Ada benang merah yang kami temukan sepanjang menjalankan proses “mendidik” Azzam terutama di Ramadhan dan Syawal kemarin,,

Ada kalanya Azzam melakukan sholat dengan express padahal ayah dan bunda tahu kalau Azzam membaca dengan tertib maka sholatnya akan memerlukan waktu lebih lama,, setelah dirunut dengan beberapa diskusi akhirnya Azzam menjawab bahwa dia kadang terlupa dengan bacan sholatnya (yang tadinya kami anggap sudah sangat dihafal) maka kami -yang memang sedang membiasakan untuk berkata yang sebenarnya dan tidak harus takut untuk berkata yang sebenarnya- menekankan bahwa kami akan berusaha untuk membantu kesulitan Azzam sebisa mungkin jika kami tahu apa yang dirasa Azzam oleh karena itu Azzam harus berkata yang sebenarnya ,,

Kami  lebih memilih kalimat positif Azzam harus berkata yang sebenarnya dibanding kalimat jangan berbohong,,,

Karena menurut kami dengan kalimat positif Azzam bisa menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukannya dibanding dengan memberikan kalimat jangan berbohong  tanpa menjelaskan apa yang seharusnya Azzam lakukan,,

Kami menjelaskan pada Azzam bahwa dimanapun kapanpun, sedang melakukan sesuatu hal maka ada malaikat yang mengawasi dan mencatat,,

“Maa yalfizhu min qaulin illaa ladayHi raqiibun ‘atiidun”

“Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)” Qaaf : 18

Dan Alloh akan senang jika Azzam mau berkata yang sebenarnya karena apa yang Azzam sembunyikan akan ada catatanya,,

Rasa diawasi oleh Alloh (Maiyatullah) ini yang sedang kami coba untuk alirkan pada Azzam,,,

Seperti apa yang telah Alloh sampaikan di QuranNya yang mulia “,,Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; Ia mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya; dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya. Dan Ia tetap bersama-sama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan,,  Qs Al Hadiid : 4

Kami yakin dengan seluruh kesadaran akan adanya Kasertaan Alloh pada setiap hela nafas Azzam lah yang akan menjaga Azzam pada akhirnya dari keburukan dunia,,,

Azzam akan siap menghadapi apapun bentuk ujian hidup kedepannya,, kami dua orangtuannya tidak pernah tahu seperti apa dunia ini 10, 20, 30 tahun lagi,, Mungkin akan sangat jauh berbeda dengan kehidupan yang kami hadapi sekarang,,,

Berkaca dari nasihat sederhana Luqmanul Hakim yang sarat makna yang diabadikan dalam QS Luqman: 13 dan 16

{13} Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi nasihat (pelajaran) kepadanya: Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) itu adalah satu kezaliman yang besar.

{16} (Luqman menasihati anaknya): Wahai anakku, sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada di dalam batu atau di langit ataupun di bumi, niscaya Alloh akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuan-Nya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi

Kami tidak bisa menjaga Azzam tiap saat,, maka kami percayakan penjagaan Azzam pada Alloh Subhannahu wataala,, Kami yakin bila Azzam meyakini bahwa Alloh menjaga dan mengawasi dirinya maka Azzam akan tahu kemana dia harus bermuara, kemana dia harus menghadapkan wajah dan hatinya,,

Tinggal kami yang pada akhirnya harus mengawal dengan doa,,,

Seburuk apapun kehidupan dunia, Alloh akan tetap ada untuk menjadi Penjaga bagi orang orang yang merasai Penjagaan Alloh karena Alloh adalah Al Hafidz,,

Yaa Hafidz,,Pelihara kehidupan kami,, dan pertemukanlah kami dengan kematian yang baik,,  Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,