Hari ini diisi Azzam dengan berbagai aktivitas mulai dari Sholat Subuh, lanjut dengan main kartu (eh belajar ding) Iqro,, membaca buku Iqro, main mobil, main, main, (he he banyak,,), ngerjain exercise di IXL math (biasa,, 20 questions limited daily practice,,),, hadowh, belum bisa subscribe di Bentang Ilmu niih,, habis sinyalnya masih pledut,, sangat tidak memadai,,,,, membaca majalah Cars,, dan,,,,,

Azzam menggambar dengan media tripleks,,!!! (Hmm mungkin namanya ngga tepat ya,,).. Sebenernya bukan tripleks seperti yang biasa ada di toko material, tapi sampel jenis kayu Keminting (Aleurites Moluccana) dengan ukuran Panjang 16 cm, Lebar 12 cm dan tebal sekitar 1,2 mm,,

Ayah yang menghadiahi Azzam kayu keminting “tipis” itu beberapa waktu lalu,, Tadinya ngga kepikir mau buat apa, “Pokoknya buat Azzam”, kata Ayah,, tapi pas dipikir pikir kelihatannya bisa diwarnai,, karena ada beberapa sampel Post card yang terbuat dari kayu juga -jenis Kayu Sengon- yang digambari dan diwarnai dengan cat air,, Tapi untuk kayunya, Azzam menggambarnya pake pensil warna,,

Pertama Azzam buat sketsanya (deu sketsa,,) pake pensil biasa terus diwarnai,, Azzam kelihatan sekali menikmati aktifitas menggambarnya (karena Azzam memang suka sekali menggambar,,)

Karena masih percobaan, Azzam mengambar di 2 sisi kayu kemintingnya, Seperti biasa Azzam menggambar Mobiilll,,,!!! ditambah pohon pohon ala Azzam dan Kerang mati (loh kok kerang,,?? “Iya aku suka”, simpel jawaban Azzam,,),, Waah ngambar apaaa aja boleh deh Nak,, yang penting Azzam menikmati kegiatan menggambar Azzam,,

Ba’da sholat Maghrib Ayah Bunda dan Azzam berdiskusi cukup serius,, Hmm ya, kami berdiskusi membahas Al Quran, Ayat 14 Surat Luqman,,, (sebenarnya diskusi untuk ayat ini sudah berlangsung mungkin sekitar 2 kali sebelumnya, tapi diskusi kali ini lumayan panjaaan buanget dan dilakukan lengkap oleh kami bertiga -sebelumnya cuma bunda sama Azzam-)

“Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Diskusinya mungkin lebih dari satu jam setengah dan wah subhanalloh tidak bisa menggambarkannya dengan kata kata,,, Diskusi itu diakhiri dengan doa Agar Alloh mengumpulkan kami bersama sama kelak dalam Syurga-Nya,,

“Allohummaghfirlii waliwalidayya warhamhummaa kama robbayaanii shoghiiroo”.. Aamiin, Allohumma Aamiin,,