Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Category

Ma’rifatullah (Mengenal Alloh)

Materi materi untuk mengenalkan Alloh pada Azzam

Mengasah Kebeningan Ruhani,,,

tunduk patuh,,,Bismillah,,

Segala puji bagi Alloh yang mengadiahkan kami kesempatan belajar yang tidak pernah habis,,

Dalam dalam beberapa bulan ini terasa sekali kami diberi berbagai “sarana” untuk berkonsentrasi pada pembangunan ruhiah,,

Banyak sekali kesempatan kesempatan untuk ngobrol dan diskusi dengan Azzam yang didasari kejadian kejadian yang Azzam alami,,

Seperti anak 5-6 tahun lainnya, Azzam sering kali “membantah” bunda dan ayah atau menunjukkan pemberontakannya ketika ayah dan bunda “menyuruh” mengerjakan sesuatu,, Ayah dan bunda memang sudah bersepakat untuk sebisa mungkin banyak ngobrol, berdiskusi dan menanamkan pada Azzam , bahwa segala yang dilakukan ayah bunda ketika menyuruh sesuatu atau mengingatkan sesuatu adalah bagian dari kami menunaikan perintah untuk “saling menasehati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran,,” dan hal ini juga berlaku dari Azzam pada ayah bunda.

Sebisa mungkin kami, ayah ,, dan bunda harus berusaha mengelola emosi walaupun jatuh bangun dan terkadang masih keluar bentakan tertahan,, Continue reading “Mengasah Kebeningan Ruhani,,,”

Lillahi Ta’ala,,,

Bismillahir Rahmaanir Rahiim,,

Sebulan tidak menulis,, Atas Izin Alloh,, Buanyaakkk sekali proses belajar yang kami lalui,, Prose belajar luar biasa yang rasanya jika kami berucap syukur tiap helaan nafas pun belum cukup untuk bisa membayar Rizqi belajar yang telah Alloh hadiahkan ini,,

Kami belajar makna “Lillahi Ta’ala,,”

Setiap hari dalam sebulan ini kami berlajar bersama,, Azzam terus menghafal, memperbaiki wudhu dan sholatnya, melatih kemandiriannya dalam mandi dan basuh BAB, Azzam membaca buku (yang terbanyak bulan ini tentang Tubuh Manusia dan Alam Semesta,,), Azzam merangkai electric kitnya, 10 hari terakhir ini Azzam belajar naik sepeda dan beberapa hari terakhir ini Azzam rutin mengerjakan IXL mathnya (Alhamdulillah bunda akhirnya berlangganan IXL lewat Mba Peni sejak tanggal 14/3),,,

Semakin banyak kami beraktifitas bersama,, kami menjadi semakin mengenal satu sama lain,, hati hati kami semakin mengenal dan saling terkoneksi,,

Ada pelajaran yang pelan pelan menyusuup di hati bunda setiap kali bunda menemani aktifitas Azzam,, semua diawali satu pertanyaan, “Untuk Apakah Azzam belajar ini itu,,?”,,

Pertanyaan pertayaan ini pelan pelan kami (ayah dan bunda) jawab,,

Azzam belajar memperbaiki proses ibadah mahdoh agar kelak Azzam bisa beribadah dengan baik dihadapan Rabbnya,,

Azzam belajar lewat buku, internet, dll agar Azzam bisa berkarya dan mendapat manfaat dari ilmu yang dia pelajari,,

Azzam berlatih kemandirian, agar Azzam bisa hidup mandiri kelak seiring bertambahnya usia Azzam,, dan Azzam belajar naik sepeda, agar Azzam bisa berlatih berani dan bisa mengalahkan rasa takutnya,,,

Taapiiii,,, Apakah tujuan tujuan ini benar,,,,???!!!! TIDAK,,,!!! Tujuan tujuan ini BELUM BENAR,,, Continue reading “Lillahi Ta’ala,,,”

Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,

Dua pekan terakhir rasanya ada kalimat yang janggal yang bunda dengar diucapkan berkali kali oleh Azzam,, Azzam sering mengulang kalimat “Bunda nanti aku mau baca Quran yang banyak terus baru aku nonton Cars 2 ya bunda,,” atau kalimat “ Bunda besok aku mau bangun pagi-pagi terus sholat subuh, baca Quran terus boleh main games Air Strike ya bunda,,,” ,,

Ya, bunda cukup sering mendengar kalimat itu diucapkan Azzam pada hari nontonnya atau sebelum kami menyusun rencana kegiatan esok hari sebelum tidur atau bahkan mungkin diucapkan Azzam ketika habis selesai nonton film dan dijadwalkan untuk hari nonton berikutnya,,

Bunda merasa kalimat ini “aneh”,,

Bunda sadar, kalimat yang “aneh” ini lahir karena kesalahan kalimat bunda dalam mengingatkan Azzam, maksud hati ingin mengingatkan untuk membaca Qur’an itu lebih “bernilai” dari pada nonton film, tapi yang Azzam tangkap justru membaca Qur’an adalah syarat utnuk bisa nonton film atau main games,, Continue reading “Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,”

“Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,”

Pagi tadi kami murojaah Qur’an bersama,, Bunda Ayah dan Azzam,, Kami bergantian saling mengulang hafalan Qur’an dan saling mendengarkan plus memperbaiki kesalahan bacaan/hafalan,,
Tidak cuma Azzam yang didengarkan tapi juga bunda dan ayah yang saling dievaluasi,,

Ada energi yang memang sedang berusaha dialirkan,,
Bahwa kebutuhan akan menghafal Qur’an bukan hanya diberlakukan bagi Azzam tetapi kami, ayah dan bundanya juga mempunyai kebutuhan yang sama,,

Alasannya adalah karena kami membutuhkan panduan hidup dari Al Qur’an,, Continue reading ““Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,””

“Ma’rifatullah Azzam lewat Tata Surya dan QS Ibrahim : 33 dan QS Al Anbiya : 33,,,”

Kami masih terus belajar mengenal Alloh dan menundukkan diri kami pada Nya,,,

Dua hari kemarin Azzam belajar tentang Tata Surya,, Masih rangkaian dari ma’rifatullah lewat penciptaan alam semesta, Azzam yang memang sedang suka mengeksplore sesuatu yang berkaitan dengan tata surya (planet, komet, asteroid, meteor, roket dan misi penelitian luar angkasa, dll,,) bunda kenalkan dengan Pencipta semesta,,,

Pencipta yang mengatur seluruh semesta yang dipatuhi oleh seluruh semesta sehingga semesta ini tunduk patuh dan terbentang dengan seimbang,, (sesuai garis edarnya dan ngga bergerak sendiri sendiri semaunya,,,)

Karena sebelum sebelumnya Azzam sudah banyak terpapar dengan informasi luar angkasa, bunda  hanya memberi penekanan penekanan tentang betapa teraturnya Alam semesta dan hal itu adalah merupakan bukti tasbih dan ketundukan semesta alam pada Alloh swt, Penciptanya,,

Azzam sebelumnya sudah membaca buku buku tentang luar angkasa,, Azzam juga sudah kenalan dengan gerhana bulan (yang pernah disaksikannya,, ceritanya ada di bertasbih-bersama-semesta/), Azzam juga suka nonton vcd Space adventure dan berkunjung ke web http://www.kidsastronomy.com/,, dan kami memang sukaaa sekali ngobrol dan ceritaaaa dimana saja kapan saja termasuk hal hal yang kadang kadang ditanyakan Azzam tentang alam semesta,, (yang ngga bisa tercatat dengan lengkap di blog ini,,),,

Kemarin setelah Azzam mengeksplore dan banyak tanya tentang Space shuttle Discovery, Bunda mengkaitkan dengan apa yang sudah pernah didiskusikan sebelumnya marifatullah-azzam-lewat-benda-benda-langit-dan-qs-an-nahl-12/ yang kemudian dilanjutkan dengan ngobrol tentang tata surya (sambil glunsang glundung di tempat tidur,,),,

