Tulisan ini ditulis karena bunda kangen sama tetangga tetangga di Depok,,
Satu hari ada beberapa tetangga main kerumah,, Anak anaknya main sama Azzam dan para ibu ngobrol ngalor ngidul (didepan rumah memang ada space kecil yang sering dipakai anak anak tetangga main),,

Sampai satu kesempatan beberapa ibu masuk dan melongok rak buku yang memang ada diruang tamu,,

“Waah buku buku Azzam banyak dan mahal mahal ya,,” seorang ibu berkomentar sambil melihat lihat buku Azzam

“Kalo kita mah udah ga kebeli yang kaya gini nih,, buat jajan aja udah abis,, ” sambung yang lain

“Emang biasanya sehari jajan habis berapa Mpo,,?” Tanyaku pada seorang ibu (anaknya yang kecil seusia Azzam 2 bulan lebih tua dari Azzam)

“Buat si ade aja sehari bisa abis 15 ribu itu belom naek odong odong, buat abangnya ya segitu juga deh paling ayahnya suka nambahin dikit,,” jawab sang ibu

“Oo,,”gumamku
“Azzam mah enak ya, ga kenal jajan,,” sahut ibu yang lain,,
“Yaah sama aja, namanya juga anak anak, lg seneng senengnya ngemil,, Alhamdulillah Azzamnya ngemilnya yang gampang gampang,,” lanjutku

Azzam memang agak beda urusan ngemil, camilan Azzam “cuma” wortel kukus, jagung rebus, labusiem mini kukus, gorengan gorengan yang bunda masak, pisang, Jelly buatan bunda atau camilan yang dibeli diwarung samping rumah (wafer, Gery chocholatos, Bengbeng, Better, biskuat dll) yang mungkin memang tidak sevariatif teman teman seusianya,,

Mungkin memang tidak menghabiskan banyak biaya untuk mengkhususkan “Jajan” sampai hari ini pun Azzam tidak terlalu familiar dengan bahasa jajan dan tidak punya budget harian untuk jajan,, Azzam cukup qonaah dengan makanan rumahan walaupun dia sering lihat anak anak lain membawa uang untuk jajan,, (disamping kontrakan kami ada tetangga yang jual es pop ice dan minuman buah buahan 500 rupiahan dan aneka makanan chiki atau nuget dan otak otak goreng)

Menarik untuk bahan diskusi dengan ayah,, Menurut kami urusan rumah tangga sekecil apapun menarik untuk menjadi bahan diskusi karena ada nilai keluarga didalamnya,,,

Memilih antara mengeluarkan uang untuk “budget” jajan anak atau membeli buku adalah sebuah keputusan keluarga,,  Bunda pribadi merasa heran, bagaimana sebuah keluarga bisa mengeluarkan uang yang (menurut bunda) cukup besar untuk jajan anak sementara merasa berat mengeluarkannya untuk membeli buku,,,

Kalau dilihat buku buku Azzam sebenarnya pun bukanlah buku buku yang “mahal”,, kami memang relatif sering hunting buku buku diskon terutama untuk buku anak,, Buku yang terakhir dibeli Azzam pun adalah hasil “tabungan angpau”nya,, Buku buku Alphabet (English), buku cerita anak anak, Ensiklopedia cilik, dan masih banyak bukupun kami beli dengan kisaran harga Rp 5000 s/d Rp 10.000. Atau buku ensiklopedia yang lebih tebal, educomic, kamus anak kami beli dengan harga tidak lebih dari Rp 50,000,, Kami pun dibeberapa kesempatan sering berjalan jalan ke tukang buku loak untuk hunting buku murah tapi berkualitas,,, Alat bantu belajar membaca dan belajar bahasa Inggris Azzam (yang di toko buku lebih dari Rp 150.000) bisa kami beli dengan harga tidak lebih dari Rp 15.000 (hasil menelusuri bongkaran buku import di pasar pinggir jalan,,,)

Jika dihitung dan dibandingkan dengan uang jajan teman teman Azzam mungkin uang jajan mereka sehari lebih besar dari harga satu buah buku Azzam yang kalau dihitung apabila mereka menghemat uang jajan Rp 10.000 saja perhari mungkin setiap bulan mereka bisa menambah koleksi buku 30 buah buku tiap bulannya,,, Wuaaah pasti koleksinya lebih banyak dari Azzam,,,

Lantas mengapa sebuah keluarga bisa mengeluarkan uang lebih dari Rp 30.000 perharinya untuk jajan (mungkin lebih untuk sebuah keluarga dengan 3 anak) tetapi terasa berat jika harus mengeluarkannya untuk membeli buku,,,??

Inilah yang mungkin kami sebut dengan salah satu nilai keluarga,, Bunda dan Ayah mendidik Azzam untuk tidak malu tidak memiliki uang jajan tetap setiap harinya atau tidak jajan seperti anak anak seusianya dan Bunda berusaha supaya Azzam merasa cukup dengan makana rumahan yang ada,, (walaupun tidak mudah untuk anak seusia Azzam yang sudah terpapar iklan makanan ringan ditelevisi,,,) Disisi lain bunda dan Ayah menanamkan kecintaan terhadap ilmu melalui membaca buku,,, (kadang pun kalau Azzam menabung dan diminta memilih tabungannya mau dibelikan apa, Azzam sering kali memilih buku atau majalah yang diinginkannya,,,)

Kami memang masih belajar,,, belajar untuk membangun sebuah keluarga dengan nilai dan hikmah didalamnya,, Berharap agar Alloh limpahkan kehidupan yang berkah pada kami dan berharap agar Alloh memberkahi kami dengan ilmu yang akan membimbing dan menghantarkan kami menuju tangga Ma’rifah pada -Nya,,, Aamiin yaa Robbal ‘alaamiin,,,