Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

“Belajar Matematika Lewat Games di Hooda Math,,,”

Sudah dua hari ini Azzam asik main main Math games di Hoodamath.com,, Games games untuk alat belajar matematika yang secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar Geometry games, Arithmetic games (addition games, subtracion games, multiplication games, fraction games, etc,,) dan Logic games,,

Azzam belajar Geometri dan logika tanpa dia sadari,, (untuk aritmatic, hoodamath masih “terlalu susah”, Azzam banyak belajar lewat media games juga, salah satu ceritanya ada di math-math-funfunfun/)

Azzam main game favoritnya Vehicles2. Game baru, mungkin karena baru berkunjung ke hoodamath lagi ya,, (yang vehicles 1 sudah sering dimainin sebelumnya,,)

Azzam main bolak balik dan berusaha mengumpulkan bintang untuk masing masing level,, sampai hari ini sudah sampai level 17 (kalo ngga salah),,

Karena sudah lamaa ngga main, Azzam tergoda untuk main games yang duluu pernah dia mainkan,, Azzam main Logic Game,,

Grow farm, game membangun peternakan agar semua komponen peternakannya terbangun maksimal,, Azzam juga mencoba berulang ulang sampai seluruh bagian peternakan nya terbangun maksimal,,(Ini juga game baru,,) Karena ingat game membangun sebelumya Grow school., Azzam juga main game membangun sekolah yang cara mainnya sama dengan game membangun peternakan,,

Terakhir kemarin, Azzam main game geometri Mini train (game menyusun bentuk bentuk geometri tertentu seperti segitiga dan persegi panjang di sebuah jalan, supaya jalannya bisa dilewati kereta dengan baik,,), selain geometri, Azzam juga belajar keseimbangan dari game ini,,

Selain belajar matematika lewat games,, beberapa hari ini juga Azzam asik belajar berhitung dengan jari kaki tangan,, Bukan cuma jari kaki tangan Azzam tapi juga jari kaki tangan bunda,, he he,, Sambil glundang glundung di tempat tidur (plus cerita dan ngobrol), Azzam dan bunda angkat kaki dan tangan tinggi tinggi dan mulai berhituuunggg,,, Berhitung penjumlahan dan pengurangan,,

Azzam juga belajar berhitung pake alat bantu sayap ayam goreng “spicy wings”,, hmm yummy,, dan pake alat bantu bambu bambu kecil bekas “kaki naga” he he,, (yang ini gambarnya ngga bisa diunggah karena Azzam belajarnya ngga pake baju alias cuma pake celana dalam dan kaus dalam,, ) Serunya belajar dengan media apaaaa ajaaaa,,,dan ngga musti mandi dulu plus ngga perlu seragam,, he he,, Serunya home schooling,,,

Happy learning son,,

Semoga seluruh yang Azzam pelajari bermanfaat untuk Azzam kelak, dan makin mendekatkan Azzam pada Alloh ta’ala,, aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,

Advertisements

“Membuat Peta Menuju Syurga,,,”

Pagi ba’da Subuh ini seperti biasa Azzam membaca buku Iqronya,, Alhamdulillah pekan ini Azzam sudah menyelesaikan Iqro 2 nya dan beberapa hari ini sambil terus mengulang ulang tertib membaca panjang pendek huruf, bunda sounding untuk hukum nun mati dan tanwin, Izhar, Idghom, Iqlab dan Ikhfa (Azzam belajar dengan buku Iqro for Kids keluaran ABC Al Mawardi cerita sebelumnya ada di belajar-arabic-alphabet-huruf-hijaiyah/ ) dan Azzam memang sudah sering juga “main” dengan software Digital Qur’an yang ada di laptop,,

Sambil mencontohkan hukum nun mati dan tanwin pada ayat ayat yang sudah Azzam hafal, bunda mengambil dua ayat terakhir surat Az Zalzalah untuk contoh Idghom, Izhar dan Ikhfa,,

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.(7) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (8)

Bunda menjelaskan makna dua ayat itu dengan sederhana,, Bagaimana Alloh melihat setiap kebaikan dan keburukan yang kita lakukan walaupun sekecil apapun dan Alloh akan memberi balas pada apa apa yang kita lakukan,, Bunda menghubungkannya dengan ayat ayat di surat Al Qaari’ah yang Alhamdulillah sudah dihapal Azzam dan mulai Kamis kemarin sudah dipakai didalam sholat,,

Bahwa setiap apa yang kita lakukan akan memperberat timbangan tabungan amal kita,, seperti yang Alloh sampaikan di ayat 6 s/d 11 QS Al Qaari’ah,,

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,(6) maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).(7)

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, (8) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.(9)

وَمَاأَدْرَاكَ مَاهِيَهْ 10     نَارٌ حَامِيَةُ 11

Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10)  (Yaitu) api yang sangat panas.(11)

Alhamdulillah sewaktu menghafal Al Qaari’ah, Azzam juga sambil membaca terjemahannya jadi Azzam sudah belajar memahami timbangan kebaikan (Azzam memang sudah di papar terus menerus tentang bagaimana penilaian Alloh terhadap manusia, dalam makna yang sederhana,, (catatan belajarnya ada di yang-berbekal-yang-layak-tersenyum/)

Bunda sampaikan ke Azzam bahwa Alloh membuat rambu rambu untuk manusia yang mau berusaha untuk mendapat SyurgaNya Alloh,, Yang langsung disahuti Azzam “Ooo seperti rambu rambu lalulintas ya bunda,,?!”,, “Iya”, jawab bunda, sambil mengambil kertas seadanya diatas meja dan menggambar persimpangan jalan menuju neraka dan syurga.

Sambil menggambar bunda menjelaskan bahwa setiap Rambu dijelaskan dalam Al Quran,, Apa apa yang boleh dikerjakan manusia dan apa apa yang harus dijauhi manusia dan manusia bebas memilih jalan mana yang mau dilewatinya,,Bunda mengambil contoh contoh yang sangat sederhana yang insyaalloh sudah dipahami Azzam diusianya yang kanak kanak,,

Akhirnya Azzam pun ikut menggambar di “peta” bunda,, Azzam membuat kolam susu di syurga dan tempat mainan mainan, he he,, dan Azzam menggambarkan rute (dengan garis) jalan mana yang harus kami tempuh menuju “Syurga”,,

Tak puas dengan gambar bunda yang keciiil di sudut kertas, Azzam meminta tambahan kertas lengkap dengan pensil warnanya,, Jadilah Azzam membuat “Peta Menuju Syurga” nya sendiri,,

Sambil menggambar, Azzam menjelaskan pada ayah dan bunda apa apa yang ada di kepalanya,, Mulai dari kita harus memperbanyak dan memperberat catatan kebaikan sampai pada Pengawasan Alloh dan kehadiran malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat,,

Alhamdulillah,, Segala Puju Bagi Alloh,, Yang memberikan kemudahan pada kami untuk menyampaikan ayat demi ayat dan memudahkan Azzam untuk menyerap energi kejernihan fitrahnya,,

Hanya pada Alloh saja kami memohon penjagaan,, Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,

“Antara Ruang Tamu dan Kamar Azzam,,,”

Rumah tinggal kami memang tidak besar, tapi kami bersyukur karena rumah kami begitu “Hangat”,, Karena kami menghangatinya dengan Sujud pada Alloh, doa doa, cinta dan kebahagiaan kebersamaan tumbuh berkembangnya kami bersama,,

Dimanapun kami ditempatkan Alloh,, dirumah seperti apapun,, kami menghangatinya dengan hal yang sama,, Cinta karena Alloh dan kebahagiaan tumbuh bersama,,

Alhamdulillah,, dengan segala keterbatasan, kami berusaha untuk memulai menjalankan sunnah untuk memisahkan tempat tidur Azzam,,

Seperti inilah kamar Azzam,, Kamar yang disiang hari menjadi ruang tamu sekaligus tempat Azzam membaca buku atau melakukan sebagian aktivitas belajarnya, dimalam hari berubah fungsi menjadi kamar tidur Azzam,, (cerita Azzam mulai bobo sendirinya sebenernya sudah diunggah di azzam-bobo-di-kamar-sendiri/, tapi waktu itu tanpa gambar kamarnya,,)

Ngga sehat ya,,? ngga pake kasur,,? Jangan khawatir, Insyaalloh ngga pa pa,, Rasulullah aja bobo beralaskan tikar kasar terbuat dari daun dan rerumputan,,

Hmm someday, Azzam will miss his room,,

Alhamdulillah,, terimakasih Alloh atas seluruh karunia kebahagiaan,, Semoga Engkau simpankan bagi kami  “Rumah yang hangat” di SyurgaMu kelak,, aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,

“Rumah di Surga Tempat Tinggal Sesungguhnya,,,”

Memiliki rumah memang menjadi harapan banyak orang. Banyak cara yang ditempuh untuk mendapatkan rumah yang sekaligus menjadi status sosial bagi pemiliknya. Masing-masing kita berhak untuk membangunnya karena bumi ini memang dihamparkan oleh Sang Pencipta untuk kita manusia yang hidup diatas tanahNya. Namun dalam kenyataannya ada banyak manusia yang serakah dalam membangun istananya didunia. Para tuan tanah menjadikan kita makin terhimpit demi desakan pembangunan yang tak pernah terencana. Bahkan untuk memberikan pori pada air saja tak diberikannya sehingga ketika Sang air marah manusia juga yang merasakan akibatnya. Terkadang sebagian dari kita tak peduli lagi melihat masih ada orang yang hidupnya bernaung dalam rumah berjalan, berpondasikan roda beratapkan plastik sampah dan beralaskan kardus bekas televisi mewah.

Bersyukurlah kita yang masih diberikan kenyamanan untuk tempat merebahkan kepala pada kasur busa. Bersyukurlah kita yang tak perlu setiap bulannya mengunci pintu rapat-rapat agar tak bertemu si pemilik rumah yang menagih uang sewa. Bersyukurlah kita yang dalam mimpi malamnya tak terbangunkan oleh derasnya air ketika banjir datang dan bersyukurlah kita yang memiliki rumah sendiri seberapapun ukurannya seperti apapun bentuknya karena semuanya itu hanya rumah sementara kita.

Rumah adalah tempat yang paling pertama dan utama untuk membentuk karakter isi penghuninya. Rumah juga adalah tempat berkumpul dan berbagi kebaikan sesama anggotanya. Didalam rumah ini kita mendapatkan pelajaran pertama tentang miniatur  bermasyarakat. Saling menghargai dan menghormati berawal dari rumah. Dari dalam rumahlah segala tahapan kehidupan bermula bukan sekedar menjadi tempat bernaung dari panas dan hujan saja.

Namun tidak sedikit dari kita yang belum menjadikan rumah sebagai basis pendidikan untuk anak-anaknya. Padahal orangtua adalah agen perubah yang harus  mempersiapkan anak-anaknya untuk dapat bertahan dari segala keliaran dunia. Orangtua adalah pendidik sebenarnya untuk anak-anaknya. Jangan malah kita sendiri yang menjadikan anak sebagai hiburan semata saja karena kelucuannya. Bermacam bidang ilmu dapat dipelajarinya bersama-sama. Karena hak belajar bukan hanya kewajiaban anak saja tetapi juga sama wajibnya bagi orang tua.

Mulailah persiapan dari sejak sebelum menjadi orang tua, artinya persiapan perencanaan mendidik anak mesti direncanakan dari mulai memilih pasangan hidup. Komitmen yang dibangun sebelum memiliki anak adalah bagaimana kita akan mendidik anak kita. Akan memakai metode pendidikan seperti apa. Atau pilihan gampang dan umum serahkan saja pendidikannya pada sekolah walaupun orangtua sendiri yang akan memetik buah dari benih yang ditanamnya.

Suasana didalam rumah dalam bentuk apapun untuk ukuran berapapun kita sendiri yang harus menciptakan. Akan seperti suasana dirumah sakit kah yang penghuninya selalu meminta tolong,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana kuburan kah yang kesunyiannya bikin kita merinding,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana ramainya pasar kah dengan hiruk pikuk orang didalamnya serta seisi rumah penuh dengan barang hiasan,,, bisa kita ciptakan. Akan seperti suasana arena pertandingan kah yang memperlihatkan saling tendang dan pukul ,,, bisa kita ciptakan. Atau ingin menjadikan suasana rumah kita seperti layaknya di surga yang penuh kedamaian dan kebahagiaan diantara semua penghuninya,,, sangat-sangat bisa. Semua adalah pilihan kita sebagai bagian dari penghuni didalamnya.

