Dua pekan terakhir rasanya ada kalimat yang janggal yang bunda dengar diucapkan berkali kali oleh Azzam,, Azzam sering mengulang kalimat “Bunda nanti aku mau baca Quran yang banyak terus baru aku nonton Cars 2 ya bunda,,” atau kalimat “ Bunda besok aku mau bangun pagi-pagi terus sholat subuh, baca Quran terus boleh main games Air Strike ya bunda,,,” ,,

Ya, bunda cukup sering mendengar kalimat itu diucapkan Azzam pada hari nontonnya atau sebelum kami menyusun rencana kegiatan esok hari sebelum tidur atau bahkan mungkin diucapkan Azzam ketika habis selesai nonton film dan dijadwalkan untuk hari nonton berikutnya,,

Bunda merasa kalimat ini “aneh”,,

Bunda sadar, kalimat yang “aneh” ini lahir karena kesalahan kalimat bunda dalam mengingatkan Azzam, maksud hati ingin mengingatkan untuk membaca Qur’an itu lebih “bernilai” dari pada nonton film, tapi yang Azzam tangkap justru membaca Qur’an adalah syarat utnuk bisa nonton film atau main games,,

Dan sebelum keanehan ini berlanjut, bunda segera mengambil “tindakan” untuk meluruskan “kalimat” Azzam,,

Pagi  tadi, sebelum kami sholat subuh, habis bangun tidur, bunda mendengar kalimat “aneh” Azzam lagi,, Azzam bilang “Bunda besok  aku mau baca Qur’an terus siangnya aku mau nonton Cars 2 ya,,”,, Bunda berfikir, yang Azzam katakan itu adalah jadwal untuk besok (Selasa) karena hari  ini bukan hari nontonnya dan sebenarnya tanpa Azzam menambahkan keterangan mau baca Qur’an yang banyak pun Azzam bisa memilih apa yang mau dia tonton di hari nontonnya,,

Akhirnya ba’da sholat shubuh setelah muro’jaah Qur’an bersama, bunda ngobrol cukup serius sama Azzam dan ditemani Ayah,,

Bunda sampaikan bahwa membaca Qur’an bukanlah syarat untuk bisa nonton Film atau main Games,, bunda kembali mengulangi  menyampaikan bahwa membaca Qur’an, menghafal Qur’an seperti yang baru saja dikerjakan bersama adalah kebutukan kami agar kami dijaga dan dilindungi Alloh,,
Bunda mencoba kembali meluruskan bahwa nonton atau tidak, main games atau tidak, kita tetap perlu membaca Qur’an agar kita bisa menjadi orang yang baik,, menjadi orang yang dilindungi dan disayang Alloh,,

Ayah (yang sebelumnya bunda belum share tentang keanehan kalimat ini) rupanya tanggap (alhamdulillah dengan seluruh kemudahan komunikasi hati antara kami duhai Alloh,,),,

Ayah kemudian kembali mengingatkan semboyan bersama kami “Berbagi dan saling menjaga”,,
Bahwa kami bertiga memang Alloh pilihkan untuk bersama sama dan saling menyanyangi,, karena kami ingin bisa masuk syurga bersama maka kami perlu untuk saling mengingatkan,, ayah bunda mengingatkan Azzam untuk membaca Quran,, dan Azzam juga perlu mengingatkan ayah dan bunda,,

Yaa,, kami ngobrol banyak hal,, kami, ayah dan bunda berusaha mengalirkan makna saling menjaga ini pelan pelan,, bahwa bukan hanya Azzam yang belajar membaca Al Qur’an tapi kami juga melakukannya,, bahwa bukan hanya Azzam yang menghafal Qur’an, sholat dan berdoa tapi kami juga melakukannya,, kami berusaha mengalirkan bahwa semua Ibadah mahdhoh ini adalah kebututuhan kami bersama,, (sampai hari ini kelihatannya kami belum memakai kalimat kewajiban,,)

Kami berusaha membangun kondisi didalam rumah untuk bisa tumbuh bersama,, Saling berbagi, saling menjaga, saling menasehati dan saling mengingatkan,, tujuannya jelas,, Agar kami bisa berkumpul bersama insyaAlloh didalam syurga Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,

Kami berusaha saling mengingatkan bukan dengan kalimat perintah,, bukan dengan suruhan “Ayo Azzam sekarang waktunya baca Qur’an,,!”

Bukan,, bukan dengan kalimat seperti  itu,, Bunda berusaha menjelaskan dalam kalimat ke Azzam bahwa ketika Azzam lupa membaca Qur’an sehari dua hari bunda dan ayah mengingatkan dengan cara mencontohkan,, Bunda ambil Qur’an, bunda baca dan bunda mengajak Azzam untuk sama sama membaca,, Karena seperti  itulah yang bunda dan ayah lakukan untuk saling mengingatkan,,

Robbanaa,, Kami berusaha mengalirkan seluruh makna tumbuh bersama pada Azzam,, Seberapapun yang  Azzam tangkap kami akan teruuss berusaha membangun fitrah jiwanya wahai Alloh,,

Robbanaa,, Mudahkan kami dan berkahi proses tumbuh kami,, karuniakan kami dengan cinta yang ikhlas,, yang dengan cinta itu kami bisa saling berbagi, menjaga, menasehati dan saling mengingatkan,,

Kami titip seluruh hasil pada-Mu,, Aamiin Allohumma aamiin,,