Ngga puas cuma ngbrol,, bunda -lagi lagi- mengambil kertas dan mulai mencoret coret gambar tata surya,, Azzam yang memang tipe visual langsung semangat kalo bundanya sudah ambil kertas,,

Mulailah bunda menggambar Tata Surya,, yang kemudian kami definisikan dengan sederhana sebagai kumpulan planet atau benda luar angkasa yang bergerak teratur mengelilingi sebuah matahari,,

Azzam sudah bisa mengidentifikasi nama planet walaupun urutannya masih terbolak balik,,, (its fine,,) dan Azzam juga sudah berkenalan dengan “gaya gravitasi” (baik gravitasi matahari ataupun planet),,

Azzam juga sudah kenal dengan Revolusi, gerak planet mengelilingi matahari yang menjadi ukuran untuk satu tahun dan Rotasi, gerak planet pada porosnya yang menjadi ukuran untuk satu hari,, (Ini dia pelajari dari cd ADI, Space Adventure dan buku sederhana yang sering kami baca iseng iseng,,),, dan Azzam juga sudah kenal dengan bulan/satelit yang mengelilingi planet,,

Azzam sudah tahu kalau bumi punya satu bulan dan Jupiter punya dua puluh bulan dan Azzam sibuk bertanya berapa jumlah bulan yang dimiliki masing masing planet yang lain,, (yang ini bunda belum bisa jawab dan memang belum mencari tahu berapa jumlah bulan untuk masing masing planet,, (he he,, nanti Azzam cari sendiri ya,,)

Azzam juga sudah kenal dengan asteroid, komet, meteor, yang memiliki geraknya sendiri sendiri di semesta,, Azzam juga sudah kenal dengan galaksi dan Galaksi Bima Sakti yang dikenalnya sebagai kumpulan tata surya,, dan Azzam juga tahu kalau diluar angkasa itu hampa udara,,

Bunda menggambarkan dan mencoba mengurai apa apa yang sudah Azzam kenal atau Azzam pernah ketahui dari VCD atau buku yang dibacakan bunda,,

Sambil menggambar dan mendengarkan cerita Azzam,, bunda mengulang menjelaskan bahwa seluruh keteraturan semesta adalah bentuk dari ketaatan semesta pada Alloh,,

Seperti yang sudah dijelaskan di,,

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS Ibrahim : 33)

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS Al Anbiya : 33)

Bunda pelan pelan menjelaskan, bahwa pada alam semestalah kita bisa belajar ketundukan dengan baik,, Mereka (alam semesta) itu sangat nurut pada Alloh,, Mereka bergerak dengan patuh,,sesuai perintah Alloh,, Mereka tak pernah berhenti bertasbih memuji Alloh,,

Azzam juga membaca

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al A’raf : 54)

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Luqman : 29)

Sorenya, sebelum ayah pulang, Azzam menggambar tata surya nya sendiri,, dan kembali “mengoceh” meriview apa apa yang diingatnya dari diskusinya dengan bunda,, Dan malam sepulangnya ayah,, Azzam “menggempur” ayah dengan celotehnya,,

Alhamdulillahir Rabbil ‘alamiin,, Mudahkan kami yaa Alloh,, Mudahkan kami mengenal dan belajar Tunduk padaMu seperti tunduknya semesta,,

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.(QS Ar Ra’d : 2)

Ma’rifatullah Azzam Lewat Laut dan QS An Nahl : 14,,,

Hari ini kami berdiskusi melanjutkan QS An Nahl ayat 14

وهو الذي سخر البحر لتأكلوا منه لحما طريا وتستخرجوا منه حلية تلبسونها وترى الفلك مواخر فيه ولتبتغوا من فضله ولعلكم تشكرون

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai; Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur,,,

Sambil pelan pelan mengulang memahami (karena kemarin sebenernya ayat ini sudah Azzam baca), bunda mengajak Azzam meriview apa apa yang sudah dia tahu tentang laut,,

