Sepekan setelah pergimu bapak,,, Masih belum kering air mata,,, Mengenangmu,,,

Terbawa pada ingatan ketika kaki ini meninggalkan rumahmu,,, Seluruh kalimat yang tertuang lewat tatapmu bapak,,  Tatap cintamu,,

Betapa kau berusaha menelpon dan mencari tahu dimana kami berada dan bagaimana cara kami hidup,,,

Aah bapak,, betapa kasihnya kau,,, seperti apapun orang tak peduli bahkan mencemooh kami,,,

Terbawa pada ingatan 2 tahun lalu,, Resahnya engkau bapak, bagaimana cara mengirim sepeser dua peser rupiah untuk membelikan susu cucumu,,, “Ini ada uang untuk beli susu,, harus dititip siapa?” ujarmu,, “Bapak ngga bisa keluar,,”,,

Aah bapak,, betapa sayangnya kau,,, “Jangan khawatir, ada uang untuk beli susu Azzam,,” jawabku menahan tangis,,,

Seperti setahun yang lalu bapak,,, Saat suaramu masih bisa kami dengar,,, Saat Syahadahmu masih jelas terlantun dibimbing oleh orang yang menurut banyak orang menjadi penyebab sakitmu,,,

Tatapmu bapak, penuh bahagia menyambut kami di tempatmu berbaring, hari itu masih kau sentuh Azzam, masih terpancar bahagiamu ketika bibir Azzam menyentuh pipi menciummu,,

“Naik apa tadi” lirihmu bertanya,, “Naik kereta bapak, langsung kesini,,,”,,, jawab kami

Tanpa bosan kau tatap Azzam,,, lagi lagi kau berujar “saya ngga punya uang,,,” ,,, “buat apa,,,?” tanyaku,,, “Buat beli roti buat Azzam,,,, Azzam dikasih makan yang baik ya,,”,, tangisku meledak tanpa kata kata,,,

Setelah hari itu bapak,,, Tak ada lagi kalimat,,, Hanya Alloh yang menghubungkan hati,,,

Sampai hari pergimu bapak,,,,

Hari ini pun bapak,, Berharap Allohlah yang menghubungkan kita,,,

Ya Robbi,,, Atas besar kasih bapak pada kami,,,, Kasihani bapak Alloh,,,

Atas besar cinta bapak pada kami,,, Cintai bapak Alloh,,,

Atas besar pengampunan bapak pada kami,,, Ampuni bapak ya Alloh,,,

Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa`fu anhu

Aamiin ya robbal ‘alamiin,,