“Bunda,, aku buat bangunan pabrik Honda,,” Itu kata Azzam tadi siang sambil mengajak bunda untuk menengok bangunannya,,

Ya,, bangunan dari tumpukan kardus ala Azzam yang bisa dinamai bangunan apaaa aja semaunya Azzam,,

“Bangunan apa Zam,,?” tanya bunda

“Pabrik Honda yang tutup di Thailand karena Banjir,,? Jawab Azzam sambil berusaha menerangkan dengan jelas,,

“Oo ya,,? Emang Azzam tau dari mana,,?” tanya bunda bingung (karena bunda memang ngga tau beritanya,,)

“Lah diberita, di tivi” jelas Azzam

“Loh kapan,, kok bunda ngga tau,,” tanya bunda lanjut

‘Tadi,, aku liat berita,, di Thailand banjir besarrr,,” Jelas Azzam sambil asik membongkar pabrik kardusnya,,

Waahh bunda memang bener bener ketinggalan berita,, Kalo Thailand banjir memang bunda sudah tau, tapi kalo pabrik Honda tutup,, bunda tau dari Azzam,, he he,, (anak jaman sekarang ya,,)

Malamnya baru bunda lihat berita bareng bareng ayah,, “Oo ini yang Azzam bilang,,” bunda menggumam,,

“Apa,,?” tanya Ayah,,

“Pabrik Honda tutup di Thailand karena banjir,,” terang bunda

Ayah cuma geleng geleng kepala (ngga tau geleng karena beritanya atau karena Azzam tau lebih dulu dari bunda,,, he he,,)

Well begitulah,, Azzam bisa belajar dengan media apa saja,, termasuk hobby Azzam bangun membangun ini,, Bunda amati memang Azzam bisa membangun apaaaa saja sesuai imajinasinya,, Cukup dengan kardus kardus bekas yang dia kumpulkan sendiri (tanpa harus dengan mainan mahal) yang dia suka bilang sambil mengumpulkan kardus “yang ini bisa buat aku ngebangun nih bunda,,”

Termasuk harusnya bunda bisa lebih mengenalkan dengan negara negara yang Azzam sebut,, Azzam kadang kadang membangun menara Eifel (Azzam dapat nama menaranya dari film “Little Einstain”).

Satu hari Azzam juga membangun Istana Mbul,, (yang bundanya ketawa habis,, dan ngga berenti berenti),, Maksudnya Menara Istambul (yang juga Azzam lihat di “Little Einstain),, Azzam membangun berbagai bangunan dari banyak negara,,

Seperti percakapan Azzam dan Ayah 2 hari lalu,,

Ayah mendengarkan Azzam mengoceh tentang makanan khas (yang bunda dan ayah ngga tau Azzam belajar kata makanan khas itu dari mana,,)

Sambil mainan mobil dan pesawatnya Azzam mumbling,, “Makanan khas Korea,,? Kimchi,, Makanan khas Indonesia,,? Nasi,, Makanan khas Banjarmasin,,? Dodol Kandang-an (diucapkan terpisah oleh Azzam),,”

“Masa dodol kandangan Zam,, kan ada Soto Banjarmasin, Nasi Kuning,,” sahut ayah iseng menaggapi

“Iya,,” jawab Azzam “Pokoknya dodol Kandang-an,,” lanjut Azzam,,

Juga percakapan Ayah dan Azzam sore tadi waktu Azzam membukakan pintu menyambut ayah yang baru pulang,,

“Ayah,, nanti malam ada pertandingan sepak bola Indonesia vs Karak,,” kata Azzam bersemangat karena baru saja nonton berita di TV,, (Bunda yang dengar langsung ketawa sampai keluar airmata,, Azzam,, Azzam,, udah semangat banget ngomongnya tapi,, Salah sebut,,,!! he he,,he he,,)

“Sama siapa Zam,,” tanya Ayah sambil juga ketawa,,

Azzam mengulang ulang menyebut Karak,, dan dia rubah menyebut beberapa kata tapi tetep salah,, terus dia kembali kedepan TV (karena bunda ngga berenti ketawa) sambil mengamati penyiarnya dan akhirnya bisa menyebut “Qatar” dengan benar,,

Banyak momen yang harusnya bisa bunda dan ayah pakai untuk “menyisipkan” pelajaran geografi (mengenal lebih dalam nama nama tempat yang Azzam sebut), tapi sampai hari ini bunda belum memperkenalkan membaca Atlas,, (Kita nabung dulu ya nak,, nanti Insyaalloh kita bisa beli globe,, Aamiin,,),, Insyaalloh banyak jalan untuk belajar geografi ya nak,,

Robbana,, mudahkan kami untuk belajar,, mensyukuri betapa Engkau menghamparkan bumi ini dengan indah,,, Aamiin,,