Kami membaca pelan pelan mulai dari kalimat, “Alloh yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) dan bunda menghubungkan dengan ayat sebelumnya “Bahwa Alloh juga menciptakan dibumi ini berbagai jenis dan warna,,”

Azzam menyebutkan jenis jenis ikan yang dia tahu dan pelan pelan juga Azzam dan bunda membaca buku Ensiklopedia Cilik tentang Laut (terbitan BIP) yang beberapa hari lalu dibelikan ayah,,

Kami membaca mulai dari halaman yang membahas tentang Air Laut,, dan Azzam juga mereview ingatannya tentang daerah Fotik dan Afotik yang dia kenal melalui film “Finding Nemo”, Azzam juga berkenalan dengan kadar garam diair laut,, Bunda sempat cerita sedikit tentang Laut Mati dan kisah nabi Musa (tapi baru sedikiiit sekali),

Lanjut lagi Azzam berkenalan dengan pasang surut, yang ini sebenernya sudah diketahui Azzam ketika sungai yang hampir setiap hari kami lewati mengalaminya,, walaupun Azzam tahunya masih sangat sederhana, tapi Azzam sudah tahu kalau air pasang berarti airnya tambah banyak dan biasanya banyak yang memancing ikan dipinggir Jembatan Merdeka, dan kalau surut, airnya sedikit biasanya dipinggir sungai kelihatan permukaan tanahnya,,

Sesudahnya Azzam berkenalan dengan ombak dan angin,, Yang semuanya bertasbih memuji asma Alloh,, Yang dengan ombak dan angin membuat perahu bisa berlayar dilautan,, Bunda tanya ke Azzam, apa ada orang yang mencari sebagian karunia Alloh untuk makan,,, seperti yang Alloh bilang bahwa “,,, Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur,,,” dan Azzam dengan lugas menjawab,, “Ayah,,” yang akhirnya Azzam menjelaskan bahwa kalau ayah cari ikan, Azzam dan bunda bisa makan,, Alhamdulillah berarti Azzam bisa menangkap maksud dari kalimat “,,, mencari sebagian karunia Alloh,,”

Setelahnya bunda masuk dengan konsep syukur,, bahwa karena seluruh semesta ini milik Alloh,, maka Alloh tahu siapa yang bersyukur yang berhak ditambahkan rizqinya dan yang tidak,, Bunda juga mengajak Azzam untuk saling menginggatkan supaya kami selalu bersyukur dan dimasukkan Alloh kedalam golongan orang orang yang bersyukur,, Seperti doa Azzam,,, Aamiin

Azzam juga membaca tentang kehidupan di bawah laut dan meriview hal hal yang diketahuinya, Azzam juga meriview sedikit tentang food chains yang sebelumnya sudah dikenalnya melalui games, ceritanya ada di  food-chains/, Azzam juga berkenalan dengan cara cara hewan melindungi diri agar tidak dimangsa oleh predator,, yang kesemuanya itu bunda jelaskan sebagai keseimbangan yang Alloh ciptakan untuk menunjukan Kekuasaan Alloh sebagai Pengatur alam semesta,,

Sudah itu Azzam juga berkenalan dengan lautan Es dan bagaimana Alloh menciptakan kehidupan hewan di daerah dingin,, Azzam juga belajar tentang lautan tropis dengan tumbuhan laut dan beragam jenis hewan yang berwarna warni, Seperti yang telah Alloh beritahu di ayat 13 Surat An Nahl (kami memang membaca ayat ayat tersebut berulang ulang)

Lanjut lagi dengan menghayati kalimat “,,,dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai,,,”. Azzam sudah kenal mutiara yang diambil dari tiram lewat acara “Cita citaku” di Trans 7, azzam juga kenal kerang dan batu batuan yang bisa dipakai untuk menghias rumah dari film “Bob the Builder” edisi Bob membangun rumah Ani,,

dan terakhir kami ngobrol tentang sumber daya laut yang Alloh tundukan untuk manusia supaya manusia bisa mengambil manfaat dan supaya manusia bertambah syukurnya pada Alloh,,

