Hari hari kami adalah hari hari mengukir,, Ya mengukir pengenalan yang terus menerus pada Alloh,, Karena sesengguhnya Ma’rifatullah adalah fitrah jiwa,,  mengenalkan-alloh-pada-azzam-mengeluarkan-fitrah-jiwanya/

Fitrah jiwa yang tidak akan pernah berubah sampai manusia terakhir didunia ini dilahirkan,, Fitrahnya tetap sama karena persaksian yang diambil pada seluruh jiwa manusia tetap sama,,

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, QS Al A’raf : 172

Alastu bi rabbikum? Bala, syahidna”      Apakah Aku ini Tuhan kalian? Ya benar, kami menjadi saksi, bahwa Engkau adalah Tuhan kami,,

Setiap jiwa sampai jiwa yang terlahir didunia ini akan tetap mengakui dan menjadi saksi bahwa Alloh adalah Tuhan tempat tunduknya jiwa jiwa itu,,

Termasuk jiwa jiwa kami,,

Karena sadar bahwa membuka fitrah Azzam adalah menjadi tanggung jawab kami sebelum Azzam terpapar oleh begitu banyaknya keburukan dunia, maka dengan sadar, sedikit demi sedikit kami mengukir,,

Kami memang memutuskan untuk tidak menitipkan Azzam pada sekolah, maka Saat ini Ayah dan Bunda berkonsentrasi memupuk sedikit demi sedikit Ma’rifatul (pengenalan) Azzam terhadap Rukun Iman beserta penjelasan yang seluas luasnya dan bukan hanya menghafal,,

Ya,, sedikit demi sedikit kami akan mengenalkan Azzam pada Kitab Sucinya Al Qur’anul kariim,, dan inilah salah satu cara kami mengenalkannya pada Azzam,

Tiga hari terakhir ini Bunda dan Ayah bersama sama mengenalkan Alloh lewat ayat ayat Qouli dan Kauni pada Azzam, kami bersama sama membaca dan menginternalisasi Qur’an Surah An Nahl ayat 9 – 14 (6 ayat dari 9 ayat yang tadinya bunda sudah persiapkan untuk dipelajari)

Di Banjarmasin (dan mungkin disebagian besar Indonesia) sudah masuk musim hujan setiap harinya, walaupun Azzam sudah kenal bahwa Allohlah yang menurunkan hujan dan hujan itu bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, kali ini bunda ingin mengenalkan (dengan lebih serius) bahwa semua itu ada dalam Al Qur’an lengkap beserta ayatnya ,,

Ba’da sholat subuh Kamis kemarin, Azzam ditemani bunda membaca  Ayat 10 dan 11 surat An Nahl,,

هو الذي أنزل من السماء ماء لكم منه شراب ومنه شجر فيه تسيمون

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS An Nahl : 10)

ينبت لكم به الزرع والزيتون والنخيل والأعناب ومن كل الثمرات إن في ذلك لآية لقوم يتفكرون

Dengan air hujan itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.  (QS An Nahl : 11)

Sesudah itu kami membahas banyak hal, mulai dari kekuasaan Alloh menurunkan hujan, kegunaan air hujan untuk minum, untuk menyuburkan tumbuh tumbuhan yang akhirnya tumbuhan itu dimakan oleh hewan,, Kami juga ngobrol tentang bagaimana air hujan jatuh diserap tanah bagaimana tumbuhan menyerap air hujan dan kami juga mengulang mempelajari proses fotosintesis pada tanaman,, (sebelumnya Azzam sudah kenal proses fotosintesis lewat web  http://www.sheppardsoftware.com/content/animals/kidscorner/foodchain/photosynthesis.htm  catatan belajarnya ada di the-producers-consumers-and-decomposers-photosynthesis/ dan di  educomic-aku-suka-belajar-tumbuhan-dan-aku-suka-belajar-penemuan/

Bunda menggambarkan gambar pohon untuk Azzam, bunda tanya ke Azzam sedikit sedikit mulai dari bagian bagian pohon yang dijawab Azzam dengan akar, batang, daun dan buah (he he,, karena gambar bunda ada “buah” merah merahnya,,)

Kemudian lanjut dengan pertanyaan gimana cara pohon mengambil air dan Azzam dengan cukup lancar menceritakan air diserap tumbuhan menggunakan akar dan tumbuhan memasak makanannya didaun dengan bantuan sinar matahari (Azzam menggambar sendiri mataharinya) terus Azzam melanjutkan dengan menggambar coretan abu abu dan mobil (gambarnya miring terbalik balik semaunya Azzam) yang dia sebut sebagai karbondioksida yang keluar dari mobil,, kemudian sambil sesekali bunda memberi stimulus dengan pertanyaan Azzam mencoret coretan biru dan gambar orang warna biru juga yang dia sebut sebagai oksigen yang dihirup Ayah,,

Selesai menggambar ayah,, Azzam melanjutkan dengan mencoret warna merah yang dia sebut sebagai polusi,, Bunda juga memberi ilustrasi dengan polusi yang sering kami temui kalau kami jalan jalan naik motor dan berpapasan dengan truk yang mengeluarkan asap,, bunda mengajak Azzam berimajinasi bagaimana kalau ngga ada pohon disepanjang jalan yang kami lewati,, Akhirnya Azzam menutup gambarnya dengan menggambar rumah kecil, ada parkir motornya dan ada pohonnya,, (posisi menggambarnya dari samping jadi gambarnya kebalik balik he he,, ga pa pa deh,, yang penting masih bisa direview)

Sesudah selesai,, Azzam menunggu ayah menyelesaikan pekerjaan kantor ayah terus dengan semangat 45 bercerita kembali,,

Alhamdulullah Azzam terlihat sangat menikmati interaksinya dengan Al Qur’an dalam melihat bukti bukti kebesaran Alloh pada ayat Kauni,,

Kami juga mengulang membaca doa ketika turun hujan اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا  Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat (kebaikan) (HR Bukhari),,

Hmm segala puji bagi Alloh yang menghadiahi kami proses belajar yang menyenangkan,, Semoga seluruh ilmu semakin mendekatkan kami pada Ma’rifah pada Mu wahai Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alaamiin,,