Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Month

September 2011

“Otakku Sehat,,,”

Dua hari ini kami bersama sama belajar tentang “Otak”. Kenapa tentang otak,,? karena bunda dan ayah sering bilang ke Azzam kalo yang mengatur seluruh gerak tangan dan kaki Azzam itu otak dan kalo Azzam ngga bisa “anteng” bunda dan ayah sering bilang “Ayo coba otaknya ngatur tangan dan kaki supaya tenang,,,”

Maka jadilah kami memperdalam tentang otak,,

Sebenernya ini bukan kali pertama membahas tentang otak, beberapa waktu sebelumnya kami juga berdiskusi tentang otak,,

Waktu itu Azzam jatuh kegledag kepalanya karena lari lari didalam rumah dan ngga dengar peringatan bunda untuk berhenti lari lari,, Jadilah Azzam jatuh dan kepala bagian belakangnya kebentur,, Sudah tenang Azzam lepas dari rasa kaget karena jatuhnya, bunda ajak Azzam buka ensiklopedi tentang apa saja “isi” kepala bagian belakang Azzam,,

Kami belajar dari buku Panorama Tubuh Manusia (Terbitan BIP), kami buka halaman tentang otak dan membaca bersama,, Azzam berkenalan dengan bagian bagian otak dan fungsi dari bagian bagian itu (bahasanya berat ya,, untuk anak balita,, tapi engga kok,, )

Dibuku itu digambarkan dan dituliskan tentang bagian depan otak yang mengatur pikiran, otak bagian tengah mengatur gerakan, dan otak bagian belakang mengatur pengelihatan,,

Bunda cuma mengajak Azzam berfikir,, kalau Azzam jatuh dan kegledag kepala bagian belakangnya maka itu bisa mempengaruhi kesehatan mata Azzam,, Bunda minta azzam untuk mengamati gambar bagaimana kalau yang kebentur kepala bagian depan dan samping,,?

Kami mencari tahu jawaban bersama, kalau yang kebentur kepala bagian depan, itu bisa mempengaruhi pikiran,, Azzam jadi susah berpikir atau belajar sesuatu,, Kalau yang terbentur kepala bagian samping bisa mempengaruhi pendengaran, penciuman dan bicaranya Azzam,, Itu sebabnya Azzam harus menjaga bagian kepala dengan baik,,

Jadi,,, Azzam harus berhati hati agar tidak jatuh atau celaka,, Bunda juga menjelaskan itu sebabnya bunda memperingatkan Azzam untuk tidak lari lari didalam rumah supaya Azzam tidak jatuh dan tidak terbentur kepalanya,,

Bunda juga minta Azzam untuk lihat otak bagian mana yang mengontrol Gerakan tubuh,, Azzam mencari dibuku untuk mencari tahu, mengeja dan bunda mengarahkan dengan pertanyaan “Jadi kalo bunda dan ayah ingatkan untuk tenang Azzam harus bilang ke otak bagian mana,,?”,, “Tengah,,” Jawab Azzam,,

Sejak itu bunda kalo mengingatkan Azzam untuk tenang, bunda minta Azzam untuk pegang kepalanya bagian tengah dan bunda minta Azzam untuk bilang kekepalanya supaya tenang,, He he,, (cara menenangkan yang aneh ya,,,)

Bunda dan Ayah berusaha untuk memahamkan sesuatu pada Azzam, ketika bunda dan ayah melarang sesuatu atau meminta Azzam berhati hati,, Bunda dan Ayah ingin Azzam bisa memahami alasan bunda melarang dan Azzam bisa menjaga dirinya karena mengerti sebabnya,,

Setelah diharapkan bisa mengendap beberapa waktu,, Belajar tentang otaknya dilanjutkan kemarin,, Ada buku yang kami beli di akhir Ramadhan lalu yang belum kami baca,, Buku terbitan DAR! Mizan (Seri Little Muslim Explorers) My Body tentang Otakku Sehat,,

Buku itu kami beli ketika ada bazar buku Ramadhan di Gramedia seharga Rp 12.000 (murah meriah tapi isinya Subhannalloh,,)

Bunda membacakan buku pelan pelan sambil Azzam mencoba mengikuti membaca,, diawal membaca, bunda tidak mentargetkan sampai mana buku itu harus selesai dibaca,, bunda biarkan saja mengalir semampu Azzam benkonsentrasi mendengar cerita

Awal buku itu bercerita tentang bagaimana otak diibaratkan sebagai sebuah lemari besar  tempat menyimpan ingatan ingatan dalam laci laci,, bunda asik bertanya ingatan ingatan apa aja yang paling diingat Azzam,, Azzam banyak meriview hal hal yang diingatnya waktu kami ada di pangalengan bandung,, dan main pesawat kayu dirumah Eyang kakung (di condet,,),,bunda bilang kalau Azzam lihat foto foto dilaptop,, Azzam ingat lagi tentang hal hal yang ada didalam foto,, itu berarti laci dalam otak Azzam sedang dibuka,,

Sudah itu kami lanjut ke fungsi otak untuk mengolah apa apa yang diterima oleh panca indra kita,, Karena bukunya bergambar,, Azzam menjadi mudah untuk membayangkannya,, Kemudian lanjut lagi ke bagian bagian dari otak (Otak besar, otak kecil dan batang otak) ,, masih sederhana, karena memang bukunya buat anak anak,,

Dibagian ini bunda sempat menggambar gambar otak,, (simpel banget sih) yang akhirnya ditiru Azzam dengan lumayan berbentuk he he,, (sayang kertasnya sesudah digambar dibuat mainan Azzam jadi lecek banget,,) Waktu menggambar otak Azzam tiba tiba inget ada bagian bagian otak juga yang sudah pernah dia pelajari sebelumnya,, Terus Azzam bilang “Bunda ada juga di buku Panorama Tubuh manusia,,” kata Azzam,, Azzam langsung mengambil bukunya dan membuka halaman yang dia ingat,,

Azzam lalu mengeja Cerebelum,, Otak kecil,,

Ya,, bunda kembali mengingatkan pentingnya berhati hati supaya Azzam ngga terbentur bagian kepala karena Otak punya fungsi yang sangat penting,,

Belum selesai buku tentang Otakku Sehat, Azzam sudah menjelajah gambar gambar Atlas Tubuh Manusia di buku Panoramanya,, Akhirnya bunda cukupkan membaca tentang otak dan membiarkan Azzam mengeksplore apa yang dia mau tau dari buku Panorama,,