Alhamdulillah,, segala puji bagi Alloh yang memudahkan Azzam menerima ayat demi ayat,, Seluruh kemudahan adalah karuniaMu,,

Robbi,, jaga Azzam ya,, Alloh,, karena hanya Engkaulah sebaik baik penjaga,, Aamiin,,

Ma’rifatullah Azzam Lewat Benda Benda Langit dan QS An Nahl : 12 ,,,

Sabtu kemarin Azzam melanjutkan belajar mengenal Allohnya sambil berpuasa Arofah,,

Ba’da sholat Subuh kami membaca bersama sama QS An Nahl ayat 12 dan 13,,

وسخر لكم الليل والنهار والشمس والقمر والنجوم مسخرات بأمره إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu dikendalikan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti, (12)

وما ذرأ لكم في الأرض مختلفا ألوانه إن في ذلك لآية لقوم يذكرون

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (13)

Senang sekali bisa berdiskusi sama Azzam membahas ke Maha Besaran Alloh,, Segala Puji Bagi Alloh yang mengaruniakan kebersihan fitrah pada seluruh anak,, Pada titik ini bunda dan ayah menghayati benar karunia fitrah,, bahwa benar Alloh mengaruniakan pada seluruh jiwa dan manusialah yang pada akhirnya menutup suara fitrah dalam jiwanya dan menggantinya dengan keburukan,,

Dan seorang anak (sampai jiwa terakhir yang ditakdirkan lahir didunia) datang dengan fitrah yang bersih,, jernih,, Kamilah orang tua yang dipercaya Alloh untuk mengeluarkan kebersihan fitrah itu, sampai pada akhirnya fitrah itu mencadi cahaya bagi dirinya ditengah keburukan dunia seperti apapun,,

Kamilah orang tua yang sedang diberi kesempatan belajar oleh Alloh untuk bisa memahami Asma’ dan sifat Alloh, karena dengan faham kami baru bisa mengalirkannya pada Azzam,,

Segala puji bagi Alloh yang memberi kami kemudahan untuk mengalirkan ayat demi ayat al Qur’an pada Azzam dan menginternalisasinya bersama sama,,

Lewat ayat 12 QS An Nahl, kami “ngobrol” tentang matahari, bulan, bintang, planet, asteroid, komet, blackhole, awan, pelangi, bumi berputar mengelilingi matahari,,, yang semuanya tunduk patuh pada Alloh,,Azzam kembali meriview apa apa yang diketahuinya tentang benda benda langit,,

Sebenarnya ngobrol ngobrol seperti ini sudah cukup sering kami lakukan,, Kami yang memang merasai seluruh waktu kami adalah kesempatan yang Alloh berikan untuk belajar, memang tidak pernah membatasi kapan kami harus berdiskusi, saat apa atau dimana, belajar untuk kami adalah belajar-apa-saja-dimana-saja-dan-kapan-saja/ ,, Kami bisa berdiskusi kapan saja dimana saja,, karena bumi Alloh ini adalah class room bagi kami,,

Seperti sebelumnya Azzam juga sudah kenal dengan ayat ayat Al Quran tentang alam semesta ketika kami mengamati gerhana bulan, ceritanya ada di  bertasbih-bersama-semesta/  mungkin memang belum seluruh makna bisa Azzam tangkap, tapi kami yakin kejernihan fitrah Azzam membawa dirinya mudah untuk mengenal Tuhannya,, Pemilik semesta raya,,,

Azzam juga belajar lewat web  http://www.kidsastronomy.com/ dan beberapa CD tentang alam semesta,, ceritanya ada di berusaha-belajar-astronomi/,, Kami juga berdiskusi sesudah nonton film, yang sempat tercatat (diantara banyak yang ngga tercatat) kami berdiskusi ba’da nonton fim Armagedon (waduh,, ), sekelumit ceritanya ada di  azzam-bobo-di-kamar-sendiri/ , ya dari film Armagedon kami berdiskusi dan menginternalisasi  QS : Ad Dukhan ayat 7  “Alloh Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini”..

Selesai berdiskusi ayat 12 tentang benda benda langit, kami lanjut dengan ayat 13 yang bercerita tentang ciptaan Alloh yang beraneka jenis dan warna,,

Azzam mengidentifikasinya dengan berbagai pohon, hewan dan ikan,,, Kami diskusi tentang macam macam tumbuhan dan hewan yang Azzam kenal, baik yang dilihat langsung ataupun yang Azzam lihat di acara “Asal Usul”, “Dunia Binatang”, “Dunia Air”,,, dan sekaligus meriview buku yang sudah pernah dibacakan, kami juga meriview tentang food chains dan berdiskusi bahwa Alloh menciptakan segala sesuatunya dengan seimbang termasuk lingkaran rantai makanan,, Seperti yang sebelumnya sudah pernah diceritakan di tulisan food-chains/, terus bunda mengajak Azzam berfikir bagaimana jika salah satu bagian/ komponen dalam rantai makanan itu tidak diciptakan Alloh,, misalnya Alloh tidak menciptakan ular atau semua ular diburu dan dibunuh oleh manusia, yang terjadi kemungkinan adalah buanyaknya tikus yang menyerang sawah sawah pak tani dan tanaman padi akan hancur,, dan Azzam ngga bisa makan nasi,, (he he,, mungkin kesimpulannya terlalu hiperbolik,,) tapi poin yang ingin ditunjukkan adalah bahwa Alloh menciptakan dan menundukkan segala yang Dia ciptakan dengan seimbang dengan konsep yang luar biasa dan seluruhnya membuktikan kebesaran Alloh yang hanya bisa dilihat oleh orang orang yang mau belajar,,

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Alloh yang menghamparkan Semesta Raya untuk dipelajari dan membukakan jalan bagi seluruh manusia untuk mengenal Nya,,

Robbanaa,, bukakan pintu pintu belajar bagi kami,, Limpahkan kami dengan ilmu yang berkah,,, yang membawa kami semakin mengenal dan tunduk pada Mu,, Aamiin,,

Ma’rifatullah (Mengenal Alloh) Azzam Lewat Hujan dan QS An Nahl : 10,11 ,,,

Hari hari kami adalah hari hari mengukir,, Ya mengukir pengenalan yang terus menerus pada Alloh,, Karena sesengguhnya Ma’rifatullah adalah fitrah jiwa,,  mengenalkan-alloh-pada-azzam-mengeluarkan-fitrah-jiwanya/

Fitrah jiwa yang tidak akan pernah berubah sampai manusia terakhir didunia ini dilahirkan,, Fitrahnya tetap sama karena persaksian yang diambil pada seluruh jiwa manusia tetap sama,,

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, QS Al A’raf : 172

Alastu bi rabbikum? Bala, syahidna”      Apakah Aku ini Tuhan kalian? Ya benar, kami menjadi saksi, bahwa Engkau adalah Tuhan kami,,

Setiap jiwa sampai jiwa yang terlahir didunia ini akan tetap mengakui dan menjadi saksi bahwa Alloh adalah Tuhan tempat tunduknya jiwa jiwa itu,,

Termasuk jiwa jiwa kami,,

Karena sadar bahwa membuka fitrah Azzam adalah menjadi tanggung jawab kami sebelum Azzam terpapar oleh begitu banyaknya keburukan dunia, maka dengan sadar, sedikit demi sedikit kami mengukir,,

Kami memang memutuskan untuk tidak menitipkan Azzam pada sekolah, maka Saat ini Ayah dan Bunda berkonsentrasi memupuk sedikit demi sedikit Ma’rifatul (pengenalan) Azzam terhadap Rukun Iman beserta penjelasan yang seluas luasnya dan bukan hanya menghafal,,

Ya,, sedikit demi sedikit kami akan mengenalkan Azzam pada Kitab Sucinya Al Qur’anul kariim,, dan inilah salah satu cara kami mengenalkannya pada Azzam,

