Siapa yang tidak kenal orang yang satu ini, semuanya pasti tunduk, apalagi kalau sudah menunjuk dengan jarinya tak ada yang berani menolak, yang menolak pasti dipecat.

Masuk keruangannya tidak boleh sembarang orang, mesti ketuk pintu dulu, kalau perlu tunggu, sampai benar-benar diizinkan masuk.

Sapaan mesti jelas, “..selamat pagi pak, “…selamat siang pak atau “…selamat sore pak, salah sedikit bisa celaka.

Orang disekitarnya adalah abdinya, ucapannya cemeti agar kuda cepat berlari, perangainya selalu pantas, mencari aman adalah jalan keluar agar bisa bikin bapak senang dan menjilat pujian paling mujarab agar bisa naik pangkat kalo tidak bisa suasana bagai mau kiamat.

Berjuta juta gunung harta telah tertanam, sederet investasi dari darat air bahkan udara telah dikuasa.

Monarki perjalanan sejarah telah ditentukan siap untuk melanjutkan atau bahkan menambah yang sudah dianggap menang agar makin menjulang.

Generasi petaka telah menjadi tahta dan ternyata berbeda dengan peluh keringat raja pertama tiada yang menyangka dalam sekejab sirna semua yang pernah dianggap sebagai jerih payahnya.

Dulu dia raja sekarang hutang dimana-mana, tak ada lagi yang bisa mengira kenapa dia bisa sedemikian rupa, hanya satu kata untuk penguasa harta, jangan kau mengira semuanya tak ada yang bisa membuatmu celaka, karena dunia dan seisinya tak tercipta dengan sendirinya.

Banjarmasin 23 januarai 2011 21;40 wita