Maka jadikanlah rumah kita seperti tempat ibadah yang akan selalu mendapatkan naungan keberkahan dari do’a – do’a dan sujud penghuninya. Jadikanlah penghuni rumah itu seperti sekumpulan lebah yang selalu bekerja sama, mencari nafkah yang halal sebagai sumber makanan untuk menghasilkan manisnya madu kebaikan dalam keluarga. Jadikanlah rumah kita sebagai tempat belajar dan mengajar antara anak dan orangtua, suami dengan istrinya. Jadikanlah rumah kita sebagai pembentukan Akhlak untuk semua orang didalamnya yang dapat dirasakan juga oleh tetangganya. Jadikanlah rumah kita sebagai bagian tempat bertafakur dari besar dan luasnya dunia untuk mengkaji kebesaran Sang Pencipta. Juga jadikanlah rumah kita sebagai tempat persinggahan sementara untuk melanjutkan perjalanan panjang  menuju tempat peristirahatan sesungguhnya di Surga sana.

Part Of Our Journey,,,

This slideshow requires JavaScript.

Featured post

Kurikulum Homeschooling Azzam : “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu,,,”

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا غُلَامُ أَوْ يَا غُلَيِّمُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهِنَّ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ قَدْ جَفَّ الْقَلَمُ بِمَا هُوَ كَائِنٌ فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Dari Ibnu Abbas dia berkata: Aku dibonceng Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan beliau berkata, “Nak, aku akan mengajarimu beberapa kalimat, semoga Allah memberimu manfaat dengannya.” Aku berkata: Ya Nabi berkata, “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, kamu akan menjumpai Nya ada di hadapanmu. Kenalilah Dia dalam keadaan lapang, Dia akan mengenalimu di waktu sempit. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Pena telah kering terhadap semua yang ada, maka jika seluruh makhluk ingin memberimu manfaat (menolongmu) dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah untukmu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Dan jika mereka ingin membahayakan dirimu dengan sesuatu yang tidak ada dalam takdir Allah padamu, mereka tidak akan sanggup melakukannya. Ketahuilah, sesungguhnya dalam kesabaran terhadap hal yang tidak kamu sukai ada banyak sekali kebaikan. Sesungguhnya kemenangan datang bersama dengan kesabaran. Sesungguhnya solusi datang bersama dengan kesulitan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dia berkata: hasan shahih)

Nasihat panjang ini diberikan Rasulullah pada Abdullah bin Abbas,, Pada saat Rasul meninggal, usia Abdullah Ibnu Abas baru 13 tahun, hal ini berarti Rasul menasihati Ibnu Abbas ketika usianya kurang dari 13 tahun,,, (silahkan merujuk pada http://cahayasiroh.com/parentingnabawiyah/index.php/artikel/pendidik/12-antara-dua-nasehat-rasulullah-bagian-1 dan kisah tentang pemuda luar biasa ini ada di http://www.tarbiyah.net/tokoh/26-abdullah-bin-abbas-pemuda-yang-luas-ilmunya)  Subhannalloh,, Sebuah nasihat panjang untuk usia anak anak,,,

Rasulullah adalah manusia tauladan, nasihatnya tidak akan pernah salah dan tidak akan pernah diberikan pada orang yang salah,, begitupun nasihat yang diberikannya pada Ibnu Abbas,, Rasul tahu persis bahwa nasihat ini layak diberikan untuk anak anak seusia Ibnu Abbas,, Continue reading “Kurikulum Homeschooling Azzam : “Jagalah Allah, Dia akan menjagamu,,,””

Featured post

Menjadi Murabbi Abadi Untuk Azzam,,

Adalah sebuah tanggung jawab yang harus dengan sadar diemban,, karena dengan kesadaran penuhlah seorang murabbi akan tahu apa apa yang harus dipersiapkannya,, Kesadaran ini sesungguhnya telah Alloh susupkan dalam hati sejak sebelum Azzam lahir, tetapi Kesadaran untuk mempersiapkan diri mungkin terasa berjalan dengan lambat,, diantara kelambatan berjalan inilah ternyata Alloh menyediakan kesempatan demi kesempatan untuk mensyukuri apa yang setahap demi setahap dipelajari,,

Mengenal Azzam dari hari ke hari adalah proses yang luar biasa, mengenalnya mendorong ayah dan bunda untuk terus belajar,,

Menjadi Murabbi adalah bukan sebuah tanggung jawab main main,, menulis apa apa yang ayah dan  bunda lalui dalam proses belajar adalah salah satu cara menunjukkan kesungguhan karena, satu saat nanti kami lupa maka tulisan tulisan ini akan menjadi salah satu penginggat bagi keluarga kami,,

Kami adalah Muslim maka pendidikan bagi kami adalah sebuah jalan untuk menaiki tangga tangga menuju kehidupan yang lebih baik berdasarkan Al Quran dan As Sunnah,, Continue reading “Menjadi Murabbi Abadi Untuk Azzam,,”

Featured post

“Kuharap Rasa Malu Itu Masih Ada,,,”

Pasangan paruh baya itu terlihat lemas setelah mendengarkan penjelasan dari anak sulungnya yang baru menginjak remaja akan segera menikah. Tak nampak kecemasan dari raut wajah si anak tentang keinginannya yang dianggap aneh oleh kedua orangtuanya. Apa sebab sehingga anaknya ingin segera menikah yang menurutnya belum pantas untuk menjalani fase kehidupan yang pasti membutuhkan bekal kesiapan mental anaknya. Ternyata sianak dengan sadar telah mengandung anak manusia dari hubungan yang dinikmatinya bersama pasangannya yang masih sama-sama remaja. Seakan tanpa merasa salah, sedikit merasa berdosa pun tak ada. Semuanya telah terjadi dan hidup tak boleh berhenti, kedua orangtuanya mau tak mau, malu tak malu ikut menanggung akibatnya. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?

Jangan dianggap biasa potret kehidupan remaja saat ini, walaupun seakan sudah menjadi hal yang tak lagi memalukan. Kebanyakan kita lebih merasa tertunduk dihadapan manusia bila aib kita diketahui. Cerita yang bisa menjadi komoditi paling hot untuk dikonsumsi sampai berderet distasiun TV. Kata risih sudah berganti menjadi gengsi ala selebriti. Lalu akan seperti apa wajah generasi negeri ini dimasa depannya nanti. Walau sang pemimpinnya malu untuk menjawab persoalan ini. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?

Malu hanya dikenal sebagai pepatah yang apabila tak dipakai akan menemui kesesatan. Rasa malu dalam keluarga hanya terasa apabila salah satu anggotanya ketahuan berbuat nista. Sang ayah ketahuan korupsi, Si ibu tertangkap basah tidur dengan lelaki yang bukan suaminya, Si anak gadisnya ketahuan hamil diluar nikah, dan Putranya tertangkap polisi karena narkoba. Semua malu itu dirasakan masih untuk dihadapan manusia. Tetapi pada siapa sebenarnya rasa malu ini pantas ditujukan..?

Pesanku ini hanya untukmu wahai anakku agar tertunaikan kewajibanku sebagai orangtuamu.

Tunjukanlah rasa malu itu hanya untuk Tuhan yang menciptakanmu. Tutuplah auratmu seperti Adam dan Hawa ketika diturunkan dari surga. Padahal hanya mereka berdua penghuni didunia ini dari jenis manusia.

Tahanlah Syahwatmu seperti Yusuf yang merasa malu dilihat oleh Tuhannya ketika dirayu oleh Zulaikha wanita kaya istri seorang raja. Walau dalam hati Yusuf ada rasa cinta sama seperti hati manusia namun malu karena Tuhannya itu yang dipilihnya.

Jagalah rasa malumu agar kau tidak dengan sengaja meninggalkan kewajibanmu untuk sujud kepadaNya. Padahal kau selalu meminta penjagaan dariNya maka jangan pernah kau melupakanNya. Sesibuk apapun dirimu kelak rasa malumu tak bermakna dimata manusia.

Tundukkanlah pandanganmu ketika berjalan dan menatap yang belum menjadi halal bagimu. Curahkanlah rasa cintamu hanya pada pasangan halal hidupmu untuk kebaikan keturunanmu dan menangislah hanya dalam taubat kepadaNya untuk semua kealpaanmu.

Asah rasa malu mu meskipun kau tak memiliki segenggam beras untuk makan agar kau tak mengemis kepada manusia. Bersabarlah dan jadikanlah sholat sebagai penolongmu. Jagalah Tuhanmu dikala kau lapang niscaya Ia akan menjagamu ketika kau susah.

Cukupkan rasa malumu dengan rizki yang sudah ditetapkan Tuhan untukmu agar kau tak disesatkan oleh rasa lapar yang berasal dari nafsu syetan. Walau saat itu kau berada sendirian dalam lingkarannya sekalipun. Berusahalah untuk selalu Istiqomah walaupun kau harus menggigitnya.

Kuharap rasa malu itu masih ada karena Ia bagian dari Imanmu.

Azzam dan Puzzlenya,,,

Inilah aktifitas Azzam semalam,, sebenernya Azzam sudah rapih mau keluar makan malam, tapi karena hujan,, jadilah kami semua menunggu hujan reda,,

Mula mula Azzam iseng main mainan keseimbangannya (buatan ayah loh,, ceritanya ada di mainan-keseimbangan/ ),, Seperti biasa naluri menumpuk numpuk benda mulai keluar,, Azzam menumpuk Aqua gelas ditambah dodol (yang sebelumnya dipakai mengganjal perut karena laper he he,,) dan diatasnya ditaruh mainan keseimbangannya,, Sudah dimainain, putar puter, bulak balik dipindah pindah,, eh hujannya belum reda juga he he,, Akhirnya Azzam lepas jaket dan mengambil Puzzle Cars nya,, Hmm mulailah acak acak,,!!

Tiga hari terakhir ini selain membaca QS An Nahl, Azzam juga asik mengutak atik Puzzlenya,, Ya, ayah membelikan 2 set puzzle besar isinya 98 keping (buanyak buanget kan,, setidaknya menurut bunda waktu pertama kali lihat,,) bergambar The Cars,,

Puzzle sebenernya termasuk mainan yang Azzam sukaaa, sejak usia 2 tahun Azzam sudah kenal Puzzle dan senang main puzzle, seinget bunda puzzle yang terakhir bisa dikerjakan Azzam dalam waktu cepat itu jumlahnya mungkin sekitar 40 keping,, tapi karena ngga dibawa (ada dirumah Depok) jadilah selama setahun ini Azzam absen dari main Puzzle,,

Dari kesukaan Azzam main puzzle inilah bunda sebenernya mengenali tipe belajar Azzam yang Visual-Spasial (yang salah satu kekuatannya adalah dalam hal mengamati,, penjelasan ringkasnya ada di multiple-intelligences-3-kecerdasan-visual-spasial/),, Jadilah mulai dari pengenalan itu bunda dan Ayah memanfaatkan kekuatan belajar ini,, Bunda dan ayah kalau mau menerangkan sesuatu biasanya dengan media menggambar,, (sambil ngomong, sambil nggambar) yang biasanya diikuti Azzam juga dengan menggambar, Misal ketika bunda menerangkan tentang fungsi otak, bunda menggambar bagian otak, (ceritanya ada di otakku-sehat/) atau ketika bunda menerangkan tentang pohon, bunda juga menggambarnya,, Begitu juga ayah ketika mengenalkan huruf huruf (baik alphabet ataupun hijaiyah), Ayah menggambarnya dikertas yang ditempel ayah didinding kamar),,

Subhannalloh,, Segala puji bagi Alloh yang memberikan kesempatan ayah dan bunda untuk bisa mengenali Azzam,, Berkahi seluruh proses belajar kami Alloh,, aamiin,,

Sampai akhirnya dua hari kemarin bunda terheran heran (karena sebelumnya mungkin sudah mengunder estimate Azzam,, afwan ya nak,,),, Diwaktu kesempatan menyusun yang kedua kali,, Azzam sudah lebih hafal dari ayah atau bunda yang sebelumnya membantu Azzam menyusun untuk yang pertama kali,,

dan pada waktu menyusun yang ketiga kali (hari Selasa kemarin,) Azzam sudah bisa menyusunnya sendiri terutama untuk yang bergambar besar (mungkin karena lebih mudah melihat pola gambarnya,,),, Bunda dan ayah “cuma” jadi penonton, yang kalo ikut nimbrung harus siap dikoreksi karena salah pasang,, he,, he,, Jadilah sepanjang Azzam mengutak atik puzzlenya, ayah cuma duduk menemani sambil membaca,, (sesekali nengok ke Azzam sambil geleng geleng kepala,,)

Ada hal hal yang bunda perhatikan dari cara menyusun puzzlenya yang sekarang,, Azzam sekarang menjadi lebih detail dalam memperhatikan gambar gambar yang kecil,, (waduh,, bener deh, puzzle yang kedua guambarnya kuecill,, gambar mobil mobil yang parkir dijalan dengan sudut mengerucut- 3 dimensi),, dan Azzam bisa menghubungkan mulai dari tengah puzzle,,

Dua set puzzle selesai,, ditutup dengan makan Soto Banjar Ayam Bapukah yang (akhirnya) ayah beli sendirian karena hujannya masih tetap tunduk pada Alloh untuk turun menyirami bumi,,, Hmm yummi,, hujan hujan, anget anget,,

Ngga ada kalimat lain yang bisa terucap selain Subhannalloh,, walhamdulillah,, semoga bunda dan ayah amanah dalam mengoptimalkan potensi belajar yang sudah Alloh karuniakan untuk Azzam,,

Bimbing kami yaa Alloh,, Mudahkan proses belajar kami,, dan semoga seluruh proses ini makin mendekatkan kami pada Ma’rifah dan ketundukan pada Mu,, Aamiin,,

Ma’rifatullah Azzam Lewat Laut dan QS An Nahl : 14,,,

Hari ini kami berdiskusi melanjutkan QS An Nahl ayat 14

وهو الذي سخر البحر لتأكلوا منه لحما طريا وتستخرجوا منه حلية تلبسونها وترى الفلك مواخر فيه ولتبتغوا من فضله ولعلكم تشكرون

Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai; Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur,,,

Sambil pelan pelan mengulang memahami (karena kemarin sebenernya ayat ini sudah Azzam baca), bunda mengajak Azzam meriview apa apa yang sudah dia tahu tentang laut,,

Kami membaca pelan pelan mulai dari kalimat, “Alloh yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) dan bunda menghubungkan dengan ayat sebelumnya “Bahwa Alloh juga menciptakan dibumi ini berbagai jenis dan warna,,”

Azzam menyebutkan jenis jenis ikan yang dia tahu dan pelan pelan juga Azzam dan bunda membaca buku Ensiklopedia Cilik tentang Laut (terbitan BIP) yang beberapa hari lalu dibelikan ayah,,

Kami membaca mulai dari halaman yang membahas tentang Air Laut,, dan Azzam juga mereview ingatannya tentang daerah Fotik dan Afotik yang dia kenal melalui film “Finding Nemo”, Azzam juga berkenalan dengan kadar garam diair laut,, Bunda sempat cerita sedikit tentang Laut Mati dan kisah nabi Musa (tapi baru sedikiiit sekali),

Lanjut lagi Azzam berkenalan dengan pasang surut, yang ini sebenernya sudah diketahui Azzam ketika sungai yang hampir setiap hari kami lewati mengalaminya,, walaupun Azzam tahunya masih sangat sederhana, tapi Azzam sudah tahu kalau air pasang berarti airnya tambah banyak dan biasanya banyak yang memancing ikan dipinggir Jembatan Merdeka, dan kalau surut, airnya sedikit biasanya dipinggir sungai kelihatan permukaan tanahnya,,

Sesudahnya Azzam berkenalan dengan ombak dan angin,, Yang semuanya bertasbih memuji asma Alloh,, Yang dengan ombak dan angin membuat perahu bisa berlayar dilautan,, Bunda tanya ke Azzam, apa ada orang yang mencari sebagian karunia Alloh untuk makan,,, seperti yang Alloh bilang bahwa “,,, Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur,,,” dan Azzam dengan lugas menjawab,, “Ayah,,” yang akhirnya Azzam menjelaskan bahwa kalau ayah cari ikan, Azzam dan bunda bisa makan,, Alhamdulillah berarti Azzam bisa menangkap maksud dari kalimat “,,, mencari sebagian karunia Alloh,,”

Setelahnya bunda masuk dengan konsep syukur,, bahwa karena seluruh semesta ini milik Alloh,, maka Alloh tahu siapa yang bersyukur yang berhak ditambahkan rizqinya dan yang tidak,, Bunda juga mengajak Azzam untuk saling menginggatkan supaya kami selalu bersyukur dan dimasukkan Alloh kedalam golongan orang orang yang bersyukur,, Seperti doa Azzam,,, Aamiin

Azzam juga membaca tentang kehidupan di bawah laut dan meriview hal hal yang diketahuinya, Azzam juga meriview sedikit tentang food chains yang sebelumnya sudah dikenalnya melalui games, ceritanya ada di  food-chains/, Azzam juga berkenalan dengan cara cara hewan melindungi diri agar tidak dimangsa oleh predator,, yang kesemuanya itu bunda jelaskan sebagai keseimbangan yang Alloh ciptakan untuk menunjukan Kekuasaan Alloh sebagai Pengatur alam semesta,,

Sudah itu Azzam juga berkenalan dengan lautan Es dan bagaimana Alloh menciptakan kehidupan hewan di daerah dingin,, Azzam juga belajar tentang lautan tropis dengan tumbuhan laut dan beragam jenis hewan yang berwarna warni, Seperti yang telah Alloh beritahu di ayat 13 Surat An Nahl (kami memang membaca ayat ayat tersebut berulang ulang)

Lanjut lagi dengan menghayati kalimat “,,,dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai,,,”. Azzam sudah kenal mutiara yang diambil dari tiram lewat acara “Cita citaku” di Trans 7, azzam juga kenal kerang dan batu batuan yang bisa dipakai untuk menghias rumah dari film “Bob the Builder” edisi Bob membangun rumah Ani,,

dan terakhir kami ngobrol tentang sumber daya laut yang Alloh tundukan untuk manusia supaya manusia bisa mengambil manfaat dan supaya manusia bertambah syukurnya pada Alloh,,

Alhamdulillah,, segala puji bagi Alloh yang memudahkan Azzam menerima ayat demi ayat,, Seluruh kemudahan adalah karuniaMu,,

Robbi,, jaga Azzam ya,, Alloh,, karena hanya Engkaulah sebaik baik penjaga,, Aamiin,,

“Bunda, Jangan Beresin Buku Aku,,,!”

Pinta Azzam kemarin pagi waktu bunda bangunkan Azzam untuk sholat Subuh sambil membereskan “kamar” Azzam,, (kamar Azzam memang ruang tamu yang kalau malam beralih fungsi,, eh sebelumnya udah diceritain ding di  azzam-bobo-di-kamar-sendiri/),,

“Loh tapi berantakan Zam,, nanti kalo ada tamu gimana,,?” tanya bunda

“Tapi aku belum selesai bacanya,, aku mau gambar pesawatnya bunda,,” terang Azzam panjang,

Bunda urung membereskan dan bunda biarkan buku Educomicnya Azzam tetap terbuka,,

Ada hal besar yang harus kami, ayah dan bunda syukuri,, Azzam diusianya yang balita sudah menunjukkan kesukaan nya pada buku,,

Malamnya pun Azzam tidur dengan membawa dua buku baru yang dibeli sore sebelumnya,, Buku yang Azzam pilih sendiri Ensiklopedia Cilik Laut dan Ensiklopedia Cilik Langit (terbitan BIP, kelompok Gramedia, 2011),, Karena memang beberapa hari ini kami sedang bersama sama belajar memahami kebesaran Alloh lewat ciptaanNya, Ayah mengizinkan Azzam membeli dua ensiklopedia itu,,

Karena tidak diizinkan membaca malam malam, Azzam membawa bukunya dan tidur diantara buku buku yang masih terbuka karena belum selesai dibaca,, Berantakan,, dan Pemandangan yang mungkin ngga terlalu biasa untuk ukuran anak anak,,

Azzam memang unik,, kadang ketika bunda sedang mencuci atau sedang tidak menemaninya main,, Azzam bisa dengan anteng diruang tamu sambil mengeja buku bukunya,, Bahkan ketika bunda sedang tidur karena memang ngga enak badan,, Azzam pun dengan anteng duduk disamping bunda (karena pesan ayah, Azzam harus jaga bunda) ditemani buku bukunya,,

Azzam bisa membuat ilustrasi cerita dengan mobil mobil “Fire Eater” nya berdasarkan buku tentang “Pemadam Kebakaran” yang dia baca,,

Tidak ada kata yang pantas terucap selain Syukur tak terhingga pada Alloh,, Alhamdulillah,, Segala Puji Bagi Alloh yang menghadiahkan banyak kebaikan atas Azzam,,

Semoga dengan Ilmu yang Azzam serap semakin mendekatkannya pada Ma’rifah pada Alloh, Penciptanya,,

Robbi,, karuniakan ilmu yang berkah atas Azzam, yang dengan ilmu itu makin mendekatkan Azzam pada Mu, Alloh,,, Aamiin,,

Ma’rifatullah Azzam Lewat Benda Benda Langit dan QS An Nahl : 12 ,,,

Sabtu kemarin Azzam melanjutkan belajar mengenal Allohnya sambil berpuasa Arofah,,

Ba’da sholat Subuh kami membaca bersama sama QS An Nahl ayat 12 dan 13,,

وسخر لكم الليل والنهار والشمس والقمر والنجوم مسخرات بأمره إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون

Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu dikendalikan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti, (12)

وما ذرأ لكم في الأرض مختلفا ألوانه إن في ذلك لآية لقوم يذكرون

dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. (13)

Senang sekali bisa berdiskusi sama Azzam membahas ke Maha Besaran Alloh,, Segala Puji Bagi Alloh yang mengaruniakan kebersihan fitrah pada seluruh anak,, Pada titik ini bunda dan ayah menghayati benar karunia fitrah,, bahwa benar Alloh mengaruniakan pada seluruh jiwa dan manusialah yang pada akhirnya menutup suara fitrah dalam jiwanya dan menggantinya dengan keburukan,,

Dan seorang anak (sampai jiwa terakhir yang ditakdirkan lahir didunia) datang dengan fitrah yang bersih,, jernih,, Kamilah orang tua yang dipercaya Alloh untuk mengeluarkan kebersihan fitrah itu, sampai pada akhirnya fitrah itu mencadi cahaya bagi dirinya ditengah keburukan dunia seperti apapun,,

Kamilah orang tua yang sedang diberi kesempatan belajar oleh Alloh untuk bisa memahami Asma’ dan sifat Alloh, karena dengan faham kami baru bisa mengalirkannya pada Azzam,,

Segala puji bagi Alloh yang memberi kami kemudahan untuk mengalirkan ayat demi ayat al Qur’an pada Azzam dan menginternalisasinya bersama sama,,

Lewat ayat 12 QS An Nahl, kami “ngobrol” tentang matahari, bulan, bintang, planet, asteroid, komet, blackhole, awan, pelangi, bumi berputar mengelilingi matahari,,, yang semuanya tunduk patuh pada Alloh,,Azzam kembali meriview apa apa yang diketahuinya tentang benda benda langit,,

Sebenarnya ngobrol ngobrol seperti ini sudah cukup sering kami lakukan,, Kami yang memang merasai seluruh waktu kami adalah kesempatan yang Alloh berikan untuk belajar, memang tidak pernah membatasi kapan kami harus berdiskusi, saat apa atau dimana, belajar untuk kami adalah belajar-apa-saja-dimana-saja-dan-kapan-saja/ ,, Kami bisa berdiskusi kapan saja dimana saja,, karena bumi Alloh ini adalah class room bagi kami,,

Seperti sebelumnya Azzam juga sudah kenal dengan ayat ayat Al Quran tentang alam semesta ketika kami mengamati gerhana bulan, ceritanya ada di  bertasbih-bersama-semesta/  mungkin memang belum seluruh makna bisa Azzam tangkap, tapi kami yakin kejernihan fitrah Azzam membawa dirinya mudah untuk mengenal Tuhannya,, Pemilik semesta raya,,,

Azzam juga belajar lewat web  http://www.kidsastronomy.com/ dan beberapa CD tentang alam semesta,, ceritanya ada di berusaha-belajar-astronomi/,, Kami juga berdiskusi sesudah nonton film, yang sempat tercatat (diantara banyak yang ngga tercatat) kami berdiskusi ba’da nonton fim Armagedon (waduh,, ), sekelumit ceritanya ada di  azzam-bobo-di-kamar-sendiri/ , ya dari film Armagedon kami berdiskusi dan menginternalisasi  QS : Ad Dukhan ayat 7  “Alloh Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini”..

Selesai berdiskusi ayat 12 tentang benda benda langit, kami lanjut dengan ayat 13 yang bercerita tentang ciptaan Alloh yang beraneka jenis dan warna,,

Azzam mengidentifikasinya dengan berbagai pohon, hewan dan ikan,,, Kami diskusi tentang macam macam tumbuhan dan hewan yang Azzam kenal, baik yang dilihat langsung ataupun yang Azzam lihat di acara “Asal Usul”, “Dunia Binatang”, “Dunia Air”,,, dan sekaligus meriview buku yang sudah pernah dibacakan, kami juga meriview tentang food chains dan berdiskusi bahwa Alloh menciptakan segala sesuatunya dengan seimbang termasuk lingkaran rantai makanan,, Seperti yang sebelumnya sudah pernah diceritakan di tulisan food-chains/, terus bunda mengajak Azzam berfikir bagaimana jika salah satu bagian/ komponen dalam rantai makanan itu tidak diciptakan Alloh,, misalnya Alloh tidak menciptakan ular atau semua ular diburu dan dibunuh oleh manusia, yang terjadi kemungkinan adalah buanyaknya tikus yang menyerang sawah sawah pak tani dan tanaman padi akan hancur,, dan Azzam ngga bisa makan nasi,, (he he,, mungkin kesimpulannya terlalu hiperbolik,,) tapi poin yang ingin ditunjukkan adalah bahwa Alloh menciptakan dan menundukkan segala yang Dia ciptakan dengan seimbang dengan konsep yang luar biasa dan seluruhnya membuktikan kebesaran Alloh yang hanya bisa dilihat oleh orang orang yang mau belajar,,

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Alloh yang menghamparkan Semesta Raya untuk dipelajari dan membukakan jalan bagi seluruh manusia untuk mengenal Nya,,

Robbanaa,, bukakan pintu pintu belajar bagi kami,, Limpahkan kami dengan ilmu yang berkah,,, yang membawa kami semakin mengenal dan tunduk pada Mu,, Aamiin,,

Ma’rifatullah (Mengenal Alloh) Azzam Lewat Hujan dan QS An Nahl : 10,11 ,,,

Hari hari kami adalah hari hari mengukir,, Ya mengukir pengenalan yang terus menerus pada Alloh,, Karena sesengguhnya Ma’rifatullah adalah fitrah jiwa,,  mengenalkan-alloh-pada-azzam-mengeluarkan-fitrah-jiwanya/

Fitrah jiwa yang tidak akan pernah berubah sampai manusia terakhir didunia ini dilahirkan,, Fitrahnya tetap sama karena persaksian yang diambil pada seluruh jiwa manusia tetap sama,,

وإذ أخذ ربك من بني آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, QS Al A’raf : 172

Alastu bi rabbikum? Bala, syahidna”      Apakah Aku ini Tuhan kalian? Ya benar, kami menjadi saksi, bahwa Engkau adalah Tuhan kami,,

Setiap jiwa sampai jiwa yang terlahir didunia ini akan tetap mengakui dan menjadi saksi bahwa Alloh adalah Tuhan tempat tunduknya jiwa jiwa itu,,

Termasuk jiwa jiwa kami,,

Karena sadar bahwa membuka fitrah Azzam adalah menjadi tanggung jawab kami sebelum Azzam terpapar oleh begitu banyaknya keburukan dunia, maka dengan sadar, sedikit demi sedikit kami mengukir,,

Kami memang memutuskan untuk tidak menitipkan Azzam pada sekolah, maka Saat ini Ayah dan Bunda berkonsentrasi memupuk sedikit demi sedikit Ma’rifatul (pengenalan) Azzam terhadap Rukun Iman beserta penjelasan yang seluas luasnya dan bukan hanya menghafal,,

Ya,, sedikit demi sedikit kami akan mengenalkan Azzam pada Kitab Sucinya Al Qur’anul kariim,, dan inilah salah satu cara kami mengenalkannya pada Azzam,

Tiga hari terakhir ini Bunda dan Ayah bersama sama mengenalkan Alloh lewat ayat ayat Qouli dan Kauni pada Azzam, kami bersama sama membaca dan menginternalisasi Qur’an Surah An Nahl ayat 9 – 14 (6 ayat dari 9 ayat yang tadinya bunda sudah persiapkan untuk dipelajari)

Di Banjarmasin (dan mungkin disebagian besar Indonesia) sudah masuk musim hujan setiap harinya, walaupun Azzam sudah kenal bahwa Allohlah yang menurunkan hujan dan hujan itu bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, kali ini bunda ingin mengenalkan (dengan lebih serius) bahwa semua itu ada dalam Al Qur’an lengkap beserta ayatnya ,,

Ba’da sholat subuh Kamis kemarin, Azzam ditemani bunda membaca  Ayat 10 dan 11 surat An Nahl,,

هو الذي أنزل من السماء ماء لكم منه شراب ومنه شجر فيه تسيمون

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. (QS An Nahl : 10)

ينبت لكم به الزرع والزيتون والنخيل والأعناب ومن كل الثمرات إن في ذلك لآية لقوم يتفكرون

Dengan air hujan itu Dia menumbuhkan untuk kamu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.  (QS An Nahl : 11)

Sesudah itu kami membahas banyak hal, mulai dari kekuasaan Alloh menurunkan hujan, kegunaan air hujan untuk minum, untuk menyuburkan tumbuh tumbuhan yang akhirnya tumbuhan itu dimakan oleh hewan,, Kami juga ngobrol tentang bagaimana air hujan jatuh diserap tanah bagaimana tumbuhan menyerap air hujan dan kami juga mengulang mempelajari proses fotosintesis pada tanaman,, (sebelumnya Azzam sudah kenal proses fotosintesis lewat web  http://www.sheppardsoftware.com/content/animals/kidscorner/foodchain/photosynthesis.htm  catatan belajarnya ada di the-producers-consumers-and-decomposers-photosynthesis/ dan di  educomic-aku-suka-belajar-tumbuhan-dan-aku-suka-belajar-penemuan/

Bunda menggambarkan gambar pohon untuk Azzam, bunda tanya ke Azzam sedikit sedikit mulai dari bagian bagian pohon yang dijawab Azzam dengan akar, batang, daun dan buah (he he,, karena gambar bunda ada “buah” merah merahnya,,)

Kemudian lanjut dengan pertanyaan gimana cara pohon mengambil air dan Azzam dengan cukup lancar menceritakan air diserap tumbuhan menggunakan akar dan tumbuhan memasak makanannya didaun dengan bantuan sinar matahari (Azzam menggambar sendiri mataharinya) terus Azzam melanjutkan dengan menggambar coretan abu abu dan mobil (gambarnya miring terbalik balik semaunya Azzam) yang dia sebut sebagai karbondioksida yang keluar dari mobil,, kemudian sambil sesekali bunda memberi stimulus dengan pertanyaan Azzam mencoret coretan biru dan gambar orang warna biru juga yang dia sebut sebagai oksigen yang dihirup Ayah,,

Selesai menggambar ayah,, Azzam melanjutkan dengan mencoret warna merah yang dia sebut sebagai polusi,, Bunda juga memberi ilustrasi dengan polusi yang sering kami temui kalau kami jalan jalan naik motor dan berpapasan dengan truk yang mengeluarkan asap,, bunda mengajak Azzam berimajinasi bagaimana kalau ngga ada pohon disepanjang jalan yang kami lewati,, Akhirnya Azzam menutup gambarnya dengan menggambar rumah kecil, ada parkir motornya dan ada pohonnya,, (posisi menggambarnya dari samping jadi gambarnya kebalik balik he he,, ga pa pa deh,, yang penting masih bisa direview)

Sesudah selesai,, Azzam menunggu ayah menyelesaikan pekerjaan kantor ayah terus dengan semangat 45 bercerita kembali,,

Alhamdulullah Azzam terlihat sangat menikmati interaksinya dengan Al Qur’an dalam melihat bukti bukti kebesaran Alloh pada ayat Kauni,,

Kami juga mengulang membaca doa ketika turun hujan اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا  Ya Allah, (jadikan hujan ini) hujan yang membawa manfaat (kebaikan) (HR Bukhari),,

Hmm segala puji bagi Alloh yang menghadiahi kami proses belajar yang menyenangkan,, Semoga seluruh ilmu semakin mendekatkan kami pada Ma’rifah pada Mu wahai Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alaamiin,,

Journey to Binuang and Tapin,,

Alhamdulillah,, setelah tertunda baru menulis separuh, terus ikut Ayah penelusuran ke tempat Batubara di Binuang dan Tapin, terus sibuk sibuk bergelut dengan laporan kantor ayah,, akhirnya bisa melanjutkan menulis dan mempost “Kecerdasan Musikal”

Akhir pekan ini memang Ayah ajak bunda dan Azzam jalan jalan ketempat yang ngga biasa,, kami lihat tempat mengeruk batubara,, Hmm apa ya kalimat yang pantas,, Subhannalloh wal hamdulillah karena Alloh anugrahi Indonesia dengan kekayaan yang luarrr biasa sekaligus miris,, sedih,, lihat bumi Alloh ini dikeruk sedemikian rupa dan dibiarkan rusak,,,

Azzam dan ayah bunda pastinya, belajar lewat mengamati, merasai dan menginternalisasi,, Ya, Alloh memberi kami kesempatan belajar lewat keajaiban ayat ayat kauninya,, Sebuah kesempatan yang kami syukuri karena dari mentadaburi ayat ayat yang dihamparkan dihadapan kami membuat kami merasa semakin memerlukan penjagaan dan pengawasan Alloh, Ya,, kami bukan siapa siapa, hanya bagian keciiiillll (dengan ukuran super nano mungkin) dari ciptaan Alloh yang sedang diperjalankan di bumi-Nya untuk belajar mengenal-Nya,, mengenal lebih dekat dan berlindung memohon penjagaan dibawah naungan-Nya,,

Azzam pun kami yakin belajar luar biasa amat banyak dari perjalanan perjalanan kami berpindah dari satu tempat ketempat lain,, Azzam belajar bersosialisasi dengan orang orang yang berbahasa berbeda (kami kemarin diantar oleh Om Basyirun yang asli orang Hulu Sungai Banjarmasin), Azzam juga berinteraksi dengan anak anak teman teman ayah yang bahasa Indonesianya juga masih meraba raba karena mereka lebih terbiasa berbahasa daerah,,

Azzam belajar tentang kekayaan alam Indonesia bukan hanya dari buku, tetapi dari apa yang dilihatnya langsung,, Sepanjang perjalanan kami kemarin melewati tepi sungai Martapura yang adalah penghasil Intan terbesar Indonesia, kami melewati perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, kebun durian, sawah tadah hujan (yang cuma mengandalkan hujan setahun sekali) dan buanyak tambang batubara,,,

Kami juga mampir ke pasar tradisional di Binuang dan berkenalan dengan berbagai macam buah hutan yang dijual dipinggir jalan (ayah beli buah “Kapu”, buah asal hutan kalimantan -buahnya tebal, isinya seperti buah menteng kalau dijakarta, rasanya asam manis-) dan,, kemarin adalah untuk pertama kalinya Azzam makan buah Durian,,!! Durian asli Kalimantan baru petik pohon lho,, he he,,

Iya buat Azzam baru pertama kali makan dan untuk Ayah setelah bertahun tahun ngga makan durian akhirnya Sabtu kemarin mereka makan Durian dipinggir jalan,,, Setelah berhasil memaksa bunda dengan usaha yang sangat keras akhirnya mereka makan juga,,,

Bunda memang ngga tahan sama Durian jadi selama Ayah dan Azzam makan bunda tetap di mobil tapi masih bisa ngambil gambar mereka yang asik makan,, Hmm sepanjang pulang, bunda mabok bau Durian,, padahal ngga makan, cuma nyium bau sisanya,, Ahh ngga mau lagi,,, cukuuuppp,,,!!

Well, yang sueneng buanget ya Azzam, karena Azzam udah sering lihat Durian di TV mulai dari acara Laptop si Unyil sampai acara mengolah Durian jadi makanan macem macem, sampe sampe Azzam kenal kolak daging Durian dan selai Durian,, dan baru kali ini diizinkan bunda makan,,

Hmm Alhamdulillah,, terima kasih Alloh atas seluruh nikmat yang kami rasai bersama,,

Tetap semagat belajar ya nak,, belajar dengan seluruh indra dan belajar dari kesempatan yang Alloh berikan,,

Multiple Intelligences : 5. Kecerdasan Musikal,,

Kecerdasan Musikal

Adalah kemampuan untuk mendengar dan mengenali pola, mengingat dan bereaksi sesuai dengan musik yang didengar, serta kemampuan untuk menghasilkan musik dengan intonasi suara, irama dan warna nada.

