Entah mesti bagaimana lagi melihat fenomena masyarakat ini tentang bulan Ramadhan. Kedatangannya sangat dirindu oleh manusia didunia yang mengharapkan barokah dan pengampunan dengan landasan Iman. Karena hanya ada satu bulan yang diistimewakan yaitu Ramadhan, diantara sebelas bulan.

Tetapi ada bayak manusia yang justru ingin Ramadhan cepat selesai, ditutup dengan seremonial pesta, merasa diri pantas untuk bersuka dihari kemenangan. Kebiasaan yang justru lebih didambakan daripada berburu pahala disetiap detik waktu yang Ramadhan berikan.

Padahal sekarang sudah masuk hari ke lima Ramadhan. Masih banyak ibadah-ibadah  kebaikan yang belum dijalankan. Masih panjang sederetan agenda yang belum dimulai. Masih setumpuk bait-bait do’a pengharapan agar dosa diri dapat termaafkan.

Kadang tak terasa, malah Ramadhan sudah di akhir penghujung untuk perpisahan. Tanpa disadari bahkan sengaja terlewati. Hanya berharap Ramadhan akan datang lagi walau tak pasti umur akan sampai di bulan suci tahun nanti.

Apakah memang akan selalu begini kita menyuguhkan tamu agung Ramadhan ditiap tahun kedatangannya…?