di sabtu pagi saja tetapi setiap hari, sungguh menyenangkan,,. Terimakasih Tuhan.

Sholatnya Azzam,,

Pada dasarnya pada setiap kegiatan kami berusaha memahamkan Hakikat mengapa kita harus melakukan kegiatan tersebut bukan karena “sekedar” melakukan kewajiban,,,

Kami melakukannya mulai dari hal hal kecil kenapa seseorang itu membutuhkan makan, mandi, belajar membaca, belajar menulis sampai kenapa seseorang itu Perlu berdoa, Sholat dan mendekatkan diri pada Alloh,,,

Dari azzam lahir kami sudah membiasakannya membacakan doa di setiap aktivitas seperti membuka baju, memandikan, memakaikan pakaian, menyuapi makan, selesai makan, menyisir rambut, keluar rumah, masuk rumah, selesai buang air besar, ada petir, dan lain lain,, sekarang diusianya yang ke 3 azzam sudah hafal sebagian besar doa doa tersebut. Disetiap aktifitas kami berdoa bersama sambil terus menanamkan kebutuhan akan berdoa (BERDOA ADALAH KEBUTUHAN BUKAN KEWAJIBAN),,,Begitu juga dengan Sholat,, Sholat itu adalah KEBUTUHAN Manusia bukan sekedar “KEWAJIBAN”), Azzam juga terbiasa berdoa sebelum dia meminta sesuatu misal minta dibelikan mainan, pinsil warna atau eskrim (hal simple yang sebenarnya tanpa berdoa pun ayahnya bisa saja langsung membelikan, tapi kami membiasakannya untuk berdoa),, Kitalah yang membutuhkan Alloh untuk menjaga kita dan Allohlah yang memenuhi segala kebutuhan kita..

Kalu  hujan dan ada petir, Azzam langsung minta bundanya untuk sama sama berdoa supaya dijaga Alloh katanya,,,

Azzam juga sudah terbiasa sholat (karena sejak bayi dia sudah merekam aktifitas sholat ayah bundanya, bahkan dulu waktu bayi dia rela menunggu bundanya selesai sholat supaya bisa bobo bareng bundanya dan tanpa nangis walaupun sudah berulang ulang nguap,,,He he,, Sabarnya anakku,,,), Bacaan sholatnya sudah cukup baik kecuali doa Iftitah (yang sama sekali belum dia hafal) dan Tahiyat akhir (yang masih suka kebalik balik). Azzam sudah hafal al Fatihah, dan al Ikhlas,An naas juga sedikit An Falaq,,Azzam juga sudah hafal doa untuk ayah bunda (yang ini dia hafal dengan cepaaat sekali, 4 hari…!!! Azzam Cuma diam menyimak, tidak mengulang, di hari ke 4 dia bacakan dari awal sampai akhir,, MAHA BESAR ALLOH Atas seluruh karunia)

Ayahnya membiasakan membawa sholat subuh berjamaah dimasjid (sesekali bolong karena azzam masih tidur) kenapa sholat subuh, bukan sholat maghrib, karena pada Subuh lebih sepi, ngga banyak anak anak yang main di masjid jadi belajar sholatnya bisa lebih khusyu, begitu alas an ayahnya selain kalo maghrib biasanya ayahnya belum ada di rumah,,) ayah baru 2 kali membawa ke sholat jumat karena waktunya lebih panjang, jadi masih ngeri kalo azzamnya rewel (yang ini pre kondisi sebelum dibawa sholatnya lebih panjanggg)

Anyway, kami berusaha mengeluarkan sebanyaknya potensi kebaikan yang telah Alloh rizqikan pada Azzam,,,

We Love You Son, We always covering you by Do’a, May Alloh always take care of you Day and Night,,,

Belajar On Line,,,

Sekarang Azzam juga lagi getol getolnya berinternetan ria (alias belajar on line,,, )Sejauh ini site site yang paling sering dikunjungi (hampir setiap hari) adalah www.starfall.com , Azzam seneng banget karena sangat sangat menarik dan ga terasa kalo lagi belajar (sambil belajar ada simple edu gamesnya) selain itu bundanya juga dapet info dari Milis Sekolah Rumah kalo migtybook junior lagi ada gratisannya selama setahun, langsunglah bundanya register dan sekarang Azzam juga asik didongengin sama www.mightybookjr.com (ceritanya menarik hati azzam, terutama yang berkaitan sama Mobil, kereta Api,,,). Dari dua web itu Azzam belajar reading and listening (English) langsung dari native speaker,,, Keliatannya Azzam cukup banyak menyerap dan yang terpenting menikmati belajar. Bundanya sendiri ga punya target terlalu besar buat Azzam menghafal ini itu tapi yang terpenting adalah Azzam senang belajar…

Azzam juga udah kenal sama web http:// kids.nationalgeographic.com , Azzam suka main edugames disana, trus buka artikel yang berhubungan sama gamesnya,,,,

Azzam juga suka ngoprekin www.kidsastronomy.com di situ Azzam kenalan sama universe karena sebelumnya Azzam juga udah sering nonton VCD ADI (Space Adventures). Masih dipapar yang sederhana aja sih, yang penting bisa meng- encourage curiosity nya Azzam.

