This slideshow requires JavaScript.
Kurikulum Homeschooling Azzam : “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu,,,”
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ أَوْ يَا غُلَيِّمُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Dari Ibnu Abbas dia berkata: Aku dibonceng Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan beliau berkata, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat, semoga Allah memberimu manfaat dengannya.” Aku berkata: Ya Nabi berkata, “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan. Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran. Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dia berkata: hasan shahih)
Nasihat panjang ini diberikan Rasulullah pada Abdullah bin Abbas,, Pada saat Rasul meninggal, usia Abdullah Ibnu Abas baru 13 tahun, hal ini berarti Rasul menasihati Ibnu Abbas ketika usianya kurang dari 13 tahun,,, (silahkan merujuk pada http://cahayasiroh.com/parentingnabawiyah/index.php/artikel/pendidik/12-antara-dua-nasehat-rasulullah-bagian-1 dan kisah tentang pemuda luar biasa ini ada di http://www.tarbiyah.net/tokoh/26-abdullah-bin-abbas-pemuda-yang-luas-ilmunya) Subhannalloh,, Sebuah nasihat panjang untuk usia anak anak,,,
Rasulullah adalah manusia tauladan, nasihatnya tidak akan pernah salah dan tidak akan pernah diberikan pada orang yang salah,, begitupun nasihat yang diberikannya pada Ibnu Abbas,, Rasul tahu persis bahwa nasihat ini layak diberikan untuk anak anak seusia Ibnu Abbas,,
Dengan metode penyampaian nasihat luar biasa untuk anak anak (memboncengi, menyapanya dengan sapaan “Nak” dan menyentuhnya dengan doa), Rasul menasehati Ibnu Abbas kecil dengan nasehat yang isinya luar biasa,,
Nasihat yang sepenuh isinya berisi tentang Tauhidullah,,
Pelajaran luar biasa bagi kami yang masih belajar untuk bisa mendidik anak kami,,
Satu keyakinan kami bahwa nasehat tauhidullah itu mampu dicerna oleh Ibnu Abbas dengan baik,, maka yang menjadi pemikiran adalah proses belajar panjang apa yang telah diterima oleh Ibnu Abbas sehingga diusia 13 tahun ia telah mampu menyerap nasihat yang mungkin bagi kita para orang tua saja masih jauhh dari memahaminya,,
Ya,, Ibnu Abbas telah melalui proses Ma’rifatullahnya dengan luar biasa sehingga diusia kurang dari 13 tahun, Rasul telah mempercayakannya menerima nasihat Tauhidullah yang begitu indah,,
Inilah kurikulum yang kami pilih untuk Azzam,, Karena kami memang mendasarkan pendidikan Azzam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah (seperti tulisan terdahulu di menjadi-murabbi-abadi-untuk-azzam/)
Sebagai orang tua yang mengambil metode Home Schooling sebagai metode belajar, maka tanggung jawab menyusun kurikulum acuan ada di tangan kami sendiri,, Kamilah yang harus lebih dulu belajar (Rabbana dengan segala keterbatasan ilmu kami,, bimbing kami yaa Alloh,,,) memahami bagaimana Alloh dan RasulNya mengajarkan untuk membina jundi jundi Islam yang siap menerima Al Islam seutuhnya tanpa reserve,, Bagaimana mendekatkan Azzam pada fitrah Tuhannya,,
- Jagalah Allah, Dia akan menjagamu.
- Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu.
- Kenalilah Dia dalam keadaan lapang,
- Dia akan mengenalimu di waktu sempit.
- Jika kamu minta, mintalah kepada Allah.
- Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
- Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya.
- Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya.
- Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan.
- Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran.
- Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan.
- Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Satu persatu, kalimat demi kalimat kami resapi,, Dan dengan sadar kami tahu kamilah yang harus mengenalkan Azzam pada Tauhidullah, Kamilah yang harus menjaga fitrah jiwa Azzam sebersih ketika jiwa Azzam ditanya oleh Alloh, Rabb nya,, “Alastu bi rabbikum? Bala, syahidna” Apakah Aku ini Tuhan kalian? Ya benar, kami menjadi saksi, bahwa Engkau adalah Tuhan kami,, (QS Al A’raf : 172),,
Kamilah yang harus mengenalkan pada Tauhid Rububiyatullah, Tauhid Uluhiyatullah dan Tauhid Asma wa sifat,, Kamilah yang harus mendekatkan Azzam pada kejernihan fitrahnya,, Kami sadar bahwa kami yang harus lebih dulu memahami agar bisa kami mengalirkannya pada Azzam,,
Kami memang sedang pelan pelan menyusun kurikulum,, Walaupun untuk keluarga Home Schooler, pendidikan bukan semata mata harus dipatok pada kurikulum baku,, Kami tetap membuat acuan pendidikan Azzam berdasarkan Al Qur’an dan Hadits,,
Kami membuka pendidikan berbasis rumah kami dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalloh,,
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi SAW. bahwa beliau bersabda :
“Bacakanlah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan La Ilaha Illa Allah”.
Ataupun seperti nasihat ayah teladan yang namanya diabadikan dalam Al Quran, Luqmanul Hakim,,
وإذ قال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم
“Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman; 13) dan seterusnya sampai akhir ayat (ayat 34) yang keseluruhannya mengandung pelajaran yang besar bagi kami (pun Orang tua lainnya) yang sedang belajar untuk mendidik anak kami,,
Kami juga mencoba mengalirkan ruh ketaatan pada Alloh sesuai nasihat Rasul saw.
Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa ia berkata : “Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut berbuat maksiat kepada Allah serta suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka”.
Kami berusaha berproses bersama dalam menghayati pengawasan dan penjagaan Alloh disetiap helaan nafas,, Untuk Azzam pun kami telah mengenalkannya pada “pengawasan melekat” Alloh atas dirinya,, (catatan belajar kami ada di mengalirkan-energi-maiyatulloh-pada-azzam/)
Kami juga membuat acuan berdasarkan Hadits terutama yang memiliki patokan waktu (atau yang memperjelas usia tamyiz – mampu membedakan yang baik dan buruk-, dan usia taklif –baligh-), seperti patokan waktu dalam mengajarkan adab sopan santun,,
“Apabila anak telah mencapai 6 tahun, maka hendaklah diajarkan adab sopan santun” (HR. Ibnu Hibban)
Bagi kami perintah untuk mengajarkan adab sopan santun bukanlah perintah ringan, karena perintah itu berkaitan dengan perintah mengenalkan adab adab yang telah diajarkan oleh Rasul saw. Maka kami dua orang tuanyalah yang harus lebih dahulu memahami, menjalankan dan mencontohkan pada Azzam,,
Seperti adab makan yang memang Rasul contohkan langsung (disampaikan) pada anak,,
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; Muslim no. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
Atau patokan waktu memerintahkan Sholat bagi anak,,
Al Hakim dan Abu Dawud meriwayatkan dari Ibnu Amr bin Al-‘Ash ra. Dari Rasulullah saw. Beliau bersabda
مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
Perintahkanlah anak-anakmu menjalankan ibadah shalat pada usia 7 tahun. Pukullah mereka pada usia 10 tahun, dan pisahkan juga mereka dari tempat tidur mereka (HR Hakim) (Sunan Abi Dawud kitab as-shalat bab mata yu`marul-ghulam bis-shalat no. 495. Hadits hasan shahih).
Bagi kami, perintah untuk memerintahkan anak menjalankan ibadah sholat bukan hanya sekedar memerintahkan anak,, Kitalah kedua orangtuanya yang harus lebih dahulu mencontohkan dan mengajarkan (mempersiapkan anak) hal hal apa saja yang berkaitan dengan sempurnanya Sholat, dimulai dari mengajarkannya berwudhu, berhadats, mengenal aurat, mengenal thaharah,,,, Inilah yang harus kami persiapkan sebelum Azzam berusia 7 tahun,,
Begitupula dalam menginternalisasi nasihat Rasulullah untuk Abdullah Ibnu Abbas,, kamilah yang bertanggung jawab mempersiapkan Azzam sehingga diusianya kelak (InsyaAlloh) menjelang 13 tahun, Azzam (dan kami tentunya) telah bisa menyerap nasihat mulia itu,,
Kami pun berusaha untuk bisa menunanikan nasihat Rasul Saw.,,
At-Thabrani meriwayatkan dari Ali ra. bahwa Nabi bersabda :
“Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara : Mencintai Nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Quran . Sebab, orang yang memelihara Al Qur’an itu berada dalam lindungan singgasana Allah pada hari dimana tidak ada perlindungan selain daripada perlindunga-Nya beserta para Nabi-Nya dan orang-orang suci”.
Begitulah kami menyusun kurikulum Home Education untuk Azzam ,,,,, perlahan,, dengan segala keterbatasan ilmu kami,, (Insyaalloh http://ayahbundaazzam.wordpress.com/category/kurikulum-home-education-azzam/ ini kurikulum yang telah dibuat,,)
Rabbanaa kami rasai benar kefakiran ilmu kami,, Wahai Rabbul ‘Aliim mudahkanlah kami dalam belajar,, berkahilah kami dengan ilmu yang mendekatkan kami pada ketundukan pada Mu,, Aamiin,,
Menjadi Murabbi Abadi Untuk Azzam,,
Adalah sebuah tanggung jawab yang harus dengan sadar diemban,, karena dengan kesadaran penuhlah seorang murabbi akan tahu apa apa yang harus dipersiapkannya,, Kesadaran ini sesungguhnya telah Alloh susupkan dalam hati sejak sebelum Azzam lahir, tetapi Kesadaran untuk mempersiapkan diri mungkin terasa berjalan dengan lambat,, diantara kelambatan berjalan inilah ternyata Alloh menyediakan kesempatan demi kesempatan untuk mensyukuri apa yang setahap demi setahap dipelajari,,
Mengenal Azzam dari hari ke hari adalah proses yang luar biasa, mengenalnya mendorong ayah dan bunda untuk terus belajar,,
Menjadi Murabbi adalah bukan sebuah tanggung jawab main main,, menulis apa apa yang ayah dan bunda lalui dalam proses belajar adalah salah satu cara menunjukkan kesungguhan karena, satu saat nanti kami lupa maka tulisan tulisan ini akan menjadi salah satu penginggat bagi keluarga kami,,
Kami adalah Muslim maka pendidikan bagi kami adalah sebuah jalan untuk menaiki tangga tangga menuju kehidupan yang lebih baik berdasarkan Al Quran dan As Sunnah,,
Hal mendasar yang membedakan pendidikan bagi kami dengan pendidikan umum adalah kami melandaskan pendidikan (yang kami sebut sebagai Tarbiyah) pada tiga landasan utama,,
Landasan pertama dalam Tarbiyah Islamiyah adalah berAqidahkan Islam,,
Aqidah dalam Islam adalah mengEsakan Alloh (Tauhidullah).
Bagi kami segala langkah hidup kami haruslah belandaskan pada menerima Alloh sebagai satu satunya Pencipta, Pemberi Rizqi dan Pengatur segala urusan makhluq-Nya (Tauhid Rububiyatullah)
قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ
Artinya : “Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. (QS. Ar Ra’du : 16)
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Artinya : “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus : 31)
Menerima Alloh sebagai satu satunya yang berhak di Ibadahi (Tauhid Uluhiyatullah).
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya : “Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah.” (QS. Muhammad : 19)
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163
Artinya : “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al An’am : 162 – 163)
قل الله أعبد مخلصا له ديني
Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (QS Az Zumar : 14)
Dan menerima Alloh, meniadakan yang setara dan semisal bagi dzat Alloh dalam sifat dan perbuatan-Nya (tauhid Asma wa sifat)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Artinya : “Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas : 1 – 4)
Landasan kedua adalah al-ibadah ash-shahihah atau ibadah yang benar terhadap Alloh sesuai dengan syariat yang tercantum dalam Al Quran dan Sunnah Nabi saw.
Dan landasan ketiga adalah al qiyamu al Khuluqiyah atau membangun nilai akhlak.
Seluruh proses belajar kami ini kami tujukan untuk mentauhidkan Alloh, berusaha semaksimal mungkin Mengikuti Manhaj Alloh (Al Qur’an dan As Sunnah) dan berusaha memenuhi amanah Alloh untuk memakmurkan bumi sesuai dengan manhaj-Nya,,
Dengan dasar inilah kami berproses bersama,, Perlahan,, setahap demi setahap,,
Kami memilih Home Based Learning sebagai metode yang kami rasa bisa membawa kami berproses pada tujuan tujuan kami,, Apakah kami mengganggap diri kami cukup untuk mendidik Azzam ,,?? Tidak,, kami masih jauhh dari cukup,, karena itulah kami berproses bersama,,
Kami memang tidak menitipkan pendidikan Azzam pada sekolah karena kami merasa Sekolah (untuk usia Azzam saat ini) tidak lah lebih baik dari Rumah untuk menetapan pondasi awal terutama untuk mengalirkan makna Tauhidullah,,
Kami memang bukan pengajar hebat, untuk itulah kami tidak berhenti untuk belajar,, Satu hari nanti, insyaAlloh kami akan membawa Azzam pada guru guru yang memang Alloh karuniakan keluasan Ilmu untuk mendidik Azzam,, Tugas kami sekarang bukan menjadikan Azzam manusia yang tahu segalanya, tapi tugas kami adalah bagaimana agar Azzam mencintai proses belajar dan bisa belajar dengan bahagia,, Kami berharap ketika kecintaan terhadap belajar telah tumbuh dan menjadi akhlak, Azzam akan siap menimba Ilmu dari guru guru yang sebenarnya,,
Semoga langkah langkah kami dalam belajar ini mendekatkan kami pada Alloh Ta’ala dan semoga Alloh memberkahi seluruh langkah dan usaha kami,, Aamiin,,
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)
Buku Traktor dan Alat Berat,,,
Setelah pagi Azzam dan bunda membaca ebook tentang mining, siang harinya (break sholat Dzuhur) ayah membawa paket buku pesanan bunda,,
Waaahhh subhanalloh,, Azzam langung membongkar paket bukunya , yang terdiri dari 2 buku Ensiklopedia tematis eye wittness tentang Cuaca dan Kolam dan Sungai, 2 buku tentang Luar Angkasa, 2 buku tentang Tubuh Manusia dan 2 buku tentang Traktor dan Alat Berat (terbitan Erlangga for Kids),,,
Buku pertama yang menarik hati sudah bisa di tebak,,, buku Traktor dan Alat Berat,,
Hmmh Azzam ngga berhenti berkomentar tentang buku bukunya,,, Dia membuka semua buku dan mengomentari satu persatu buku buku yang dia buka,,,
Ba’da ma’em siang dan sholat Dzuhur, anteennggg lah Azzam bersama buku bukunya,,,
Alhamdulillahir Robbil ‘alaamiin,,,
Dengan Izin Alloh lah kau bisa menikmati proses belajarmu, nak,,
Maka jangan pernah berhenti bersyukur,,, walaupun hanya beberapa jenak,,,
Belajar Tentang Pertambangan,,,
Pagi ini (selesai rutunitas “membangun” bangunan Ala Azzam) Azzam membaca ebook tentang Mining,,
Diawali dari kesukaannya tentang alat berat, akhirnya “belajar” Azzam melebar pada kegiatan kegiatan yang melibatkan penggunaan alat berat, seperti membangun Gedung, Jalan, Terowongan dan lain lain,,
Azzam memang sukaaa sekali dengan kegiatan bangun membangun dan sukaa sekali dengan alat alat berat,, Beberapa catatan belajar Azzam ada di /membangun-jembatan-belajar-keseimbangan/ dan di /belajar-tentang-bangunan/,,
Setelah sedikit mendalami hal hal yang berkaitan dengan membangun, pagi ini diperluas dengan membaca tentang Pertambangan yang juga menggunakan alat alat berat,,
Ada 4 ebook yang dibaca Azzam,, (ebooknya sederhana dan full gambar),, ini ebook yang dibaca Azzam
http://www.tasminerals.com.au/ k4-a-mine.pdf
http://www.tasminerals.com.au/k4-finding-minerals.pdf
http://www.tasminerals.com.au/k4-mine-machines.pdf
http://www.tasminerals.com.au/k4-when-we-mine.pdf
Hmm subhanalloh,, Azzamnya seneeenngg banget dibacain bunda, Sambil membaca,, ngobrol ini itu,, tanya ini itu,, sebagian yang bisa bunda jawab langsung bunda jawab,, Sebagian yang lain menunggu ayah untuk menjawab hi hi,,,
Alhamdulillah,, Segala puji bagi Alloh yang menghamparkan alam semesta sebagai tempat untuk belajar,,
Bismillah,, kita sama sama belajar yaa nak,,
Kemana Harus Mencari Qudwah,,,?
Belajar dari keluarga Uswah Hasanah,, Rasulullah Muhammad saw.(QS Al Ahzab:21) dan Ibrahim as.(QS Al Mumtahanah:4)
Dua uswah hasanah yang shalawat pada mereka kita lantunkan setiap hari dalam sholat sholat kita,,
Dibalik shalawat kita terdapat pelajaran parenting yang luar biasa,, yang mungkin lupa kita pelajari,, karena kita sibuk mencari model model parenting dari para tersohor,,
Kekuatan pendidikan yang dilakukan Ibrahim as. terletak pada do’a do’a Ayah yang tak pernah putus dan ketawakalan Bunda yang luar biasa,, Sederhana,,
Tetapi tidak sesederhana ketika membaca, menghayati, menyelami dan mempelajari doa doa yang terlantun dari lisan Ayah panutan, Ibrahim as. yang diabadikan dalam Qur’an Surat Ibrahim ayat 35 sampai 41,,
Dan tidak sesederhana gambaran ketawakalan bunda mulia Ibunda Ismail, yang tergambar dalam Hadits sahih Bukhari no 3113,, ketika beliau berkata “,, Alloh tidak akan menyia nyiakan kami,,”
Sungguh ini waktunya kembali kepada kekuatan doa doa, qiyamullail dan lembutnya Istighfar,,
Betapa Alloh telah memaparkan dalam QS Al Kahfi : 82 tentang pentingnya kesholehan seorang ayah,,
Inilah ayat yang mendorong seorang Sayyid bin Musayyid berkata pada saat melihat anaknya “Aku sangat bersemangat untuk menambah sholat ku setiap kali aku melihat dirimu, karena kelak itu akan menjagamu. Sungguh Alloh subhanahu wata’ala berfirman wa kaana abuuhumaa shoolihan,,”
Dan Alloh subhanahu wata’ala menggambarkan betapa besar jaminan yang diberikan untuk kesholehan seorang ibu, dalam QS Al Ahzab:31,,
Jaminan inilah yang mendorong ibunda Imam Bukhari untuk tidak putus melakukan Qiyamullail,, dan terus menemani Bukhari kecil yang buta hingga kembali bisa melihat dan melahirkan kitab shahihnya yang merupakan buku paling benar setelah Al Qur’an,,
Tidakkah semua ini cukup untuk membuat diri segera KEMBALI,,??
Robbanaa,, mudahkan langkah kami untuk belajar,, tuntun langkah kami agar tidak tersasar,,
Lembutkan hati kami untuk bisa menyerap sebanyak banyaknya hikmah yang telah kau taburkan,,
Muliakan kami hanya dengan cita cita mengharap ridhoMu,,
Aamiin yaa Robbal ‘alamiin
Banjarmasin, 2 Januari 2012 // 9 Shafar 1433
Catt: sedang berusahaaaa keraaasss untuk kembali memiliki ibadah gacoan,, agar layak diri mendoa untuk Azzam,,
“Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap sebuah keluarga, Allah berikan kepada mereka kepahaman dalam agama, yang muda menghormati yang tua, kasih sayang menjadi anugerah dalam kehidupan mereka, pengeluaran mereka ekonomis dan diberi kemampuan untuk mengetahui aib diri lalu bertaubat dari kesalahannya. Sebaliknya, jika Allah menghendaki selain itu, mereka akan dibiarkan begitu saja.” (HR. Daru Quthni dari Anas ra.)
gambar ilustrasi dari islamicstyle.al-habib.info
Belajar Tentang Garam,,,
Hari ini Azzam “belajar” tentang Garam,,
Azzam dan bunda membaca bersama buku Educomic Aku Suka Belajar Garam dan Gula (-terbitan BIP),, Sebenernya buku ini sudah Azzam ‘baca” sendiri sebelumnya,, dan hari ini (berdasarkan pilihan Azzam mau baca buku apa) Bunda dan Azzam membaca dengan sedikit serius,,
Dari buku itu, Azzam dan bunda belajar fungsi garam didalam tubuh, yaitu membantu keseimbangan sistem tubuh dan pencernaan, karena garam menjaga agar sel sel bekerja dengan baik, saat mengalir dalam darah ke seluruh tubuh,,
Garam (didalam tubuh) membuat manusia berselera saat melihat makanan enak,, dan Garam didalam tubuh juga berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah agar sel darah merah bisa membawa oksigen dengan baik,,
Azzam juga belajar kalau hewan Herbivora itu memerlukan garam untuk membantu pencernaan mereka ketika mengolah makanannya,,
Azzam juga mengulang tentang makanan yang diawetkan (dengan cara diasinkan seperti keju, acar atau kimchi,,),, dan Azzam belajar tentang manfaat garam dalam industri kimia (seperti dalam pembuatan kertas, kaca dan sabun,,)
Azzam juga membaca tentang proses pembuatan garam,, Mulai dari pembuatan ladang garam air laut, syarat pembuatan ladang garamnya, sampai pembuatan garam bambu,,
Karena sebelumnya Azzam sudah baca, Azzam bilang ke bunda ada yang namanya Tapak Garam terbesar didunia,, waahh,, bunda malah belum pernah tahu,, (ini nih episode menyenangkan dari Home Schooling,,, Orang tua belajar dari anak dan ngga perlu malu mengaku “tidak tahu” hi hi,,,)
Azzam menunjukkan gambar Daratan yang paling banyak mengandung garam,, di Bolivia, namanya Tapak Garam Uyuni,,
Sambil terus membaca, Azzam dan bunda juga browsing tentang Salar de Uyuni (tapak garam terluas di dunia) dan membaca di wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/Salar_de_Uyuni ditambah membaca di http://smart-pustaka.blogspot.com/2010/12/salar-de-uyuni.html,,
Salar de Uyuni atau Salar de Tunupa merupakan tapak garam terluas di dunia. Ia menutupi areal seluas 10.582 kilometer persegi,, Diperkirakan, Salar de Uyuni mengandung 10 milyar ton garam, dan setiap tahun, garam yang diperoleh hampir mencapai 25.000 ton. Setiap bulan November, Salar de Uyuni menjadi daerah hunian bagi 3 spesies burung flamingo di Amerika Selatan: burung flamingo chili, andes, dan James. Salar de Uyuni adalah daerah tujuan wisata terkenal. (kata Wikipedia)
Pemandangan Salar de Uyuni, Bolivia sungguh indah seperti di dalam khayangan. Bayangkan di dalam satu tempat bisa terdapat tiga hal yang spektakuler, pertama; merupakan gurun garam terbesar di dunia, garam hasil dari kristalisasi, kedua; gunung api yang tinggi, dan ketiga; adanya sumber air panas yang terkenal. (kata smart-pustaka.blogspot.com)
Aih,, subhanalloh,, Segala Puji bagi Alloh yang menghamparkan Ke-Maha Besaran-Nya pada Bumi ciptaan-Nya agar manusia semakin tunduk dan patuh,,,
Bismillah,, kita terus belajar ya nak,, membaca ke Maha-an Alloh lewat ayat ayat kauni-Nya,, Semoga seluruh ilmu membawa kita semakin tunduk pada Alloh ta’ala,, aamiin,,,
Malam harinyaa dilanjut episode cerita tiada henti bersama ayaaahhh,,, Alhamdulillah,,, Segala Puji milik Alloh atas segala nikmat,,,
Mau Dibawa Kemana Keluarga Kita,,,
Tayangan acara “Suamiku Hebat” disalah satu stasiun TV swasta mungkin sebagian kita pernah melihatnya. Dari judul program acaranya diperlihatkan kepada pemirsa betapa repotnya para suami diberikan tugas dalam beberapa jam untuk menyusun jadual bersama anak-anak dirumah. Sedangkan si isteri diberikan waktu yang bersamaan untuk membuat jadual kebutuhan diri diluar kegiatan rutin mengurus rumah dan anak-anak.
Jadilah acara ini sebuah tayangan yang sedikit unik karena kebiasaan orang banyak mengurus anak dan rumah hanya dilakukan para isteri. Namun ketika isteri meninggalkan rutinitas rumahan lalu dihibur dengan pergi untuk rehat sejenak seperti ke salon, shoping, makan diretoran, perawatan wajah dan lainnya nampak sekali kesegaran diwajah isteri seperti terbebas dari kewajiban.
Disisi lain dalam acara tersebut si suami seakan “terhukum”dengan menggantikan tugas isteri mengurus rumah dan anak-anaknya, mulai dari menyiapkan sarapan, main bersama, belajar bersama bahkan mengurusi hal-hal yang belum lazim dilakukan oleh sebagian suami.
Terlihat jelas ketimpangan dalam sebuah keluarga dalam acara ini. Tampak jelas para suami tak berdaya, pasalnya kebanyakan suami hanya merasa wajib mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan anak dan isteri.
Sedangkan isteri harus merasa rela mengerjakan semua tugas rumahan dari mengurus suami dan anak-anak, wajar banyak keluarga yang memakai jasa pembantu karena hanya urusan ini.
Kesibukan suami diluar rumah dengan alasan umum mencari nafkah pergi dari pagi pulang hingga malam hari, hal ini tentu akan melahirkan konsekwensi yang harus diterima oleh para isteri, sehingga nyaris semua interaksi dengan anak-anak lebih didominasi dari si Ibu.
Itu juga akan dilengkapi bila para suami punya kebiasaan diwaktu libur bekerja justru memilih melakukan kegiatan untuk rehat tidak bersama keluarga, seperti berkumpul dengan beragam komunitas yang hanya dilakukan kaum laki-laki.
Akhirnya anak-anak dirumah mendapatkan perhatian yang lengkap ketimpangannnya, bagaimana bila kedua orangtuanya juga sibuk mencari nafkah dengan sama-sama bekerja.
Jadilah anak-anak akan merasa kurang perhatiannya. Kasih sayang orangtua digantikan dengan hiburan TV atau main game saja. Berselancar di dunia maya yang tanpa batas menjadi sahabat, karena tak ada sekat informasi untuk kepantasan usia. Bila sudah begini akan dibawa kemana keluarga ini..?
Paparan diatas bukan sekedar acara hiburan semata, walau pelakunya adalah publik figur yang kerjanya memang untuk menghibur. Tetapi ada sudut pandang lain yang jelas dapat ditangkap untuk menyadarkan kita para orangtua. Agar kita senantisa menjalin komunikasi dan kerjasama antara suami dan isteri dalam menjalankan perannya sebagai orangtua bagi anak-anaknya.
Tidak akan berkurang derajat seorang suami sekaligus imam bagi istri dan anak-anaknya, ketika melakukan hal-hal yang biasa dikerjakan oleh istrinya seperti memasak, mencuci pakaian, menyapu halaman, memandikan anak, membasuh pupnya, bercengkrama dengan anak-anak, mengajarkan baca tulis dan lain sebagainya.
Bukankah Rasul salallohu ‘alaihi wasalam juga dengan senang hati mau melakukan pekerjaannya sendiri seperti menjahit terompahnya yang mulai usang, atau jubahnya yang sobek, mencari kayu bakar untuk memasak, bersenda gurau dengan istrinya, bercengkrama dengan cucu nya dan membawa serta sholat berjamaah ke mesjid dan itu tidak mengurangi kehormatan nya sebagai Kepala Negara pun sebagai panglima di medan perang,,,
Belajar Tentang Bangunan,,,
Kegiatan belajar Azzam pekan kemarin masih didominasi kegiatan membangun,,, Alhamdulillah Azzam ketemu buku yang dicari cari sampe sediih kemarin,,, Buku Aku Mau Tahu (Junior) tentang Bangunan (terbitan BIP),,
Pekan kemarin Azzam diajak ayah ke Gramedia veteran lagi, “Siapa tau bukunya udah ada Zam,,” kata ayah,,, dan bener Alhamdulillah ternyata bukunya udah ada lagi,, Wuaahhh ngga kegambar deh, Pas lihat bukunya Azzam jingkrak jingkrak didepan rak buku sambil peluk buku,,,
Ini loh buku yang diidam idamkan itu,,,
Hasilnya selama hampir sepekan, Azzam “mendalami” buku barunya dan bergelut dengan kegiatan bangun membangun,,
Dari buku itu Azzam belajar tentang apa apa yang dipersiapkan dalam merencanakan sebuah bangunan mulai dari membuat desain dan membuat maket,, (yang ini sebelumnya juga sudah Azzam kenal dari Film Bob The Builder,,)
Terus Azzam juga belajar Tentang bagaimana cara mendirikan rumah, memasang atap rumah,, Azzam belajar tentang siapa saja yang bekerja dilokasi pembangunan dan peralatan yang dipakai untuk membangun mulai dari perkakas bangunan sampai alat alat berat,,
Selain itu Azzam juga belajar tentang konstruksi bangunan berskala besar seperti membangun pusat perbelanjaan beserta area parkirnya, Azzam membaca tentang bagaimana membangun jalan, jembatan dan terowongan,,,
Waahh ngga bisa digambarin deh gimana antusiasnya Azzam membaca karena memang bukunya full gambar dan ada banyak pop window yang bisa dibuka,,
Azzam membaca (bersama bunda), membangun, menggambar, membaca lagi, main sama alat beratnya,, begituuu terus bolak balik kegiatan dilakukan seperti tanpa bosan,, azzam juga mendowload artikel tentang fungsi fungsi alat berat yang beberapa diantaranya sudah dia kenal seperti Dump Truck, Excavator, Thumbler, Craine, dan lain lain,,
Selama sepekan terakhir ini Ayah dan Azzam juga masih berkutat dengan ngobrol (dimana saja setiap Azzam tanya atau komen) tentang hal bangun membangun,, Azzam bisa ngobrol ketika kami jalan jalan dan kami melihat proyek bangunan gedung,, Ayah mengajak Azzam untuk melihat kenyataan membangun yang dia lihat dengan apa apa yang dibaca dibuku,,
Azzam membandingkan alat alat berat yang digunakan, standart keamanan yang dipakai (masih banyak loh yang ngga pakai savety helmet) juga proyek pembangunan yang jauh dari memperhatikan “keramahan” dengan lingkungan sekitar -karena mengotori sungai dan mempersempit Daerah Aliran Sungai, yang akhirnya menjadi rawan banjir,,,- (sementara diensiklopedi yang Azzam baca membangun itu harus tdak merusak kondisi ekositem atau lingkungan yang ada disekitarnya,,,),,,
Waaahhh karena ngobrolnya sudah selama sepekan lebihh, jadi sebenernya apa yang diobrolin jauuuh lebih banyak dari apa yang bisa bunda rekap,,,
Hmm,, hal besar yang bisa disarikan dari pelajaran pekan ini adalah bahwa sangaattt terlihaat sekali semangat Azzam untuk menggali, mencari tahu, bertanya tentang hal hal yang memang menjadi passion-nya,,
Tidak ada yang meminta Azzam untuk membuka buku dan membaca,, Azzam melakukan semua kegiatan atas keinginannya sendiri,, dan semua tidak dibatasi dengan kurikulum,, Azzam bebas menggali sebanyak banyaknya,,
Luaar biasa betapa ilmu itu dihamparkan luas oleh Alloh,, bagi orang orang yang mau belajar,,
Subhanalloh semoga semangat belajar dan menggali ini bisa terus terpupuk,, aamiin yaa robbal ‘alamiin,,
Semangat,, semangat,,, (^o^)/,, Happy homeschoolin son,,
Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,
Dua pekan terakhir rasanya ada kalimat yang janggal yang bunda dengar diucapkan berkali kali oleh Azzam,, Azzam sering mengulang kalimat “Bunda nanti aku mau baca Quran yang banyak terus baru aku nonton Cars 2 ya bunda,,” atau kalimat “ Bunda besok aku mau bangun pagi-pagi terus sholat subuh, baca Quran terus boleh main games Air Strike ya bunda,,,” ,,
Ya, bunda cukup sering mendengar kalimat itu diucapkan Azzam pada hari nontonnya atau sebelum kami menyusun rencana kegiatan esok hari sebelum tidur atau bahkan mungkin diucapkan Azzam ketika habis selesai nonton film dan dijadwalkan untuk hari nonton berikutnya,,
Bunda merasa kalimat ini “aneh”,,
Bunda sadar, kalimat yang “aneh” ini lahir karena kesalahan kalimat bunda dalam mengingatkan Azzam, maksud hati ingin mengingatkan untuk membaca Qur’an itu lebih “bernilai” dari pada nonton film, tapi yang Azzam tangkap justru membaca Qur’an adalah syarat utnuk bisa nonton film atau main games,,
Dan sebelum keanehan ini berlanjut, bunda segera mengambil “tindakan” untuk meluruskan “kalimat” Azzam,,
Pagi tadi, sebelum kami sholat subuh, habis bangun tidur, bunda mendengar kalimat “aneh” Azzam lagi,, Azzam bilang “Bunda besok aku mau baca Qur’an terus siangnya aku mau nonton Cars 2 ya,,”,, Bunda berfikir, yang Azzam katakan itu adalah jadwal untuk besok (Selasa) karena hari ini bukan hari nontonnya dan sebenarnya tanpa Azzam menambahkan keterangan mau baca Qur’an yang banyak pun Azzam bisa memilih apa yang mau dia tonton di hari nontonnya,,
Akhirnya ba’da sholat shubuh setelah muro’jaah Qur’an bersama, bunda ngobrol cukup serius sama Azzam dan ditemani Ayah,,
Bunda sampaikan bahwa membaca Qur’an bukanlah syarat untuk bisa nonton Film atau main Games,, bunda kembali mengulangi menyampaikan bahwa membaca Qur’an, menghafal Qur’an seperti yang baru saja dikerjakan bersama adalah kebutukan kami agar kami dijaga dan dilindungi Alloh,,
Bunda mencoba kembali meluruskan bahwa nonton atau tidak, main games atau tidak, kita tetap perlu membaca Qur’an agar kita bisa menjadi orang yang baik,, menjadi orang yang dilindungi dan disayang Alloh,,
Ayah (yang sebelumnya bunda belum share tentang keanehan kalimat ini) rupanya tanggap (alhamdulillah dengan seluruh kemudahan komunikasi hati antara kami duhai Alloh,,),,
Ayah kemudian kembali mengingatkan semboyan bersama kami “Berbagi dan saling menjaga”,,
Bahwa kami bertiga memang Alloh pilihkan untuk bersama sama dan saling menyanyangi,, karena kami ingin bisa masuk syurga bersama maka kami perlu untuk saling mengingatkan,, ayah bunda mengingatkan Azzam untuk membaca Quran,, dan Azzam juga perlu mengingatkan ayah dan bunda,,
Yaa,, kami ngobrol banyak hal,, kami, ayah dan bunda berusaha mengalirkan makna saling menjaga ini pelan pelan,, bahwa bukan hanya Azzam yang belajar membaca Al Qur’an tapi kami juga melakukannya,, bahwa bukan hanya Azzam yang menghafal Qur’an, sholat dan berdoa tapi kami juga melakukannya,, kami berusaha mengalirkan bahwa semua Ibadah mahdhoh ini adalah kebututuhan kami bersama,, (sampai hari ini kelihatannya kami belum memakai kalimat kewajiban,,)
Kami berusaha membangun kondisi didalam rumah untuk bisa tumbuh bersama,, Saling berbagi, saling menjaga, saling menasehati dan saling mengingatkan,, tujuannya jelas,, Agar kami bisa berkumpul bersama insyaAlloh didalam syurga Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,
Kami berusaha saling mengingatkan bukan dengan kalimat perintah,, bukan dengan suruhan “Ayo Azzam sekarang waktunya baca Qur’an,,!”
Bukan,, bukan dengan kalimat seperti itu,, Bunda berusaha menjelaskan dalam kalimat ke Azzam bahwa ketika Azzam lupa membaca Qur’an sehari dua hari bunda dan ayah mengingatkan dengan cara mencontohkan,, Bunda ambil Qur’an, bunda baca dan bunda mengajak Azzam untuk sama sama membaca,, Karena seperti itulah yang bunda dan ayah lakukan untuk saling mengingatkan,,
Robbanaa,, Kami berusaha mengalirkan seluruh makna tumbuh bersama pada Azzam,, Seberapapun yang Azzam tangkap kami akan teruuss berusaha membangun fitrah jiwanya wahai Alloh,,
Robbanaa,, Mudahkan kami dan berkahi proses tumbuh kami,, karuniakan kami dengan cinta yang ikhlas,, yang dengan cinta itu kami bisa saling berbagi, menjaga, menasehati dan saling mengingatkan,,
Kami titip seluruh hasil pada-Mu,, Aamiin Allohumma aamiin,,
“Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,”
Pagi tadi kami murojaah Qur’an bersama,, Bunda Ayah dan Azzam,, Kami bergantian saling mengulang hafalan Qur’an dan saling mendengarkan plus memperbaiki kesalahan bacaan/hafalan,,
Tidak cuma Azzam yang didengarkan tapi juga bunda dan ayah yang saling dievaluasi,,
Ada energi yang memang sedang berusaha dialirkan,,
Bahwa kebutuhan akan menghafal Qur’an bukan hanya diberlakukan bagi Azzam tetapi kami, ayah dan bundanya juga mempunyai kebutuhan yang sama,,
Alasannya adalah karena kami membutuhkan panduan hidup dari Al Qur’an,,
Kami tidak malu saling mengevaluasi jika salah dan Ayah berusaha mengalirkan energi bahwa Ayah pun yang biasa menjadi Imam Sholat tetap membutuhkan menghafal Qur’an dan tetap memerlukan evaluasi ketika salah,,
Menghafal Al Qur’an bukanlah sebuah “kewajiban” apalagi hanya berlaku untuk Azzam,, Menghafal Qur’an adalah Kebutuhan kami bersama,, Agar jalan kami bersama terus berada dalam panduan Qur’an dan dalam penjagaan Alloh ta’ala,,
Kami bersama sedang belajar untuk saling berbagi dan menjaga,, karena kami saling menyayangi dan kami ingin bersama sama sampai ke syurga Alloh, maka kami saling menjaga,,
Saling mengingatkan jika lalai dan lupa,,
Pelan pelan,, sedikit demi sedikit kami berproses dan tumbuh bersama,,
Semoga Alloh meridhoi seluruh proses dan tumbuh kami,,
Robbana kami titip seluruh hasil pada-Mu,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,
Catt: Azzam sedang menghafal QS Al Bayyinnah,, Semoga Alloh memudahkan,, Aamiin,,
Pasukan Alat Berat Azzam,,,!!
Ini dia aktifitas yang bisa bikin Azzam berlama lama main sendirian didalam kamar,, berantakin kamar dari sudut kesudut,, sambil ngoceh, cerita, berimajinasi,,,,, Yaaaa Membangun,,,!!!
Membangun bangunan apaaaaa aja,,, pake alat bantu apaaa aja,, kardus bekas, buku buku, kayu kayu kecil bekas kaki naga, mobil mobil, pinsil pinsil, mainan emco,, wuaah pokonya apaaa ajaaaa,,,
Sekarang aktifitas membangun Azzam makin canggih karena didukung Pasukan Alat Berat hadiah dari ayah,,,
Tadaaaa,,, inilah pasukan alat berat Azzam (plus pemiliknya yang masih ngantuk baru bangun tidur siang,, hi hi,,)
Pasukan Alat Berat Azzam yang mbantu Azzam membangun jembatan, gedung, kota, pabrik, hotel Grand Pangestu (Hotel di Kerawang yang Azzam pernah nginep disana,,) -Aih waktu Azzam membangun “Hotel” ini bener bener miriiiipp aslinya loh,, mulai dari pintu gerbang sampai letak kamar kamar yang seperti bungalow, bangunan kantin, taman,,pokoknya miriiipp (takjub bunda, kok Azzam masih inget,,),, membangun apa lagi ya,, oh Jalan tol, Gelora Bung Karno,, dll dsb,, hi hi,,,
“Iya, Alat beratnya yang mbantu ngangkutin kayu, tanah, pasir,,” jawab Azzam waktu bunda tanya “itu alat beratnya lagi ngangut apa,,?”
Hmm,, cara belajar yang tidak biasa,,,
Beberapa kali dihari nontonnya, Azzam memilih nonton (lagi lagi) “Bob the Builder” on Site edisi Road and Bridges,,(jadi fasih sekali kalo sudah ngoceh cerita sambil “mengarahkan” pasukan Alat Beratnya untuk bekerja,,)
Azzam juga sebenernya kepingiiinnn banget beli buku Aku Mahu Tahu edisi Bangunan (terbitan BIP),, karena harganya “lumayan”, bunda minta Azzam buat nabung dulu,, nah Senin kemarin itu tabungan Azzam sudah sampai Rp 60.000, bunda minta ayah buat nambahin beli buku,, tapi pas ke Gramedia bukunya udah habis,,, hiks hiks,, Azzamnya sediiih banget, udah dicari ke Gramedia satu lagi (di Duta mall) ternyata habis juga,, (Bunda “agak” menyesal sebenernya,, kenapa ngga langsung beliin aja dan ngga nunggu tabungan Azzam,,),, Insyaalloh nanti ketemu buku yang lebih bagus ya nak,, Sabar ya Zam,,
Untuk mengalihkan “kesedihan” Azzam, Ayah akhirnya membelikan Azzam CD Cars 2 yang juga ditunggu tunggu Azzam,,
Cars 2 nya sudah ditonton 1 kali (Selasa kemarin,, Subhannalloh sabarnya anakku,, menunggu sampai jadwal nontonnya,,), tapi dua hari ini Azzam masih tetep nanyain kapan dia bisa beli buku Bangunannya,,,?? (hiks hiks,, bunda yang sedih,,),,
Tetep semangat main,, eh belajar dengan caramu sendiri ya nak,, Insyaalloh kelak semua akan bermanfaat untuk Azzam,, Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin,,
Happy home learning,, (^.^)/
Catatan Jakarta Januari 2012,,,
Alhamdulillah dua pekan lalu kami bisa “pulang” ke Jakarta,, Ayah diizinkan cuti dadakan pertanggal 3 s/d 10 Januari (dadakan karena cutinya diajukan tanggal 2,, hi hi,,),, Jadilah bersiap siap dan menyusun rencana sederhana mau kemana aja selama di Jakarta,,
Sebagian kecil terekam dalam gambar,, dan sebaginnya yang lain tidak terekam karena sibuk “jalan jalan”,,
Tempat pertama dan utama yang dikunjungi adalah makam eyang,, Walaupun kami selalu bisa menyapanya dengan doa doa kapan pun dan dimanapun, berada didepan makam tetap ada rasa yang beda,,, Berharap doa doa kami bisa meringankan sedikit hisab Alloh,, aamiin,,
Tempat berikutnya adalah rumah Mamah,, dan rumah Om Lantur,,,
Dan beberapa rumah,, yang tidak terrekam dalam gambar,, Rumah Nenek Om Adi, Rumah om Andri, Rumah bu Fitri,,
Hampir seluruh aktifitas belajar Azzam diisi dengan sosialisasi termasuk latihan bersabar pada saudara dan teman yang usianya lebih muda, latihan berbagi, juga waktunya latihan disiplin diri karena kakek dan neneknya maunya “melayani” semua “kebutuhan” Azzam padahal Azzam sudah bisa mandiri melakukan hal hal itu contoh memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, makan tanpa disuapi dll,, dan Aktivitas yang disukai Azzam sepanjang belajar jalan jalannya adalah wisata kuliner,, kami makan ditempat tempat yang tidak kami jumpai selama tinggal di Banjarmasin termasuk Hoka Hoka Bento,,
Di Jakarta kemarin Azzam dapet hadiah dari Alloh karena kesabarannya,, Azzam dihadiahi Mobil Mc Queen Remot Control dari Om Lantur,, Kok hadiah kesabaran,,? Iya karena sebelumnya Ayah dan bunda ngga mengizinkan Azzam membeli mobil Mc Queen (miniatur dari besi) seharga Rp 129.000 dan meminta Azzam untuk menabung (sampai kemarin dihitung masih Rp 53.000 dan Azzam kepingiiin banget ensiklopedia Aku Mau Tahu Bangunan,,),, eh sekarang malah Alloh hadiahi Azzam (lewat om lantur) mobil yang lebih mahal dari itu,, Alhamdulillah,, rizqinya Azzam dari Alloh,,
Sepekan di Jakarta rasanya ngga cukup,, mungkin memang ngga pernah cukup ya,, Ala kulli hal, Alhamdulillah segala puji bagi Alloh yang telah menghadiahkan kami perjalanan yang begitu menyenangkan,,
Insyaalloh seluruh keluarga dan saudara tetap tertaut dalam doa,, aamiin,,
Pelajaran Tentang Saling Percaya,,,
Ada yang sedang ayah dan bunda pelajari beberapa pekan terakhir ini,,
Azzam kelihatannya suka ber rahasia rahasiaan,, beberapa kali bunda lihat ada mainan Azzam rusak, Azzam ngga bilang atau minta bantu ayah dan hanya mencoba memperbaiki sendiri,, atau bunda lihat Azzam bereksperimen memutar mutar pinsil warnanya di truk kayu besar dan akhirnya pensil warnanya patah 1/3 bagiannya,, bunda coba tanya apa ada yang bunda bisa bantu ketika bunda tau maiannya rusak,, pertama tama Azzam diam sampai akhirnya Azzam mau juga bercerita (karena Azzam memang tidak membuang atau menyembunyikan bagian yang rusaknya),, Begitu juga waktu bunda temukan patahan pinsil ditempat pinsil Azzam,, bunda tanya kapan pensil ini patah dan kenapa Azzam ngga cerita sama Ayah bunda,,?
Bunda dan Ayah sedang mencoba mengenal Azzam,, Azzam yang tumbuh karena pembiasaan pembiasaan yang dibangun oleh ayah bunda,, Seperti yang sudah bunda kira,, Azzam takut ayah atau bunda marah ketika dia melakukan kesalahan,,
Ayah dan bunda untuk beberapa waktu berdialog dan mencoba mereview seperti apa cara kami “menghukum” sampai Azzam merasa takut pada kami untuk bercerita,, Dialog dan diskusi ayah bunda cukup panjang dan terus dibincangkan berhari -hari,,
Kami memang “menghukum” ketika Azzam lalai,, misalnya ketika Azzam keasyikan main dan dia tidak mengindahkan “living alarm” dari dirinya sendiri ketika mau pipis sehingga Azzam pipis dicelana (walaupun cuma sedikit),, kami menghukum dengan cara meminta Azzam duduk di kursi berpikir,, Kami juga mungkin mengingatkan dengan keras ketika Azzam bermain dengan cara menabrak nabrakkan mobil besi mainannya karena akan menyebabkan mobilnya mudah rusak (Azzam suka sekali bermain bola dengan mobil,, Dua mobil di dua tangannya saling menggiring “bola” (dari tutup botol),,
Ternyata cara “menghukum” kami memberi bekas yang kurang baik atas Azzam,, Azzam jadi lebih suka menyembunyikan kesalahannya karena takut akan hukuman kami,,
Ayah dan Bunda benar benar merasa harus segera berubah dan membangun lingkungan bercerita dan iklim berdiskusi yang baik,,
Kami harus segera membentuk kepercayaan Azzam bahwa kami layak dipercaya,, dan bahwa Azzam pun layak kami percaya,,
Pelan pelan bunda dan ayah membangun,, bahwa bunda dan ayah tidak akan marah atas sebuah “kejujuran” dalam bahasa kami kami meminta Azzam untuk menceritakaan apaaa saja dengan sebenarnya dan kami berusaha untuk tidak menyebut Azzam dengan kata “berbohong”,,
Kami berusaha membangun kepercayaan bahwa semarah marahnya kami ketika Azzam melakukan kesalahan kami tetap ada disampingnya dan akan selalu berusaha untuk membantu setiap kesulitannya,, Berulang ulang disetiap kesempatan kami menanamkan bahwa kami bertiga akan saling berbagi dan saling menjaga sampai kelak Alloh tempatkan kami di SyurgaNya,,
Dan semarah marahnya kami ketika Azzam melakukan kesalahan, kami akan jauh lebih sediiiih ketika Azzam berkata tidak jujur atau berkata yang tidak sebenarnya,,
Kami berusaha menanamkan bahwa kami mempercayainya,, kami mempercayainya bahwa Azzam bisa belajar,, belajar untuk selalu berkata yang sebenarnya,,
Kesadaran ini terus menerus tumbuh,, beberapa kali kami gagal,, entah karena kami kembali harus “mengingatkan” Azzam ketika Azzam lalai pipis dicelana karena keasyikan main game, padahal sebelumnya bunda sudah mengingatkan Azzam untuk pipis lebih dulu,, Atau ketika Azzam berusaha menahan pipis di minimarket dan ngga tau kenapa tiba tiba Azzam sudah ngga tahan dan langsung pipis sebanyak banyaknya, padahal waktu kami belanja Azzam sibuk lari lari dan ngga bilang mau pipis sama sekali, Atau ketika Azzam ngga langsung bilang waktu buku ensiklopedianya “ngga sengaja” tersobek tangan ,, Atau yang terakhir kemarin Azzam pipis dicelana waktu diajak ayah sholat Jumat (pekan lalu) padahal sebelumnya Ayah sudah tanya apa Azzam mau pipis, yang dijawab Azzam dengan kata tidak,,
Kami terus berusaha untuk bisa dipercaya,, bahwa dengan berkata yang sebenarnya, kami ngga akan marah dan kami ada untuk membantu Azzam,, Membangun kepercayaan dengan membuktikan bahwa, benar kami menghargai kejujurannya dan kami siap membantunya,,
Tulisan ini tertunda untuk diposting lebih dari sepekan,, bukan hanya karena koneksi yang buruk, tetapi ayah dan bunda menunggu persetujuan Azzam untuk bisa menaikan tulisan ini,,
Alhamdulillah,, Segala Puji bagi Alloh,, yang telah menghadiahkan banyaaaaakkk sekali momentum untuk belajar,, momentum momentum yang memudahkan kami untuk menerapkan kurikulum yang telah kami buat ,, momentum momentum untuk terus tumbuh dan berkembang,, Meresapi ketersalingan kami untuk selalu berbagi dan menjaga,,
Semoga Alloh melimpahkan keberkahan atas kehidupan kami,, aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,
Catt: saat postingan naik, Azzam bobo’ dalam pelukan bunda,, Azzam susah nafas karena hidungnya mampet, pilek,, Allohumma ‘afini fii badani,, Syafakalloh nak,,
Mengeja Huruf demi Huruf dalam Al Qur’an,,,
Alhamdulillah,, di Banjarmasin sudah setiap hari hujan,, jadi adeeemmm,, Hmm tapi, hujan berefek pada koneksi internet, Sudah sepekan ini koneksi internetnya kembang kempis ditambah wabah mati listrik, jadilah menulis agak tersendat,,
Alhamdulillah, ngga tahu kenapa sepekan ini bunda jadi seneng berbaring berdua sama Azzam,, (walaupun biasanya juga suka gitu,, tapi sepekan ini kok rasanya “lain” gitu,,),, Sambil bobo’an, bunda banyak denger cerita Azzam,, bunda banyak ngobrol sama Azzam,, dan sambil bobo’an bunda juga menghafal Qur’an bareng Azzam,, Sambil tiduran, bunda sama Azzam ngobrol tentang Rasulullah,, bagaimana Rasul makan dan bobo,, Selalu saja Azzam mendengar dengan antusias dan bilang “aku juga mau bobo seperti Rosul dong,,”
Alhamdulillah hafalan Qur’an Azzam bertambah sampai QS Al Adiyat dan Az Zalzalah,, dua hari ini Azzam sudah memasukkan Al Qadr ke dalam sholatnya (sambil ngikutin bunda yang baca,,), dan Azzam mau menghafal Ad dhuha seperti ayah katanya,,
Azzam juga sudah meminta membaca pakai Al Qur’an besar walaupun Iqro 3nya belum tamat,, Lihat semangat Azzam “berusaha” mengeja Qur’an besar, bunda sama Ayah membiarkan selama Azzam suka membacanya,,
Sepekan ini ayah memang sedang tight sekali sama pekerjaanya,, (sebenernya sudah dari sebulan terakhir,,) jadi mungkin agak jarang ggobrol sama Azzam,, tapi kemarin ba’da subuh, Azzam baca Qur’an ditemenin Ayah,,
Seperti biasa Azzam ngga mau ketinggalan kalo lihat Ayah ambil Al Qur’an, begitu juga ba’da shubuh kemarin,, Karena ayah lihat Azzam berusaha mengeja, akhirnya ayah mengalah, memberhentikan bacaan Quran Ayah dan menyimak sambil sesekali memperbaiki (karena kalo semua diperbaiki, ayah khawatir nanti Azzam malah patah semangat, karena ngerasa salah terus,, jadi ayah memperbaikinya sesekali aja,,)
Azzam mengeja Qur’an Surat Al Mu’minun (ikutan apa yang ayah baca) ayat 101 s/d 104,, dan sesudahnya ayah sama Azzam membaca arti ayat 102 dan 103
“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. (102) Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. (103)
Hmm,, sedikit tapi sangat berarti,, bunda mendengarkan dari ruang belakang sambil membereskan cucian piring,, Alhamdulillah,,
Syukur kami atas kebahagiaan ini Alloh,, Syukur atas kebahagiaan tumbuh dan berkembangnya kami bersama,, Ridhoi kami Alloh,, Aamiin Allohumma aamiin,,
Muwashofat Panduan Stimulasi Azzam,,,
Sebenernya muwashofat ini sudah dibuat sebelum ayah dan bunda menyusun kurikulum berdasarkan Qur’an dan hadits,, Muwashofat ini semula dibuat sederhana (hanya sebagai guideline, karena bundanya merasa perlu arah) dan tidak diniatkan punya waktu khusus sebagai target,,
Pada waktu membuat catatan seperti ini
- Aqidah: Mengenal Alloh, Mengenal Rasulullah, mengenal AlQuran
- Ibadah: Sholat. Menghafal Al Quran: Al fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas, Menghafal Doa, Mengenal dasar membaca Quran (Iqro)
- Akhlaq/ kebiasaan baik: Berdoa sebelum aktivitas, berinfaq, merapikan mainan setelah bermain, membuang sampah ditempatnya, membantu waktu diminta dan atau menawarkan bantuan
- Kemandirian: Bisa tidur sendiri, ketoilet dan pake baju sendiri, makan sendiri.
- Sosialisasi: Terbisa bilang “terima kasih”, “tolong”, meminta maaf (bersikap baik pada orang lain), cium tangan pada orang tua, mengucapkan salam, memperkenalkan diri sendiri (konsep aku)
- Membaca: Mengenal alphabet, merangkai suku kata, membaca kata, membaca kalimat.
- Matematika: Mengenal simbol angka, mengenal konsep jumlah, menjumlah dan mengurangi, membaca jam, mengenal nilai uang
- English: Face, body, color, house, etc
- Science and Concept: konsep pagi, siang, sore, Nama Hari, Nama Bulan
- Motorik Kasar: Lari, Lompat satu kaki, lempar dan nendang bola, BERENANG
- Motorik halus: Mewarnai dan menggambar, Menggunting dan mengelem, menggambar bentuk khusus, menulis
sama sekali ngga punya time line,, Dengan sadar Ayah dan Bunda hanya berusaha menstimulus Azzam dan berusaha memaksimalkan potensi yang sudah Alloh karuniakan pada Azzam,,
Sampai akhirnya kami merasa harusnya bisa memiliki panduan yang jelas berdasarkan apa apa yang dinashkan dalan Quran dan Hadits,, Kami merasa telah dibukakan pintu oleh Alloh untuk menyusun kurikulum kami dengan dasar yang jelas,, Alhamdulillah,, kami berproses dan dengan pertolongan Alloh kami berusaha terus berproses,,
Sesudah membuat catatan, bunda berusaha memasukkan dalam tabel supaya (menurut bunda) lebih enak dilihat

Lagi lagi, usia untuk kami rasanya tidak akan terlalu mengikat,, (kecuali sesuatu itu sudah di contohkan dalam hadits yang sudah kami resapi dari kurikulum yang kami tulis sebelumnya)
Seperti untuk hafalan Al Qur’an, awalnya bunda dan ayah ngga punya target sama sekali untuk harus menghafal seberapa banyak,, Tetapi ternyata Alloh karunaiakan lain,, Azzam (subhannalloh) bisa menghafal dengan cukup cepat,, Diusianya sekarang (4 th) Azzam sudah menghafal sampai Surat Az Zalzalah (start dari An Nas) itupun hampir karena lebih banyak mendengar (baik yang dipakai ayah dalam sholat, murotal, atau “senandung” bunda sambil nemenin Azzam main),,
Untuk doa doa pun seperti itu,, doa doa yang ditulis dalam tabel sudah seluruhnya Azzam hafal dan insyaalloh selalu dibaca pada waktunya dan doa ditabel itu ditambah terus karena Azzam belum 5 tahun,, Semua doa dihafal Azzam karena sejak Azzam bayi, ayah dan bunda sudah selalu melantunkan doa ditelinganya dan bukan karena bunda atau ayah meminta Azzam menghafal doa doa itu,, Karena Doa itu adalah kebutuhan bukan sekedar “hafalan” yang harus disetor,,
Pun untuk keterampilan membaca Indonesia, membaca Iqro atau Al Qur’an, semuanya mengalir mengikuti karunia potensi yang Alloh berikan,,
Segala puji bagi Alloh,,
Wahai Robbul ‘Aliim,, kami sadari benar pajang jalan kami,, Panjang jalan untuk berusaha menyiapkan diri menunggu satu masa yang Kau janjikan seperti yang telah terucap dari lisan manusia mulia Muhammad saw.
Dari shahabat Hudzaifah:
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثَمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً عَاضًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً جَبْرِيًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ
“Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Allah menghendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad, No 17.680, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam As Silsilah Ash-Shahihah no. 5)
Waktu itu pasti datang,, Khilafah ‘ala Minhaj an Nubuwwah,, jika tidak dimasa kami Ayah dan Bunda, insyaalloh masa itu akan datang dimasanya Azzam,, Kami hanya ingin menyiapkan Azzam agar dimasanya nanti dia bisa bermanfaat untuk ummat dengan karyanya,, Insyaalloh,,,
Tidak mudah,, Tapi dengan penjagaan-Mu duhai Robbul Hafiidz,, kami yakin akan terpelihara,, Dengan kehendak dan karunia-Mu wahai Robbul Wahhaab,, semua menjadi mudah,,
Ridhoi kehidupan kami Alloh,, agar kelak syurga-Mu menyambut kami dengan ridho pula,, aamiin yaa robbal ‘alamiin,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 3. Adab dan Sopan Santun (bagian 3),,,
Merasa Cukup dan Puas dengan karunia Rizki dari Alloh (Qona’ah)
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya” HR Muslim (no. 1054)
والذين يؤتون ما آتوا وقلوبهم وجلة أنهم إلى ربهم راجعون
Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina’.”QS Al-Mukmin: 60,
Dengan bahasa yang sederhana mencoba menanamkan sifat Qona’ah (merasa cukup dengan apa yang ada) pada Azzam dalam berkeinginan,,
Baik ketika menginginkan sesuatu yang dia minta pada ayah dan bunda atau ketika melihat milik orang lain,, membiasakan berdoa dan menabung ketika berkeinginan
Juga terbiasa untuk mandiri dalam mengerjakan sesuatu (tidak mudah meminta tolong ketika mampu mengerjakan sendiri)
Melatih Azzam untuk merasa cukup dengan apa apa yang telah Alloh karuniakan,,
ولا تتمنوا ما فضل الله به بعضكم على بعض للرجال نصيب مما اكتسبوا وللنساء نصيب مما اكتسبن واسألوا الله من فضله إن الله كان بكل شيء عليما
Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.QS An Nisa’ : 32
Tidak Sombong/berjalan dimuka bumi dengan angkuh
ولا تصعر خدك للناس ولا تمش في الأرض مرحا إن الله لا يحب كل مختال فخور
واقصد في مشيك واغضض من صوتك إن أنكر الأصوات لصوت الحمير
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(18). Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (19) QS Luqman: 18, 19
Tidak mengganggu orang lain dengan lisan dan tangan
“Seorang muslim yang baik adalah yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (HR Al Bukhari)
Membiasakan Azzam untuk bisa menjaga lisan dan tangan,, Tidak suka mengolok olok atau berkata kasar dan tidak menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain.
Hadits Arbain ke 29
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)
Berkata yang baik atau diam, menghormati tetangga dan memuliakan tamu
Hadits Arbain ke 15
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ [رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari)
Memberi dan Berbagi dengan tidak menyebutkan apa yang telah diberikan
”Adapun orang yang memberikan hartanya dan bertakwa, serta membenarkan keyakinan yang benar berikut balasannya, maka akan Kami mudahkan baginya keadaan yang mudah. Adapun orang yang bakhil dan merasa dirinya tidak butuh kepada Allah, serta mendustakan keyakinan yang benar berikut balasannya, maka akan Kami mudahkan baginya keadaan yang sukar.” (Al-Lail: 5-10)
”Orang-orang yang bakhil dan menyuruh orang lain untuk berbuat bakhil, serta menyembunyikan karunia yang telah Allah berikan kepada mereka, dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir adzab yang menghinakan.” (An Nisa`: 37)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
”Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang suka berinfak seperti dua orang yang memakai jubah besi yang dia masukkan dari dada hingga kerongkongannya. Adapun orang yang suka berinfak, setiap kali dia berinfak jubahnya bertambah longgar dari kulitnya, sampai akhirnya menutupi jari-jemarinya dan menghapus jejak langkahnya (karena panjangnya, pen.). Adapun orang yang bakhil, setiap kali dia akan berinfak, maka menyempitlah baju besi itu, dia ingin melonggarkannya, tapi jubah itu tetap tidak bertambah longgar.” (HR. Al-Bukhari no. 1443)
“Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian sebelum datang suatu hari yang pada saat itu tidak ada jual beli, tidak ada hubungan kasih sayang dan tidak ada pula syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dzalim.” (Al-Baqarah: 254)
Melatih Azzam untuk tidak bakhil karena sesungguhnya apa yang kami punya adalah karunia Alloh swt. Dan Alloh akan memberi balasan yang jauuuh lebih baik dari apa yang kami keluarkan,,
قل إن ربي يبسط الرزق لمن يشاء من عباده ويقدر له وما أنفقتم من شيء فهو يخلفه وهو خير الرازقين
“Dan apa pun yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rizki.” (Saba`: 39)
مثل الذين ينفقون أموالهم في سبيل الله كمثل حبة أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مئة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al baqarah : 261)
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al baqarah : 262)
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (Al Baqarah : 263)
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.(Al Baqarah 264)
Dan seterusnya sampai ayat 274
“Maka bertakwalah kalian kepada Allah sekuat kemampuan kalian, dengar dan taatlah kalian kepada-Nya, serta infakkanlah harta yang baik bagi diri kalian, dan barangsiapa dilindungi dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (At-Taghabun: 16)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada suatu hari yang dimasuki oleh seorang hamba, kecuali pada hari itu ada dua malaikat yang turun. Salah seorang dari mereka berdoa, ‘Ya Allah, berikan ganti pada orang yang menginfakkan hartanya.’ Yang lainnya berdoa, ‘Ya Allah, berikan kemusnahan harta pada orang yang tidak mau memberi’.” (HR. Al-Bukhari no. 1442)
Rasul teladan yang mulia,,,
Rasul tak pernah menolak apabila beliau diminta. Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu mengatakan:
“Tak pernah sekalipun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diminta sesuatu kemudian beliau mengatakan ‘tidak’.” (HR. Muslim no. 2311)
Diceritakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
”Ada seseorang meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kambing sebanyak antara dua bukit. Beliau pun memenuhi permintaannya. Maka orang itu mendatangi kaumnya sambil berkata, ’Wahai kaumku, masuk Islamlah kalian! Sesungguhnya Muhammad itu suka memberi dengan pemberian yang dia sendiri tidak khawatir akan fakir!’ Anas mengatakan, ’Tadinya orang itu masuk Islam karena menginginkan dunia, sampai akhirnya setelah masuk Islam, Islam lebih dia cintai daripada dunia seisinya’.” (HR. Muslim no. 2312)
’Abdullah bin ’Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:
”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, ketika Jibril menemui beliau. Jibril biasa menemui beliau setiap malam sepanjang bulan Ramadhan, lalu mengajari beliau Al-Qur’an. Maka ketika itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan untuk memberikan kebaikan daripada angin yang bertiup kencang.” (HR. Al-Bukhari no. 3220 dan Muslim no. 2308)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan, hadits ini memiliki beberapa faedah, di antaranya penjelasan tentang besarnya kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta disenanginya memperbanyak kedermawanan ini pada bulan Ramadhan. (Syarh Shahih Muslim, 15/68)
Tidak berlaku boros / mubadzir
Selain membiasakan untuk qona’ah, tidak meminta minta, tidak “menginginkan” apa yang dimiliki orang lain, senang berbagi, Azzam juga dibiasakan untuk tidak berlaku mubadzir dan tidak berlebih lebihan, dari sini kami membiasakan Azzam menabung jika ada uang yang tercecer di rumah dan jika Azzam menginginkan sesuatu,,
Insya alloh Azzam dilatih untuk Mujahadatun Linafsihi (Continence) Bermujahadah dalam nafsunya
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS Al Araf ; 31)
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(26). Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (27) (QS Al Isra’ ; 26 – 27)
Adab menjaga kebersihan diri
Dari Aisyah r.a, Rosululloh SAW bersabda : Islam itu agama yang bersih, maka hendaknya kamu menjadi orang yang bersih, sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih (HR.Tabrani)
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR. Tirmidzi)
Fitrah manusia ada lima yaitu dikhitan (disunat), mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan kaki) serta mencabuti bulu ketiak. (HR. Bukhari)
Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendek) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (melalui) kuku-kuku yang panjang. (HR. Ahmad)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, “Siwak merupakan kebersihan bagi mulut sekaligus keridhaan bagi Rabb.” (HR Ahmad)
Dari Ali bin Abi Thalib RA berkata telah bersabda Rasulullah SAW: Kalau seandainya tidak akan merepotkan ummatku, maka aku akan perintahkan kepada mereka membersihkan gigi pada setiap wudhu (HR Thabrani). Dari Abi Hurairah RA ‘sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : Seandainya tidak akan merepotkan ummatku, maka aku akan perintahkan kepada mereka untuk membersihkan gigi (bersiwak) pada setiap akan shalat. (HR Bukhari dan Muslim).
Nabi Muhammad SAW mencontohkan bersiwak setiap kali bangun tidur, termasuk saat bangun malam. (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)
Dari Ali ibn Thalib Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah memerintahkan kami bersiwak: ‘Sesungguhnya seorang hamba jika berdiri menunaikan shalat, malaikat lalu mendatanginya, berdiri di belakangnya mendengar bacaan al-Qur`an dan mendekat. Malaikat terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya di atas mulut hamba tersebut, hingga tidaklah dia membaca satu ayat pun kecuali malaikat berada di rongganya.” (Riwayat Baihaqi)
Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
Janganlah kamu kencing di air yang tidak mengalir kemudian kamu berwudhu dari situ. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dari Abi Hurairah, Rasul bersabda: Apabila salah seorang di antaramu bangun dari tidur, maka janganlah ia memasukkan tangannya kepada wadah (yang ada makanannya) sebelum ia mencucinya tiga kali. Maka sesungguhnya ia tidak tahu ke mana tangannya itu pada waktu ia tidur (Muttafaqun ‘alaihi).
Alhamdulillah,,, Semoga Alloh mudahkan kami untuk terus mentarbiyah Akhlaq kami,, aamiin,,,
Insyaalloh sedang mencoba menyusun (sambil menjalankan),,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 4. Menyuruh anak untuk beribadah ketika telah memasuki usia 7 tahun,,, dan
Kurikulum Homeschooling Azzam : 5. Mendidik anak untuk mencintai Rasul, keluarganya dan membaca Al Quran,,,
Yaa Robbul ‘aliim,, mudahkan dan berkahi proses belajar kami,, Tambahkanlah ilmu dan pemahaman yang akan mengantarkan kami menuju jannahMu,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 3. Adab dan Sopan Santun (bagian2),,,
“Apabila anak telah mencapai 6 tahun, maka hendaklah diajarkan adab sopan santun” (HR. Ibnu Hibban)
Adab makan minum
يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم واشكروا لله إن كنتم إياه تعبدون
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (Al-Baqarah: 172).
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari no. 5376, Bab Membaca Basmalah ketika Makan dan Makan dengan Tangan Kanan; Muslim no. 2022, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
Ketika lupa membaca Basmallah di awal
“Apabila salah seorang diantara kalian hendak makan, maka ucapkanlah: ‘Bismilah.’ Dan jika ia lupa untuk mengucapkan Bismillah di awal makan, maka hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillahi Awwalahu wa Aakhirahu (dengan menyebut nama Allah di awal dan diakhirnya).’” (HR. Daud)
“Barangsiapa telah selesai makan hendaknya dia berdo’a: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani hadza wa razaqqaniihi min ghairi haulin minni walaa quwwatin. Niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Daud, Hadits Hasan)
“Aku tidak makan dengan bertelekan/bersandar, sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan dan aku duduk sebagaimana seorang hamba duduk.” (HR. Al-Bukhari)
Abu Hurairah radhiallahu anhu menjelaskan: “Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak pernah mencela makanan, apabila beliau menyukainya ingin beliau memakannya, jika tidak suka , beliau meninggalkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
“Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan menggunakan tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud)
“Apabila salah seorang diantara kalian telah selesai makan maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau minta dijilati (oleh Isterinya, anaknya).” (HR. Bukhari Muslim)
Dari Ka’ab radhiallahu anhu , ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam makan dengan menggunakan tiga jari dan tatkala selesai beliau menjilat ketiga jarinya itu.”(HR. Muslim)
“Apabila sepotong makananmu jatuh, maka ambillah dan bersihkanlah apabila ada bagian yang kotor, kemudian makanlah (setelah bersih), jangan membiarkan makanan itu diambil oleh syaitan.” (HR. Muslim).
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menghirup udara (bernafas) di dalam gelas (ketika minum) dan meniup di dalamnya.” (HR. At Tirmidzi dan Al-Bukhari dengan lafazh lain)
Dari Abu Hurairah radiallahuanhu, ia berkata: “Rasulullah melarang seseorang minum dari mulut tempat minuman atau teko.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Tidaklah anak Adam memenuhi suatu bejana yang lebih buruk daripada memenuhi perutnya. Cukuplah bagi anak Adam dengan beberapa suap untuk menopang punggungnya. Apabila tidak bisa, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas.” (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i, hasan shahih).
Adab tidur
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).
“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050).
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).
Do`a Sebelum Tidur
“Bismikallohumma amutu wa ahya” artinya: Dengan namaMu aku mati dan aku hidup. (HR.Bukhari Muslim)
Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat dijangkau dengannya dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)
Doa Bangun Tidur
“Alhamdullilahilladzi ahyana ba`da ma amatana wa iliahi nusyur.” artinya, “Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya-lah kita dikembalikan.”
(HR. HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)
“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” (HR. Muslim No. 763)
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
“Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)
Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)
Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)
Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).
Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)
Adab masuk keluar kamar mandi
Doa masuk kamar mandi
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila akan masuk WC membaca do’a.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ
“Allohumma inni a`udzubika minal khubutsi wal khobaits” “Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan” [Hadits Riwayat Bukhari no.142,5963 dan Muslim no.375]
Saat masuk gunakan kaki kiri dulu, keluar gunakan kaki kanan dulu
Doa keluar kamar mandi
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, ‘Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah keluar dari WC beliau membaca do’a’.
“Ghufraanaka” Artinya : Aku mohon ampun kepadaMu” [Hadits Riwayat Ahmad VI/155, Abu Dawud no.30, Tirmidzi no.7 dan Ibnu Majah no.300]
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ‘Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila telah keluar dari WC beliau membaca do’a’.
“Allhamduillahi al-ladzii adzhaba ‘annii al-adzaa wa ‘aafanii.” Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan gangguan (kotoran) dariku dan telah menjadikan diriku dalam keadaan sehat. [Hadits Riwayat Ibnu Majah no. 301]
Adab buang air dan berhadats
Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat.” (HR. Al-Bukhari No. 394 dan Muslim No. 264)
Adab berpakaian
Dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi mengatakan, “Hadits ini mengandung kaidah baku dalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal memakai baju, celana panjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundul kepala, mengucapkan salam sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan sisi kiri semisal masuk WC, keluar dari masjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju, celana panjang dan sepatu. Ini semua dikarenakan sisi kanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.” (Syarah Muslim, 3/131)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Adab keluar masuk rumah
Doa saat keluar rumah
Bismillahi tawakaltu ‘alallahi laa haula walaa quwwata illa billah
Artinya: “Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah.” (HR. Abu Daud, Tirmidzy dan Nasai)
Doa saat masuk rumah
Allahuma inni as aluka khoiral muulaji wa khoiral mukhroji bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alalloohi rabbina tawakkalnaa
Artinya: “Ya Allah, aku minta kepadaMu baiknya rumah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepada-Nya aku berserah diri. ” (dalil,,,???)
“,,,Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam kepada) dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.” QS An Nur: 61
Adab masuk pasar
Doa masuk pasar
“La ilaha illallah wahdahu lasyarikalahu al-mulku wa lahu alhamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun layamutu bi yadihi al-khair wa huwa’ala kulli syaiin qadir.”
artinya,” Tiada ilah selain Alloh tiada sekutu bagi-Nya Dan Alloh adalah Maha Penguasa dan segala pujian hanya milik Alloh yang menghidupkan dan mematikan dan Alloh Hayyun tidaklah mati dan di tangan Alloh semua kebaikan dan Dialah Alloh atas setiap taqdir.” (HR. Ibnu Majah)
Adab ketika hujan, mendengar petir dan merasakan angin bertiup
Doa ketika hujan turun
“Allohumma shoyyiban naafi`an.” artinya,”Ya Alloh turunkanlah hujan yang memberi manfaat. (HR. Bukhari)
Doa ketika hujan sudah reda
“Muthirna bi fadhillillahi wa rohmatihi” artinya, “Diturunkan hujan pada kami dengan fadhilah Alloh dan dengan rohmat-Nya. (H.R Bukhari dan Muslim)
Doa angin bertiup
“Allohumma inni as aluka khoiroha wa audzubika min syariha” artinya. “Ya Alloh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
ويسبح الرعد بحمده والملائكة من خيفته ويرسل الصواعق فيصيب بها من يشاء وهم يجادلون في الله وهو شديد المحال
Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya (QS Ar Ra’d : 13).
Abdullah bin Az Zubair mendengar petir, dia menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan,
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
‘Subhanalladzi yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaikatu min khiifatih’ (Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya).
Adab masuk keluar masjid
Rasulullah shallallahu `alaihi wassalam bersabda
“Apabila salah seorang di antara kamu masuk masjid hendaklah ia mengucapkan salam atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, kemudian membaca doa : “Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.”
Artinya : Ya Alloh, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (HR.Muslim)
Doa keluar masjid
Allaahumma innii as’aluka min fadhlika
Artinya : Ya Alloh, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa’I dan Ibnu Majah)
Insyaalloh disambung bagian 3,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 3. Adab dan Sopan Santun (bagian1),,,
“Apabila anak telah mencapai 6 tahun, maka hendaklah diajarkan adab sopan santun” (HR. Ibnu Hibban)
Berterimaksih
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
من صنع إليه معروف فقال لفاعله: جزاك اللَّه خيراً، فقد أبلغ في الثناء
“Barangsiapa yang diberikan sesuatu kebaikan, maka hendaknya dia ucapkan ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalas kebaikanmu)’ kepada orang yang memberi kebaikan. Sungguh hal yang demikan telah bersungguh-sungguh dalam berterimakasih.”
(HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).
“Tidaklah berterima kasih kepada Allah siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia!” Demikian sabda Rasulullah saw. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dengan sanad yang sahih dalam al-Adab al-Mufrad, hadis no: 218.
Mengucapkan salam
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda yang artinya:
“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)
Dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan , ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.”
(Hadits Riwayat Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad , Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dan beliau meng-hasankannya).
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda, “(Hendaklah) orang yang muda memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 127]
Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah S.a.w bersabda, “(Hendaklah) orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, (sedangkan) orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, dan kelompok yang sedikit memberi salam kepada yang banyak”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 127]
“Yang lebih baik dari keduanya adalah yang memulai salam.” (HR. Bukhori: 6065, Muslim: 2559)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Dari ‘Abdullah bin Amr bin Ash radiallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Islam bagaimana yang bagus?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Engkau memberi makan ( kepada orang yang membutuhkan), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal.” (HR. Bukhori: 2636, Muslim: 39)
Adab pada orang tua
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. QS Luqman : 14
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا() وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(23) Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(24) (QS Al Isra’ : 23, 24)
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (An Nisa: 36)
Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh, ‘Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970)
Adab pada orang yang lebih tua atau lebih muda
مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيْرَنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barang siapa yang tidak mengasihi yang lebih kecil dari kami serta tidak menghormati yang lebih tua dari kami bukanlah golongan kami.” (HR Bukhari dalam Al-Adab, Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 271)
Nabi saw. bersabda dalam hadits Malik bin Al-Huwairits:
“Bila waktu shalat telah tiba maka hendaklah salah seorang kalian mengumandangkan adzan dan orang yang paling tua mengimami shalat kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 628)
Disebutkan dalam hadits lain, bahwa Nabi saw. bersabda (yang) artinya:
“Yang mengimami manusia adalah orang yang pandai membaca (memahami) Al-Qur’an. Bila dari sisi bacaan Al-Qur’an mereka sama maka yang paling tahu tentang sunnah. Bila pengetahuan mereka tentang sunnah sama maka yang paling dahulu berhijrah. Bila dalam hijrah mereka sama maka yang paling tua umurnya.” (HR. Muslim)
Adab pada sesama muslim
Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Insyaalloh disambung bagian 2,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 2. Taat kepada Alloh (mentaati perintah menjauhi larangan),,,
Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa ia berkata : “Ajarkanlah mereka untuk taat kepada Allah dan takut berbuat maksiat kepada Allah serta suruhlah anak-anak kamu untuk mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Karena hal itu akan memelihara mereka dan kamu dari api neraka”.
Untuk kami, seluruh ketaatan pada Alloh akan terbangun seiring dengan pengenalan kami pada Alloh,,, Ketaatan pada Alloh adalah tolak ukur syahadah kami,,
Merasai pengawasan Alloh
QS Al Baqarah : 255
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
QS Ali imran : 29
Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kami berusaha mengalirkan pengawasan yang sebenarnya, Pengawasan (murroqobah) Alloh atas diri Azzam. Kami sadar, murroqobbatulloh lah yang pada akhirnya akan menjaga Azzam dari segenap keburukan yang akan dihadapinya,,
Tidak mudah bukan berarti tidak mungkin dilakukan,, Menghadirkan kesadaran pada diri dan jiwa Azzam bahwa ia selalu diawasi dan dilihat oleh Alloh setiap waktu dan dalam setiap kondisi apapun,, Kamilah yang harus lebih dahulu merasakan dan dengan sendirinya Azzam akan menyerap energi murroqobatullah dari diri diri kami,,
Kami berharap hanya pada Alloh karena Allohlah yang maha menjaga hambaNya,,
Kami titip seluruh langkah pada Al Muhaimiin sang Maha Memelihara, Al ‘Aziz Maha Perkasa, Al Hafiidz Maha pemelihara , hanya padaNya lah kami meminta perlindungan, penjagaan dan pemeliharaan,, Kami meminta agar diri kami terlindung dari fitnah dunia hanya padaNya, kami memohon kekuatan untuk menghadapi ujian hanya pada Nya,, Alloh lah sebaik baik Penjaga dan Pemelihara,,
Kami mulai dengan menetapkan satu point yang kami anggap paling penting untuk mendasari langkah Azzam yaitu:
Berkata yang sebenarnya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (At-Taubah: 119)
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,“Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)
Insyaalloh masih akan terus disusun seiring perkembangan usia dan pemahaman Azzam,,
Rabbannaa mudahkan kami,, aamiin,,
Kurikulum Homeschooling Azzam : 1. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ,,,
Kami membuka pendidikan berbasis rumah kami dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalloh,,
Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dari Nabi SAW. bahwa beliau bersabda :
“Bacakanlah kepada anak-anak kamu kalimat pertama dengan La Ilaha Illa Allah”.
وإذ قال لقمان لابنه وهو يعظه يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.QS Lukman : 13
Tauhidullah
Mendekatkan Azzam (mengenalkan Azzam) pada Alloh Penciptanya dan memurnikan ketaatan hanya padaNya,,, adalah tugas utama dan pertama kami sebagai orang tua,, maka kami, dengan memohon kekuatan dan penjagaan Alloh, perlahan melangkah,,
Membuka kebesaran Alloh lewat ayat ayat Qouli dan Kauni,, agar kami semakin tunduk,,
Kami harus mengalirkan ayat demi ayat,, Kami sadar ketundukan kami pada Alloh adalah energi nyata yang akan bisa diserap Azzam,, Maka kami harus terlebih dahulu mengevaluasi kebenaran pemaknaan kami akan Alloh dan sudahkah kami benar benar tunduk tanpa reserve,,
Ketundukan kami pada Alloh pada setiap gerak dan langkah hidup adalah contoh yang lebih nyata dari kata kata,, Bagaimana mungkin kami meminta Azzam untuk tunduk pada Alloh sementara kami sebagai orangtuannya membangkang,,??
Oleh karenanya kami berproses bersama,, Saling belajar, saling mendoakan dan saling mengingatkan,,
Rububiyatullah
Kami mengimani Alloh sebagai satu satunya Pencipta, Pemberi Rizqi dan Pengatur segala urusan makhluq-Nya
قل من رب السماوات والأرض قل الله قل أفاتخذتم من دونه أولياء لا يملكون لأنفسهم نفعا ولا ضرا قل هل يستوي الأعمى والبصير أم هل تستوي الظلمات والنور أم جعلوا لله شركاء خلقوا كخلقه فتشابه الخلق عليهم قل الله خالق كل شيء وهو الواحد القهار
Artinya : Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS. Ar Ra’du : 16)
قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Artinya : “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan pengelihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus : 31)
“Alloh , Dialah yang mengirim angin lalu angin itu menggerakkan awan dan Alloh membentangkannnya menurut kehendak-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal. Lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Apabila hujan itu mengenai hamba-hamba yang dikehendaki-Nya maka mereka pun merasa gembira.”
(QS. Ar Ruum :48)
Alloh sebagai Rabb,, Tidak ada yang bisa mengaku sebagai Nya,, Kisah Nabi Ibrahim (dengan raja Namruz)
“Sesungguhnya Alloh menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari arah barat. Maka orang (raja) kafir itu pun diam tidak bisa menjawab dan Alloh tidak memberi petunjuk pada orang yang dzalim” (QS Al Baqarah: 258)
Uluhiyatullah
Kami mengimani Alloh sebagai satu satunya yang berhak di Ibadahi.
فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك وللمؤمنين والمؤمنات والله يعلم متقلبكم ومثواكم
Artinya : “Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (QS. Muhammad : 19)
ُإياك نعبد وإياك نستعين
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan (QS Al Fatihah : 5)
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163
Artinya : “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al An’am : 162 – 163)
قل الله أعبد مخلصا له ديني
Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (QS Az Zumar : 14)
” Segala puji bagi Alloh yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak memiliki penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan dan agungkanlah Dia (Alloh) dengan pengagungan sebesar-besarnya.”
(QS.Al Isro`:111).
“Termasuk tanda-tanda kekuasan Alloh adalah malam dan siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian sujud pada matahari dan bulan, tetapi sujudlah kepada Alloh yang menciptakan keduanya, jika kalian benar-benar mengibadahi-Nya.”
(QS. Fushilat:37)
Asma’ wa sifat
Dan kami mengimani Alloh, meniadakan yang setara dan semisal bagi dzat Alloh dalam sifat dan perbuatan-Nya.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4
Artinya : “Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas : 1 – 4)
Kami mengimani seluruh sifat yang Alloh sifatkan atas dzatNya
Kami mengimaniNya sebagai As-Samii’ Maha Mendengar, Al-Bashiir Maha Melihat,Al ‘Aliim Maha Mengetahui bahwa tidak ada sesuatupun terlepas dari ilmuNya, maka kami merasa murroqobahNya menyertai kami,, Kami takut pada Nya dan kami akan memaksa diri kami (suka ataupun tidak) berusaha sekuat tenaga untuk tidak bermaksiat pada Nya,,
Kami mengimaniNya sebagai Al Muhaimiin Maha Memelihara, Al ‘Aziz Maha Perkasa, Al Hafiidz Maha pemelihara maka kami hanya meminta perlindungan, penjagaan dan pemeliharaan padaNya,, kami meminta agar diri kami terlindung dari fitnah dunia hanya padaNya, kami memohon kekuatan untuk menghadapi ujian hanya pada Nya,, Alloh lah sebaik baik Penjaga dan Pemelihara,,
Kami mengimaniNya sebagai Al Baasith Maha Melapangkan, maka kami hanya meminta kelapangan hidup dunia dan akhirat pada Nya,,
Kami mengimani Alloh sebagai yang Al Wahhab memberi nikmat karunia, yang menganugerahi, dan yang hanya di tanganNya segala kebaikan, dan Al Qadiir Dia Mahakuasa atas segalanya, Dia Ar Razzaaq yang memberi rizki, Al Muqiit Yang Maha Pemberi Kecukupan, Al Barr yang membalas dengan kebaikan, dan memuliakan hambaNya yang mukmin, yang seluruh asmaNya membawa kami pada mahabbah kepada Nya dan ber-taqarrub kepadaNya serta mencari apa yang ada di sisiNya,,
Kami mengimani Alloh sebagai Al Khaafidh yang Maha Merendahkan, Ar Raafi’ Maha Meninggikan, Al Mu’izz Maha Memuliakan, Al Mudziill Maha Menghinakan maka kami hanya peduli dengan penilaianNya kepada kami dan kami tidak peduli pada penilaian manusia,,
Kami mengimani Alloh sebagai sebagai Al Ghaffar Maha Pengampun, Ar Rahiim Maha Penyayang, Al Kariim Maha Mulia, Ar Rauuf Maha Belas Kasih, At Tawwaab senang pada taubat hambaNya, Al ‘Afuww mengampuni semua dosa dan menerima taubat orang yang bertaubat maka semua itu membawa kami kepada taubat, istighfar juga membawa kami pada berbaik sangka dan tidak berputus asa pada rahmatNya,,
“Hasbiyallohu Laa Ilaaha illa huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Robbul ‘arsyil ‘adzim” (QS 9, 129)
Cukuplah Alloh dengan segala asma dan sifatnya bagi kami, Tiada Illah kecuali Dia yang patut disembah dan diibadahi,, dan diberikan wala’ kami,, hanya padaNya lah kami bertawakal dan menyerahkan segala urusan sebesar atau sekecil apapun,, karena Dialah Robb Arsy yang Agung,,
Rukun Iman
Dasar
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .
[رواه مسلم]
Arti hadits / ترجمة الحديث :
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)
Mengimani Rasul saw.
Muhammad bin `Abdullah bin `Abdul Mutholib shalallahu `alaihi wassalam. Keturunan Bani Hasyim dari suku Quraisy dari bangsa Arab.
Ayahnya bernama `Abdulloh bin `Abdul Mutholib meninggal sewaktu Muhammad saw. dalam kandungan dan bundanya bernama Aminah binti Wahb meninggal dan dimakamkan di Abwa` (saat ziarah ke makam ayahnya) pada saat Muhammad saw. berusia 2 tahun. Muhammad saw. disusui oleh Halimatus Sa`diyah.
Sepeninggal bundanya Muhammad saw. diasuh oleh kakeknya bernama `Abdul Mutholib sampai usia 8 tahun.
Sepeninggal kakeknya kemudian diasuh oleh pamannya bernama Abu Tholib.
Muhammad shalallahu `alaihi wasaalam adalah seorang yang jujur lagi amanah sehingga dijuluki “Al Amin”.
Pada berumur 25 tahun beliau menikah dengan Khodijah binti Khuwailid yang kelak melahirkan 6 anak.
Muhammad diangkat menjadi Nabi saat di gua Hiro (QS. Al-Alaq:1-5) pada usia 40 tahun. Diangkat menjadi Rosul dengan QS. Mudatstsir. Rasul berda`wah selama 13 tahun di Mekah untuk menyeru kaumnya agar beribadah kepada Alloh saja tapi kebanyakan kaumnya menolak.
Akhirnya Alloh memerintahkan beliau bersama sahabatnya hijrah ke Madinah dan atas kehendak Alloh da`wah beliau berhasil dan setelah 10 tahun da`wah beliau diterima seluruh bangsa Arab. Setelahnya Rasul saw. kembali lagi ke kota Mekah dan beliau wafat sesudah melaksanakn Haji Wada`.
Rukun Islam
Dasar
“Agama yang benar dan diridhoi Alloh adalah Islam.”
(QS. Al Maidah:85)
“Barang siapa yang mencari agama selain Islam maka akan tertolak dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Al Maidah:19)
“Dan masuklah kalian kedalam Islam secara menyeluruh dan janganlah mengikuti jalan syaithon karena syaithon itu musuh yang nyata.”
(QS. Al Baqoroh:208)
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.[رواه الترمذي ومسلم ]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Turmuzi dan Muslim)
Perlahan kami berproses,, memaknai dengan se-benar benar-nya dan berusaha mengamalkan dengan perbuatan se-sungguh sungguh-nya,,
Wahai Rabbul ‘aliim,, kami sadari benar kefaqiran ilmu dan kelemahan diri kami,, Hanya padaMu kami bermohon,, Yaa Wahhaab, karuniakan pada kami keluasan dan keberkahan ilmu,, Lindungi dan Jaga kami dari kelalaian kami Yaa Waliyy,, Kabulkan doa doa kami wahai Robbul Mujiib,, hanya pada Mu kami menyandarkan diri,, Allohu Robbul ‘arsyil ‘adzim,,
“Robbanaa atmimlanaa nuuronaa waghfirlanaa, innaka ‘alaa kulli syaiin qodiir,,” ”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”
Aamiin yaa robbal ‘alaamiin,,
“Ma’rifatullah Azzam lewat Tata Surya dan QS Ibrahim : 33 dan QS Al Anbiya : 33,,,”
Kami masih terus belajar mengenal Alloh dan menundukkan diri kami pada Nya,,,
Dua hari kemarin Azzam belajar tentang Tata Surya,, Masih rangkaian dari ma’rifatullah lewat penciptaan alam semesta, Azzam yang memang sedang suka mengeksplore sesuatu yang berkaitan dengan tata surya (planet, komet, asteroid, meteor, roket dan misi penelitian luar angkasa, dll,,) bunda kenalkan dengan Pencipta semesta,,,
Pencipta yang mengatur seluruh semesta yang dipatuhi oleh seluruh semesta sehingga semesta ini tunduk patuh dan terbentang dengan seimbang,, (sesuai garis edarnya dan ngga bergerak sendiri sendiri semaunya,,,)
Karena sebelum sebelumnya Azzam sudah banyak terpapar dengan informasi luar angkasa, bunda hanya memberi penekanan penekanan tentang betapa teraturnya Alam semesta dan hal itu adalah merupakan bukti tasbih dan ketundukan semesta alam pada Alloh swt, Penciptanya,,
Azzam sebelumnya sudah membaca buku buku tentang luar angkasa,, Azzam juga sudah kenalan dengan gerhana bulan (yang pernah disaksikannya,, ceritanya ada di bertasbih-bersama-semesta/), Azzam juga suka nonton vcd Space adventure dan berkunjung ke web http://www.kidsastronomy.com/,, dan kami memang sukaaa sekali ngobrol dan ceritaaaa dimana saja kapan saja termasuk hal hal yang kadang kadang ditanyakan Azzam tentang alam semesta,, (yang ngga bisa tercatat dengan lengkap di blog ini,,),,
Kemarin setelah Azzam mengeksplore dan banyak tanya tentang Space shuttle Discovery, Bunda mengkaitkan dengan apa yang sudah pernah didiskusikan sebelumnya marifatullah-azzam-lewat-benda-benda-langit-dan-qs-an-nahl-12/ yang kemudian dilanjutkan dengan ngobrol tentang tata surya (sambil glunsang glundung di tempat tidur,,),,
Ngga puas cuma ngbrol,, bunda -lagi lagi- mengambil kertas dan mulai mencoret coret gambar tata surya,, Azzam yang memang tipe visual langsung semangat kalo bundanya sudah ambil kertas,,
Mulailah bunda menggambar Tata Surya,, yang kemudian kami definisikan dengan sederhana sebagai kumpulan planet atau benda luar angkasa yang bergerak teratur mengelilingi sebuah matahari,,
Azzam sudah bisa mengidentifikasi nama planet walaupun urutannya masih terbolak balik,,, (its fine,,) dan Azzam juga sudah berkenalan dengan “gaya gravitasi” (baik gravitasi matahari ataupun planet),,
Azzam juga sudah kenal dengan Revolusi, gerak planet mengelilingi matahari yang menjadi ukuran untuk satu tahun dan Rotasi, gerak planet pada porosnya yang menjadi ukuran untuk satu hari,, (Ini dia pelajari dari cd ADI, Space Adventure dan buku sederhana yang sering kami baca iseng iseng,,),, dan Azzam juga sudah kenal dengan bulan/satelit yang mengelilingi planet,,
Azzam sudah tahu kalau bumi punya satu bulan dan Jupiter punya dua puluh bulan dan Azzam sibuk bertanya berapa jumlah bulan yang dimiliki masing masing planet yang lain,, (yang ini bunda belum bisa jawab dan memang belum mencari tahu berapa jumlah bulan untuk masing masing planet,, (he he,, nanti Azzam cari sendiri ya,,)
Azzam juga sudah kenal dengan asteroid, komet, meteor, yang memiliki geraknya sendiri sendiri di semesta,, Azzam juga sudah kenal dengan galaksi dan Galaksi Bima Sakti yang dikenalnya sebagai kumpulan tata surya,, dan Azzam juga tahu kalau diluar angkasa itu hampa udara,,
Bunda menggambarkan dan mencoba mengurai apa apa yang sudah Azzam kenal atau Azzam pernah ketahui dari VCD atau buku yang dibacakan bunda,,
Sambil menggambar dan mendengarkan cerita Azzam,, bunda mengulang menjelaskan bahwa seluruh keteraturan semesta adalah bentuk dari ketaatan semesta pada Alloh,,
Seperti yang sudah dijelaskan di,,
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS Ibrahim : 33)
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (QS Al Anbiya : 33)
Bunda pelan pelan menjelaskan, bahwa pada alam semestalah kita bisa belajar ketundukan dengan baik,, Mereka (alam semesta) itu sangat nurut pada Alloh,, Mereka bergerak dengan patuh,,sesuai perintah Alloh,, Mereka tak pernah berhenti bertasbih memuji Alloh,,
Azzam juga membaca
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. (QS Al A’raf : 54)
Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Luqman : 29)
Sorenya, sebelum ayah pulang, Azzam menggambar tata surya nya sendiri,, dan kembali “mengoceh” meriview apa apa yang diingatnya dari diskusinya dengan bunda,, Dan malam sepulangnya ayah,, Azzam “menggempur” ayah dengan celotehnya,,
Alhamdulillahir Rabbil ‘alamiin,, Mudahkan kami yaa Alloh,, Mudahkan kami mengenal dan belajar Tunduk padaMu seperti tunduknya semesta,,
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.(QS Ar Ra’d : 2)
“Main di Dalam Space Shuttle Discovery,,,”
Beberapa hari lalu, bunda dapet link keren dari Klub Sinau,, Ini link nya,,, http://360vr.com/2011/06/22-discovery-flight-deck-opf_6236/index.html
Masyaalloh,, Subhanalloh,, Kereeennn banget,,, Gambar/fotonya bisa berotasi 3600 karena diambil dengan kamera rotasi (rotational cameras) dengan lensa ultra wide-angle,,,
Seperti ada di dalam Space Shuttle Discovery beneran,, Azzam (plus Ayah dan bunda) sukaaaa banget dan kami juga berkunjung ke webnya langsung http://360vr.com/ dan main main dengan buanyakk foto 3 dimensi lain,,
Azzam yang memang mulai tertarik kegiatan photography (turunan ayahnya,, he,, he,,) ngga bosen bosen main dan mengamati,, Fotonya diputar putar, dibesar kecilkan dan dieksplorasi gambarnya,,
Azzam juga mengamati foto peluncuran Space Shuttle Discovery dari Kennedy Space Center yang diluncurkan pada tanggal 24 Februari 2011 lalu, sambil sibuk menenteng nenteng Educomicnya tentang Aku Suka Belajar Pesawat,,
Karena akhir akhir ini Azzam memang sedang sukaaa sekali membaca Educomic Pesawatnya dan menggambar Space Shuttle,, jadilah Azzam tambah bersemangat mengamati karena dia mau meniru gambarnya,, Plus cerewet tanya ini itu,, (yang bunda harus “belajar” dulu sebelum menjawab,, he,, he,,) Alhamdulillah Azzam masih cukup puas kalau pertanyaannya dijawab dengan “jawaban sederhana”,, yang dibaca ulang dari Educomicnya dan dibrowse dari beberapa web yang berkaitan dengan Space Shuttle Discovery,,
Pertama bunda membuka wikipedia http://en.wikipedia.org/wiki/STS-133 tentang Space Shuttle Discovery,, Terus lanjut menelusuri webnya NASA di http://www.nasa.gov/mission_pages/shuttle/shuttlemissions/sts133/main/index.html,,, Di web pagenya NASA banyaaakkk informasi tentang misi misi luar agkasanya dan bunda “hanya” baru memperkenalkan,, Insyaalloh satu hari nanti Azzam bisa membaca dan mempelajarinya sendiri,, aamiin,,
Bunda pelan pelan menjelaskan tentang STS 133 sebisa bunda,,,dan dengan bahasa sesederhana mungkin,,

Launch:
4:53:24 p.m. EST – Feb. 24, 2011
Landing:
11:57:17 a.m. EST – March 9, 2011
Orbiter:
Discovery
Mission Number:
STS-133
(133rd space shuttle flight)
Launch Window:
10 minutes
Launch Pad:
39A
Mission Duration:
12 days, 19 hours, 4 minutes and 50 seconds
Landing Site:
KSC
Inclination/Altitude:
51.6 degrees/122 nautical miles
Primary Payload:
35th station flight (ULF5), EXPRESS Logistics Carrier 4 (ELC4), Permanent Multi-Purpose Module (PMM)

STS-133 spacewalkers work on the outside of the International Space Station. The crew conducted two spacewalks during the flight. Photo credit: NASA (left picture)
STS-133 Pilot Eric Boe and International Space Station Flight Engineer Paolo Nespoli work inside the Columbus laboratory of the International Space Station during STS-133. Photo credit: NASA (right picture)
Hmm jadi inget almarhum Eyang,,, Kangen dan inget ceritanya tentang luar angkasa dan NASA,, Dulu eyang seneng kalo bunda minta diceritain loh Nak,,
Alhamdulillah sekarang senang rasanya lihat Azzam suka belajar,, Semoga apa apa yang Azzam pelajari mendekatkan Azzam pada Alloh ya,,
Sesungguhnya semesta ini teratur dan seimbang karena tunduk pada Alloh,,, Mari belajar tunduk pada Alloh dari keteraturan semesta,,
Robbanaa masukkan kami kedalam golongan orang orang yang tunduk padaMu,, Seperti tunduknya semesta pada Mu,,, Aamiin ya rabbaal ‘alaamiin,,
“Belajar Matematika Lewat Games di Hooda Math,,,”
Sudah dua hari ini Azzam asik main main Math games di Hoodamath.com,, Games games untuk alat belajar matematika yang secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar Geometry games, Arithmetic games (addition games, subtracion games, multiplication games, fraction games, etc,,) dan Logic games,,
Azzam belajar Geometri dan logika tanpa dia sadari,, (untuk aritmatic, hoodamath masih “terlalu susah”, Azzam banyak belajar lewat media games juga, salah satu ceritanya ada di math-math-funfunfun/)
Azzam main game favoritnya Vehicles2. Game baru, mungkin karena baru berkunjung ke hoodamath lagi ya,, (yang vehicles 1 sudah sering dimainin sebelumnya,,)
Azzam main bolak balik dan berusaha mengumpulkan bintang untuk masing masing level,, sampai hari ini sudah sampai level 17 (kalo ngga salah),,
Karena sudah lamaa ngga main, Azzam tergoda untuk main games yang duluu pernah dia mainkan,, Azzam main Logic Game,,
Grow farm, game membangun peternakan agar semua komponen peternakannya terbangun maksimal,, Azzam juga mencoba berulang ulang sampai seluruh bagian peternakan nya terbangun maksimal,,(Ini juga game baru,,) Karena ingat game membangun sebelumya Grow school., Azzam juga main game membangun sekolah yang cara mainnya sama dengan game membangun peternakan,,
Terakhir kemarin, Azzam main game geometri Mini train (game menyusun bentuk bentuk geometri tertentu seperti segitiga dan persegi panjang di sebuah jalan, supaya jalannya bisa dilewati kereta dengan baik,,), selain geometri, Azzam juga belajar keseimbangan dari game ini,,
Selain belajar matematika lewat games,, beberapa hari ini juga Azzam asik belajar berhitung dengan jari kaki tangan,, Bukan cuma jari kaki tangan Azzam tapi juga jari kaki tangan bunda,, he he,, Sambil glundang glundung di tempat tidur (plus cerita dan ngobrol), Azzam dan bunda angkat kaki dan tangan tinggi tinggi dan mulai berhituuunggg,,, Berhitung penjumlahan dan pengurangan,,
Azzam juga belajar berhitung pake alat bantu sayap ayam goreng “spicy wings”,, hmm yummy,, dan pake alat bantu bambu bambu kecil bekas “kaki naga” he he,, (yang ini gambarnya ngga bisa diunggah karena Azzam belajarnya ngga pake baju alias cuma pake celana dalam dan kaus dalam,, ) Serunya belajar dengan media apaaaa ajaaaa,,,dan ngga musti mandi dulu plus ngga perlu seragam,, he he,, Serunya home schooling,,,
Happy learning son,,
Semoga seluruh yang Azzam pelajari bermanfaat untuk Azzam kelak, dan makin mendekatkan Azzam pada Alloh ta’ala,, aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,
“Membuat Peta Menuju Syurga,,,”
Pagi ba’da Subuh ini seperti biasa Azzam membaca buku Iqronya,, Alhamdulillah pekan ini Azzam sudah menyelesaikan Iqro 2 nya dan beberapa hari ini sambil terus mengulang ulang tertib membaca panjang pendek huruf, bunda sounding untuk hukum nun mati dan tanwin, Izhar, Idghom, Iqlab dan Ikhfa (Azzam belajar dengan buku Iqro for Kids keluaran ABC Al Mawardi cerita sebelumnya ada di belajar-arabic-alphabet-huruf-hijaiyah/ ) dan Azzam memang sudah sering juga “main” dengan software Digital Qur’an yang ada di laptop,,
Sambil mencontohkan hukum nun mati dan tanwin pada ayat ayat yang sudah Azzam hafal, bunda mengambil dua ayat terakhir surat Az Zalzalah untuk contoh Idghom, Izhar dan Ikhfa,,
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8
Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (8)
Bunda menjelaskan makna dua ayat itu dengan sederhana,, Bagaimana Alloh melihat setiap kebaikan dan keburukan yang kita lakukan walaupun sekecil apapun dan Alloh akan memberi balas pada apa apa yang kita lakukan,, Bunda menghubungkannya dengan ayat ayat di surat Al Qaari’ah yang Alhamdulillah sudah dihapal Azzam dan mulai Kamis kemarin sudah dipakai didalam sholat,,
Bahwa setiap apa yang kita lakukan akan memperberat timbangan tabungan amal kita,, seperti yang Alloh sampaikan di ayat 6 s/d 11 QS Al Qaari’ah,,
فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,(6) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).(7)
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, (8) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.(9)
وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ 10 نَارٌ حَامِيَةُ 11
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) (Yaitu) api yang sangat panas.(11)
Alhamdulillah sewaktu menghafal Al Qaari’ah, Azzam juga sambil membaca terjemahannya jadi Azzam sudah belajar memahami timbangan kebaikan (Azzam memang sudah di papar terus menerus tentang bagaimana penilaian Alloh terhadap manusia, dalam makna yang sederhana,, (catatan belajarnya ada di yang-berbekal-yang-layak-tersenyum/)
Bunda sampaikan ke Azzam bahwa Alloh membuat rambu rambu untuk manusia yang mau berusaha untuk mendapat SyurgaNya Alloh,, Yang langsung disahuti Azzam “Ooo seperti rambu rambu lalulintas ya bunda,,?!”,, “Iya”, jawab bunda, sambil mengambil kertas seadanya diatas meja dan menggambar persimpangan jalan menuju neraka dan syurga.
Sambil menggambar bunda menjelaskan bahwa setiap Rambu dijelaskan dalam Al Quran,, Apa apa yang boleh dikerjakan manusia dan apa apa yang harus dijauhi manusia dan manusia bebas memilih jalan mana yang mau dilewatinya,,Bunda mengambil contoh contoh yang sangat sederhana yang insyaalloh sudah dipahami Azzam diusianya yang kanak kanak,,
Akhirnya Azzam pun ikut menggambar di “peta” bunda,, Azzam membuat kolam susu di syurga dan tempat mainan mainan, he he,, dan Azzam menggambarkan rute (dengan garis) jalan mana yang harus kami tempuh menuju “Syurga”,,
Tak puas dengan gambar bunda yang keciiil di sudut kertas, Azzam meminta tambahan kertas lengkap dengan pensil warnanya,, Jadilah Azzam membuat “Peta Menuju Syurga” nya sendiri,,
Sambil menggambar, Azzam menjelaskan pada ayah dan bunda apa apa yang ada di kepalanya,, Mulai dari kita harus memperbanyak dan memperberat catatan kebaikan sampai pada Pengawasan Alloh dan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat,,
Alhamdulillah,, Segala Puju Bagi Alloh,, Yang memberikan kemudahan pada kami untuk menyampaikan ayat demi ayat dan memudahkan Azzam untuk menyerap energi kejernihan fitrahnya,,
Hanya pada Alloh saja kami memohon penjagaan,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,
“Antara Ruang Tamu dan Kamar Azzam,,,”
Rumah tinggal kami memang tidak besar, tapi kami bersyukur karena rumah kami begitu “Hangat”,, Karena kami menghangatinya dengan Sujud pada Alloh, doa doa, cinta dan kebahagiaan kebersamaan tumbuh berkembangnya kami bersama,,
Dimanapun kami ditempatkan Alloh,, dirumah seperti apapun,, kami menghangatinya dengan hal yang sama,, Cinta karena Alloh dan kebahagiaan tumbuh bersama,,
Alhamdulillah,, dengan segala
keterbatasan, kami berusaha untuk memulai menjalankan sunnah untuk memisahkan tempat tidur Azzam,,
Seperti inilah kamar Azzam,, Kamar yang disiang hari menjadi ruang tamu sekaligus tempat Azzam membaca buku atau melakukan sebagian aktivitas belajarnya, dimalam hari berubah fungsi menjadi kamar tidur Azzam,, (cerita Azzam mulai bobo sendirinya sebenernya sudah diunggah di azzam-bobo-di-kamar-sendiri/, tapi waktu itu tanpa gambar kamarnya,,)
Ngga sehat ya,,? ngga pake kasur,,? Jangan khawatir, Insyaalloh ngga pa pa,, Rasulullah aja bobo beralaskan tikar kasar terbuat dari daun dan rerumputan,,
Hmm someday, Azzam will miss his room,,
Alhamdulillah,, terimakasih Alloh atas seluruh karunia kebahagiaan,, Semoga Engkau simpankan bagi kami “Rumah yang hangat” di SyurgaMu kelak,, aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,
“Rumah di Surga Tempat Tinggal Sesungguhnya,,,”
Memiliki rumah memang menjadi harapan banyak orang. Banyak cara yang ditempuh untuk mendapatkan rumah yang sekaligus menjadi status sosial bagi pemiliknya. Masing-masing kita berhak untuk membangunnya karena bumi ini memang dihamparkan oleh Sang Pencipta untuk kita manusia yang hidup diatas tanahNya. Namun dalam kenyataannya ada banyak manusia yang serakah dalam membangun istananya didunia. Para tuan tanah menjadikan kita makin terhimpit demi desakan pembangunan yang tak pernah terencana. Bahkan untuk memberikan pori pada air saja tak diberikannya sehingga ketika Sang air marah manusia juga yang merasakan akibatnya. Terkadang sebagian dari kita tak peduli lagi melihat masih ada orang yang hidupnya bernaung dalam rumah berjalan, berpondasikan roda beratapkan plastik sampah dan beralaskan kardus bekas televisi mewah.
Bersyukurlah kita yang masih diberikan kenyamanan untuk tempat merebahkan kepala pada kasur busa. Bersyukurlah kita yang tak perlu setiap bulannya mengunci pintu rapat-rapat agar tak bertemu si pemilik rumah yang menagih uang sewa. Bersyukurlah kita yang dalam mimpi malamnya tak terbangunkan oleh derasnya air ketika banjir datang dan bersyukurlah kita yang memiliki rumah sendiri seberapapun ukurannya seperti apapun bentuknya karena semuanya itu hanya rumah sementara kita.
Rumah adalah tempat yang paling pertama dan utama untuk membentuk karakter isi penghuninya. Rumah juga adalah tempat berkumpul dan berbagi kebaikan sesama anggotanya. Didalam rumah ini kita mendapatkan pelajaran pertama tentang miniatur bermasyarakat. Saling menghargai dan menghormati berawal dari rumah. Dari dalam rumahlah segala tahapan kehidupan bermula bukan sekedar menjadi tempat bernaung dari panas dan hujan saja.
Namun tidak sedikit dari kita yang belum menjadikan rumah sebagai basis pendidikan untuk anak-anaknya. Padahal orangtua adalah agen perubah yang harus mempersiapkan anak-anaknya untuk dapat bertahan dari segala keliaran dunia. Orangtua adalah pendidik sebenarnya untuk anak-anaknya. Jangan malah kita sendiri yang menjadikan anak sebagai hiburan semata saja karena kelucuannya. Bermacam bidang ilmu dapat dipelajarinya bersama-sama. Karena hak belajar bukan hanya kewajiaban anak saja tetapi juga sama wajibnya bagi orang tua.
Mulailah persiapan dari sejak sebelum menjadi orang tua, artinya persiapan perencanaan mendidik anak mesti direncanakan dari mulai memilih pasangan hidup. Komitmen yang dibangun sebelum memiliki anak adalah bagaimana kita akan mendidik anak kita. Akan memakai metode pendidikan seperti apa. Atau pilihan gampang dan umum serahkan saja pendidikannya pada sekolah walaupun orangtua sendiri yang akan memetik buah dari benih yang ditanamnya.
Suasana didalam rumah dalam bentuk apapun untuk ukuran berapapun kita sendiri yang harus menciptakan. Akan seperti suasana dirumah sakit kah yang penghuninya selalu meminta tolong,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana kuburan kah yang kesunyiannya bikin kita merinding,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana ramainya pasar kah dengan hiruk pikuk orang didalamnya serta seisi rumah penuh dengan barang hiasan,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana arena pertandingan kah yang memperlihatkan saling tendang dan pukul ,,, bisa kita ciptakan. Atau ingin menjadikan suasana rumah kita seperti layaknya di surga yang penuh kedamaian dan kebahagiaan diantara semua penghuninya,,, sangat-sangat bisa. Semua adalah pilihan kita sebagai bagian dari penghuni didalamnya.
Maka jadikanlah rumah kita seperti tempat ibadah yang akan selalu mendapatkan naungan keberkahan dari do’a – do’a dan sujud penghuninya. Jadikanlah penghuni rumah itu seperti sekumpulan lebah yang selalu bekerja sama, mencari nafkah yang halal sebagai sumber makanan untuk menghasilkan manisnya madu kebaikan dalam keluarga. Jadikanlah rumah kita sebagai tempat belajar dan mengajar antara anak dan orangtua, suami dengan istrinya. Jadikanlah rumah kita sebagai pembentukan Akhlak untuk semua orang didalamnya yang dapat dirasakan juga oleh tetangganya. Jadikanlah rumah kita sebagai bagian tempat bertafakur dari besar dan luasnya dunia untuk mengkaji kebesaran Sang Pencipta. Juga jadikanlah rumah kita sebagai tempat persinggahan sementara untuk melanjutkan perjalanan panjang menuju tempat peristirahatan sesungguhnya di Surga sana.
“Kuharap Rasa Malu Itu Masih Ada,,,”
Pasangan paruh baya itu terlihat lemas setelah mendengarkan penjelasan dari anak sulungnya yang baru menginjak remaja akan segera menikah. Tak nampak kecemasan dari raut wajah si anak tentang keinginannya yang dianggap aneh oleh kedua orangtuanya. Apa sebab sehingga anaknya ingin segera menikah yang menurutnya belum pantas untuk menjalani fase kehidupan yang pasti membutuhkan bekal kesiapan mental anaknya. Ternyata sianak dengan sadar telah mengandung anak manusia dari hubungan yang dinikmatinya bersama pasangannya yang masih sama-sama remaja. Seakan tanpa merasa salah, sedikit merasa berdosa pun tak ada. Semuanya telah terjadi dan hidup tak boleh berhenti, kedua orangtuanya mau tak mau, malu tak malu ikut menanggung akibatnya. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?
Jangan dianggap biasa potret kehidupan remaja saat ini, walaupun seakan sudah menjadi hal yang tak lagi memalukan. Kebanyakan kita lebih merasa tertunduk dihadapan manusia bila aib kita diketahui. Cerita yang bisa menjadi komoditi paling hot untuk dikonsumsi sampai berderet distasiun TV. Kata risih sudah berganti menjadi gengsi ala selebriti. Lalu akan seperti apa wajah generasi negeri ini dimasa depannya nanti. Walau sang pemimpinnya malu untuk menjawab persoalan ini. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?
Malu hanya dikenal sebagai pepatah yang apabila tak dipakai akan menemui kesesatan. Rasa malu dalam keluarga hanya terasa apabila salah satu anggotanya ketahuan berbuat nista. Sang ayah ketahuan korupsi, Si ibu tertangkap basah tidur dengan lelaki yang bukan suaminya, Si anak gadisnya ketahuan hamil diluar nikah, dan Putranya tertangkap polisi karena narkoba. Semua malu itu dirasakan masih untuk dihadapan manusia. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?
Pesanku ini hanya untukmu wahai anakku agar tertunaikan kewajibanku sebagai orangtuamu.
Tunjukanlah rasa malu itu hanya untuk Tuhan yang menciptakanmu. Tutuplah auratmu seperti Adam dan Hawa ketika diturunkan dari surga. Padahal hanya mereka berdua penghuni didunia ini dari jenis manusia.
Tahanlah Syahwatmu seperti Yusuf yang merasa malu dilihat oleh Tuhannya ketika dirayu oleh Zulaikha wanita kaya istri seorang raja. Walau dalam hati Yusuf ada rasa cinta sama seperti hati manusia namun malu karena Tuhannya itu yang dipilihnya.
Jagalah rasa malumu agar kau tidak dengan sengaja meninggalkan kewajibanmu untuk sujud kepadaNya. Padahal kau selalu meminta penjagaan dariNya maka jangan pernah kau melupakanNya. Sesibuk apapun dirimu kelak rasa malumu tak bermakna dimata manusia.
Tundukkanlah pandanganmu ketika berjalan dan menatap yang belum menjadi halal bagimu. Curahkanlah rasa cintamu hanya pada pasangan halal hidupmu untuk kebaikan keturunanmu dan menangislah hanya dalam taubat kepadaNya untuk semua kealpaanmu.
Asah rasa malu mu meskipun kau tak memiliki segenggam beras untuk makan agar kau tak mengemis kepada manusia. Bersabarlah dan jadikanlah sholat sebagai penolongmu. Jagalah Tuhanmu dikala kau lapang niscaya Ia akan menjagamu ketika kau susah.
Cukupkan rasa malumu dengan rizki yang sudah ditetapkan Tuhan untukmu agar kau tak disesatkan oleh rasa lapar yang berasal dari nafsu syetan. Walau saat itu kau berada sendirian dalam lingkarannya sekalipun. Berusahalah untuk selalu Istiqomah walaupun kau harus menggigitnya.
Kuharap rasa malu itu masih ada karena Ia bagian dari Imanmu.
Azzam dan Puzzlenya,,,
Inilah aktifitas Azzam semalam,, sebenernya Azzam sudah rapih mau keluar makan malam, tapi karena hujan,, jadilah kami semua menunggu hujan reda,,
Mula mula Azzam iseng main mainan keseimbangannya (buatan ayah loh,, ceritanya ada di mainan-keseimbangan/ ),, Seperti biasa naluri menumpuk numpuk benda mulai keluar,, Azzam menumpuk Aqua gelas ditambah dodol (yang sebelumnya dipakai mengganjal perut karena laper he he,,) dan diatasnya ditaruh mainan keseimbangannya,, Sudah dimainain, putar puter, bulak balik dipindah pindah,, eh hujannya belum reda juga he he,, Akhirnya Azzam lepas jaket dan mengambil Puzzle Cars nya,, Hmm mulailah acak acak,,!!
Tiga hari terakhir ini selain membaca QS An Nahl, Azzam juga asik mengutak atik Puzzlenya,, Ya, ayah membelikan 2 set puzzle besar isinya 98 keping (buanyak buanget kan,, setidaknya menurut bunda waktu pertama kali lihat,,) bergambar The Cars,,
Puzzle sebenernya termasuk mainan yang Azzam sukaaa, sejak usia 2 tahun Azzam sudah kenal Puzzle dan senang main puzzle, seinget bunda puzzle yang terakhir bisa dikerjakan Azzam dalam waktu cepat itu jumlahnya mungkin sekitar 40 keping,, tapi karena ngga dibawa (ada dirumah Depok) jadilah selama setahun ini Azzam absen dari main Puzzle,,
Dari kesukaan Azzam main puzzle inilah bunda sebenernya mengenali tipe belajar Azzam yang Visual-Spasial (yang salah satu kekuatannya adalah dalam hal mengamati,, penjelasan ringkasnya ada di multiple-intelligences-3-kecerdasan-visual-spasial/),, Jadilah mulai dari pengenalan itu bunda dan Ayah memanfaatkan kekuatan belajar ini,, Bunda dan ayah kalau mau menerangkan sesuatu biasanya dengan media menggambar,, (sambil ngomong, sambil nggambar) yang biasanya diikuti Azzam juga dengan menggambar, Misal ketika bunda menerangkan tentang fungsi otak, bunda menggambar bagian otak, (ceritanya ada di otakku-sehat/) atau ketika bunda menerangkan tentang pohon, bunda juga menggambarnya,, Begitu juga ayah ketika mengenalkan huruf huruf (baik alphabet ataupun hijaiyah), Ayah menggambarnya dikertas yang ditempel ayah didinding kamar),,
Subhannalloh,, Segala puji bagi Alloh yang memberikan kesempatan ayah dan bunda untuk bisa mengenali Azzam,, Berkahi seluruh proses belajar kami Alloh,, aamiin,,
Sampai akhirnya dua hari kemarin bunda terheran heran (karena sebelumnya mungkin sudah mengunder estimate Azzam,, afwan ya nak,,),, Diwaktu kesempatan menyusun yang kedua kali,, Azzam sudah lebih hafal dari ayah atau bunda yang sebelumnya membantu Azzam menyusun untuk yang pertama kali,,
dan pada waktu menyusun yang ketiga kali (hari Selasa kemarin,) Azzam sudah bisa menyusunnya sendiri terutama untuk yang bergambar besar (mungkin karena lebih mudah melihat pola gambarnya,,),, Bunda dan ayah “cuma” jadi penonton, yang kalo ikut nimbrung harus siap dikoreksi karena salah pasang,, he,, he,, Jadilah sepanjang Azzam mengutak atik puzzlenya, ayah cuma duduk menemani sambil membaca,, (sesekali nengok ke Azzam sambil geleng geleng kepala,,)
Ada hal hal yang bunda perhatikan dari cara menyusun puzzlenya yang sekarang,, Azzam sekarang menjadi lebih detail dalam memperhatikan gambar gambar yang kecil,, (waduh,, bener deh, puzzle yang kedua guambarnya kuecill,, gambar mobil mobil yang parkir dijalan dengan sudut mengerucut- 3 dimensi),, dan Azzam bisa menghubungkan mulai dari tengah puzzle,,
Dua set puzzle selesai,, ditutup dengan makan Soto Banjar Ayam Bapukah yang (akhirnya) ayah beli sendirian karena hujannya masih tetap tunduk pada Alloh untuk turun menyirami bumi,,, Hmm yummi,, hujan hujan, anget anget,,
Ngga ada kalimat lain yang bisa terucap selain Subhannalloh,, walhamdulillah,, semoga bunda dan ayah amanah dalam mengoptimalkan potensi belajar yang sudah Alloh karuniakan untuk Azzam,,
Bimbing kami yaa Alloh,, Mudahkan proses belajar kami,, dan semoga seluruh proses ini makin mendekatkan kami pada Ma’rifah dan ketundukan pada Mu,, Aamiin,,



