Lagi lagi, bunda memang tidak punya target khusus harus membaca sampai mana atau menyelesaikan apa,, bunda lebih membiarkan Azzam mengeksplore rasa ingin tahunya dan Azzam memang suka sekali kalau dibacakan buku dan dijawab pertanyaan pertanyaan mengapa-nya,, Walaupun mungkin belum semuanya bisa dia tangkap,,

Well, lagi lagi bunda dan ayah berusaha untuk mendorongnya mencintai belajar,, Karena kami yakin dengan belajar akan mendekatkan kami pada jalan ma’rifah pada Alloh,,

Semoga semua yang kita pelajari makin membuat kita tunduk pada Alloh ya nak,, Dan semoga Alloh bukakan pintu ilmu seluas luasnya pada kita,, dan dengan ilmu itu kita bisa bermanfaat untuk banyak orang,, Aamiin,,

Advertisements

Kerinduan Yang Belum Terjawab,,,

Ada ratusan negara berarti ada ratusan pemimpin dari milyaran manusia yang hidup didunia sekarang ini.

Bersatu dalam rotasi yang sama di planet yang sama, yang berbeda hanyalah keyakinan tentang siapa yang berhak untuk disembah karena telah menciptakan bumi ini sebagai tempat bernaung kita.

Saat ini semua pemimpin negara didunia sedang menjalani kenyataan fungsi sebagai khalifah dibumi dalam mengurus ummat sekaligus hamba ciptaanNya.

Semua ideologi yang pernah menjadi dasar negara telah melewati pasang surut dizamannya. Dari mulai zaman para Penyembah api sampai zaman Penyembah patung. Dan sampai akhirnya mata dunia terang benderang dengan kehadiran kemurnian Al Islam yang membawa manusia pada kejayaan.

Kini masa jaya itu sedang menjalani perannya dalam putaran roda kesunahan. Setelah sekian lama belum kembali terulang saat islam berada dipuncak kemenangan. Penantian dan pengharapan silih berganti dari para hati pendamba kerahmatan hingga ajal menjelang.

Para pemimpin didunia kini sangat brutal dalam mengurus dan melayani rakyatnya. Mudah sekali marah, gampang sekali tersinggung, terlalu enteng dalam menyelesaikan masalah, bila perlu menyikat habis kalau ada yang mau menggoyang singgasana kerajaannya.

Seakan akan sifat cinta itu telah hilang dari hati para pemimpin. Kesungguhan mencintai rakyatnya tidak terasakan seperti mencintai keluarganya dan dirinya sendiri.
Penyebab utamanya adalah ketika
manusia sekaligus Rosul Mulia itu kini tak lagi menjadi teladan dalam mengurus berbagai hal permasalan.

Yang timbul kini hanya kekecewaan para rakyat pada pemimpinnya. Bukan jawaban yang didapat oleh Ummat melainkan hinaan yang melekat pada hati rakyat.

Bagaimana jika dibalik,, Rosul saja yang ma’shum masih dengan bijak mau menanggapi kekecewaan sahabat dan orang orang yang disayanginya,,

Rosul saja yang dipandu langsung oleh Alloh, dikawal langsung oleh malaikat Jibril dan telah dijamin Syurga terbaik atasnya masih dengan senyum menanggapi kekecewaan orang orang disekelilingnya hatta istrinya sendiri.

Tak pernah sekalipun Rosulullah menunjukkan Kehebatan dirinya yang Suci atau Tanpa salah dihadapan Ummatnya.

Lantas siapakah kita manusia biasa yang kedekatan dengan Alloh nya pasang surut, tak pernah mendengar wahyu yang tersampaikan langsung sekalipun dan belum ada jaminan kemenangan Syurga langsung tanpa melalui neraka lebih dahulu,, Kemudian bisa bisanya kita marah atau murka mendengar orang orang tua, teman teman muda, murid murid atau sahabat sahabat kita kecewa cuma karena tidak sepakat dengan “Kebijakan” kita,,??

Siapakah kita yang tidak akan pernah bisa Ma’shum sanggup mengadili orang lain,,??

Padahal Rosul saja tak pernah mengadili dan menghukum para sahabat yang telah sama sama mengangkat pedang melawan kufar yang kecewa padanya ketika di Uhud sana.

Lalu dimana kerinduan ini akan dilabuhkan pada megahnya hati pemimpin yang mau dengan sabar mendengar semua keluhan jiwa jiwa rakyatnya,,,?

Lalu pada siapakah kehangatan batin ini dapat tersandarkan pada kemurnian jiwa dari kesejukan cinta pemimpinnya,,?

Aahhh… kerinduan ini masih belum terjawab,,,kerinduan pada pemimpin bijaksana,,, yang hatinya terisi dengan istighfar selalu kepadaNya,,, yang tampak nyata dalam kesederhanaan,,, suatu hari nanti…” Biidznillah “.

“Kenapa Begini,, Kenapa Begitu,,”

Sejak Azzam mulai belajar ngomong,, mungkin sudah tak terhitung berapa banyak pertanyaan yang keluar dari lisan kecilnya,,

“Apa ini ayah,,?”,  “Apa itu bunda,,?”,  “Kenapa ini begini ayah?”, “Kenapa itu begitu bunda,,?”
Seperti anak seusianya, Azzam tumbuh dan belajar dari pertanyaan yang dia lontarkan,,
Azzam memang cenderung talkative mungkin karena waktu hamil bunda banyak mengisi penyuluhan dan pelatihan HIV dan AIDS dan penyakit kelamin ya,, (Iya bunda memang dulu staf program untuk penanggulangan Penyakit Kelamin dan HIV dan AIDS di sebuah LSM -Yayasan Kusuma Buana- di Jakarta, bunda bekerja sejak 2001 s/d 2008 setelah sebelumnya bekerja untuk penelitian program Kesehatan Reproduksi Remaja di kampus,, Kebayang cerewetnya kan,,) Mungkin kecerewetannya menurun ya,, he he,,

Kembali pada kecerewetan Azzam,, Untuk “menghadapi” kecerewetannya bunda dan ayah memang membutuhkan energi dan kesabaran yang besar,,

Azzam bisa bertanya pada waktu waktu yang mungkin “tidak tepat”,, Seperti satu hari Azzam tanya sama bunda yang sedang mencuci baju,,

“Bunda, apa itu kutu de-mo-dex,,?” tanya Azzam sambil menenteng buku educomicnya tentang Kuman dan Parasit, menghampiri bunda yang sedang mengucek baju (maklum bundanya mencuci manual,,he he,,),,

“Waah, nanti dulu nak, bunda masih nyuci nihh,,emang azzam liat dimana,,?” sahut bunda,,

“Ini,, disini,,” jawab Azzam,, “Tuh bener kan bacanya,,” lanjut Azzam,,

“Iya bener, tapi bunda belum baca,, bunda mesti belajar juga,,” jujur bunda mengaku,, (karena memang bundanya belum baca hal yang Azzam tanya dan sudah lupa mata kuliah Parasitologi jaman kuliah dulu,, he he,,)

“Ya udah Azzam kekamar dulu,, jangan disini nanti basah,,” lanjut bunda. Tapi bunda sejenak berfikir bahwa bunda tidak mau kehilangan momen untuk memompa semangat belajar Azzam,, Akhirnya bunda cuci tangan dan mem postpone pekerjaan mencuci,,

Atau diwaktu lain Azzam menghampiri ayahnya yang sudah siap berangkat kerja dengan pertanyaan “Ayah kenapa pesawat bisa terbang tinggi,,?”,, Ayah menyediakan beberapa menit waktunya untuk menjawab atau ayah me-nego-kan waktu untuk berdiskusi sama Azzam,,

Ayah mungkin yang memiliki ekstra kesabaran karena Azzam memang seperti punya “kenikmatan” sendiri kalau ngobrol sama Ayah,, sepulang kerja, ayah yang harus dengan sabar meladeni beragam cerita Azzam padahal ayah sudah seharian sibuk diluar rumah,,

Ya,, banyak pertanyaan yang keluar di banyak waktu,, Bunda dan Ayah sepakat untuk sebisa mungkin menghadirkan diri untuk bisa menjawab berbagai pertanyaannya,, mulai dari yang sederhana sampai yang ayah dan bunda tidak tahu jawabannya dan kami mencari jawabannya bersama sama,,

Kami memang sepakat untuk menanam semangat mencari tahu dan sebisa mungkin tidak mematahkan semangatnya hanya karena kami sedang merasa lelah,, Tidak mudah memang, kadang kadang kami juga mungkin merasa malas atau enggan menjelaskan,, tapi kami berusaha dan belajar,,

Azzam bertanya ketika kami bepergian,, Azzam bertanya berbagai pertanyaan ketika kami menonton TV,, Azzam bertanya ketika bermain,, Azzam bertanya ketika membaca buku Iqro nya,, Azzam bertanya dan bertanya,,

Pagi ini pun Azzam bertanya,, Sambil menunjuk kaca mata bunda Azzam bilang “Bunda, ini pupil ya,,?”,,

“Iya,,” jawab bunda “ini yang warna hitam namanya pupil atau disebut juga anak mata,,” lanjut bunda menerangkan,,

“Pupil itu anak mata,, kalo bapak mata yang mana,,??” tanya Azzam

Pertanyaan lanjutan yang Bunda tidak tahu jawabannya,, !!

Mainan Keseimbangan,,

Siang menjelang sore tadi ayah membuatkan Azzam mainan keseimbangan,,

Ayah membuatkan Azzam mainan yang terdiri dari 2 buah kelereng besar (kelereng nikelodeon hadiah dari belanja di hypermart) yang diikat (pake karet gelang) pada 2 bilah lidi (bekas tusuk sate) yang disusun sedemikian rupa dengan bantuan dua lidi lain sehingga membentuk susunan keseimbangan,,

Terinspirasi dari mainan ayah waktu kecil,,bedanya kalau dulu mainan yang ayah buat bandulannya dari biji salak,, sekarang ayah membuatkan Azzam dari kelereng, kelerengnya dibungkus plastik putih dan diberi gambar mata, hidung dan mulut dengan spidol,, Mainan sederhana tapi Azzam excited sekali dengan mainanya,,

Berbagai macam pertanyaan terlontar,, dan dijawab dengan sederhana sama ayah,,

” Ayah,,kok ga jatuh ya,,? kok bisa goyang goyang,,?” tanya azzam sambil menunjukan mainan barunya yang diperagakan dengan satu jari. ” Ya, karena seimbang,, berat dua benda yang ada di kiri dan kanan,, ” ayah menjelaskan,,

Tapi rupanya jawaban tidak terlalu penting buat Azzam,, Azzam lebih bersemangat memainkannya dan mencoba meletakkan mainannya di berbagai tempat,, Mulai dari ujung jari, diatas maian truk kayunya, diatas botol, didepan kipas angin sambil memutar mutar maiannya sampai diletakkan di tripod ayah,,

Azzam main, main dan main,, sampai mainannya dibawa tidur,,

Ahh,, ngga terasa Azzam main sambil belajar tentang konsep Keseimbangan Benda Tegar,, Insyaalloh satu hari nanti Azzam akan belajar dengan lebih kompleks ya Nak,,

Tetap semangat main,, tetap semangat belajar,,

Happy learning,,

“Pestanya Kota Seribu Sungai,,”

Malam minggu memang waktu kami biasanya keliling keliling kota dan menikmati waktu waktu kami di Banjarmasin (karena sesudah nanti ayah dipindahtugaskan “lagi” kami pasti kangen Banjarmasin seperti kami kangen kota kota yang pernah kami datangi,,)

Entah memang sudah menjadi tradisi atau hanya hiburan semata, yang jelas malam tadi ribuan orang berkumpul dalam satu lokasi di pinggir sungai didepan kantor gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Rupanya kemarin 24 September 2011 adalah malam ulang tahun kota Banjarmasin yang ke-485. Suguhan acara malam tadi adalah Karnaval Perahu Hias, yang pesertanya adalah semua warga di Banjarmasin boleh turut serta. Karena Banjarmasin dikenal dengan sebutan kota seribu sungai jadi acaranya pun dikemas di jalur sungai sambil mengampanyekan sungai bersih dari sampah. Para peserta karnaval semuanya menghias perahu jukungnya dan kelotok -sebutan transportasi sungai di Banjarmasin- dengan berbagai macam tema. Ada yang menghias dengan menampilkan budaya daerah dari seluruh indonesia dan tak ketinggalan perahu hias juga diramaikan oleh peserta dari kantor dan lembaga perusahaan yang ada di Banjarmasin. Malam tadi begitu meriah, semua jalur akses menuju tempat berlangsungnya karrnaval perahu hias macet total sampai kami harus berjalan kaki dengan memarkir kendaraan yang jauh dari lokasi acara. Malam itu seperti menyimpan kenangan tersendiri yang belum kami temui di jakarta. Andai saja sungai di ciliwung itu bersih pasti acara seperti ini akan bisa juga digelar saat Ibu kota Jakarta merayakan hari jadinya.