Orang dewasa dan anak anak dengan kecerdasan musikal memiliki kepekaan terhadap pola pola bunyi, irama, warna nada, suara, dan biasanya juga peka terhadap suara suara non verbal disekitarnya seperti suara hewan, kerik jangkrik, atau dering bel dari kejauhan.

Anak dengan kecerdasan musikal yang menonjol biasanya mudah mengenali dan mengingat nada. Ia juga dapat mentransformasi kata kata menjadi lagu dan menciptakan berbagai permainan musik. Mereka pun pintar melantunkan beat lagu dengan baik dan benar, menggunakan kosa kata musikal, dan peka terhadap ritme, ketukan, melodi atau warna suara dalam sebuah potongan komposisi musik.

Selain itu anak dengan kecerdasan ini biasanya mudah bereaksi terhadap alunan musik bahkan yang rumit sekalipun dan memunculkan emosi sesuai dengan musik yang didengar. Anak anak yang cerdas musikal biasanya juga mudah mengingat melodi lagu dan suka belajar sambil mendengarkan iringan musik dan biasanya mereka juga suka bernyanyi untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

Tahap Ringkas Perkembangan Apresiasi Musik Balita Continue reading “Multiple Intelligences : 5. Kecerdasan Musikal,,”

Multiple Intelligences : 4. Kecerdasan Gerak Tubuh,,

Kecerdasan Gerak Tubuh

Adalah kemampuan anak mengontrol gerakan , keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak. Anak anak dengan kecerdasan gerak tubuh yang tinggi adalah anak anak yang senang bergerak.  Seringkali anak anak ini tidak dapat duduk diam. Mereka perlu dan senang menyentuh sesuatu. Dengan cara inilah anak anak ini mengenal dunia,  mereka mengeksplorasi dunia dengan otot ototnya.

Dalam bergerak, anak anak dengan kecerdasan gerak tubuh ini memliki koordinasi yang baik. Mereka cenderung tangkas dan cepat. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kontrol tubuh yang baik. Mereka adalah tipe pembelajar yang mengandalkan tangan dan kaki. Itu sebabnya mereka memiliki keterampilan motorik kasar dan halus yang baik..

Sikecil dengan kecerdasan ini senang mengerjakan pekerjaan tangan seperti menggunting atau memperbaiki sesuatu misal mencoba memperbaiki mainannya.

Kecerdasan gerak tubuh erat kaitannya dengan perkembangan keterampilan motorik anak.

Elisabeth B Hurlock dalam Child development (diambil dari fotocopian bahan kuliah Psikologi jaman bunda kuliah duluuu) menyebutkan bahwa, perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinasi antara susunan syaraf, otak, spinal cord dan otot.

Tahap Perkembangan Keterampilan Motorik Anak Continue reading “Multiple Intelligences : 4. Kecerdasan Gerak Tubuh,,”

Multiple Intelligences : 3. Kecerdasan Visual-Spasial,,

 Kecerdasan Visual – Spasial

Adalah kemampuan untuk membentuk suatu gambaran tentang tata ruang didalam pikiran. Anak anak dengan kecerdasan visual-spasial  yang tinggi cenderung berpikir secara visual. Mereka kaya khayalan internal (internal imagery) sehingga cenderung imajinatif dan kreatif.

Orang dewasa dan anak anak dengan kecerdasan visual-spasial tinggi memiliki kepekaan dalam mengobservasi dan memiliki kemampuan untuk berpikir dalam gambar. Kemampuan ini memungkinkan untuk bisa membayangkan bentuk bentuk geometri  atau tiga dimensi dengan mudah.

Kemampuan spasial ini sendiri seperti yang dikutip Gardrer dibagi menjadi tiga komponen (ini terjemahan bebasnya, silahkan merujuk pada buku Frames of mind: The Theory of Multiple Intelligences).

  • Kemampuan untuk mengenali identitas sebuah objek yang ada didepannya dari sudut pandang yang berbeda
  • Kemampuan untuk membayangkan perubahan sebuah konfigurasi  ketika komponen konfigurasi itu dirubah atau dipindah. Misal saat bermain balok, anak dapat membayangkan apabila sebuah balok dipindah nantinya akan terbentuk sebuah bangunan seperti yang ia inginkan
  • Kemampuan untuk memahami hubungan spasial antara dirinya dengan benda lain. Misalnya saat naik sepeda, seorang anak dapat memperkirakan jarak dirinya dengan sebuah pohon.

Anak anak dengan kecerdasan visual-spasial yang tinggi berpikir dengan gambar dan imej (image). Biasanya mereka menyukai kegiatan bermain Puzzle, menggambar, bermain balok, bermain maze, membangun bentuk, serta berimajinasi membentuk bangunan bangunan lewat permainan, anak anak dengan kecerdasan ini juga seringkali melamun.

Dalam belajar, anak anak ini adalah tipe belajar secara visual. Mereka menyukai poster dan gambar, film dan presentasi visual lain untuk menyerap informasi baru. Sebagai “pelamun”, anak anak ini terkadang menghadirkan sebuah film dalam bayangan internal mereka yang tidak pernah mereka lihat secara nyata. Tidak hanya melamun atau berhayal, anak anak ini juga pengamat yang tajam terhadap dunia sekitarnya, suka mencari cari kesalahan dan detil yang orang lain lupakan.

Tahap perkembangan Visual – Spasial anak usia balita (0 – 5 tahun) Continue reading “Multiple Intelligences : 3. Kecerdasan Visual-Spasial,,”

Multiple Intelligences : 2. Kecerdasan Logika-Matematika,,

Kecerdasan Logika – Matematika

Adalah kemampuan anak untuk menganalisis sesuatu hal secara logis,, Biasanya ditandai dengan minat yang besar pada kegiatan eksplorasi , cerewet bertanya tentang berbagai hal atau fenomena dan menuntut penjelasan logis dari setiap pertanyaan. Suka melakukan eksperimen untuk membuktikan rasa penasarannya, suka mengklasifikasikan benda dan menghitung hitung.

Anak dengan kecerdasan ini adalah manusia yang yakin bahwa semua pertanyaan memiliki penjelasan rasional yang masuk akal, sehingga ia lebih merasa nyaman berhadapan dengan sesuatu yang dapat dikategorisasi (dikelompokkan), diukur, dianalisa, dan ditilik kuantitasnya dengan berbagai cara.

Pertanyaan yang berputar putar didalam kepalanya bisa berbunyi, “Bagaimana ya kalau aku menuangkan seluruh isi teko ini kedalam gelasku,,?”

Kecerdasan Logis matetamtis berkaitan erat dengan kecerdasan linguistik terutama kaitannya dengan penjabaran alasan alasan logika matematika.

Tahap perkembangan Logika – Matematika anak usia balita (0 – 5 tahun) Continue reading “Multiple Intelligences : 2. Kecerdasan Logika-Matematika,,”

Multiple Intelligences : 1. Kecerdasan Linguistik,,

Sudah beberapa hari ini bunda memang sedang banyak membaca tentang Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk),,

Dr Howard Gardner, profesor bidang pendidikan di Harvard University Amerika Serikat mengembangkan sebuah teori tentang kecerdasan bahwa kecerdasan seseorang baik anak maupun dewasan bisa dilihat secara lebih menyeluruh tidak hanya sebatas kecerdasan linguistik (bahasa) dan logika saja,,

Gardner membagi kecerdasan kedalam 8 bagian (Yang kemudian belakangan Gardner menambahkannya dengan kecerdasan Spiritual)

  1. Linguistic intelligence (Kecerdasan linguistik)
  2. Logical – mathematical intelligence (Kecerdasan logika-matematika)
  3. Spatial intelligence (Kecerdasan visual-spasial)
  4. Bodily-kinesthetic intelligence (Kecerdasan gerak tubuh)
  5. Musical intelligence (Kecerdasan musikal)
  6. Interpersonal intelligence (Kecerdasan interpersonal)
  7. Intrapersonal intelligence (Kecerdasan Intrapersonal)
  8. Naturalist intelligence (Kecerdasan natural)
  9. Spiritual intelligence (Kecerdasan rohani)

Bunda coba memahami tiap tiap pembagian kecerdasan versi Gardner itu dan mencoba melihat dan mengamati capaian Azzam,,

Bunda juga coba menuliskan tahapan perkembangan anak usia 1 – 5 tahun (yang diambil dari berbagai bahan) dalam bentuk tabel untuk masing masing kecerdasan

Kecerdasan Linguistik (Kecerdasan Bahasa)

Berkaitan erat dengan keterampilan dan persepsi mengelola kata dan bahasa.

Bermula ketika anak mulai babbling yang kemudian dilanjutkan dengan mencoba mengucapkan kata diusia satu tahun. Kemudian kemampuan berbahasanya meningkat ditahun kedua usianya  ketika ia mulai mengucap kalimat kalimat, menggunakan kata dengan tepat dan efektif.

Tahap perkembangan bicara anak usia balita Continue reading “Multiple Intelligences : 1. Kecerdasan Linguistik,,”

Inilah Pilihan Kami,,,

Sampai tulisan ini di-upload, kami memang mungkin masih terhitung baru dalam menjalani metode homeschooling (kira kira 4 tahun -seumur Azzam-),,

Tapi kami belajar tentang “serba serbi” homeschooling sudah sejak sebelum Azzam lahir,, (bahkan untuk bunda, sudah dari semenjak sebelum menikah,, he,, he,,) dan sampai sekarang pun kami masih tetap dalam proses belajar,,

Bunda pertama kali terfikir melirik metode Homeschooling diawali dari keprihatinan melihat beberapa teman yang kebetulan waktu itu setelah menikah (belum sempat berinteraksi lebih dekat dengan suaminya) keburu punya anak ke 1 disusul anak ke 2 dan ke 3 dalam waktu yang sangat dekat,, Yang ternyata kondisi itu terasa agak menjadi beban,, Sampailah bunda merasa perlu belajar membantu dengan cara “berteman” (baca; membantu mendidik, karena bertemu berkala) dengan anak (teman bunda) yang besar agar si ibu bisa mengurus dan merawat anak yang lain dengan baik (waktu itu saling bantu membantunya dikerjakan beberapa orang yang masih lajang,, -termasuk bunda-,, he he,,)

Dari titik itulah bunda merasa bahwa memang ibu adalah madrasah bagi anak anaknya,, Kesiapan seorang ibu untuk mengemban amanah menjadi “Ibu” akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak anaknya,, Dan hal ini tidak akan bisa terganti walaupun keluarga itu menitipkan anak anaknya ke Sekolah Terbaik jenis apapun,,, Bahwa nilai keluarga, energi keluarga itu akan diserap langsung oleh anak, dan tanggung jawab mendidik anak tidak bisa diserahkan pada orang lain atau pada sekolah/lembaga sehebat apun,,

Bunda belajar tentang Homeschooling dimulai dari membaca buku,, (lupa judul bukunya,, he he,, sekarang udah inget, judulnya “Ibuku Guruku” he he 21/10) yang dilanjut dengan browsing sana sini terkait Homeschooling (disela-sela waktu ngantor dulu,,)

Alhamdulillah Alloh pertemukan bunda dengan suami yang bisa dengan cukup cepat menyamakan frekuensi berfikir yang dengan telaten mendengar luapan pemikiran, ide dan cita cita seputar per homeschoolingan (padahal waktu itu belum punya anak,, he,,he,,),, Hmm ini namanya karunia belahan jiwa (bahasa kerennya; soulmate) dari Alloh,,

Dan sampailah kami dengan sepakat bahwa kelak jika Alloh menitipkan kami amanah mengasuh anak kami akan mengambil tanggung jawab mendidiknya ditangan kami sendiri,, (tidak dengan menitipkannya pada sekolah, kecuali jika buah hati kami memutuskan untuk memilih lain yang menurutnya baik untuk kehidupannya,,)

Kami kemudian lebih suka menyebutnya sebagai Home Education atau Home Based Learning,, Pendidikan atau proses belajar berbasis rumah,, karena bagi kami Schooling atau Education terdengar sangat berasosiasi dengan ijazah, atau alat untuk mengukur seseorang, padahal seseorang itu tidak bisa diukur hanya dengan selembar Ijazah,,

