Adalah sebuah tanggung jawab yang harus dengan sadar diemban,, karena dengan kesadaran penuhlah seorang murabbi akan tahu apa apa yang harus dipersiapkannya,, Kesadaran ini sesungguhnya telah Alloh susupkan dalam hati sejak sebelum Azzam lahir, tetapi Kesadaran untuk mempersiapkan diri mungkin terasa berjalan dengan lambat,, diantara kelambatan berjalan inilah ternyata Alloh menyediakan kesempatan demi kesempatan untuk mensyukuri apa yang setahap demi setahap dipelajari,,

Mengenal Azzam dari hari ke hari adalah proses yang luar biasa, mengenalnya mendorong ayah dan bunda untuk terus belajar,,

Menjadi Murabbi adalah bukan sebuah tanggung jawab main main,, menulis apa apa yang ayah dan  bunda lalui dalam proses belajar adalah salah satu cara menunjukkan kesungguhan karena, satu saat nanti kami lupa maka tulisan tulisan ini akan menjadi salah satu penginggat bagi keluarga kami,,

Kami adalah Muslim maka pendidikan bagi kami adalah sebuah jalan untuk menaiki tangga tangga menuju kehidupan yang lebih baik berdasarkan Al Quran dan As Sunnah,,

Hal mendasar yang membedakan pendidikan bagi kami dengan pendidikan umum adalah kami melandaskan pendidikan (yang kami sebut sebagai Tarbiyah) pada tiga landasan utama,,

Landasan  pertama dalam Tarbiyah Islamiyah adalah berAqidahkan Islam,,

Aqidah dalam Islam adalah mengEsakan Alloh (Tauhidullah).

Bagi kami segala langkah hidup kami haruslah belandaskan pada menerima Alloh sebagai satu satunya Pencipta, Pemberi Rizqi  dan Pengatur segala urusan makhluq-Nya (Tauhid Rububiyatullah)

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ

Artinya : “Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. (QS. Ar Ra’du : 16)

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمْ مَنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Artinya : “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” (QS. Yunus : 31)

Menerima Alloh sebagai satu satunya yang berhak di Ibadahi (Tauhid Uluhiyatullah).

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Artinya : “Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah.” (QS. Muhammad : 19)

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (163

Artinya : “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. Al An’am : 162 – 163)

قل الله أعبد مخلصا له ديني

Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”. (QS Az Zumar : 14)

Dan menerima Alloh, meniadakan yang setara dan semisal bagi dzat Alloh dalam sifat dan perbuatan-Nya (tauhid Asma wa sifat)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4

Artinya : “Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas : 1 – 4)

Landasan kedua adalah al-ibadah ash-shahihah atau ibadah yang benar terhadap Alloh sesuai dengan syariat yang tercantum dalam Al Quran dan Sunnah Nabi saw.

Dan landasan ketiga adalah al qiyamu al Khuluqiyah atau membangun nilai akhlak.

Seluruh proses belajar kami ini kami tujukan untuk mentauhidkan Alloh, berusaha semaksimal mungkin Mengikuti Manhaj Alloh (Al Qur’an dan As Sunnah) dan berusaha memenuhi amanah Alloh untuk memakmurkan bumi sesuai dengan manhaj-Nya,,

Dengan dasar inilah kami berproses bersama,, Perlahan,, setahap demi setahap,,

Kami memilih Home Based Learning sebagai metode yang kami rasa bisa membawa kami berproses pada tujuan tujuan kami,, Apakah kami mengganggap diri kami cukup untuk mendidik Azzam ,,?? Tidak,, kami masih jauhh dari cukup,, karena itulah kami berproses bersama,,

Kami memang tidak menitipkan pendidikan Azzam pada sekolah karena kami merasa Sekolah (untuk usia Azzam saat ini) tidak lah lebih baik dari Rumah untuk menetapan pondasi awal terutama untuk mengalirkan makna Tauhidullah,,

Kami memang bukan pengajar hebat, untuk itulah kami tidak berhenti untuk belajar,, Satu hari nanti, insyaAlloh kami akan membawa Azzam pada guru guru yang memang Alloh karuniakan keluasan Ilmu untuk mendidik Azzam,, Tugas kami sekarang bukan menjadikan Azzam manusia yang tahu segalanya, tapi tugas kami adalah bagaimana agar Azzam mencintai proses belajar dan bisa belajar dengan bahagia,, Kami berharap ketika kecintaan terhadap belajar telah tumbuh dan menjadi akhlak, Azzam akan siap menimba Ilmu dari guru guru yang sebenarnya,,

Semoga langkah langkah kami dalam belajar ini mendekatkan kami pada Alloh Ta’ala dan semoga Alloh memberkahi seluruh langkah dan usaha kami,, Aamiin,,

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (H.R Muslim)