Keramaian juga terlihat ketika saat menjelang malam takbiran kemarin, dan kami ikut merasakan juga berbaur dengan masyarakat di Banjarmasin. Agak sedikit berbeda karena yang digelar adalah kendaraan hias yang bertemakan menyambut kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Konsentrasi masyarakat berkumpul di depan Masjid Raya Sabilul Muhtadin dipusat kota. Riuh pesta kemenangan malam itu dilengkapi juga dengan suguhan kembang api yang ikut mewarnai langit malam takbiran kami di kota seribu sungai ini.

Alhamdulillah begitu besar kenikmatan yang kami rasakan, dapat mengenal dan banyak belajar dari saudara-saudara kami di Banjarmasin.

Kami diberi kesempatan belajar amat banyak,, Alloh mudahkan kami untuk belajar mengenal berbagai kharakter dan budaya secara langsung,, Terimakasih Alloh,, atas seluruh karunia,,

Dicintai Dengan Sadar,,,

Dicintai sesungguhnya adalah konsekuensi logis dari mencintai,, karena dengan mencintai kita akan dicintai,, Tapi ternyata tidak mudah memahami dan menyadari dua kata mencintai dan dicintai,,

Pada setiap kayuhan biduk,, rasa dari 2 kata itu mungkin mengalami  pasang dan surut,, yang menjadi pengikatnya adalah rasa tenang ketika berdampingan,, Ya,, ketenangan jiwa yang mengikat satu sama lain,,

Setiap kayuhan biduk akan membuat rasa dari dua kata itu berpilin,,, Ya,, berpilin dan mengikat dua orang yang berpasangan,, sehingga yang satu akan menjadi cerminan bagi yang lain,, kalimat yang keluar dari satu orang tidak lagi hanya hasil dari jiwa orang itu tapi dia sudah menjadi cerminan dari pilinan jiwa,,

Begitu kami mungkin belajar memaknai kebersamaan,, Kami satu sama lain sesungguhnya telah saling berpilin,, setiap kata yang keluar dari kami adalah sesungguhnya cerminan dari kebersamaan jiwa kami,, Ya,, jiwa kami telah saling meng-influence,, jiwa kami saling mengenal dan mempengaruhi,, Pilinan jiwa kamilah yang membuat kami tumbuh,,

Pilinan itu masih terus berproses,, memanjang dan memanjang sampai kami bisa memaknai kalimat
“sesungguhnya pasangan itu adalah pakaian bagi pasangannya,,”

Seperti kalimat indah dalam Qur’an Surah  Al-Baqarah : 187, ”…mereka (istri-istri) adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka…”

Bukan,, bukan sekedar menutupi aib,, bukan sekedar untuk menjadi perhiasan,, tapi lebih dari itu,, Sampai apa apa yang tertampak pada diri kami adalah cerminan bahwa kami satu sama lain saling berpilin dan membangun,, Meng-influence satu sama lain dengan panduan Qur’an yang Mulia,,

Robbi,, terimakasih atas seluruh rasa dicinta,, setelah sekian lama terasa sulit mempercayai,, dan tak adil rasanya jika tak jua percaya,,

Lindungi  pilinan jiwa kami Alloh,, Berkahi seluruh proses tumbuh kembangnya,, Semoga ketenangan,ketentraman dan rahmah itu ternaung dalam kasih sayang Mu,,

Bila sulit bagi kami siapa yang lebih mencintai ataupun dicintai, duhai Alloh,, Satu pinta, hidupkan kami bersama sama dan panggil kami bersama sama,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,

” Izinkan Aku Menjadi Imam mu,,,”

Kau mimpiku aku tak bohong,,,Bukan karena aku laki-laki,,,
Bukan juga karena aku lurus tak seperti sulbi,,,
Bukan karena aku kuat engkau yang lemah,,,
Bukan juga karena aku berwibawa atau perkasa,,,
Bukan dan bukan karena itu semua,,,

Pada diirimu melekat kesucian,,,
Dirimu juga berasal dari separuh rusukku,,,
Dirimu lembut penyayang juga tidak kasar,,,
Dirimu megah luas hati untuk menerima,,,
Semuanya ada padamu hanya ada di dirimu,,,

Ketika ku tak mampu berdiri kau datang menyerahkan dirimu untuk kubersandar,,,
Ketika ku tak mampu melihat kau pegang erat tanganku untuk menjadi tongkat,,,
Ketika ku bermimpi dirimulah yang membawaku pergi kenirwana nyata,,,
Ku akui ku butuh semuanya itu,,,

Kadang kuhanya bisa memerintah tanpa tau kalau kau lelah,,,
Kadang kupernah marah tanpa kusadar kau begitu penyabar,,,
Kadang kupernah memaki padahal dirimu sangat mencintai,,,
Dan saat kutak berdaya engkaulah yang memuji diriku agar tetap istiqomah,,,

Disetiap saat malamku kau tetap terjaga dari tidurmu,,,
Bait do’a-do’aku tak sepanjang pengharapanmu,,,
Sungguh kumerasa tentram berada disampingmu,,,
Munajatku ingin selalu bersamamu,,,

Cintaku izinkan aku menjadi Imam mu,,,

Banjarmasin, Jumat 23 September 2011 Ba’da Ashar

Antara Jajan dan Beli Buku,,,

Tulisan ini ditulis karena bunda kangen sama tetangga tetangga di Depok,,
Satu hari ada beberapa tetangga main kerumah,, Anak anaknya main sama Azzam dan para ibu ngobrol ngalor ngidul (didepan rumah memang ada space kecil yang sering dipakai anak anak tetangga main),,

Sampai satu kesempatan beberapa ibu masuk dan melongok rak buku yang memang ada diruang tamu,,

“Waah buku buku Azzam banyak dan mahal mahal ya,,” seorang ibu berkomentar sambil melihat lihat buku Azzam

“Kalo kita mah udah ga kebeli yang kaya gini nih,, buat jajan aja udah abis,, ” sambung yang lain

“Emang biasanya sehari jajan habis berapa Mpo,,?” Tanyaku pada seorang ibu (anaknya yang kecil seusia Azzam 2 bulan lebih tua dari Azzam)

“Buat si ade aja sehari bisa abis 15 ribu itu belom naek odong odong, buat abangnya ya segitu juga deh paling ayahnya suka nambahin dikit,,” jawab sang ibu

