Ramadhan sudah diharinya yang kelima,,, Tiba tiba saja seluruh rasa sediiih mengalir seolah hendak berteriak,,, Wahai,, Ramadhan,, Jangan pergi,,, !! Jangan berjalan cepat,,, berjalanlah dengan lambat,, Aku ingin merasai tiap detikmu dengan kesadaran penuh,,, Kesadaran untuk mengisi tiap detikmu dengan kebaikan sebaik baiknya,,,

Pagi ini kami berbincang membicarakan mu wahai Ramadhan,, Kami tak ingin merugi,, Sungguh,, Tak ingin merugi,,

Belum lagi kami mengisimu dengan kebaikan kami sebaik baiknya,, Tilawah kami masih sedikit,, Qiyam kami masih belum istimewa,,, Doa kami,, Dzikir kami masih terasa lalai,, Sungguhpun kami tetap berusaha untuk menghadirkan kesadaran diri dan jiwa kami menjalani detikmu,,

Wahai Alloh,, Kami yakin dalam ketidak sempurnaan, ibadah kami tetap tercatat,, Seperti apapun catatan padamu Alloh,, Semoga hanya tercatat pada ‘Illiyyiin sang kitaabummarquum (kitab yang berisi catatan Amal  -QS Al Muthafififiin : 19 – 21-),, Sayangi kami,, limpahkan keberkahan pada setiap detik Ramadhan kami,,yaa  Alloh,,

Aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,