Malam minggu memang waktu kami biasanya keliling keliling kota dan menikmati waktu waktu kami di Banjarmasin (karena sesudah nanti ayah dipindahtugaskan “lagi” kami pasti kangen Banjarmasin seperti kami kangen kota kota yang pernah kami datangi,,)

Entah memang sudah menjadi tradisi atau hanya hiburan semata, yang jelas malam tadi ribuan orang berkumpul dalam satu lokasi di pinggir sungai didepan kantor gubernur Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Rupanya kemarin 24 September 2011 adalah malam ulang tahun kota Banjarmasin yang ke-485. Suguhan acara malam tadi adalah Karnaval Perahu Hias, yang pesertanya adalah semua warga di Banjarmasin boleh turut serta. Karena Banjarmasin dikenal dengan sebutan kota seribu sungai jadi acaranya pun dikemas di jalur sungai sambil mengampanyekan sungai bersih dari sampah. Para peserta karnaval semuanya menghias perahu jukungnya dan kelotok -sebutan transportasi sungai di Banjarmasin- dengan berbagai macam tema. Ada yang menghias dengan menampilkan budaya daerah dari seluruh indonesia dan tak ketinggalan perahu hias juga diramaikan oleh peserta dari kantor dan lembaga perusahaan yang ada di Banjarmasin. Malam tadi begitu meriah, semua jalur akses menuju tempat berlangsungnya karrnaval perahu hias macet total sampai kami harus berjalan kaki dengan memarkir kendaraan yang jauh dari lokasi acara. Malam itu seperti menyimpan kenangan tersendiri yang belum kami temui di jakarta. Andai saja sungai di ciliwung itu bersih pasti acara seperti ini akan bisa juga digelar saat Ibu kota Jakarta merayakan hari jadinya.

Keramaian juga terlihat ketika saat menjelang malam takbiran kemarin, dan kami ikut merasakan juga berbaur dengan masyarakat di Banjarmasin. Agak sedikit berbeda karena yang digelar adalah kendaraan hias yang bertemakan menyambut kemenangan setelah satu bulan berpuasa. Konsentrasi masyarakat berkumpul di depan Masjid Raya Sabilul Muhtadin dipusat kota. Riuh pesta kemenangan malam itu dilengkapi juga dengan suguhan kembang api yang ikut mewarnai langit malam takbiran kami di kota seribu sungai ini.

Alhamdulillah begitu besar kenikmatan yang kami rasakan, dapat mengenal dan banyak belajar dari saudara-saudara kami di Banjarmasin.

Kami diberi kesempatan belajar amat banyak,, Alloh mudahkan kami untuk belajar mengenal berbagai kharakter dan budaya secara langsung,, Terimakasih Alloh,, atas seluruh karunia,,