Waah enaknya anak Home Schooling,, GURUnya Buanyak,,, Belajarnya bisa pake sarana apa aja,,,

Azzam dan Belajar Membaca,,,

Alhamdulillah, segala puji Bagi Alloh yang menghadiahkan Azzam untuk kami,,,Untuk anak yang lahir premature dan BBLR, perkembangan Azzam bisa mengikuti perkembangan anak seusianya bahkan mungkin lebih cepat,,,,

Di usianya yang ke 3 Azzam sudah bisa membaca 2 suku kata seperti  BU KU, TO PI, KA CA, CU CI, dll. Prosesnya tidak ada yang luar biasa,,, Sama mungkin seperti ibu ibu lain, aku suka bernyanyi, Alphabet song,, A B C D E F G,,,,,,, Azzam ngga suka mengikuti bundanya, azzam hanya diam dan menyimak, sampai satu hari bundanya dibuat terkejut (kira kira a year and couple month ago, ga inget lg pastinya kapan), Azzam bisa nyanyi alphabetical song dari A sampai Z dengan benar, aku surprised banget, mulai dari situ Azzam dikenalkan menulis huruf (ayahnya buatin tempelan huruf abjad disamping tempat tidurnya), relative ga terlalu susah karena Azzam suka menggambar (jadi kelihatannya tangannya sudah terlatih dan azzm juga sudah bisa memegang pensil dengan benar – yang ini ayahnya yang ngajarin- bundanya bahkan ga tau, kok tiba tiba azzam sudah bisa pegang pensil dengan benar)

Setiap selesai menggambar, Azzam diminta menamai hasil gambarnya (dengan cara mendikte huruf apa yang harus dia tulis) mula mula hanya menulis nama A Z Z A M,,, A Y A H,,, B U N D A,,, terus lanjut dengan mendikte kata kata yang lebih komleks misalnya MOBIL KIJANG ,,,,Hasilnya Subhannalloh –seluruh kemudahan adalah rizqi dari Alloh- Azzam bisa melatih tangannya dengan cepat untuk menulis (walaupun untuk beberapa huruf masih belum baik bentuknya)

Kami juga memakai visual method untuk Stimulasi menulis dan membaca Azzam. Kami menggunakan alat bantu vcd Brainy Baby untuk mengenal Alphabet, Number and Shape (Karena menurutku Azzam itu tipe visual banget,,,)

Setelah itu kami meningkatkan stimulasi, ayahnya kemudian menuliskan di selembar kertas besar 2 suku kata BA, BI, BU, BE, BO, CA, CI, CU, CE, CO, dst ,,, yang ditempel di tembok menggantikan tempelan huruf abjadnya,,, Well, it’s  works…!!! Azzam berlatih membaca tiap sebelum tidur,,,,

Azzam juga belajar membaca 2 suku kata dibantu dengan Alat Peraga membaca untuk play group (seperti buku puzzle dari bahan semi karet yang bisa dibongkar pasang) keluaran BIP Gramedia,,,

Sekarang Azzam mulai diperkenalkan dengan membaca kalimat sederhana (2 – 3 kata) karena Azzam suka membaca apaaa aja,,,mulai papan reklame di jalan sampai Koran Koran ayahnya,,,,

Good work son,,,,  Semoga semangat belajarmu bisa terjaga,,,, Aaamiin,,,,

Menanam Nilai Luhur

Kesadaran yang terus berkembang setiap hari adalah bahwa aku punya pekerjaan yang tidak mudah….

MENANAM SESUATU YANG HASILNYA ADALAH HARAPAN SYURGA…

Menanam nilai Luhur untuk Azzam adalah bukan pekerjaan mudah (pekerjaan yang harusnya aku sangat sangat thank full to Alloh bahwa aku diberi kesadaran penuh untuk melakukan hal itu dan bukan hanya mengikuti ALUR KEWAJIBAN sebagai seorang IBU…)

Menanam NILAI agar Azzam bisa SURVIVE di dunia dan di Akhirat…

Membantu memfasilitasi mengeluarkan sebanyak banyaknya KEBAIKAN yang aku yakin PASTI sudah ALLOH tanamkan pada dirinya….

Memberi stimulus stimulus untuk mengeluarkan sebanyak banyaknya potensi kebaikan, tanpa memaksa  dan atau berorientasi pada Hasil…

Harus tanpa pamrih, Bila ada banyak kebaikan yang bisa terstimulasi adalah semata mata untuk membuat Azzam bersyukur pada Alloh  dan bahagia atas apa yang telah dia usahakan, bukan untuk  supaya kami  bisa merasa bangga.

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: