Search

Days in Our Lives,,,

hari hari belajar kami,,,

Author

ayahbundaazzam

Kami adalah orang tua biasa yang sedang belajar untuk menjadi orang tua dan menjadi "coach" untuk anak kami. Kami bertiga berusaha menjadi satu tim yang baik yang sedang "berlaga" di tengah kehidupan dunia dan mengumpulkan sebanyak banyaknya "Nilai" untuk akhir pertandingan. Berharap Semoga nanti kami layak menempati "Tempat yang Baik" di Akhirat Kelak... Aamiin...

“Bagaimana Komunikasi Kita,,?”

image

Bismillahir rahmaanir rahiim,,

Kadang kala kita meragukan apakah anak kita mengerti ucapan atau kemauan orang tuanya,,
Terutama saat kita menemukan anak anak kita tidak “sesuai dengan kehendak kita”,,
tapi percayalah, mereka, anak anak kita (dengan kemampuan yang sudah Alloh anugrahkan pada mereka) mengerti apa yang kita ucapkan selama semua keluar dari dalam hati yang lembut dan penuh kasihsayang dan bukan keluar dari rasa marah,,,

Ketika mereka kita anggap tidak sesuai dengan keinginan kita, bantu mereka untuk bisa bersikap dengan baik,, bantu mereka untuk bisa mengungkapkan keinginan mereka dan bisa berkominikasi dengan baik,,

Ketika kita dapati mereka mengamuk karena keinginannya tidak terpenuhi, maka tanyalah dulu pada diri kita sebagai orang tua,,,
Sudahkah kita bisa mengungkapkan keinginan kita dengan baik pada anak-anak kita ataupun pada pasangan kita,,
Kita saja sebagai orang tua masih harus teruuus belajar bagaimana bersikap yang baik,,

Maka belajarlah bersama anak anak,, belajarlah untuk bisa tumbuh bersama,, belajar saling mengenali, memahami, dan saling membantu untuk bisa menjadi lebih baik,,

Sungguh anak anak kita akan mencontoh, bagaimana dua orang tuanya berkomunikasi,,
Anak anak akan belajar bagaimana harus mengungapkan keinginan,,
Anak anak akan belajar bagaimana bernegosiasi jika ada kondisi kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan,,

Yaaa,, anak anak belajar dari kita, dua orang tuanya,,,

Sekarang waktunya mari menengok, Bagaimana Kondisi Komunikasi Kita dengan Pasangan Kita,,,,?????

Allohu ‘alam,,

Karena Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata Kata,,,

image

Membaca kembali tulisan tulisan dlm blog ini, hati terasa campur aduk.
Benar bahwa tulisan2 adalah sebagai tadzkiroh diri, dianya menyapa hati untuk jujur mengevaluasi. Betapa selama perjalanan ada bagian bagian yg tumbuh, tetapi dibagian lain mungkin diam atau bahkan mundur.
Tulisan2 ini menjadi pengingat akan cita2, dia menjadi teguran2 terhadap kebaikan2 yg tertinggal tidak terbawa waktu, yg terpenting dia menjadi pengingat akan janji janji,,,

Janji,, yaa janji kebaikan pada diri sendiri yang dipagari doa doa pada Alloh ta’ala,,
Janji yang ketika saat ia diucapkan dan ditorehkan dipenuhi dengan tekad untuk terus memperbaiki..
Ada yang terpenuhi dan berusaha dijaga walaupun dengan terseok seok. Tapi sungguh ternyata banyak yg tertinggal,,
Sekarang torehan2 janji itu memanggil, ia mengingatkan untuk dipenuhi,,

Menepati janji memang tidak mudah.. masyaalloh..
Perlu tekad yg kuat, usaha yg maksimal dan kesungguh sungguhan,,

Hanya orang orang yg tangguhlah yg bisa menepati janjinya,, ya janji pada diri sendiri,,
Dia yg berusaha menepati janjinya adalah seorang pejuang
Ya.. pejuang..
Karena, perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..
Perjuangan adalah pelaksanaan kata kata..

 
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika,,

Diskusi persiapan Pra Baligh

Lamaaa sekali tidak menulis, ini coba posting via note,,

Bismillah,,

Pagi pagi,, tiba2 azzam tanya,, “bunda, qubul itu artinya depan ya,,?”
Bunda yg lg cuci piring langsuuung berfikir “mendalami percakapan”
Bunda:”Azzam baca dimana,,?”
Azzam: “di Qur’an,, ”
Bunda menyahuti sambil terus menggali,, bunda bilang ayoo dong jelasin yg beneer apa yg azzam baca,,
“Iih ituu masa bunda ngga tauu,, kata di Qur’an, ituu menggauli istri harus dari qubul bukan dubur,,, ” terang azzam
“Oowwh jadi qur’an jelasin cara bergaul,,” jawab bunda,,

Ok,, bunda selesaikan mencuci piring daan ngobroooll,,

Jadilah pagi tadi kami membahas banyaaakk hal,, mulai dari sumber pertanyaan azzam, QS 2:220, konteks reproduksi manusia,, bahwa memang Alloh mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk bagaimana reproduksi manusia yg tidak akan bisa dilakukan apabila istri didatangi dari dubur,, (kami sama sekali tidak pernah membahas “cara” dalam seluruh percakapan tentang kesehatan reproduksi),,

Lanjut dengan menghubungkan kaum sodom dan kembali mengingatkan azzam untuk berhati2 karena azzam laki laki,, berhati hati jika ada yg berlaku aneh misal memegang badan atau lebih parah menyentuh organ reproduksi,, (hal ini sudah lumayan sering kami bahas)
Bahwa kaum sodom menghancurkan tatanan ketetapan fitrah reproduksi manusia,, Continue reading “Diskusi persiapan Pra Baligh”

Mengasah Kebeningan Ruhani,,,

tunduk patuh,,,Bismillah,,

Segala puji bagi Alloh yang mengadiahkan kami kesempatan belajar yang tidak pernah habis,,

Dalam dalam beberapa bulan ini terasa sekali kami diberi berbagai “sarana” untuk berkonsentrasi pada pembangunan ruhiah,,

Banyak sekali kesempatan kesempatan untuk ngobrol dan diskusi dengan Azzam yang didasari kejadian kejadian yang Azzam alami,,

Seperti anak 5-6 tahun lainnya, Azzam sering kali “membantah” bunda dan ayah atau menunjukkan pemberontakannya ketika ayah dan bunda “menyuruh” mengerjakan sesuatu,, Ayah dan bunda memang sudah bersepakat untuk sebisa mungkin banyak ngobrol, berdiskusi dan menanamkan pada Azzam , bahwa segala yang dilakukan ayah bunda ketika menyuruh sesuatu atau mengingatkan sesuatu adalah bagian dari kami menunaikan perintah untuk “saling menasehati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran,,” dan hal ini juga berlaku dari Azzam pada ayah bunda.

Sebisa mungkin kami, ayah ,, dan bunda harus berusaha mengelola emosi walaupun jatuh bangun dan terkadang masih keluar bentakan tertahan,, Continue reading “Mengasah Kebeningan Ruhani,,,”

Antara Tujuan Keluarga dan Pilihan Homeschooling,,,

berbagi dan saling menjagaBismillah,,

sudah lama tidak menulis, dan tidak menyelesaikan tulisan, alhamdulillah ini sedang berusaha kembali menulis,,

Cukup banyak teman yang bertanya mengapa kami memilih homeschooling, dan bagaimana cara kami menjalaninya,, mungkin ini sedikit share,,

Langkah homeschooling kami dibangun dari tujuan keluarga,,
Ketika kami saya dan suami sepakat membangun keluarga, kami mulai memijakkan kaki dengan dasar Qur’an surat at tahrim,,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

Sebuah pijakan yang bukan main main,, Pijakan berdasarkan perintah untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka,, Oleh karenanya, untuk kami menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka itu perlu diterjemahkan menjadi langkah langkah,,

Salah satu langkah terpenting adalah bahwa kami harus belajar, harus terus tumbuh dan memperbaiki diri bersama sama,, dan Homeschooling adalah bagian dari metode belajar yang kami pilih,, Continue reading “Antara Tujuan Keluarga dan Pilihan Homeschooling,,,”

Notes Bunda: “Bahagia Menurutku,,,”

(Ditengah menulis dan mereview proses home education kami,, lina mau curhat sedikiiiit,, dan tetap adalah bagian dari proses “tumbuh”)

Akhir akhir ini lina seriiing berfikir, terutama waktu Abang membahas tentang hal untuk memiliki rumah,,

Sampai saat ini kami memang belum memiliki rumah sendiri, dan masih menyewa rumah untuk tempat menitipkan barang sepanjang lina dan azzam menemani perjalanan kerja Abang,,

Ada banyak pertimbangan dalam memiliki rumah,, Sebenernya mungkin relatif memungkinkan untuk kami mencicil rumah, atau membeli langsung walau dengan tipe RS-6 (rumah sangat sederhana sehingga selonjor saja susah)… tapi lina pribadi menolak, kenapa,,? Kalau mencicil rumah menurut lina berarti Abang seolah olah dipaksa harus bekerja untuk mencukupi biaya mencicil rumah tersebut, padahal menurut lina Abang bukan suami seperti “sapi perah”,,

Dan apabila rumah sudah ada, maka rasanya sayang untuk meninggalkan rumah, apalagi dalam waktu yang lama (seperti perjalanan kerja Abang kali ini yang sampai 2 tahun lebih) dalam keadaan kosong,, Kemungkinan akan ada pertimbangan untuk (lina dan azzam) menempati rumah tersebut, dan Abang akan pulang minimal sepekan sekali,,,

Membayangkan Abang pulang kerumah sepekan sekali,, hhmmmhh sungguh tidak membahagiakan,, Continue reading “Notes Bunda: “Bahagia Menurutku,,,””

Catatan Yang Tertinggal,, 11 Juni 2012: Azzam Khitan,,,

SubhanAlloh walhamduLillah,, sudah masuk Muharram,, berarti sudah sekitar 6 bulan blog ini ngga diisi,,

Alhamdulillah sekarang bisa menulis kembali,,

Qadarullah, banyak sekali proses belajar yang kami lalui sepanjang 6 bulan ini,,

Alloh menghadiahi kami banyak kesempatan untuk belajar,,

Ini sebagian Catatan dari Proses yang tidak tercatat di blog sebelumnya,,

Tanggal  11 Juni 2012 Azzam khitan,,

Khitan pada hari itu memang tidak direncanakan sebelumnya, Ayah hanya mengantar bunda memperbaiki laptop yang kemudian ayah memutuskan untuk “membelokkan” mobil ke RS Islam Banjarmasin,,

Tetapi karena sebelumnya pembahasan tentang khitan sendiri sudah dilakukan, Azzam, qadarullah terlihat siap untuk menjalani proses khitannya,,

Proses yang menegangkan (menurut bunda) itu berlangsung sekitar 50 menit,,

Ba’da khitan kami pulang dan karena kami semua belum sholat ashar, kami sholat ashar berjama’ah dirumah,, (ffhhiiuhh,, review yang menegangkan,,,)

Kami melanggar semua ketentuan RS untu tidak membasahi penis azzam setelah khitan,,

Karena Azzam tetap menjalankan sholat 5 waktunya, otomatis penis yang masih luka itu tetap dibasuh dengan air, setelah pipis,,

Catatan dari Status facebook bunda

Bunda Azzam

June 19 via mobile

Ditengah luka khitannya yang belum mengering karena setiap hari terbasuh air agar bersih dari najis dan bisa tetap sholat 5 waktu,,
Ditengah bunda sibuk mencari tau bagaimana cara membuat luka khitannya cepat mengering,,
Lisan kecilnya berdoa “hasbiyallohu, laa Ilaaha illa huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa Robbul ‘arsyil ‘adzim,,”

Aahh kalaah seluruh usaha bunda mencari jawab dari manusia, nak,,
Kau telah mencari jawab pada Robb mu,, dan telah menitipkan seluruh tawakal padaNya,,

#maka nikmat Alloh yang mana lagi yang hendak didustakan,,?

Top of Form

2225Like ·

Yunita Anggraini merindiing…Subanalloh….. semoga lekas sembuh lukanya yaa, azzam…

June 19 at 8:02pm · Like

Bunda Azzam Aamiin,, jazakillahu khairan tante yunitaa,,
Untuuukk semua tante, bude,, yang mendoa,, jazakumullah khairan,,
Ini ol nya pake hp, ngga bisa tagging,, laptopnya mati total dan masuk service,,

June 19 at 8:06pm · Like · 1

Anisah Megawati Anak soleh kaya azzam?!mau dooong;-)

June 19 at 8:32pm via mobile · Unlike · 1

Putri ‘Puti’ Palupi Kusumaningrum Dr seorang anak mungil,aq belajar zikir dan ketabahan kala sakit… Hiks, tante Masih mengerang pasca persalinan. Tante zikir juga ya Zam Continue reading “Catatan Yang Tertinggal,, 11 Juni 2012: Azzam Khitan,,,”

Hari Ini Setahun Yang Lalu,,,

Hari ini setahun yang lalu,,,

11 Jumaadits Tsani 1432 H11 Jumaadits Tsani 1433 H

Setahun setelah pulangmu pada Robbul Khaaliq,, Masih tetap tengadah tangan tangan ini mendoa untukmu,, Walaupun doa sederhana yang terlantun dari lisan kecil Azzam,, Kami berharap doa doa ini bisa menemanimu dan menghiburmu,,

Tak ada lagi jarak antara kita, karena Alloh menghubungkan dengan jalinan yang begitu indah,, Jauuh terpisah tetapi dekat,, Kami tahu engkau menanti tiap tiap kami berdoa, dan kami sadar hanya dengan doalah kami bisa membalas dan berterimakasih padamu,,

Atas seluruh restu,, atas ridhomu,,

Karena jika tidak, maka tak mungkin pintu langit terbuka bagi kami,, Karena jika tidak, tak akan pernah ridho Alloh tercurah pada kami,,

Kami tumbuh bapak, kami tumbuh dalam bahagia,, yang kami sadar tidak mungkin Alloh izinkan kami bahagia jika tak ridho hatimu pada kami,,

Semoga bahagia kami membahagiakanmu,,

Sungguh tak akan cukup doa doa kami membalas seluruh ikhlasmu,,

Kami berjanji, Atas Kehendak Alloh, kami akan terus berdoa, mengangkat tangan tangan kami, menemani sendirimu, memohon pada Alloh agar tak sedikitpun malaikat penghukum menyentuhmu,,

Jika tak ada lagi pintu pintu rumah didunia ini yang bisa kami ketuk untuk bisa melihat wajahmu, Continue reading “Hari Ini Setahun Yang Lalu,,,”

Lillahi Ta’ala,,,

Bismillahir Rahmaanir Rahiim,,

Sebulan tidak menulis,, Atas Izin Alloh,, Buanyaakkk sekali proses belajar yang kami lalui,, Prose belajar luar biasa yang rasanya jika kami berucap syukur tiap helaan nafas pun belum cukup untuk bisa membayar Rizqi belajar yang telah Alloh hadiahkan ini,,

Kami belajar makna “Lillahi Ta’ala,,”

Setiap hari dalam sebulan ini kami berlajar bersama,, Azzam terus menghafal, memperbaiki wudhu dan sholatnya, melatih kemandiriannya dalam mandi dan basuh BAB, Azzam membaca buku (yang terbanyak bulan ini tentang Tubuh Manusia dan Alam Semesta,,), Azzam merangkai electric kitnya, 10 hari terakhir ini Azzam belajar naik sepeda dan beberapa hari terakhir ini Azzam rutin mengerjakan IXL mathnya (Alhamdulillah bunda akhirnya berlangganan IXL lewat Mba Peni sejak tanggal 14/3),,,

Semakin banyak kami beraktifitas bersama,, kami menjadi semakin mengenal satu sama lain,, hati hati kami semakin mengenal dan saling terkoneksi,,

Ada pelajaran yang pelan pelan menyusuup di hati bunda setiap kali bunda menemani aktifitas Azzam,, semua diawali satu pertanyaan, “Untuk Apakah Azzam belajar ini itu,,?”,,

Pertanyaan pertayaan ini pelan pelan kami (ayah dan bunda) jawab,,

Azzam belajar memperbaiki proses ibadah mahdoh agar kelak Azzam bisa beribadah dengan baik dihadapan Rabbnya,,

Azzam belajar lewat buku, internet, dll agar Azzam bisa berkarya dan mendapat manfaat dari ilmu yang dia pelajari,,

Azzam berlatih kemandirian, agar Azzam bisa hidup mandiri kelak seiring bertambahnya usia Azzam,, dan Azzam belajar naik sepeda, agar Azzam bisa berlatih berani dan bisa mengalahkan rasa takutnya,,,

Taapiiii,,, Apakah tujuan tujuan ini benar,,,,???!!!! TIDAK,,,!!! Tujuan tujuan ini BELUM BENAR,,, Continue reading “Lillahi Ta’ala,,,”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: