image

Membaca kembali tulisan tulisan dlm blog ini, hati terasa campur aduk.
Benar bahwa tulisan2 adalah sebagai tadzkiroh diri, dianya menyapa hati untuk jujur mengevaluasi. Betapa selama perjalanan ada bagian bagian yg tumbuh, tetapi dibagian lain mungkin diam atau bahkan mundur.
Tulisan2 ini menjadi pengingat akan cita2, dia menjadi teguran2 terhadap kebaikan2 yg tertinggal tidak terbawa waktu, yg terpenting dia menjadi pengingat akan janji janji,,,

Janji,, yaa janji kebaikan pada diri sendiri yang dipagari doa doa pada Alloh ta’ala,,
Janji yang ketika saat ia diucapkan dan ditorehkan dipenuhi dengan tekad untuk terus memperbaiki..
Ada yang terpenuhi dan berusaha dijaga walaupun dengan terseok seok. Tapi sungguh ternyata banyak yg tertinggal,,
Sekarang torehan2 janji itu memanggil, ia mengingatkan untuk dipenuhi,,

Menepati janji memang tidak mudah.. masyaalloh..
Perlu tekad yg kuat, usaha yg maksimal dan kesungguh sungguhan,,

Hanya orang orang yg tangguhlah yg bisa menepati janjinya,, ya janji pada diri sendiri,,
Dia yg berusaha menepati janjinya adalah seorang pejuang
Ya.. pejuang..
Karena, perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..

 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika,,