“Oo,,”gumamku
“Azzam mah enak ya, ga kenal jajan,,” sahut ibu yang lain,,
“Yaah sama aja, namanya juga anak anak, lg seneng senengnya ngemil,, Alhamdulillah Azzamnya ngemilnya yang gampang gampang,,” lanjutku

Azzam memang agak beda urusan ngemil, camilan Azzam “cuma” wortel kukus, jagung rebus, labusiem mini kukus, gorengan gorengan yang bunda masak, pisang, Jelly buatan bunda atau camilan yang dibeli diwarung samping rumah (wafer, Gery chocholatos, Bengbeng, Better, biskuat dll) yang mungkin memang tidak sevariatif teman teman seusianya,,

Mungkin memang tidak menghabiskan banyak biaya untuk mengkhususkan “Jajan” sampai hari ini pun Azzam tidak terlalu familiar dengan bahasa jajan dan tidak punya budget harian untuk jajan,, Azzam cukup qonaah dengan makanan rumahan walaupun dia sering lihat anak anak lain membawa uang untuk jajan,, (disamping kontrakan kami ada tetangga yang jual es pop ice dan minuman buah buahan 500 rupiahan dan aneka makanan chiki atau nuget dan otak otak goreng)

Menarik untuk bahan diskusi dengan ayah,, Menurut kami urusan rumah tangga sekecil apapun menarik untuk menjadi bahan diskusi karena ada nilai keluarga didalamnya,,,

Memilih antara mengeluarkan uang untuk “budget” jajan anak atau membeli buku adalah sebuah keputusan keluarga,,  Bunda pribadi merasa heran, bagaimana sebuah keluarga bisa mengeluarkan uang yang (menurut bunda) cukup besar untuk jajan anak sementara merasa berat mengeluarkannya untuk membeli buku,,,

Kalau dilihat buku buku Azzam sebenarnya pun bukanlah buku buku yang “mahal”,, kami memang relatif sering hunting buku buku diskon terutama untuk buku anak,, Buku yang terakhir dibeli Azzam pun adalah hasil “tabungan angpau”nya,, Buku buku Alphabet (English), buku cerita anak anak, Ensiklopedia cilik, dan masih banyak bukupun kami beli dengan kisaran harga Rp 5000 s/d Rp 10.000. Atau buku ensiklopedia yang lebih tebal, educomic, kamus anak kami beli dengan harga tidak lebih dari Rp 50,000,, Kami pun dibeberapa kesempatan sering berjalan jalan ke tukang buku loak untuk hunting buku murah tapi berkualitas,,, Alat bantu belajar membaca dan belajar bahasa Inggris Azzam (yang di toko buku lebih dari Rp 150.000) bisa kami beli dengan harga tidak lebih dari Rp 15.000 (hasil menelusuri bongkaran buku import di pasar pinggir jalan,,,)

Jika dihitung dan dibandingkan dengan uang jajan teman teman Azzam mungkin uang jajan mereka sehari lebih besar dari harga satu buah buku Azzam yang kalau dihitung apabila mereka menghemat uang jajan Rp 10.000 saja perhari mungkin setiap bulan mereka bisa menambah koleksi buku 30 buah buku tiap bulannya,,, Wuaaah pasti koleksinya lebih banyak dari Azzam,,,

Lantas mengapa sebuah keluarga bisa mengeluarkan uang lebih dari Rp 30.000 perharinya untuk jajan (mungkin lebih untuk sebuah keluarga dengan 3 anak) tetapi terasa berat jika harus mengeluarkannya untuk membeli buku,,,??

Inilah yang mungkin kami sebut dengan salah satu nilai keluarga,, Bunda dan Ayah mendidik Azzam untuk tidak malu tidak memiliki uang jajan tetap setiap harinya atau tidak jajan seperti anak anak seusianya dan Bunda berusaha supaya Azzam merasa cukup dengan makana rumahan yang ada,, (walaupun tidak mudah untuk anak seusia Azzam yang sudah terpapar iklan makanan ringan ditelevisi,,,) Disisi lain bunda dan Ayah menanamkan kecintaan terhadap ilmu melalui membaca buku,,, (kadang pun kalau Azzam menabung dan diminta memilih tabungannya mau dibelikan apa, Azzam sering kali memilih buku atau majalah yang diinginkannya,,,)

Kami memang masih belajar,,, belajar untuk membangun sebuah keluarga dengan nilai dan hikmah didalamnya,, Berharap agar Alloh limpahkan kehidupan yang berkah pada kami dan berharap agar Alloh memberkahi kami dengan ilmu yang akan membimbing dan menghantarkan kami menuju tangga Ma’rifah pada -Nya,,, Aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,,

” Biar Tekor Asal Kesohor,,,”

Ungkapan tersebut diatas tidak mewakili sifat dari bahasa suku tertentu. Namun makna dari ungkapan itu sendiri yang menjadi fenomena ditengah masyarakat kita. Budaya konsumtif yang tak pernah tau pangkal dan ujungnya menjadi dasar yang selalu menghampiri setiap kebutuhan manusia. Mulai dari kebutuhan sandang, pangan dan papan semua itu memang kebutuhan yang paling sederhana demi keberlangsungan hidup.

Lain hal ketika semua kebutuhan pokok untuk hidup sudah dapat dipenuhi, bagaimana apabila sebaliknya. Kemajuan zaman dan perubahan gaya hidup sangat mempengaruhi untuk sebagian orang. Apalagi bila tak berlandaskan ilmu yang dapat menjadi penyaring dari derasnya informasi global. Tak dapat disangkal kita pasti akan hanyut terbawa moderenisasi yang bisa membuat lupa makna kesederhanaan.

Keinginan akan menjadi sumber penderitaan. Tak peduli lagi darimana sumber datangnya rezeki. Tak didengar lagi memberi itu dapat menerangkan hati. Iri telah menjadi falsafah hidup agar dapat selalu memiliki. Ingin bahagia malah susah yang didapat karena keinginan yang memaksa untuk berbuat. Semuanya itu hanya untuk terlihat oleh mata manusia saja.

Terlalu banyak contoh yang dapat digambarkan, seperti pinjaman uang dengan bunga jeratan rentenir ketika menikahkan anak dengan memilih suguhan pesta semalam suntuk demi atas nama keluarga,,,juga sama ketika terpaksa membelikan laptop untuk si buyung yang merengek agar dapat seperti teman sekelasnya disekolah dasar, walau sebenarnya sewa kontrakan menunggu jawaban  wajib tiap bulannya ,,,Atau ada pula Si ibu muda yang sangat bangga bila lipatan dompetnya terbuka saat belanja terlihat berjajar deretan kartu kredit dari berjenis bank yang ada hanya untuk setiap mata, padahal ibu muda itu harus kucing-kucingan dengan penagih gagah yang setia menunggu dimuka rumah.

Cara menjalani hidup yang “dipaksakan” akan menjadikan kita keluar dari jati diri manusia itu sendiri. Ia tak akan kenal lagi indahnya berbagi apalagi memberi. Ia juga akan lupa bersyukur yang akan membawa menjadi kufur. Semakin hari akan semakin termotifasi untuk menjadi manusia yang berlebih. Bila dirumahtangga perannya dimainkan suami, sudah pasti isteri dan anak yang akan mengikuti demi pilihan hidup sehari-hari.

Alloh tak pernah melarang kita untuk menjadi kaya, dan semiskin-miskinnya manusia pasti terjamin karena sudah ada ketetapan tentang rizkinya. Tinggal bagaimana kita mengelola nikmat kaya atau miskin itu dengan bijaksana karena semua berasal dariNya dan akan kembali padaNya.
Semua yang kita punya adalah titipan, sama seperti manusia saat lahir kedunia tak memakai sehelai benang pun dan tak ada yang terbawa ketika jasad masuk keliang tanah ketika kita meninggalkan dunia.

Akhirnya kita semua mesti kembali sadar, bahwa waktu untuk hidup didunia ini hanya sekejab saja. Pilihlah jalan yang dapat membawa kita megumpulkan bekal untuk hidup yang lebih kekal. Disana semua tempat dipenuhi keberkahan tak seperti didunia sekarang yang penuh dengan kepalsuan.

Beduk lohor ketan diragiin…
Ngadonin tape kaga boleh mere…
Kalo cuma lantaran nyari kesohor…
Bakalan rugi lu jadi orang kaye…

“Aku mau main Emco yang besar sama Malaikat Mikail di Syurga,,”

Itu kalimat Azzam sore tadi,,

Azzam memang diizinkan lagi main mainan bongkar pasang Emco setelah sebelumnya disita Ayah karena Azzam main Emconya ditabrak tabrak sementara ada part yang tajam (dan ayah khawatir melukai Azzam)

Mulai kemarin memang mainan itu diizinkan dimainkan lagi setelah dengan perjanjian Azzam main “dengan lebih aman” tidak ditumbuk tumbuk dan ditabrak tabrak,,

Ba’da Sholat Jumat Azzam sibuk dengan Emco dan pesawat jetnya,, Sambil terus ngoceh cerita tentang Emco Tow Truck dan mobil pemadam kebakaran yang dia modif pasang silang,, Bunda  bilang “Yaa tabungan Azzam masih sedikit ya,,??”,, “Iya, emang bunda mau beli apa,,?” Tanya Azzam,,

“Beli apa aja deh,,”jawab bunda
“Kalo aku sih mau beli Emco yang besar yang ada truk pemadam kebakarannya,,” Lanjut Azzam
“Yaa itu mahal banget De,,” tanggap bunda
“Ya udah nanti aku mau minta di Syurga aja Emco yang besar yang pemadam kebakaran…” eh engga deh yang Bandara aja yang banyak,, Terus aku ajak Malaikat Mikail main sama aku,,” terang Azzam panjang lebar,,
Bunda yang tiduran disamping Azzam menoleh melihat Azzam yang masih asik main,,
“Kok ajak malaikat main De,,?Emang boleh,,?” tanya bunda,,
“Boleh,,” jawab Azzam, “Kan Malaikat Mikail yang kasih mainan,, jadi aku ajak main,,” lanjut Azzam disambung Azzam sambil bernasyid Raihan tentang Mengenal Malaikat yang dinasyidkan agak kacau tanpa nada yang pas,,, (he he bunda ngga hapal nasyidnya tapi sering nasyidin didepan Azzam trus Azzam ngikutin sambil menghafal tugas tugas Malaikat)

“Emangnya malaikatnya ngga sibuk,,” Lanjut bunda kembali bertanya,,?
“Engga lah,,, kalo malaikat Malik baru sibuk,,”jawab Azzam dengan suara ekspresif ala Azzam,,,
“Sibuk apa,,? “Sahut bunda,,,
“Sibuk karena harus menjaga pintu Neraka,,” jawab Azzam,,,
“Terus kalo malaikat Ridwan,,?” Tanya bunda lagi,,,
“Nah itu baru boleh diajak main juga,, kan adanya di pintu Syurga” jawab Azzam sambil tangannya terus main mobilan,,

“He he,, percakapan yang mungkin tidak “begitu biasa”,, Malaikat kok mau diajak main,, Tapi ngga ada yang ngga mungkin ya Nak,, Mudah mudahan Alloh kabulkan keinginannya Azzam satu saat nanti,, Semoga Alloh jaga Azzam tetap dalam fitrah,, Aamiin yaa Robbal ‘Aalaamiin,,

Memilih Buku Untuk Anak,,,

Sepekan lalu kami bertiga ‘jalan jalan” ke Gramedia,, (di Banjarmasin ini tempat refreshing favorit ya memang toko buku,,), Azzam mau membelanjakan uang angpaunya,, he he,,

Di Gramedia Azzam jalan jalan keliling keliling pilih pilih buku,, mulai dari mengambil majalah Cars, majalah **X,, majalah Konstruksi (loh kok konstruksi,,? Iya Azzam pilih majalah sendiri karena Azzam suka lihat gambar gambar alat berat yang ada didalamnya), bongkar bongkar buku mewarnai pesawat tempur, mobil balap, mobil antik, alat transportasi (sambil berlatih membaca sedikit cerita didalam buku), bongkar bongkar dan baca ensiklopedia bangunan (waaah yang ini harganya diluar besaran angpau Azzam) yang Azzam kelihatannya sukaaaaa banget,, dan ngga mau beralih ke buku lain,, pilah pilih ensiklopedi sederhana yang ngga terlalu banyak tulisan dan lebih dominan gambar,, sambil terus komentar, tanya tanya,, dan cerita tentang gambar gambar yang dilihatnya dan ngga capek capeknya ngomong,,,,

Sampai akhirnya Azzam menjatuhkan pilihan (hasil diskusi dan timbang menimbang sama bunda juga,,) pada Buku Seri Sains Dasar nya media Elex Komputindo tentang Energi,,,