Sepanjang proses perjalanan (yang sampai saat inipun masih berproses), kami bersama sama merangkai nilai untuk keluarga kami,, (Karena kami muslim, kami berusaha sekuat mungkin berpatokan pada Qur’an yang mulia,,)

Adanya Azzam (yang merupakan hadiah terindah dari Alloh) lebih membuka mata hati kami, dan juga membuka jalan kami untuk bisa belajar lebih banyak lagi kebaikan,,

Kami hanya ingin bisa berproses bersama,, Kami ingin mengalirkan energi belajar pada Azzam,, Tidak terkotakkan oleh kelas tempat belajar, oleh waktu belajar, oleh kurikulum belajar, ataupun lembaran Ijazah,,

Kami hanya ingin menanamkan semagat belajar berlandaskan kecintaan pada Alloh,, Karena kami sadar kami tidak pernah bisa menebak seperti apa nanti Azzam akan menghadapi dunianya,, Menjadi seperti apapun Azzam nanti, berprofesi apapun Azzam nanti, bagi kami yang terpenting untuk ditanamkan adalah bahwa Azzam (pun kami dua orang tuanya) seorang Mu’min qobla kulli syaiin (sebelum semua predikat ataupun profesi yang lain) dan menanam nilai ini tidak bisa dengan menitipkannya pada orang atau sebuah lembaga pendidikan,,

Menanam nilai kecintaan pada Alloh adalah tanggung jawab kami, kedua orang tuanya,,

Sebab bagi seorang mu’min (menurut keyakinan kami) kesuksesan bukanlah diukur dari apa pekerjaannya nanti, lulusan mana, kekayaan, jabatan atau apapun,,

Menurut kami, kesuksesan “cukuplah” bisa memaksimalkan diri untuk bermanfaat bagi banyak orang (apapun profesinya) dan seburuk apapun ketika kita harus berhadapan dengan ujian dunia (pangkat, harta, tahta, dan wanita -untuk laki laki- ) kami tahu kemana harus menghadapkan wajah dan hati kami dan mengembalikan semua urusan kami yaitu pada Alloh ta’ala,, Karena kami yakin akan ada kehidupan yang abadi setelah kematian nanti,,

Banyak pertanyaan yang dilontarkan teman teman terkait pilihan kami meng-homeschoolingkan Azzam,,

1. Kenapa Homeschooling,,?

2. Apa itu Homeschooling,,?

3. Bagaimana menjalankan Homeschooling,,? (maksudnya menggunakan kurikulum apa dan bagaimana mengajarnya,,?)

4. Dimulai sejak usia berapa Homeschooling,,?

5. Bagaimana nanti ujian dan cara mendapat Ijazah dan legalitas,,?

6. Apa harus memanggil guru kerumah (karena dirasa kapasitas orang tua tidak mencukupi untuk menjadi guru),,?

7. Berapa biaya yang harus dikeluarkan,,?

8. Bagaimanakah anak homeschooling bersosialisasi,,?

9. Bagaimana anak homeschooling bisa menghadapi “kerasnya dunia” sementara mereka (dianggap) tidak pernah keluar dari rumah dan berhadapan dengan “kerasnya dunia”,,?

dan masih banyak pertanyaan yang terlontar dari teman teman (yang mungkin kami juga menjawabnya masih dengan mengutip pengalaman keluarga homeschooler lain karena kami memang belum melaluinya,, karena Azzam pun belum masuk usia sekolah,,,)

Sampai hari ini kami mencoba menjawabnya satu persatu (masih lebih banyak jawaban lisan mungkin,,) karena memang insyaAlloh kami (yang sampai hari ini masih terus belajar), telah melewati pertanyaan pertanyaan itu dan mencari jawab bagi diri kami sendiri,,, Mudah mudahan dengan Izin Alloh, kami bisa menjawab dalam bentuk tertulis,, (walaupun sudah banyak web dan blog para homeschooler yang menjabarkan, insyaalloh kami akan menjawab versi tulisan kami,,)

Diatas semua upaya, kami mengawali langkah kami dengan doa dan memohon penjagaan dari Alloh,, Karena pada Alloh-lah bermuara seluruh kebaikan dan Alloh-lah pemilik diri diri kami,,

Robbanaa bukakan pintu pintu belajar bagi kami,, dan dekatkan kami pada ma’rifah kepadaMu,,

“Robbanaa atmimlanaa nuuronaa waghfirlanaa, innaka “alaa kulli syaiin qodiir,,”  ”Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”

Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,,

Reformasi Dalam Keluarga,,,

Sebagian generasi dinegri ini masih ingat benar sebuah catatan sejarah saat idealisme moral menjadi tonggak awal perubahan untuk Indonesia. Jutaan pemuda dan pemudi dipenjuru tanah air serentak merubuhkan tirani kediktatoran untuk dirubah menjadi demokrasi lewat suara lantang reformasi. Darah-darah segar pemuda menjadi tumbal terdepan demi terciptanya kesejahteraan rakyat saat itu.

Tiga belas tahun sudah masa itu terlewati. Para aktivis reformasi itu kini sudah tak lagi berteriak. Suara lantangnya seakan dibungkam oleh keteraturan demokrasi kekuasaan. Rakyat kini jarang terdengar untuk diatas namakan, hanya terngiang ketika akan mencari dukungan. Darah-darah pemuda kini hanya sebatas mengalirkan tepuk ria di layarkaca hanya demi acara tawa.

Ternyata ada fase yang terlewatkan setelah gempita reformasi diterima. Para pelaku orator moral saat itu semuanya pemuda disetiap kelompoknya. Jauh dari pengalaman hanya sebagai pendobrak pintu tirani. Keadaan ini yang terbawa oleh para pemuda ketika sejenak rehat untuk masa depan dirinya dengan memutuskan untuk menikah. Tanpa bekal konsep yang jelas dan tak tertuliskan sebagai MOU pernikahan sebagai bagian menyatukan dua isi kepala yang berbeda. Pemuda pemuda yang lantang dibarisan masa itu ternyata harus bergagap gagap menyusun nilai yang akan ditanamkan untuk menjadi nilai keluarga,,

Kejadiannya sama persis dengan para aktifis yang kini menduduki jabatan atas nama buah perjuangan untuk perubahan. Sebagai wakil rakyat mereka tak siap dengan  konsep nyata, sementara didalam keluarganya mereka mendidik anak anaknya seperti coba-coba. Lalu apa jadinya nanti jika anak-anak ini tumbuh. Akankah dapat kembali turun kejalan meneriakkan kembali visi perubahan menentang karya orang tuanya sendiri karena ditekan kekuasaan.

Yang perlu ditata kembali adalah bongkahan keluarga yang terlanjur pecah untuk disatukan kembali. Kesadaran menjadi orangtua adalah dasar yang perlu kembali disadarkan, sehingga kita akan selalu siap menghadapi setiap perubahan. Bahwa pemuda pemuda inilah yang sekarang sedang dititipkan generasi baru, yang harus bekerja keras untuk merencanakan dengan matang, mempersiapkan generasi mendatang yang akan kembali diluncurkan sebagai busur zaman.

Syukur Kami Hari Ini,,,

Udah lamaaa banget rasanya ngga jalan jalan pagiiii (kaya’nya sebulan ini stuck banget di depan laptop),, Hari ini Ayah memang udah niaat banget buat ngajak muter muter pagi,,, .

Kami jalan jalan,, muter muter dan sampailah kami sarapan wadai (kue, dalam bahasa Banjar) Laksa (ala Banjarmasin,, dan jangan mbayangin laksa Jakarta ya,, pokoknyaa bedaaa buanget) yang terdiri dari kue dari tepung beras yang dibentuk seperti putu mayang (tapi dengan ukuran diameter yang lebih besar) ditambah telur bebek rebus yang kemudiaan disiram pake kuah santan (plus bawang goreng),, Azzam sarapan kue edisi manis (karena bunda lihat kuah Laksanya pake mecin buanyak buanget,, tapi karena udah keburu pesen yaaa,, gimana,,) terdiri dari putu mayang (yang ini standar seperti putu mayang Jakarta) ditambah kue Koleke (kalo ga salah) yang dibuat dari adonan tepung beras juga plus telur yang diberi pewarna hijau yang terus disiram pake kuah gula merah campur santan (seperti kuah putu mayang standar,,,)

Selesai sarapan wadai kami lanjut ke pusat keramaian di kota Banjarmasin yaitu,,, depan Kantor Gubernur sampai ke Masjid Raya,,,,

Didepan kantor gubernur banyak yang sudah berkumpul dan melakukan senam masal (rutin tiap Minggu kelihatannya,,),, Disana Azzam main,, dan “olahraga” ala Azzam,, he he,,

Azzam juga kenalan secara alami (langsung main bareng maksudnya) sama Aldi (1y 8m) yang mengikuti Azzam lari larian sampai akhirnya mereka main bareng,, lihat gambar ditembok lapangan kantor gubernur bareng,, tendang tendang gelas aqua bareng,, dan ngobrol dengan “bahasa tubuh” bareng,, he he,,

Hmmm serunya,, bunda sama neneknya Aldi ngga ngobrol banyak sih,, cuma sempet tanya nama Aldi sama usianya karena kami duduk agak jauh,, well yang penting Azzam nya ngga gagap sosialisasi dan bisa main sama siapaaa aja (seperti yang banyak di dengungkan kalo anak Homeschooling itu biasanya ngga bisa bersosialisasi,, ternyata,,, salah besarrrr Sodara sodara,,,),, Alhamdulillah,,

Puas main,, waktunya pulaaanggg,,, Sempet puter puter nyari buah Pepaya,, karena requestnya Azzam buah pepaya,,, (Alhamdulillah minta “jajannya” murah, meriah dan sehat,,!!). Akhirnya kami mampir dipasar dan beli buah pepaya Rp 3.000, saja ,,,,,

Lanjuttttt,Kali ini waktunya Ayah mengutak atik botol botol bekas bedak Azzam (yang kata Ayah sebelumnya memang udah diniatin mau bikin robotan,,)

Robotnya dibuat dengan 2 buah botol bekas bedak Zwitsal, Tutup botolnya dijadiin mata robot (karena bisa dibuka tutup jadi kaya pake kacamata deh,, he,, he,,), Botol yang satu buat badan robot dan botol yang kedua (cuma diambil separuh) buat bagian bawah robot,, Robotnya dikasih kaki pake roda (seperti biasa,, bekas tutup botol), dikasih tangan pake garpu plastik (bekas pop mie bunda yang ngga pernah dipake,,), terus diperutnya digantungin sendok bekas obat (karena robotnya laper kata Azzam,,) dan kepalanya dikasih topi  dari tutup gelas plastik (kalo yang ini sih bekas tutup gelas teh) dan dikasih rambut hijau pake bagian atas dari botol fresh tea,, (waahh sepertinya kebanyakan ngumpulin bekas kemasan yaaa,,,)

Hasilnyaa,,, taaa,, da,,, Robot Ondel Ondel karya Ayaaahhh,,,

Yeee,, satu cium lagi buat Ayah dari Azzam karena udah bikinin mainan,, (walaupun menurut bunda bentuknya agak ngga jelasss, gitu,,,) tapi,, terima kasih Ayah,, sudah mau buatin maian yang ngga semua ayah mau bersusah susah membuatkan mainan untuk anaknya (yang katanya disayanginya,,,)

Alhamdulillah,, terima kasih Alloh,, untuk ayah sebaik Ayah,,

Semoga Alloh karuniakan keberkahan atas kehidupan kami,, dan semoga Alloh lipatgandakan kesabaran dan kesyukuran pada kami untuk berproses bersama,, Aamiin,,

Truck Trailer dari Kardus Bekas Buatan Ayah,,

Azzam memang sedang senang senangnya sesuatu yang berbau truck,, mulai dari membaca tentang truck sampai main mainan truck,,

Buku ensiklopedi junior Transportasi yang ada cerita tentang trucknya hampir sudah dihapalnya,, Azzam bisa cerita panjang lebar sama bunda dan ayah tentang isi buku Transportasinya,,

Azzam bisa memodifikasi mainan yang bukan truck menjadi sebuah truck trailer ala dia,, (Azzam punya mobil loader kecil yang sama Azzam dirubah jadi trailer dengan menambah -menyangkutkan- kardus kardus kecil bekas salep,, atau rel mobilan dari plastik yang diatasnya membawa tutup tutup botol dan dengan suksesnya dia bilang itu mobil truk trailer,,)

Azzam juga dihadiahi ayah truk trailer kayu yang mengangkut mobil balap yang juga terbuat dari kayu (yang sudah habis diwarnai Azzam dengan pensil warna,,),, Mobilan Kayunya bukan seperti mobilan yang dijual dipinggir jalan lho,, Pokoknya jenis kayunya bedaaa deh,, Kayu ala ala kalimantan gitu,, (bunda sama ayah ngga tau jenis kayu apa nihh,, Ayah juga dapat mobilan itu lungsuran dari teman ayah yang tau kalo Azzam sukaa mobilan truck,,he he,,)

Ayah rupanya cukup memperhatikan kesukaan Azzam ini,, Sampailah Ayah bertekad membuatkan sendiri mainan truck hasil karya Ayah,,,

Dan,,,, taaa daaa,, Hasilnya ngga kalah keren sama mobilan Hot Wheels Azzam buatan pabrik kan,,, (import dari Malaysia lagi,,!!),, Malah kerenan mobil buatan Ayah,,,

Ayah udah mikirin gimana cara buat mobil trailernya dari semalam waktu Azzam udah tidur,, Paginya baru Azzam ribut bantu Ayah buat mobil trailernya,, Azzam belajar tentang reusing lagi hari ini,,,

Kontainer Trailer Azzam dibuat dari 2 buah kotak plastik bekas pepsodent, yang bawahnya dilubangi untuk roda dan dikasih sedotan kecil kecil bekas Aqua gelas supaya lebih kokoh,, Rodanya ada 8 dari bekas tutup botol Aqua,, Kepala trailernya dibuat dari kardus bekas Daktarin powder yang dibentuk dan dibolongi untuk jendelanya,, Kepala trailernya juga dikasih cerobong dari sedotan warna coklat bekas kopi Nescafe kotak loh,, Kaca trailernya juga dilapisi pake sisa sedotan,, Didalam kontainer trailernya Azzam isi pake muatan tutup botol plastik bekas juga,, dan,, Kepala trailer sama trailer pengangkut kontainernya disambung pakai plastik kemasan Blueband,,, (biar tetep bisa belok belok kata ayah,,)

Subhannalloh,, luar biasa kan Ayah ini,, Jarang jarang loh ada bapak yang masih sempet buatin mainan untuk anaknya,, (Setelah lebih dari sepekan ayah bergulat sama laporan kantor,, Ini cara refreshingnya ya,,??)

Sekarang pun waktu bunda menulis (habis nyuci neehh), Ayah masih asyik main sama Azzam,,

Kalo gitu,, satu ciuman dari bunda plus Azzam buat Ayaaahh,,, Mmuuuuuaaacchh,, Terimakasih ayaahh,,

Alhamdulillah,, Terima kasih Alloh,,

Tanpa Disadari Azzam Belajar Geografi,,

“Bunda,, aku buat bangunan pabrik Honda,,” Itu kata Azzam tadi siang sambil mengajak bunda untuk menengok bangunannya,,

Ya,, bangunan dari tumpukan kardus ala Azzam yang bisa dinamai bangunan apaaa aja semaunya Azzam,,

“Bangunan apa Zam,,?” tanya bunda

“Pabrik Honda yang tutup di Thailand karena Banjir,,? Jawab Azzam sambil berusaha menerangkan dengan jelas,,

“Oo ya,,? Emang Azzam tau dari mana,,?” tanya bunda bingung (karena bunda memang ngga tau beritanya,,)

“Lah diberita, di tivi” jelas Azzam

“Loh kapan,, kok bunda ngga tau,,” tanya bunda lanjut

‘Tadi,, aku liat berita,, di Thailand banjir besarrr,,” Jelas Azzam sambil asik membongkar pabrik kardusnya,,

Waahh bunda memang bener bener ketinggalan berita,, Kalo Thailand banjir memang bunda sudah tau, tapi kalo pabrik Honda tutup,, bunda tau dari Azzam,, he he,, (anak jaman sekarang ya,,)

Malamnya baru bunda lihat berita bareng bareng ayah,, “Oo ini yang Azzam bilang,,” bunda menggumam,,

“Apa,,?” tanya Ayah,,

“Pabrik Honda tutup di Thailand karena banjir,,” terang bunda

Ayah cuma geleng geleng kepala (ngga tau geleng karena beritanya atau karena Azzam tau lebih dulu dari bunda,,, he he,,)

Well begitulah,, Azzam bisa belajar dengan media apa saja,, termasuk hobby Azzam bangun membangun ini,, Bunda amati memang Azzam bisa membangun apaaaa saja sesuai imajinasinya,, Cukup dengan kardus kardus bekas yang dia kumpulkan sendiri (tanpa harus dengan mainan mahal) yang dia suka bilang sambil mengumpulkan kardus “yang ini bisa buat aku ngebangun nih bunda,,”

Termasuk harusnya bunda bisa lebih mengenalkan dengan negara negara yang Azzam sebut,, Azzam kadang kadang membangun menara Eifel (Azzam dapat nama menaranya dari film “Little Einstain”).

Satu hari Azzam juga membangun Istana Mbul,, (yang bundanya ketawa habis,, dan ngga berenti berenti),, Maksudnya Menara Istambul (yang juga Azzam lihat di “Little Einstain),, Azzam membangun berbagai bangunan dari banyak negara,,

Seperti percakapan Azzam dan Ayah 2 hari lalu,,

Ayah mendengarkan Azzam mengoceh tentang makanan khas (yang bunda dan ayah ngga tau Azzam belajar kata makanan khas itu dari mana,,)

Sambil mainan mobil dan pesawatnya Azzam mumbling,, “Makanan khas Korea,,? Kimchi,, Makanan khas Indonesia,,? Nasi,, Makanan khas Banjarmasin,,? Dodol Kandang-an (diucapkan terpisah oleh Azzam),,”

“Masa dodol kandangan Zam,, kan ada Soto Banjarmasin, Nasi Kuning,,” sahut ayah iseng menaggapi

“Iya,,” jawab Azzam “Pokoknya dodol Kandang-an,,” lanjut Azzam,,

Juga percakapan Ayah dan Azzam sore tadi waktu Azzam membukakan pintu menyambut ayah yang baru pulang,,

“Ayah,, nanti malam ada pertandingan sepak bola Indonesia vs Karak,,” kata Azzam bersemangat karena baru saja nonton berita di TV,, (Bunda yang dengar langsung ketawa sampai keluar airmata,, Azzam,, Azzam,, udah semangat banget ngomongnya tapi,, Salah sebut,,,!! he he,,he he,,)

“Sama siapa Zam,,” tanya Ayah sambil juga ketawa,,

Azzam mengulang ulang menyebut Karak,, dan dia rubah menyebut beberapa kata tapi tetep salah,, terus dia kembali kedepan TV (karena bunda ngga berenti ketawa) sambil mengamati penyiarnya dan akhirnya bisa menyebut “Qatar” dengan benar,,

Banyak momen yang harusnya bisa bunda dan ayah pakai untuk “menyisipkan” pelajaran geografi (mengenal lebih dalam nama nama tempat yang Azzam sebut), tapi sampai hari ini bunda belum memperkenalkan membaca Atlas,, (Kita nabung dulu ya nak,, nanti Insyaalloh kita bisa beli globe,, Aamiin,,),, Insyaalloh banyak jalan untuk belajar geografi ya nak,,

Robbana,, mudahkan kami untuk belajar,, mensyukuri betapa Engkau menghamparkan bumi ini dengan indah,,, Aamiin,,

Mengalirkan Energi Ma’iyatulloh Pada Azzam,,,

Ada benang merah yang kami temukan sepanjang menjalankan proses “mendidik” Azzam terutama di Ramadhan dan Syawal kemarin,,

Ada kalanya Azzam melakukan sholat dengan express padahal ayah dan bunda tahu kalau Azzam membaca dengan tertib maka sholatnya akan memerlukan waktu lebih lama,, setelah dirunut dengan beberapa diskusi akhirnya Azzam menjawab bahwa dia kadang terlupa dengan bacan sholatnya (yang tadinya kami anggap sudah sangat dihafal) maka kami -yang memang sedang membiasakan untuk berkata yang sebenarnya dan tidak harus takut untuk berkata yang sebenarnya- menekankan bahwa kami akan berusaha untuk membantu kesulitan Azzam sebisa mungkin jika kami tahu apa yang dirasa Azzam oleh karena itu Azzam harus berkata yang sebenarnya ,,

Kami  lebih memilih kalimat positif Azzam harus berkata yang sebenarnya dibanding kalimat jangan berbohong,,,

Karena menurut kami dengan kalimat positif Azzam bisa menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukannya dibanding dengan memberikan kalimat jangan berbohong  tanpa menjelaskan apa yang seharusnya Azzam lakukan,,

Kami menjelaskan pada Azzam bahwa dimanapun kapanpun, sedang melakukan sesuatu hal maka ada malaikat yang mengawasi dan mencatat,,

“Maa yalfizhu min qaulin illaa ladayHi raqiibun ‘atiidun”

“Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)” Qaaf : 18

Dan Alloh akan senang jika Azzam mau berkata yang sebenarnya karena apa yang Azzam sembunyikan akan ada catatanya,,

Rasa diawasi oleh Alloh (Maiyatullah) ini yang sedang kami coba untuk alirkan pada Azzam,,,

Seperti apa yang telah Alloh sampaikan di QuranNya yang mulia “,,Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; Ia mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya; dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya. Dan Ia tetap bersama-sama kamu di mana saja kamu berada, dan Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan,,  Qs Al Hadiid : 4

Kami yakin dengan seluruh kesadaran akan adanya Kasertaan Alloh pada setiap hela nafas Azzam lah yang akan menjaga Azzam pada akhirnya dari keburukan dunia,,,

Azzam akan siap menghadapi apapun bentuk ujian hidup kedepannya,, kami dua orangtuannya tidak pernah tahu seperti apa dunia ini 10, 20, 30 tahun lagi,, Mungkin akan sangat jauh berbeda dengan kehidupan yang kami hadapi sekarang,,,

Berkaca dari nasihat sederhana Luqmanul Hakim yang sarat makna yang diabadikan dalam QS Luqman: 13 dan 16

{13} Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi nasihat (pelajaran) kepadanya: Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) itu adalah satu kezaliman yang besar.

{16} (Luqman menasihati anaknya): Wahai anakku, sungguh jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada di dalam batu atau di langit ataupun di bumi, niscaya Alloh akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuan-Nya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi

Kami tidak bisa menjaga Azzam tiap saat,, maka kami percayakan penjagaan Azzam pada Alloh Subhannahu wataala,, Kami yakin bila Azzam meyakini bahwa Alloh menjaga dan mengawasi dirinya maka Azzam akan tahu kemana dia harus bermuara, kemana dia harus menghadapkan wajah dan hatinya,,

Tinggal kami yang pada akhirnya harus mengawal dengan doa,,,

Seburuk apapun kehidupan dunia, Alloh akan tetap ada untuk menjadi Penjaga bagi orang orang yang merasai Penjagaan Alloh karena Alloh adalah Al Hafidz,,

Yaa Hafidz,,Pelihara kehidupan kami,, dan pertemukanlah kami dengan kematian yang baik,,  Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,

“Ayah, apa bahan bakar becak,,, ??”

Itulah sekelumit pertanyaan Azzam tadi ketika kami keluar “jalan jalan” (bukan ding, cari makan,,),,,

Azzam memang sedang asyik “mendalami” buku Energinya (buku yang dibeli hasil uang angpaunya he he,,). Azzam banyak menyerap kata kata berkaitan dengan energi dan bahan bakar,,

Azzam sudah kenal dengan Avtur, bahan bakar pesawat terbang yang walaupun belum lihat bentuknya tapi pernah Azzam lihat pesawat yang sedang diisi bahan bakar ketika sedang menunggu untuk boarding,,

Azzam juga sudah kenal bahan bakar mobil, bensin dan solar,, Azzam sudah lihat langsung Batubara yang juga merupakan sumber energi dan bahan bakar kereta uap (yang ini Azzam baca dari Educomic Aku Suka Belajar Mobil dan Roda), Azzam lihat tongkang batubara lalulalang di sungai Barito,,

Azzam juga sudah kenal beberapa sumber energi, matahari, listrik, batre dan Azzam juga punya kata kata baru yaitu “Energi Potensial” (kata kata barunya ditanyakan berulang ulang dan tetap harus dijawab walaupun sebelumnya sudah dijawab,, mungkin sedang menghafal ya,, he,, he,,)

Tadi pun dijalan Azzam banyak “ngobrol” tentang bensin untuk motor dan mobil,, Sampai akhirnya terlontarlah sebuah pertanyaan ke ayah,,

“Ayah, apa bahan bakar becak,,?”