Tiga hari terakhir ini Bunda dan Ayah bersama sama mengenalkan Alloh lewat ayat ayat Qouli dan Kauni pada Azzam, kami bersama sama membaca dan menginternalisasi Qur’an Surah An Nahl ayat 9 – 14 (6 ayat dari 9 ayat yang tadinya bunda sudah persiapkan untuk dipelajari)

Di Banjarmasin (dan mungkin disebagian besar Indonesia) sudah masuk musim hujan setiap harinya, walaupun Azzam sudah kenal bahwa Allohlah yang menurunkan hujan dan hujan itu bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, kali ini bunda ingin mengenalkan (dengan lebih serius) bahwa semua itu ada dalam Al Qur’an lengkap beserta ayatnya ,,

Ba’da sholat subuh Kamis kemarin, Azzam ditemani bunda membaca  Ayat 10 dan 11 surat An Nahl,,

هو الذي أنزل من السماء ماء لكم منه شراب ومنه شجر فيه تسيمون

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS An Nahl : 10)

ينبت لكم به الزرع والزيتون والنخيل والأعناب ومن كل الثمرات إن في ذلك لآية لقوم يتفكرون

Dengan air hujan itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.  (QS An Nahl : 11)

Sesudah itu kami membahas banyak hal, mulai dari kekuasaan Alloh menurunkan hujan, kegunaan air hujan untuk minum, untuk menyuburkan tumbuh tumbuhan yang akhirnya tumbuhan itu dimakan oleh hewan,, Kami juga ngobrol tentang bagaimana air hujan jatuh diserap tanah bagaimana tumbuhan menyerap air hujan dan kami juga mengulang mempelajari proses fotosintesis pada tanaman,, (sebelumnya Azzam sudah kenal proses fotosintesis lewat web  http://www.sheppardsoftware.com/content/animals/kidscorner/foodchain/photosynthesis.htm  catatan belajarnya ada di the-producers-consumers-and-decomposers-photosynthesis/ dan di  educomic-aku-suka-belajar-tumbuhan-dan-aku-suka-belajar-penemuan/

Bunda menggambarkan gambar pohon untuk Azzam, bunda tanya ke Azzam sedikit sedikit mulai dari bagian bagian pohon yang dijawab Azzam dengan akar, batang, daun dan buah (he he,, karena gambar bunda ada “buah” merah merahnya,,)

Kemudian lanjut dengan pertanyaan gimana cara pohon mengambil air dan Azzam dengan cukup lancar menceritakan air diserap tumbuhan menggunakan akar dan tumbuhan memasak makanannya didaun dengan bantuan sinar matahari (Azzam menggambar sendiri mataharinya) terus Azzam melanjutkan dengan menggambar coretan abu abu dan mobil (gambarnya miring terbalik balik semaunya Azzam) yang dia sebut sebagai karbondioksida yang keluar dari mobil,, kemudian sambil sesekali bunda memberi stimulus dengan pertanyaan Azzam mencoret coretan biru dan gambar orang warna biru juga yang dia sebut sebagai oksigen yang dihirup Ayah,,

Selesai menggambar ayah,, Azzam melanjutkan dengan mencoret warna merah yang dia sebut sebagai polusi,, Bunda juga memberi ilustrasi dengan polusi yang sering kami temui kalau kami jalan jalan naik motor dan berpapasan dengan truk yang mengeluarkan asap,, bunda mengajak Azzam berimajinasi bagaimana kalau ngga ada pohon disepanjang jalan yang kami lewati,, Akhirnya Azzam menutup gambarnya dengan menggambar rumah kecil, ada parkir motornya dan ada pohonnya,, (posisi menggambarnya dari samping jadi gambarnya kebalik balik he he,, ga pa pa deh,, yang penting masih bisa direview)

Sesudah selesai,, Azzam menunggu ayah menyelesaikan pekerjaan kantor ayah terus dengan semangat 45 bercerita kembali,,

Alhamdulullah Azzam terlihat sangat menikmati interaksinya dengan Al Qur’an dalam melihat bukti bukti kebesaran Alloh pada ayat Kauni,,

Kami juga mengulang membaca doa ketika turun hujan اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا  Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat (kebaikan) (HR Bukhari),,

Hmm segala puji bagi Alloh yang menghadiahi kami proses belajar yang menyenangkan,, Semoga seluruh ilmu semakin mendekatkan kami pada Ma’rifah pada Mu wahai Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alaamiin,,

Mengalirkan Energi Ma’iyatulloh Pada Azzam,,,

Ada benang merah yang kami temukan sepanjang menjalankan proses “mendidik” Azzam terutama di Ramadhan dan Syawal kemarin,,

Ada kalanya Azzam melakukan sholat dengan express padahal ayah dan bunda tahu kalau Azzam membaca dengan tertib maka sholatnya akan memerlukan waktu lebih lama,, setelah dirunut dengan beberapa diskusi akhirnya Azzam menjawab bahwa dia kadang terlupa dengan bacan sholatnya (yang tadinya kami anggap sudah sangat dihafal) maka kami -yang memang sedang membiasakan untuk berkata yang sebenarnya dan tidak harus takut untuk berkata yang sebenarnya- menekankan bahwa kami akan berusaha untuk membantu kesulitan Azzam sebisa mungkin jika kami tahu apa yang dirasa Azzam oleh karena itu Azzam harus berkata yang sebenarnya ,,

Kami  lebih memilih kalimat positif Azzam harus berkata yang sebenarnya dibanding kalimat jangan berbohong,,,

Karena menurut kami dengan kalimat positif Azzam bisa menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukannya dibanding dengan memberikan kalimat jangan berbohong  tanpa menjelaskan apa yang seharusnya Azzam lakukan,,

Kami menjelaskan pada Azzam bahwa dimanapun kapanpun, sedang melakukan sesuatu hal maka ada malaikat yang mengawasi dan mencatat,,

“Maa yalfizhu min qaulin illaa ladayHi raqiibun ‘atiidun”

“Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)” Qaaf : 18

Dan Alloh akan senang jika Azzam mau berkata yang sebenarnya karena apa yang Azzam sembunyikan akan ada catatanya,,

Rasa diawasi oleh Alloh (Maiyatullah) ini yang sedang kami coba untuk alirkan pada Azzam,,,

Seperti apa yang telah Alloh sampaikan di QuranNya yang mulia “,,Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; Ia mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya; dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya. Dan Ia tetap bersama-sama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan,,  Qs Al Hadiid : 4

Kami yakin dengan seluruh kesadaran akan adanya Kasertaan Alloh pada setiap hela nafas Azzam lah yang akan menjaga Azzam pada akhirnya dari keburukan dunia,,,

Azzam akan siap menghadapi apapun bentuk ujian hidup kedepannya,, kami dua orangtuannya tidak pernah tahu seperti apa dunia ini 10, 20, 30 tahun lagi,, Mungkin akan sangat jauh berbeda dengan kehidupan yang kami hadapi sekarang,,,

Berkaca dari nasihat sederhana Luqmanul Hakim yang sarat makna yang diabadikan dalam QS Luqman: 13 dan 16

{13} Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi nasihat (pelajaran) kepadanya: Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) itu adalah satu kezaliman yang besar.

{16} (Luqman menasihati anaknya): Wahai anakku, sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada di dalam batu atau di langit ataupun di bumi, niscaya Alloh akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuan-Nya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi

Kami tidak bisa menjaga Azzam tiap saat,, maka kami percayakan penjagaan Azzam pada Alloh Subhannahu wataala,, Kami yakin bila Azzam meyakini bahwa Alloh menjaga dan mengawasi dirinya maka Azzam akan tahu kemana dia harus bermuara, kemana dia harus menghadapkan wajah dan hatinya,,

Tinggal kami yang pada akhirnya harus mengawal dengan doa,,,

Seburuk apapun kehidupan dunia, Alloh akan tetap ada untuk menjadi Penjaga bagi orang orang yang merasai Penjagaan Alloh karena Alloh adalah Al Hafidz,,

Yaa Hafidz,,Pelihara kehidupan kami,, dan pertemukanlah kami dengan kematian yang baik,,  Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: