tunduk patuh,,,Bismillah,,

Segala puji bagi Alloh yang mengadiahkan kami kesempatan belajar yang tidak pernah habis,,

Dalam dalam beberapa bulan ini terasa sekali kami diberi berbagai “sarana” untuk berkonsentrasi pada pembangunan ruhiah,,

Banyak sekali kesempatan kesempatan untuk ngobrol dan diskusi dengan Azzam yang didasari kejadian kejadian yang Azzam alami,,

Seperti anak 5-6 tahun lainnya, Azzam sering kali “membantah” bunda dan ayah atau menunjukkan pemberontakannya ketika ayah dan bunda “menyuruh” mengerjakan sesuatu,, Ayah dan bunda memang sudah bersepakat untuk sebisa mungkin banyak ngobrol, berdiskusi dan menanamkan pada Azzam , bahwa segala yang dilakukan ayah bunda ketika menyuruh sesuatu atau mengingatkan sesuatu adalah bagian dari kami menunaikan perintah untuk “saling menasehati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran,,” dan hal ini juga berlaku dari Azzam pada ayah bunda.

Sebisa mungkin kami, ayah ,, dan bunda harus berusaha mengelola emosi walaupun jatuh bangun dan terkadang masih keluar bentakan tertahan,,

Sebisa mungkin kami dalam setiap kesempatan menanamkan, bahwa ketika kami dikumpulkan Alloh bersama sama, disitulah ada tugas kami untuk saling mengingatkan menjauhi keburukan dan memilih untuk mengisi setiap hari dengan kegiatan yang bermanfaat,,

Hmm,, jatuh bangunnya tidak terkatakan,, setiaapp hari bunda ngobrol dan “berdiskusi” (kalau tidak bisa dikatakan berdebat) sama Azzam tentang pilihan pilihan,, pilihan untuk hal hal keseharian yang dilakukan Azzam,, karena Azzam seriiinng sekali menunda nunda kegiatan kegiatannya yang ujungnya bisaanya kalau ada keinginan main yang tidak terlaksana, Azzam merajuk,,

Sampai akhirnya, bunda kelihatannya sering menutup diskusi dengan kalimat “Zam, kalau Azzam disayang Alloh, nanti Alloh sendiri deh yang ngingetin Azzam,,”

Dann subhanalloh,, bahwa ternyata kalimat bunda dikabul sama Alloh,, lebih dari 5 bulan ini, ternyata Alloh hadiahkan Azzam banyaaakkk sekali pengingatan pengingatan,,

Yang terakhir adalah kemarin,, Azzam jatuh dari atas kursi kayu jati dan ketiban kursi itu sampai tangannya memar biru, dan dengkulnya juga bengkak biru (karena plus kepentok kusen),, Alhamdulillah,, ‘ala kulli hal,,

Hmmm,, kok bisa bisanya yaa bunda bilang Alhamdulillah,, iyaaa beneerr, kalimat pertama yang bunda sebut waktu Azzam jatuh adalah Alhamdulillah,, karena pada saat itulah langsung ketemu “another aha moment” untuk ngobrol tentang kasih sayang Alloh dan saat itulah yang bunda syukuri karena begitu sayangnya Alloh pada Azzam sampai Alloh menghadiahkannya banyak momen untuk mengasah kejernihan ruhaninya,, Alhamdulillah alladzi b ini’matihi tatimmush shalihat (segala puji bagi Alloh yang karena nikmat Nya menjadi sempurna segala amal shaliih),,

Azzam nangis,, bunda ambil minyak trus mengurut kaki dan tangan Azzam sambil berdiskusi,,

Bunda minta Azzam beristighfar, minta ampun sama Alloh, dan kemudian sama sama mengusap kaki dan tangannya sambil berdoa,, “Allohumma Robbannaas adzhibil ba’sa wasyfih wa Antasy Syaafii laa syifaa a illa syifaauka syifaa a laa yughoodiru saqomaa,,”

“ Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain”  (HR Bukhari 535 dan Muslim 2191).

Sesudah tenang, bunda bilang Azzam sedang ditegur Alloh,, trus bunda tanya kenapa Azzam ditegur Alloh,, dan mengalirlah kalimat dari lisan kecilnya “ karena aku ngga dengerin bunda,, aku tunda tunda sholat Dhuha,,, “ Subhanalloh wal hamdulillah,,

Yaa,, sebelumnya memang Azzam sudah muter muter lari2 dikamar waktu diminta bunda bersegera pakai baju, setelah sebelumnya berlama lama main di kamar mandi, siram siram air ke tembok,, dan kejadian jatuh itu sendiri ketika Azzam sudah menenteng peci dan sajadah kecilnya, tapi ngga langsung digelar dan sholat, dan Azzam memilih naik keatas kursi,, lalu loncat daann jatuh,,

Subhanalloh wal hamdulillah,, luar biasa sekali Penjagaan Alloh atas Azzam,, karena kejadian kejadian untuk mengasah ruhiah seperti ini tidak sekali, Alloh hadiahkan pada Azzam,,

Bunda hanya mengambil momen untuk menjelaskan, bahwa ketika kita menjaga Alloh maka Alloh akan menjaga kita, dan tidak akan membiarkan kita memilih kegiatan yang tidak bermanfaat atau menunda nunda kebaikan yang lebih berat timbangan amalnya,,

Bahwa ketika Alloh sayang pada Azzam, Alloh akan menjaga Azzam dan Alloh akan mengingatkan Azzam ketika Azzam lalai,,
Bunda sedikit meriview beberapa peringatan Alloh sebelumnya untuk Azzam,,

Jadi satu hari sekitar sebulan lalu, sebelum ayah berangkat kantor, Azzam sudah menyusun jadwal hariannya dan berjanji untuk menepati jadwal yang sudah dibuat,, tapi begitu ayah berangkat, Azzam minta izin untuk main diluar karena ada beberapa teman yg main diluar, bunda izinkan dengan syarat tidak lama karena Azzam belum mandi,,
Ternyataaa sebentarnya Azzam ituu muluurr,, bunda ingatkan berkali kali Azzam masih asik lari sana sini, sampai akhirnya bunda masuk kedalam dan beres2 rumah,, Beberapa saat kemudian Azzam masuk dengan dengkul dan siku berdarah penuh tanah,, Azzam ngga berani nangis karena “sadar kesalahannya”,, Azzam Cuma bilang, “bunda, aku jatuh kesandung pipa prilon,,”. Bunda minta Azzam bersihkan luka2nya dengan air mengalir,, dan sesudah bersih bunda kasih betadine dilukanya,, lagi lagi bunda mendapat “aha” momen dari Alloh untuk ngobrol, diskusi, belajar dan mengajarkan Azzam melembutkan nurani,,

Yaa,, bunda ngobrol tentang Penjagaan Alloh atas Azzam supaya Azzam ingat dengan janjinya pada Ayah dan dirinya sendiri yang sudah dicatat oleh Alloh,, bunda jelaskan betapa Alloh sayaanng pada Azzam, sampai sampai, sedikiit saja Azzam salah, Alloh langsung menegur,,

Hmm,, banyaaakkk sekali sebenernya Alloh hadiahkan teguran teguran manis untuk Azzam,, dan sebanyak itu pula sebenarnya bunda mendapat kesempatan untuk mengenalkan kasih sayang Alloh atas Azzam,,

Ada satu kejadian yg insyaalloh tidak akan Azzam lupakan,, dan semoga akan menjadi pengingat untuk tidak berbohong,, aamiin,,

Satu hari dibeberapa bulan yang lalu,, seperti biasa Azzam mandi, dan ee’, bunda mengingatkan karena hari itu adalah jadwal Azzam main games, kalau Azzam mau cepat main games, Azzam jangan berlama lama main airnya,, tapi ternyata Azzam mengambil waktu lumayan lama buat main air dulu sebelum mandi,, nahh tibalah waktu ee’, setelah bunda tinggal, bunda tanya lagi apa Azzam sudah selesai ee’, Azzam jawab sudah,, dan langsung minta dibasuh,, seperti biasa bunda basuh pantat Azzam dan memandikan,, Azzam sudah minta cepat karena sudah terbayang main games,,

Keluar kamar mandi sambil handukan Azzam memegang perutnya dan berteriak sakiiitt,, lama lama Azzam menangis sambil tiduran di kasur,, Bunda cepat memborehi minyak kayu putih, bunda tanya “sakitnya kenapa,,? Bukannya Azzam tadi udah ee’,,”, Azzam tidak menjawab, tapi terus menangis,, akhirnya bunda bilang mungkin karena Azzam kelamaan main air,, Azzam juga tetap tidak menjawab,, sampai beberapa saat kemudian Azzam bilang, “Bunda tadi aku belum ee’,, Maaf,,,” sambil menangis lebih keras,,

Hmmmhh,, bunda minta Azzam bangun, dan kembali masuk kamar mandi,,
Selesai ee’, dibasuh bunda, keluarlah Azzam dengan wajah takut, karena sepanjang membasuh Azzam, bunda diam,,, akhirnya bunda tanya, “masih sakit perutnya,,?” ,, “engga,,,” jawab Azzam menunduk,,

Jadilah pagi itu kami berdiskusi cukup panjang tentang “berkata yang sebenarnya”,,

Karena memang bunda dan ayah sudah cukup sering membahas pentingnya berkata yang sebenarnya dalam kondisi apapun,, bunda tanya, “pernahkah Azzam membohongi bunda atau ayah sebelumnya,,?” Azzam bilang “ ngga pernah,,”. Bunda sambung dengan pertanyaan, “kenapa Azzam memutuskan untuk berbohong,,?”,, Azzam jawab, “karena mau cepet main games,,”,,

Bunda kembali mendapat “aha” momen untuk menjelaskan penjagaan Alloh atas Azzam, bahwa betapa Alloh tidak mengizinkan Azzam untuk berkata yang tidak sebenarnya,, karena Alloh sayaaaannngg pada Azzam,, bahwa sekali saja Azzam memilih untuk berbohong, untuk berkata yang tidak sebenarnya, Alloh langsung “menegur” Azzam,,

Subhanalloh wal hamdulillah,, betapa sebenarnya banyaaaakkkk sekali kesempatan kesempatan yang Alloh berikan untuk belajar kami,, dan betapa Alloh memenuhi janjiNya,, “Barang siapa yang menjaga Alloh maka Alloh akan menjaganya,,”

Bahwa kesempatan belajar itu masih teruuuss tersedia disepanjang usia kami,,

Wahai Alloh,, lembutkanlah nurani kami,, agar mudah kami menyerap seluruh kesempatan untuk belajar mengenalMu, merasakan pengawasan dan penjagaan Mu,,

Mudahkan kami untuk saling belajar dan saling mengingatkan,,

“Robbanaa atmimlanaa nuuronaa waghfirlanaa, innaka “alaa kulli syaiin qodiir,,”  ”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS At Tahrim ; 8)

Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,,