Ayah meminta Azzam mengamati becak, “Becak punya mesin ngga,,?” tanya ayah,,

“Engga,,” jawab Azzam ,,

“Terus gimana caranya roda becak bergerak,,? Lanjut Ayah,,

“Digenjot,,”jawab Azzam,,

“Sama seperti apa,,?”tanya Ayah,,

“Sepeda,,!” jawab Azzam

“Jadi mesin becak itu apa,,?lanjut ayah,,

“Kaki,,,!”jawab Azzam (he he,,)

“Terus gimana supaya kaki tukang becaknya punya tenaga biar becaknya bisa bergerak,,?” tanya Ayah,,

“Tukang becaknya harus makan,,!” lantang jawab Azzam,,

“Ooo jadi bahan bakar becak itu NASI PECEL Ayah,,!” lanjut Azzam menyimpulkan,, (kesimpulan yang agak aneh sebenernya,,)

Bunda ketawa dijok belakang motor menyimak percakapan ayah dan Azzam,, tergelitik nimbrung bunda lalu bertanya,, “Kenapa mesti nasi pecel Zam,,??”

“Iya,, kan harus makan sayur,,” terang Azzam,,

Yaaa pelajaran tentang energi ditutup dengan kesimpulan bahwa bahan bakar Becak adalah,,, Nasi Pecel,,, (he ,, he,,)

Belajar memang menyenangkan,,

Well, walaupun terselip pertanyaan “Sampaikapan ya nak, alat transportasi yang ramah lingkungan ini bisa bertahan,,??”

Terimakasih Atas Do’a-do’a mu Nak,,,

Mungkin sebagian kita para orang tua ada yang belum menyadari betapa bahagianya ketika kita sebagai orangtua memiliki anak yang sholeh atau sholehah. Karena hanya anak yang sholeh dan sholehah yang bisa dan mau dengan sadar untuk mendoakan kedua orangtuanya sebagai salah satu sarana untuk berbakti.

Tidak mudah memang bagi kita para orangtua dapat menjadikan anak-anak kita seperti yang banyak dicita-citakan bahkan dalam harapan tiap do-a para orangtua. Tetapi perlu diingat kembali bahwa kita para orangtua pernah berada pada masa menjadi anak-anak juga. Dengan segala kepolosannya kita menjalankan peran sebagai anak dengan mengikuti segala bentuk cara mendidik orangtua kita saat itu.

Semua pasti masih terekam dengan jelas masa-masa saat kita yang sekarang menjadi orangtua dengan kala itu ketika kita masih menjadi anak-anak. Kita mendengar dan melihat harapan orangtua kita lewat do’a do’a nya agar kita menjadi anak yang berguna dimasa mendatang. Itu semua dilakukan oleh orangtua kita dengan sadar dan penuh kesungguhan.

Kini kita sudah berada pada fase menjadi orangtua dari anak-anak yang kita cintai. Berbagai macam cara kita tempuh agar anak-anak kita menjadi orang yang bukan hanya berguna tetapi juga berhasil dalam kapasitasnya masing masing dikehidupan mendatang sesuai dengan zamannya. Sudah menjadi hal yang lazim bila kita para orang tua memiliki harapan itu.

Lalu sudahkah kita melakukan semua harapan itu dengan sadar dan penuh kesungguhan lewat do-a do’a kita..?
Atau kita hanya menyerahkan pada orang lain yang cukup ilmu untuk sekedar menjadikan anak-anak kita seperti yang kita harapkan..?

Benarkah hanya dengan cukup mengajarkan dan menyuruh anak-anak kita menjalani “ritual” kebaikan dapat menjadikan anak-anak kita sholeh dan sholehah…?
Apakah kita para orangtua sudah lupa bahwa kita juga adalah peniru yang hebat saat kita menjadi anak-anak dahulu mengikuti semua perkataan dan perangai orangtua kita..?

Disinilah kuncinya ketika kita para orangtua hanya dapat memberi perintah tanpa menjelaskan apa faedahnya apa lagi tidak dibarengi dengan memberi contoh.
Juga saat kita melarang anak-anak kita sesuatu tanpa memberikan pengertian kenapa hal itu dilarang.
Atau saat kita marah pada anak-anak, kita tidak menjelaskan apa sebabnya kita marah dan tak pernah kita memberikan kesempatan si anak untuk membela dirinya.

Ternyata belajar itu bukan hanya kebutuhan untuk anak-anak kita. Belajar juga diperlukan untuk kita para orangtua yang kini sedang aktif menjalankan perannya sebagai orangtua.

Belajar bersama sama itu akan menghasilkan cara pandang tersendiri tentang hubungan kita dengan anak-anak. Si anak tidak lagi melihat bahwa kewajiban belajar itu hanyalah khusus untuknya. Tetapi belajar sesuatu itu juga dilakukan oleh kita para orangtua yang sedang belajar menjadi orangtua sesungguhnya.

Akhirnya kita akan melihat sekaligus mendengar ketika anak-anak kita sedang menengadahkan tangannya dengan do’a do’a yang keluar dari mulut mungilnya untuk kita para orangtua. Alangkah bahagianya kita para orang tua menyaksikan hal itu. Mungkin sama rasanya ketika do’a ini kita panjatkan untuk kedua orangtua kita saat kita masih anak-anak dulu. “Allohummaghfirlii waliwalidayya warhamhumaa kama robbayaanii shoghiiroo” (Doa Azzam)

“Ya Alloh,, sayangi Azzam,,, ampuni dosa ayah bunda, sayangi mereka seperti mereka menyayangi aku,,,” Aamiin..

Membacakan cerita ,, Memperkaya kosa kata,,

Azzam memang punya kesukaan sendiri,, kesukaan nya yang sangat sangat adalah dibacakan cerita,, Hampir tiap ada kesempatan Azzam menenteng nenteng bukunya dan minta dibacakan cerita,, Ternyata dari kesukaannya dibacakan cerita ini Azzam belajar sesuatu yang menurut bunda luar biasa,, Kosa kata Azzam menjadi bertambah dan Azzam kaya dengan kata kata baru,, Mungkin awalnya Azzam hanya menyimak,, mendengar ketika dibacakan cerita atau ketika menonton film,,

Kemarin Azzam tanya (sewaktu kami didalam perjalanan diatas motor) “bunda apa itu tersendak,,?”

“Apa Zam,,?” tanya bunda meminta Azzam mengulang kata yang diatanyakan

“Tersendak,,!” kata Azzam,, “ Azzam tau dari mana,,?”tanya bunda,, “Buku,,”jawab Azzam,,

“Iya buku tentang apa,, apa kalimatnya,,?” tanya bunda melanjutkan

“Buku tentang mobil dan Roda katanya,,

“Oo tentang mobil,, mobil jalannya tersendat bukan tersendak,, tersendat itu jalan pelan pelan ngga lancar” terang bunda,,

“Kalo tersedak itu kita lagi makan terus keselek,,” lanjut bunda lagi,,

“ Oo jadi ini mobil semua jalannya tersendat karena lampu merah,,” lanjut Azzam

“iya,,”  jawab bunda,,

Yaa ayah dan bunda memang banyak kaget mendengar banyaknya kata yang Azzam tanyakan,, seperti sebelumnya Azzam bertanya ke ayahnya tentang apa itu piston yang akhirnya dari pertanyaaan sederhana ayah dan azzam bisa ngobrol panjang lebar tentang piston mobil sampai piston kereta uap jaman dulu yang digunakann untuk menggerakkan roda kereta,, (mereka akhirnya membuka lagi buku educomic tentang Mobil Dan Roda, terbitan BIP)

Bunda dan ayah juga sering memperhatikan kalau azzam sedang bermain mobil dan ngoceh sambil main,, dari kata kata yang diucapkan azzam banyak sekali kata kata yang dia pelajari dari film atau buku yang kami baca bersama,,

Azzam juga tanya tentang pos wesel yang bunda jawab salah (bukan pos untuk mengirim uang seperti yang umum diketahui) ternyata pos wesel yang dia maksud adalah Pos yang mengatur jadwal perjalanan kereta, mengotrol sinyal dan yang mengatur kereta saat melewati satu jalur ke jalur yang lain,, He he,, jauh banget yang ditanya sama jawabannya ya,,

Ya Azzam “nemu” istilah pos wesel itu dari buku ensiklopedia cilik (terbitan BIP) tentang transportasi,, mungkin karena itu buku terjemahan bahasa perancis ya,, jadi istilah pos weselnya lain,, (Atau bunda yang ngga gaul,, he,, he,,)

Sudah tak terhitung banyaknya kata kata yang Azzam pelajari dari membaca  buku buku (atau dibacakan cerita). Mungkin juga diperkaya dari menonton Si Bolang, laptop si Unyil, Dunia Binatang, Dunia Air, Mancing Mania, Wisata kuliner  dan banyak acara yang kami tonton bersama,,

Azzam melihat, mendengar, mengamati, mengingat kemudian bertanya yang semuanya adalah proses belajar,,

Selamat menikmati proses belajarmu ya Nak,, Semoa Alloh bukakan pintu ilmu dari segala arah,, Aamiin,,

Kereta Dari Botol Susu Bekas,,,

Setelah sekian lama mau ngikutin “hand made” (acara di global TV), baru sekarang kesampaian Ayah buatin azzam mainan dari botol susu bekas,, Beberapa waktu yang lalu memang Azzam dibawakan banyak susu botol oleh ibu ida (teman kantor ayah),, Ayah bilang ke Azzam kalau sudah habis susunya botolnya jangan dibuang,, Jadilah bunda mencuci botol yang sudah kosong dan Azzam membantu mengeringkan terus menyimpannya,,

Sampailah hari ini ayah buatkan Azzam mainan kereta keretaan dari botol susu bekas,, Botol susunya dilubangi, terus disambung sambung , dipasangi roda dari bekas tutup botol minuman,, (Ayah meminta Azzam memilihkan tutup botol dari botol yang sama jenisnya supaya jalan keretanya bagus,, Azzam terlihat sibuk pilih memilih tutup botol)

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk membuat mainan sederhana dari barang yang sudah tidak terpakai. Tidak perlu punya keahlian khusus untuk mencoba berbagai bentuk. Kuncinya adalah senang mengerjakannya bersama-sama, dan perlu diingat bahwa dunia main anak-anak itu kaya akan imajinasi. Jadi tak perlu takut salah dalam menciptakan sesuatu dan semua karya yang telah dibuat adalah hasil kreasi tangan kita sendiri,,,

Selamat bermain…

Kutak Katik Emco,,

Karena sudah seharian Azzam bongkar membongkar emconya “tanpa arah yang jelas” Akhirnya sore ini ayah membantu Azzam memodif Emconya,,

Azzam memang punya 2 set kecil Emco, mainan bongkar pasang (building blocks) mirip lego (tapi lebih murah,, set kecil Rp 19.000 an) yang satu Fire Engine (57 pieces building blocks) yang satu lagi Tow Trucks (49 pieces).

Nah namanya juga Azzam, ngga puas kalo sesudah dipasang menjadi bentuk sebenarnya terus ngga dipreteli lagi, jadilah dua emco itu dipasang dan dimodif tanpa bentuk yang pasti,,, He he,, jadi bentuk ala ala Azzam gitu,,

Sore ini Ayah menemani Azzam meng-utak atik emconya,, mereka berdua asyik main (walaupun belum pada mandi,, he he,,) Azzam mau buat trailer katanya,,

Beberapa waktu kemarin memang Azzam belajar membedakan jumlah roda trailer, tronton dan truk biasa dari pak Fahruddin (teman Ayah,,). Pak Fahruddin menerangkan ke Azzam kalau trailer itu jumlah rodanya lebih dari 12, tronton itu jumlah rodanya 10 dan kalo rodanya kurang dari 10 itu disebut truk biasa,,

Sepanjang jalan, sejak belajar membedakan jumlah roda (ketika kami naik motor), Azzam menghitung jumlah roda truk yang dia lihat,, Hampir selalu salah hitung sih,, karena Azzam masih menghitung roda belakang itu 1 roda bukan 2 roda,, Ga pa pa deh,, namanya juga belajar sambil main,, eh, sambil mengamati,,

Kembali pada Emco,, Azzam dan Ayah mengutak atik Emco menjadi mobill panjang,, Roda dari 2 set emco digabung disatu bentuk mobil,, Jadilah mobil panjang ala Ayah dan Azzam,,,

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: