Jangan Jadi Kebiasaan Sia-Sia…

Entah udah jadi kebiasaan apa emang kaga tau ilmunya, setiap pelaksanaan Sholat jum’at apa lagi waktu sang Khotib sudah naik mimbar ada aja yang ” pules apa khusu ” dengerin isi khotbah.

Belum ada yang tau kapan dan siapa yang mulai kelakuan yang bisa bikin pahala Jum’at hilang kaga ada bekasnya. Padahal biasanya si Bilal selalu ngingetin setelah Adzan dan panggilan untuk Khotib, yang artinya kurang lebih begini…

” Kaum muslimin rahimakumulloh…apa bila khotib sudah naik mimbar dan akan memulai kutbahnya tidak dibenarkan berbicara atau melakukan hal yang sia-sia yang dapat menghilangkan pahala sholat Jum’at..Annsituu..Wastami’uu…Waati’uu..”

Coba fikir, si Bilal bukan sekedar menyampaikan aturan tata tertib sholat jum’at tetapi darimana aturan itu dan siapa yang memerintahkan. Siapa lagi kalo bukan manusia istimewa yang membawa kita dari keadaan gelap gulita pada terang benderangnya Al-Islam yaitu Muhammad Rosululloh.

Padahal salah satu hal yang dapat membatalkan wudhu adalah hilangnya akal kesadaran atau tertidur. Jadi bagaimana untuk para jamaah yang seperti sengaja tertidur atau ketiduran ketika akan melaksanaan sholat jum’at dan salah satu syarat wajib sholat jum’at juga adalah mendengarkan kutbah dari sang khotib.

Lalu ketika khotib selesai memberikan kutbah jamaah yang “ketiduran” ini terkejut dibangunkan oleh seruan Bilal untuk memulai Sholat. Namun jamaah yang tertidur ini langsung ikut Sholat dengan berusaha berdiri sambil mengatur keseimbangan karena baru terbangun dari “khusu’nya” mendengarkan kutbah jum’at.

Seharusnya jamaah yang ketiduran tadi mengambil air wudhu lagi, kenapa ga ada yang mau bergerak..malu..sudah mau mulai sholatnya…padahal ketika jamaah tadi kaget terbangun jamaah yang lain sudah sama-sama menyaksikan prilaku yang seharusnya jangan jadi kebiasaan ini.

Rugi dan sia-sia dong jadinya, sudah tertidur yang menyebabkan wudhu batal, tidak mendengarkan pesan dari sang khotib, dan sholatnya sambil doyong menahan kantuk terus sholat jum’at nya sendiri gimana statusnya tuh…? Makanya di atur niatnya lagi karena sholat jum’at itu bukan sekedar ritual mingguan.

Malu..malu..tau…kalo saya yang jadi khotib akan saya perintahkan sebelum memulai sholat untuk berwudhu lagi bagi yang ketiduran dan kalo ada yang tertidur saat saya memberikan kutbah saya akan tunjuk orang itu agar dibangunkan oleh jamaah yang ada disebelahnya, kasiankan orang itu.

Kapan ummat Islam di indonesia ini bisa memimpin dunia kalo didalam “markas” nya sendiri setiap seminggu sekali masih saja “bermimpi” walau hanya untuk mendengarkan firman Ilahi.