Ada beberapa pertimbangan yang bunda sampaikan ke Azzam ,, Pertama Azzam menaruh majalah Cars kembali karena Azzam dirumah sudah punya beberapa majalah dan Azzam juga sudah punya 2 CD cars,,

Azzam meletakkan majalah **X yang didalamnya banyak gambar mobil yang menarik hatinya karena bunda memberitahu bahwa di majalah itu lebih banyak Iklannya dibanding hal hal yang mungkin bisa dipelajari,,,Alhamdulillah Azzam meletakkanya dengan ringan,,

Untuk hal iklan ini memang hasil kebijakan Ayah Bunda (yang InsyaAlloh coba dipahamkan pada Azzam) bahwa iklan itu akan sangat menginfluence Azzam (atau anak anak seusianya dan mungkin juga orang tua dalam memilih sesuatu,, ). Kami berdua memang sedang belajar untuk menanamkan makna “cukup’ dan sederhana (baca; sesuai kebutuhan) pada Azzam,, jadi kami berdua menjelaskan pada Azzam bahwa iklan akan mendorong kita untuk memiliki sesuatu yang mungkin itu bukan kebutuhan kita dan mungkin akan mendorong kita untuk “hidup” berlebihan,, Kami memang sedang belajar untuk tidak menjadi konsumtif walaupun mungkin secara rizqi Alloh mudahkan untuk memiliki sesuatu,,  Alhamdulilah,,, Segala Puji bagi Alloh,, Azzam bisa dilatih untuk tidak harus memenuhi apa yang dia mau,, Kami melatih Azzam untuk menabung dan berinfaq,, menabung untuk memenuhi kebutuhan atau apa yang dia inginkan didunia (ditambah berdoa agar Alloh melapangkan rizqi untuk Ayah Bunda dan Azzam) dan berinfaq untuk tabungannya kelak di yaumil akhir,,

Buku buku yang lain (buku mewarnai yang didalamnya ada sedikit informasi tentang vehicle misal mobil mobil, pesawat tempur, kapal selam, ATV, motor cross dl) Azzam letakkan karena memang dia rasa sudah cukup melihat lihat lihat gambar dan membaca keterangannya dan dirumah juga sudah cukup banyak Azzam dipapar oleh coloring book hasil download dari beberapa web yang dia pilih sendiri (apa yang mau dia warnai),,

Nah pilihannya akhirnya jatuh pada beberapa ensiklopedia yang menurut dia menarik (entah mungkin lebih utama dari gambar atau dari hal yang sudah sering Azzam dengar),, Azzam susah sekali melepas ensiklopedia bangunannya,, tapi karena memang over budget dari uang angpaunya Azzam, bunda memintanya untuk menabung lebih dahulu, akhirnya pilihannya jatuh pada buku Energi,,,

Ada hal yang menarik yang mungkin justru bunda lihat dari orang tua lain yang sama sama memilihkan buku untuk anaknya,,

Bersamaan dengan Azzam ada seorang anak yang mungkin usianya lebih tua sedikit dari Azzam (sekitar 5 – 6 tahunan lah) yang sedang memilih buku Barbie,, (anaknya perempuan)

Tidak berapa lama orang tua anak ini datang dan bertanya apakah anaknya sudah selesai memilih buku,, Sang anak menjawab sudah,,  “Mau buku yang ini”, jawap gadis kecil itu,, Ibunya hanya menjawab “Bener yang ini,,  Barbie Suka Pesta Pernikahan, ya sudah bawa” sahut sang Ibu menanggapi sambil melihat harga, tanpa membuka halaman buku ,,

Bunda terdiam dan sedikit bingung,, Buku Barbie Suka Pesta Pernikahan, Penulis: Mattel, Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Harga: Rp 23.000. Buku yang menarik dari sisi gambar dan juga mungkin harganya “cukup” terjangkau,,

Bukan dari harga yang membuat bunda terdiam,,

Bunda pelan membuka buku dan sekilas melihat isi buku,, Tentang barbie yang menemani temannya yang akan menikah memilih tempat pesta, gaun, dan bunga bunga,,

Bunda berpikir kira kira apa yang akan disampaikan orang tua melalui buku itu ya,, ?? mungkin ada dan pasti ada manfaat misal untuk membuat anak tertarik membaca karena gambarnya indah,, dan anak juga bisa belajar nilai sesama sahabat harus saling membantu,,,

Tetapi untuk anak seusia itu (menurut kami ayah dan bunda) Nilai keluarga itu penting sekali untuk ditanamkan dan BUKU adalah salah satu sarana untuk menanamkan nilai,,,

Untuk anak balita (lagi lagi menurut kami) dia tidak akan mudah begitu saja menyerap nilai yang tersirat, orangtualah yang berperan untuk mendampingi,, Anak akan lebih mudah menyerap hal hal yang terlihat, misal pakaian bagus, kamar bagus, mainan bagus, perhiasan, pernak pernik atau hal hal yang menarik lainnya,, hal inilah yang biasanya mendorong anak untuk meniru dan berusaha memiliki,, Ingin pakaian princess misalnya atau ingin kamar seperti kamar barbie misalnya,, (seperti azzam yang juga suka pernak pernik Mc Queen,,)

Tapi untuk menjelaskan apa itu pesta pernikahan dan hal hal pelengkap pesta pernikahan,,, Apa ya yang akan dijelaskan orang tua pada anaknya,,? atau kira kira nilai apa ya yang akan disampaikan orang tua pada anaknya,,,?

Mungkin disinilah akhirnya kebijakan orang tua mendampingi anak dalam memilih buku bacaan dan juga media yang diaksesnya (televisi, games, ataupun halaman halaman maya) sesuai dengan hal hal yang ingin di tanamkan karena seluruh media itu pada dasarnya adalah SARANA,,

Diatas semua pendapat kami, kami yakin anak tetap belajar jauh lebih banyak dari apa yang dibayangkan orang tua,,

Dan diujung seluruh usaha menanam yang dilakukan kami orang tua,, kami menutupnya dengan doa agar Alloh menjaga Azzam tetap dalam fitrahnya,, Aamiin,,

Sibuk,, Sibuk,,

Alhamdulillah sepekan ini kami bertiga “sibuk” belajar,,

Ayah sedang memperdalam teknik fotografinya jadi sibuk browsing sana sini. baca sana sini dan praktek sana sini,,, (mudah mudahan selalu menuju hasil yang lebih baik ya ayaaahh,,,) Plus ayah juga sibuk dengan uji coba photo editingnya,,,

Azzam sibuk belajar dari buku barunya,,, Buku seri sains dasar (keluaran elex media komputindo) tentang Energi,,, -Azzam beli buku itu dari uang angpau lebarannya loh,,,, (he he,, enak ya anak anak dapet angpau,,, )-.

Azzam belajar mengenal sumber sumber energi,, dan melakukan beberapa percobaan sederhana,, Azzam sibuk mengidentifikasi sumber energi dari alat alat rumah tangga TV, kipas angin, komputer, yang menggunakan energi listrik,,, Azzam juga belajar mengamati energi air sebagai salah satu sumber energi,, Azzam belajar energi batre dari mainan elektrik dan keretanya,,

Azzam juga belajar berhitung,, tetap dengan alat bantu yang ada disekelilingnya,, termasuk kali ini pake alat bantu hangger untuk cucian bunda yang warna warni,,, (Sambil bantu bunda menjemur,, Azzam belajar berhitung he he,,),, azzam tetap berlatih mengerjakan IXL mathnya,,

Azzam juga terus berlatih membaca kalimat sederhana (terdiri dari 4 – 5 kata,,, Sa-ya su-ka ro-ti ra-sa ke-ju,,) dan Azzam juga menggambar,,, kali ini ada objek gambar baru,,, Lebah,,,!! (Azzam menggambar mencontoh gambar kertas kado dari ayah,,,)

Iya, Ayah belikan Azzam handuk baru yang dibungkus kertas kado yang banyak gambar mobil, kereta, gedung dan lebah,,, Azzam belajar menggambar objek dengan meniru gambar kertas kado itu,,, Waaah belajar itu selalu menyenangkan ya,,,,

Azzam juga sibuk belajar sambil main pesawat jet baru hasil bongkar tabungannya (ditambahin juga sama ayah ding,,,),, , sibuk main mobil,, main, main, dan main,,

Azzam masih terus belajar Iqro,, menghafal Quran sedikit demi sedikit,, mendisiplinkan berdoa,, dan memperbaiki sholatnya,,,

Bunda,,, ?? sibuk apa ya,,,?? Bunda sibuk menemani Ayah dan Azzam,,,, he he,,, sibuk juga nihh,, malahan lebih sibuk dari yang ditemenin,,,

Alhamdulillah,, segala puji bagi Alloh yang menghadiahi kami proses tumbuh dan berkembang bersama dalam bahagia,,,

Hari ini,, 9 September 2011/ 11 Syawal 1432

Hari ini 74 tahun lalu ditanggal Masehi, Alloh berikan dirinya hidup,, Hari ini 4 bulan lalu ditanggal Hijriah, Alloh cukupkan waktu hidupnya,, Insya Alloh selalu terpanjat doa semoga Alloh membahagiakannya dikehidupan abadinya,, Aamiin,,

Robbanna limpahkan keberkahan atas kehidupan kami,, dan semoga kebahagiaan kami membahagiakan dirinya,,,

Selalu abadi senyummu bapak,, dalam ingatan kami,,

Idul Fitri Kami,,

Segala Puji bagi Alloh yang menghadiahi kami anugrah kebahagiaan yang tak berbatas,, Kali ini Alloh memberikan kami rizqi berhari raya Idul Fitri di bumi Banjarmasin,, Sungguh rizqi yang luar biasa untuk kami,, Semakin Alloh memperjalankan kami berpindah pindah tempat diatas bumi Nya,, Semakin kami mensyukuri bahwa anugrah kebersamaan kami adalah rizqi yang luar biasa,, Dengan rizqi kebersamaan itu kami tumbuh dan berkembang bersama, Dimanapun kami diperjalankan Alloh selama kami bersama sama maka hal itu cukup bagi kami,,

Berharap seluruh pahatan kami dalam mencari pahala bisa menghasilkan sebuah bangunan yang indah yang dapat kami lihat di yaumil akhir kelak,,

Kami tutup Ramadhan ini dengan doa, semoga Alloh merizqikan Ramadhan kembali pada kami tetap dalam kebersamaan yang indah dan dalam kehidupan yang lebih baik,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,,

Kudidik Anakku Dalam Doa,,,

Rabb,, ku didik anakku dalam doa                                                                                                        Saat diriku tak lagi menjadi idola                                                                                                                 Kulihat kecewaku semakin menduka                                                                                                            dalam cita dan rasa                                                                                                                            ketika pendidik tak lagi mulia.                                                                                                                Kini ku baca suasana tak lagi cerah                                                                                                      seperti saat mereka melukis sejarah                                                                                                            dengan nuansa penuh rahmah.

Adakah kesempatan bagiku mengulang kemuliaan                                                                                        walau lewat kata kadang miskin ketulusan.                                                                                                  Mungkinkah ku bangun kembali peradaban                                                                                                 walau dengan cita kurang wawasan.                                                                                                          Jika semua takkan terulang                                                                                                                  Kumohon titip anakku untuk masa depan.

Rabb, mohon sampaikan cinta dan citaku                                                                                                pada nalar dan nurani anakku                                                                                                                  agar tak menuntutku di haribaan-Mu.                                                                                                     Kucoba dialog dengannya dengan kata                                                                                                          Kucoba cintai dia dengan harta                                                                                                             Namun tampak sia sia                                                                                                                              Kurindukan dia saat mengelana                                                                                                          Kudekap dia dalam suka ketika canda                                                                                                   Kadang kubentak saat dia tak beretika                                                                                                       Namun tak mampu kulepas dari duka                                                                                                     Karena sukmanya hanya ditangan Mu

Rabb, di sini kutatap masa depannya                                                                                                          diantara kepribadian bangsanya                                                                                                             ditengah peradaban lawannya                                                                                                                 dibalik cita ayah-bundanya                                                                                                                       disekitar cara hidup sahabatnya                                                                                                            didalam sentuhan gurunya dan dihadapan,,,umatnya.                                                                                                                                Kulihat diriku semakin tak kuasa                                                                                                         mengantarnya kejenjang alam nyata                                                                                                        yang penuh budaya rekayasa.

Harapanku hanya tinggal doa                                                                                                                    walau tak bermakna                                                                                                                                karena tenggelam dalam angan                                                                                                              yang kian hari kian mengangkasa                                                                                                         hanya ini yang kuwariskan untuknya

kudidik anakku dalam doa,,,

 (Muslim Visioner, Amang Syafrudin)

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: