Pagi ini alhamdulillah kami berangkat “pulang” ke Jakarta,,, Sebenernya sudah diusahakan mencari tiket supaya bisa berangkat kemari tapi semuanya full book sampai last flight,, ga papa, insya Alloh ini waktu berangkat yang terbaik,,,

Walaupun sudah berkali kali naik pesawat, Azzam tetap aja selalu excited,, Dari malam sebelum berangkat, Azzam sudah susah tidur dan sibuk tanya kapan kita naik pesawatnya,,, “aku mau liat mobil yang bawa bagasi,,” katanya,,,

Azzam bangun sangat pagi karena kami terbang dengan first flight 06.25 wita. Sampai bandara Syamsudin Noor (yang namanya sudah dihafal Azzam) kami langsung check in, boarding, lewat pemeriksaan dan ngga lama menunggu langsung diminta naik ke pesawat,,, Azzam sangat menikmati “proses” belajar nya,,,, he he namanya juga anak home schooling,, belajar ya dimana aja,,,

Azzam sibuk meriview apa yang dilewatinya,,, “Tas kita masuk bagasi ya ayah,,?” komentar Azzam waktu tasnya menghilang dibalik tirai ban berjalan ketika check in,,, “Iya,,”jawab ayah pendek,,

Dari terminal keberangkatan kami naik bis menuju tempat pesawat parkir,,, Masuk didalam pesawat, Azzam sibuk longak longok ke luar jendela, tapi karena masih gelap dan kabut,, jadi ngga banyak aktivitas diluar yang keliahatan Azzam,, Hanya ada beberapa mobil yang keliatan lampunya,,, Akhirnya Azzam membaca buku petunjuk penyelamatan dalam pendaratan darurat yang ada di kursi pesawat,, sambil makan coklat,,,,

“Ayah, kita tidak boleh menyalakan telepon genggam karena mengganggu keselamatan penerbangan,,,” papar Azzam ke Ayah,, “Iya karena bisa mengganggu sistem navigasi pesawat Zam, ” jelas Ayah

Pesawat delay lebih dari 30 menit karena cuaca berkabut,,,

Waktu diumumkan pesawat siap untuk take off,, Azzam juga sibuk untuk mengamati sayap pesawat,,, “Sekarang sudah ngga berkabut lagi ya,,? kata Azzam,, “Iya supaya take offnya aman, harus nunggu sampai kabutnya hilang dulu,,,” jawab bunda,,

Bunda kira Azzam agak terganggu sama suara bising mesin pesawat ketika meningkatkan kecepatan berancang ancang take off,, Waah ternyata salah besar,,, Azzam malah sibuk menikmati hal yang dia alami,, (mungkin karena usianya makin tambah, jadi Azzam makin bisa “meresapi” proses belajar diatas pesawatnya ya,,,)

Azzam memasang seat beltnya sendiri (Ayah yang membantu mengencangkan),, “harus pake seat belt,, supaya aman,,” katanya,, Sementara di 1 kursi disamping kami seorang bapak dengan 2 anak kembar yang usianya sekitar 2 tahun lebih tua dari Azzam (mungkin lebih) sampai menjelang pesawat take off pun sulit sekali diminta untuk duduk tenang (maunya berdiri) apalagi diminta pake seat belt sampai akhirnya menangis karena dipaksa ayahnya,,,

Azzam sama sekali tidak takut,,, bahkan waktu pesawatnya take off dan badan Azzam tertolak kebelakang,, Azzam malah asik menepuk pahanya seperti film “Little Einstein” dan teriak “Blast Off,,”

Azzam benar benar menikmati mengamati sayap pesawat yang flipnya terbuka atau tertutup ketika belok dan mengambil posisi koordinat yang sudah ditentukan,,, “Kita terbang tinggi nih nak,, 34.000 kaki,,” kata bunda,,, “Ooh itu tinggi banget ya,,?” reaksi Azzam karena memang belum kebayang 34.000 kaki itu setinggi apa sih,,,

“Iya kalo makin tinggi, atau makin jauh,, suatu benda jadi kelihatan makin keciiilll,,” kata bunda,, “Oo seperti kalo kita liat pesawat terbang di awan…?”tanya Azzam “Iya,,Atau seperti kalo kita lihat mobil dari jauh keliatan kecil,, pas kita deketin ternyata mobilnya besar kan,,,” papar bunda,, “heeh,,” respon Azzam santai,,

“Kalo kita nabrak awan hujan, kita guclak guclak ya bunda,,”tanya Azzam “Iya”, jawab bunda “itu sebabnya pilotnya sebisa mungkin menghindari awan hujan dan mencari jalur yang clear,,,” papar bunda,,, “Kita terbang dilapisan awan Cirrus nih Nak,,, biar ngga guclak guclak,,” tambah bunda

Ditengah perjalanan Azzam Bobo,,, Bangun tepat sebelum landing dan langsung bersuara “kita mau mendarat ya bunda,,,”,, “Iya” jawab bunda,, lalu sibuklah Azzam mengamati flip sayap pesawat,,,,

“Kalo mendarat kita harus berlawanan dengan arah angin nih nak,, ” pancing bunda,, “Supaya pesawatnya ngga kedorong sama angin ya bunda,,” jawab Azzam,, “Iya betullll,,,” kata bunda,,,

Alhamdulillah pesawat mendarat dengan baik dan lagi lagi Azzam “menikmati” proses pengereman pesawat sampai pesawat berhenti,,,

Turun pesawat, Azzam disapa mba pramugari,, Azzam cuma senyum senyum sambil dadah dadah,,, (kaya’nya sih masih setengah ngantuk tuh,,)

Alhamdulillah sampai juga di Jakarta, Terima kasih Alloh,, Engkau menjaga kami,, Sudah ngga sabar mau terbang ke makam Eyang rasanya,,, Izinkan kami berdoa dimakan eyang yaa Alloh,,, Aamiin,,