Bulan Agung itu datang lagi.
Dalam setahun hanya ada satu bulan mestinya cukup untuk perbekalan hidup sebelas bulan lainnya. Diluar Ramadhan manusia seakan seperti ulat yang rakus, segala yang diinginkan disantapnya dengan lahap. Apa yang dilihat oleh matanya mempengaruhi hatinya sehingga selalu ingin memiliki. Itu semua terjadi sebelas bulan di luar satu bulan yaitu Ramadhan.

Entah sudah berapa puluh Ramadhan yang terlalui oleh kita. Entah Ramadhan yang manakah yang membawa kesan untuk peningkatan keshalihan kita. Atau kita tak pernah berhasil menjaring semua curahan rahmat yang dibawa Ramadhan disetiap datangnya. Lalu untuk siapa Alloh memberikan satu bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan kalau bukan untuk semua hambaNya..? Syaratnya hanya untuk orang yang Beriman.

Andai saja manusia itu mau berfikir, betapa beruntungnya kita yang meyakini bahwa hanya Alloh lah Tuhan satu-satunya tak ada tuhan selain Dia. Begitu pengasihNya sampai kita diberikan bulan yang hanya pada bulan itu segala permintaan, semua permohonan, bahkan setumpuk pengampunan dan sederet pengharapan akan dikabulkan. Hanya untuk hamba-hambanya yang mengimani tiada tuhan selain Alloh. Pintu syurga akan dibuka lebar sedangkan pagar Neraka terkunci rapat pada bulan itu.

Betapa ruginya jika ada manusia yang sudah meyakini Alloh sebagai tuhan satu-satunya tetapi ia tak berhasil meraih semua curahan kasih sayangNya pada bulan yang penuh barokah itu. Padahal makna dari semua kehidupan ini dari awal sampai akhir akan bermuara kepadaNya. Semua yang pernah diciptakan akan hancur lebur, dan tak pernah kesulitan untuk menghidupkan kembali. Saat itulah kehidupan abadi mahluk akan dimulai.

Ramadhan seperti kepompong.
Terselimuti dari dunia kebiasaan ketika masih menjadi ulat. Nafsu dapat diredam dengan curahan rahmat. Syahwat dapat terganti dengan cucuran air mata taubat. Dalam cangkang Ramadhan semua do’a-do’a terkabulkan tanpa perantara. Ketika waktunya tiba, kepompong Ramadhan akan berubah menjadi kupu keshalihan. Saat keluarnya bewarna indah menyejukan mata. Keshalihannya menghiasi setiap hati manusia untuk bekal kehidupan sebelas bulan berikutnya.

Semoga dalam setiap kedatangannya kita selalu dapat berusaha untuk mendapatkan curahan rahmat Ramadhan suci ini. Agar kita tak masuk dalam golongan orang merugi yang hanya mendapat lapar dan dahaga di tiap Ramadhannya,,

Ramadhan Mubarok 1432 H