Ketika anak manusia hadir kedunia selalu diawali dengan tangisan bahkan di “paksa” untuk menangis oleh dukun beranak, spesialis dokter atau bidan.

Orang tua yang begitu haru menyaksikan buah hati belahan jantungnya melewati perjalanan panjang selama sembilan bulan dalam dunia rahim.

Tetapi kebanyakan orang disekelilingnya dengan rasa suka, bahkan banyak yang senang sambil tertawa melihat sosok manusia mungil merah yang belum bisa membuka mata seperti tak berdaya.

Itulah perjalanan awal setiap anak manusia yang sudah dari sananya dikemas dengan cara dan ritual yang sama, sempurna atas kebesaranNya.

Namun ketika anak manusia tiba saat waktu yang diberikan olehNya telah tak tersisa, untuk kembali pulang menghadap pada Sang Pencipta suasananya aga sedikit berbeda.

Ia tak lagi bisa berkata-kata, malah orang disekitar kini berganti menangis kadang sambil meratap menyesali kepergiannya tanpa mengerti semua yang bernyawa pasti tiada.

Hari ini…
Tak akan pernah ada lilin yang ditiup, yang akan menjadi titik awal dan akhir agar si kecil nanti mengerti apa yang telah dipilih sebagai bukti janji pada yang Maha Suci.

Hari ini…
Tak ada kue tar berlapis coklat yang lezat sebagai penghias simbol berkelas yang tak pernah ditanyakan atau dipesan apakah mengandung rum atau memang sudah menjadi bias.

Seandainya pada zaman itu manusia sempurna akhlak ini mengajari kita, mungkin kue tar berganti dengan berbahan gandum yang sehat yang diatasnya  berhias ranumnya kurma bergelas isi putihnya susu domba..sehat dan lebih lezat.

Tapi jangan berharap manusia sempurna itu ikut meniup lilin yang hanya dilakukan  si majusi penyembah api, tak akan pernah terjadi sampai hari ini bahkan sampai selesai waktu dibumi.

Hari ini…
Tak ada nyanyian dan tepuk tangan yang hanya sekedar ingin mengikuti kebiasan yang tak jelas makna dan manfaat walau sering dihadiri oleh kerabat.

Hari ini…
Yang ada hanya Do’a…

Harapan untuk diberikan keberkahan pada sisa umur yang ada agar hanya kebaikan saja yang tercatat olehNya tanpa berdusta mengotorinya..

Hari ini…

Kiranya pantas untuk saatnya kini meminta hanya pada yang Maha Sempurna.

Yaa Alloh,,,

cabutlah satu keburukan pada diriku dan karuniakan satu kebaikan untuk diriku..(Aamiin)

Jum’at 11 Maret 1977-2011 Daisypath Happy Birthday tickers