RSS

Monthly Archives: January 2012

Belajar Tentang Bangunan,,,

Kegiatan belajar Azzam pekan kemarin masih didominasi kegiatan membangun,,, Alhamdulillah Azzam ketemu buku yang dicari cari sampe sediih kemarin,,, Buku Aku Mau Tahu (Junior) tentang Bangunan (terbitan BIP),,

Pekan kemarin Azzam diajak ayah ke Gramedia veteran lagi, “Siapa tau bukunya udah ada Zam,,” kata ayah,,, dan bener Alhamdulillah ternyata bukunya udah ada lagi,, Wuaahhh ngga kegambar deh, Pas lihat bukunya Azzam jingkrak jingkrak didepan rak buku sambil peluk buku,,,

Ini loh buku yang diidam idamkan itu,,,

Hasilnya selama hampir sepekan, Azzam “mendalami” buku barunya dan bergelut dengan kegiatan bangun membangun,,

Dari buku itu Azzam belajar tentang apa apa yang dipersiapkan dalam merencanakan sebuah bangunan mulai dari membuat desain dan membuat maket,, (yang ini sebelumnya juga sudah Azzam kenal dari Film Bob The Builder,,)

Terus Azzam juga belajar Tentang bagaimana cara mendirikan rumah, memasang atap rumah,, Azzam belajar tentang siapa saja yang bekerja dilokasi pembangunan dan peralatan yang dipakai untuk membangun mulai dari perkakas bangunan sampai alat alat berat,,

Selain itu Azzam juga belajar tentang konstruksi bangunan berskala besar seperti membangun pusat perbelanjaan beserta area parkirnya, Azzam membaca tentang bagaimana membangun jalan, jembatan dan terowongan,,,

Waahh ngga bisa digambarin deh gimana antusiasnya Azzam membaca karena memang bukunya full gambar dan ada banyak pop window yang bisa dibuka,,

Azzam membaca (bersama bunda), membangun, menggambar, membaca lagi, main sama alat beratnya,, begituuu terus bolak balik kegiatan dilakukan seperti tanpa bosan,, azzam juga mendowload artikel tentang fungsi fungsi alat berat yang beberapa diantaranya sudah dia kenal seperti Dump Truck, Excavator, Thumbler, Craine, dan lain lain,,

Selama sepekan terakhir ini Ayah dan Azzam juga masih berkutat dengan ngobrol (dimana saja setiap Azzam tanya atau komen) tentang hal bangun membangun,, Azzam bisa ngobrol ketika kami jalan jalan dan kami melihat proyek bangunan gedung,, Ayah mengajak Azzam untuk melihat kenyataan membangun yang dia lihat dengan apa apa yang dibaca dibuku,,

Azzam membandingkan alat alat berat yang digunakan, standart keamanan yang dipakai (masih banyak loh yang ngga pakai savety helmet) juga proyek pembangunan yang jauh dari memperhatikan “keramahan” dengan lingkungan sekitar -karena mengotori sungai dan mempersempit Daerah Aliran Sungai, yang akhirnya menjadi rawan banjir,,,- (sementara diensiklopedi yang Azzam baca membangun itu harus tdak merusak kondisi ekositem atau lingkungan yang ada disekitarnya,,,),,,

Waaahhh karena ngobrolnya sudah selama sepekan lebihh,  jadi sebenernya apa yang diobrolin jauuuh lebih banyak dari apa yang bisa bunda rekap,,,

Hmm,, hal besar yang bisa disarikan dari pelajaran pekan ini adalah bahwa sangaattt terlihaat sekali semangat Azzam untuk menggali, mencari tahu, bertanya tentang hal hal yang memang menjadi passion-nya,,

Tidak ada yang meminta Azzam untuk membuka buku dan membaca,, Azzam melakukan semua kegiatan atas keinginannya sendiri,, dan semua tidak dibatasi dengan kurikulum,, Azzam bebas menggali sebanyak banyaknya,,

Luaar biasa betapa ilmu itu dihamparkan luas oleh Alloh,, bagi orang orang yang mau belajar,,

Subhanalloh semoga semangat belajar dan menggali ini bisa terus terpupuk,, aamiin yaa robbal ‘alamiin,,

Semangat,, semangat,,, (^o^)/,, Happy homeschoolin son,,

 

Tags: , ,

Membaca Al Qur’an Bukan Syarat Untuk Nonton Film dan Main Games,,,

Dua pekan terakhir rasanya ada kalimat yang janggal yang bunda dengar diucapkan berkali kali oleh Azzam,, Azzam sering mengulang kalimat “Bunda nanti aku mau baca Quran yang banyak terus baru aku nonton Cars 2 ya bunda,,” atau kalimat “ Bunda besok aku mau bangun pagi-pagi terus sholat subuh, baca Quran terus boleh main games Air Strike ya bunda,,,” ,,

Ya, bunda cukup sering mendengar kalimat itu diucapkan Azzam pada hari nontonnya atau sebelum kami menyusun rencana kegiatan esok hari sebelum tidur atau bahkan mungkin diucapkan Azzam ketika habis selesai nonton film dan dijadwalkan untuk hari nonton berikutnya,,

Bunda merasa kalimat ini “aneh”,,

Bunda sadar, kalimat yang “aneh” ini lahir karena kesalahan kalimat bunda dalam mengingatkan Azzam, maksud hati ingin mengingatkan untuk membaca Qur’an itu lebih “bernilai” dari pada nonton film, tapi yang Azzam tangkap justru membaca Qur’an adalah syarat utnuk bisa nonton film atau main games,,

Dan sebelum keanehan ini berlanjut, bunda segera mengambil “tindakan” untuk meluruskan “kalimat” Azzam,,

Pagi  tadi, sebelum kami sholat subuh, habis bangun tidur, bunda mendengar kalimat “aneh” Azzam lagi,, Azzam bilang “Bunda besok  aku mau baca Qur’an terus siangnya aku mau nonton Cars 2 ya,,”,, Bunda berfikir, yang Azzam katakan itu adalah jadwal untuk besok (Selasa) karena hari  ini bukan hari nontonnya dan sebenarnya tanpa Azzam menambahkan keterangan mau baca Qur’an yang banyak pun Azzam bisa memilih apa yang mau dia tonton di hari nontonnya,,

Akhirnya ba’da sholat shubuh setelah muro’jaah Qur’an bersama, bunda ngobrol cukup serius sama Azzam dan ditemani Ayah,,

Bunda sampaikan bahwa membaca Qur’an bukanlah syarat untuk bisa nonton Film atau main Games,, bunda kembali mengulangi  menyampaikan bahwa membaca Qur’an, menghafal Qur’an seperti yang baru saja dikerjakan bersama adalah kebutukan kami agar kami dijaga dan dilindungi Alloh,,
Bunda mencoba kembali meluruskan bahwa nonton atau tidak, main games atau tidak, kita tetap perlu membaca Qur’an agar kita bisa menjadi orang yang baik,, menjadi orang yang dilindungi dan disayang Alloh,,

Ayah (yang sebelumnya bunda belum share tentang keanehan kalimat ini) rupanya tanggap (alhamdulillah dengan seluruh kemudahan komunikasi hati antara kami duhai Alloh,,),,

Ayah kemudian kembali mengingatkan semboyan bersama kami “Berbagi dan saling menjaga”,,
Bahwa kami bertiga memang Alloh pilihkan untuk bersama sama dan saling menyanyangi,, karena kami ingin bisa masuk syurga bersama maka kami perlu untuk saling mengingatkan,, ayah bunda mengingatkan Azzam untuk membaca Quran,, dan Azzam juga perlu mengingatkan ayah dan bunda,,

Yaa,, kami ngobrol banyak hal,, kami, ayah dan bunda berusaha mengalirkan makna saling menjaga ini pelan pelan,, bahwa bukan hanya Azzam yang belajar membaca Al Qur’an tapi kami juga melakukannya,, bahwa bukan hanya Azzam yang menghafal Qur’an, sholat dan berdoa tapi kami juga melakukannya,, kami berusaha mengalirkan bahwa semua Ibadah mahdhoh ini adalah kebututuhan kami bersama,, (sampai hari ini kelihatannya kami belum memakai kalimat kewajiban,,)

Kami berusaha membangun kondisi didalam rumah untuk bisa tumbuh bersama,, Saling berbagi, saling menjaga, saling menasehati dan saling mengingatkan,, tujuannya jelas,, Agar kami bisa berkumpul bersama insyaAlloh didalam syurga Alloh,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,

Kami berusaha saling mengingatkan bukan dengan kalimat perintah,, bukan dengan suruhan “Ayo Azzam sekarang waktunya baca Qur’an,,!”

Bukan,, bukan dengan kalimat seperti  itu,, Bunda berusaha menjelaskan dalam kalimat ke Azzam bahwa ketika Azzam lupa membaca Qur’an sehari dua hari bunda dan ayah mengingatkan dengan cara mencontohkan,, Bunda ambil Qur’an, bunda baca dan bunda mengajak Azzam untuk sama sama membaca,, Karena seperti  itulah yang bunda dan ayah lakukan untuk saling mengingatkan,,

Robbanaa,, Kami berusaha mengalirkan seluruh makna tumbuh bersama pada Azzam,, Seberapapun yang  Azzam tangkap kami akan teruuss berusaha membangun fitrah jiwanya wahai Alloh,,

Robbanaa,, Mudahkan kami dan berkahi proses tumbuh kami,, karuniakan kami dengan cinta yang ikhlas,, yang dengan cinta itu kami bisa saling berbagi, menjaga, menasehati dan saling mengingatkan,,

Kami titip seluruh hasil pada-Mu,, Aamiin Allohumma aamiin,,

 

Tags: ,

“Ayah dan Bunda Juga Menghafal Qur’an, Nak,,”

Pagi tadi kami murojaah Qur’an bersama,, Bunda Ayah dan Azzam,, Kami bergantian saling mengulang hafalan Qur’an dan saling mendengarkan plus memperbaiki kesalahan bacaan/hafalan,,
Tidak cuma Azzam yang didengarkan tapi juga bunda dan ayah yang saling dievaluasi,,

Ada energi yang memang sedang berusaha dialirkan,,
Bahwa kebutuhan akan menghafal Qur’an bukan hanya diberlakukan bagi Azzam tetapi kami, ayah dan bundanya juga mempunyai kebutuhan yang sama,,

Alasannya adalah karena kami membutuhkan panduan hidup dari Al Qur’an,,
Kami tidak malu saling mengevaluasi jika salah dan Ayah berusaha mengalirkan energi bahwa Ayah pun yang biasa menjadi Imam Sholat tetap membutuhkan menghafal Qur’an dan tetap memerlukan evaluasi ketika salah,,

Menghafal Al Qur’an bukanlah sebuah “kewajiban” apalagi hanya berlaku untuk Azzam,, Menghafal Qur’an adalah Kebutuhan kami bersama,, Agar jalan kami bersama terus berada dalam panduan Qur’an dan dalam penjagaan Alloh ta’ala,,

Kami bersama sedang belajar untuk saling berbagi dan menjaga,, karena kami saling menyayangi dan kami ingin bersama sama sampai ke syurga Alloh, maka kami saling menjaga,,
Saling mengingatkan jika lalai dan lupa,,

Pelan pelan,, sedikit demi sedikit kami berproses dan tumbuh bersama,,

Semoga Alloh meridhoi seluruh proses dan tumbuh kami,,

Robbana kami titip seluruh hasil pada-Mu,, Aamiin yaa robbal ‘alamiin,,

Catt: Azzam sedang menghafal QS Al Bayyinnah,, Semoga Alloh memudahkan,, Aamiin,,

 

Tags: ,

Pasukan Alat Berat Azzam,,,!!

Ini dia aktifitas yang bisa bikin Azzam berlama lama main sendirian didalam kamar,, berantakin kamar dari sudut kesudut,, sambil ngoceh, cerita, berimajinasi,,,,, Yaaaa Membangun,,,!!!

Membangun bangunan apaaaaa aja,,, pake alat bantu apaaa aja,, kardus bekas, buku buku, kayu kayu kecil bekas kaki naga, mobil mobil, pinsil pinsil, mainan emco,, wuaah pokonya apaaa ajaaaa,,,

Sekarang aktifitas membangun Azzam makin canggih karena didukung Pasukan Alat Berat hadiah dari ayah,,,

Tadaaaa,,, inilah pasukan alat berat Azzam (plus pemiliknya yang masih ngantuk baru bangun tidur siang,, hi hi,,)Pasukan Alat Berat Azzam yang mbantu Azzam membangun jembatan, gedung, kota, pabrik, hotel Grand Pangestu (Hotel di Kerawang yang Azzam pernah nginep disana,,) -Aih waktu Azzam membangun “Hotel” ini bener bener miriiiipp aslinya loh,, mulai dari pintu gerbang sampai letak kamar kamar yang seperti bungalow, bangunan kantin, taman,,pokoknya miriiipp (takjub bunda, kok Azzam masih inget,,),, membangun apa lagi ya,, oh Jalan tol, Gelora Bung Karno,, dll dsb,, hi hi,,,

“Iya, Alat beratnya yang mbantu ngangkutin kayu, tanah, pasir,,” jawab Azzam waktu bunda tanya “itu alat beratnya lagi ngangut apa,,?”

Hmm,, cara belajar yang tidak biasa,,,

Beberapa kali dihari nontonnya, Azzam memilih nonton (lagi lagi) “Bob the Builder” on Site edisi Road and Bridges,,(jadi fasih sekali kalo sudah ngoceh cerita sambil “mengarahkan” pasukan Alat Beratnya untuk bekerja,,)

Azzam juga sebenernya kepingiiinnn banget beli buku Aku Mahu Tahu edisi Bangunan (terbitan BIP),, karena harganya “lumayan”, bunda minta Azzam buat nabung dulu,, nah Senin kemarin itu tabungan Azzam sudah sampai Rp 60.000, bunda minta ayah buat nambahin beli buku,, tapi pas ke Gramedia bukunya udah habis,,, hiks hiks,, Azzamnya sediiih banget, udah dicari ke Gramedia satu lagi (di Duta mall) ternyata habis juga,,  (Bunda “agak” menyesal sebenernya,, kenapa ngga langsung beliin aja dan ngga nunggu tabungan Azzam,,),, Insyaalloh nanti ketemu buku yang lebih bagus ya nak,, Sabar ya Zam,,

Untuk mengalihkan “kesedihan” Azzam, Ayah akhirnya membelikan Azzam CD Cars 2 yang juga ditunggu tunggu Azzam,,

Cars 2 nya sudah ditonton 1 kali (Selasa kemarin,, Subhannalloh sabarnya anakku,, menunggu sampai jadwal nontonnya,,), tapi dua hari ini Azzam masih tetep nanyain kapan dia bisa beli buku Bangunannya,,,?? (hiks hiks,, bunda yang sedih,,),,

Tetep semangat main,, eh belajar dengan caramu sendiri ya nak,, Insyaalloh kelak semua akan bermanfaat untuk Azzam,, Aamiin yaa Robbal ‘Alamiin,,

Happy home learning,, (^.^)/

 
2 Comments

Posted by on January 20, 2012 in Art and Craft, Azzam Home Education

 

Tags: ,

Catatan Jakarta Januari 2012,,,

Alhamdulillah dua pekan lalu kami bisa “pulang” ke Jakarta,, Ayah diizinkan cuti dadakan pertanggal 3 s/d 10 Januari (dadakan karena cutinya diajukan tanggal 2,, hi hi,,),, Jadilah bersiap siap dan menyusun rencana sederhana mau kemana aja selama di Jakarta,,

Sebagian kecil terekam dalam gambar,, dan sebaginnya yang lain tidak terekam karena sibuk “jalan jalan”,,

Tempat pertama dan utama yang dikunjungi adalah makam eyang,, Walaupun kami selalu bisa menyapanya dengan doa doa kapan pun dan dimanapun, berada didepan makam tetap ada rasa yang beda,,, Berharap doa doa kami bisa meringankan sedikit hisab Alloh,, aamiin,,

Tempat berikutnya adalah rumah Mamah,, dan rumah Om Lantur,,,

Dan beberapa rumah,, yang tidak terrekam dalam gambar,, Rumah Nenek Om Adi, Rumah om Andri, Rumah bu Fitri,,

Hampir seluruh aktifitas belajar Azzam diisi dengan sosialisasi termasuk latihan bersabar pada saudara dan teman yang usianya lebih muda, latihan berbagi, juga waktunya latihan disiplin diri karena kakek dan neneknya maunya “melayani” semua “kebutuhan” Azzam padahal Azzam sudah bisa mandiri melakukan hal hal itu contoh memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, makan tanpa disuapi dll,, dan Aktivitas yang disukai Azzam sepanjang belajar jalan jalannya adalah wisata kuliner,, kami makan ditempat tempat yang tidak kami jumpai selama tinggal di Banjarmasin termasuk Hoka Hoka Bento,,

Di Jakarta kemarin Azzam dapet hadiah dari Alloh karena kesabarannya,, Azzam dihadiahi Mobil Mc Queen Remot Control dari Om Lantur,, Kok hadiah kesabaran,,? Iya karena sebelumnya Ayah dan bunda ngga mengizinkan Azzam membeli mobil Mc Queen (miniatur dari besi) seharga Rp 129.000 dan meminta Azzam untuk menabung (sampai kemarin dihitung masih Rp 53.000 dan Azzam kepingiiin banget ensiklopedia Aku Mau Tahu Bangunan,,),, eh sekarang malah Alloh hadiahi Azzam (lewat om lantur) mobil yang lebih mahal dari itu,, Alhamdulillah,, rizqinya Azzam dari Alloh,,

Sepekan di Jakarta rasanya ngga cukup,, mungkin memang ngga pernah cukup ya,, Ala kulli hal, Alhamdulillah segala puji bagi Alloh yang telah menghadiahkan kami perjalanan yang begitu menyenangkan,,

Insyaalloh seluruh keluarga dan saudara tetap tertaut dalam doa,, aamiin,,

 

Pelajaran Tentang Saling Percaya,,,

Ada yang sedang ayah dan bunda pelajari beberapa pekan terakhir ini,,

Azzam kelihatannya suka ber rahasia rahasiaan,,  beberapa kali bunda lihat ada mainan Azzam rusak, Azzam ngga bilang atau minta bantu ayah dan hanya mencoba memperbaiki sendiri,, atau bunda lihat Azzam bereksperimen memutar mutar pinsil warnanya di truk kayu besar dan akhirnya pensil warnanya patah 1/3 bagiannya,,  bunda coba tanya apa ada yang bunda bisa bantu ketika bunda tau maiannya rusak,, pertama tama Azzam diam sampai akhirnya Azzam mau juga bercerita (karena Azzam memang tidak membuang atau menyembunyikan bagian yang rusaknya),, Begitu juga waktu bunda temukan patahan pinsil ditempat pinsil Azzam,, bunda tanya kapan pensil ini patah dan kenapa Azzam ngga cerita sama Ayah bunda,,?

Bunda dan Ayah sedang mencoba mengenal Azzam,, Azzam yang tumbuh karena pembiasaan pembiasaan yang dibangun oleh ayah bunda,, Seperti yang sudah bunda kira,, Azzam takut ayah atau bunda marah ketika dia melakukan kesalahan,,

Ayah dan bunda untuk beberapa waktu berdialog dan mencoba mereview seperti apa cara kami “menghukum” sampai  Azzam merasa takut pada kami untuk bercerita,, Dialog dan diskusi ayah bunda cukup panjang dan terus dibincangkan berhari -hari,,

Kami memang “menghukum” ketika Azzam lalai,, misalnya ketika Azzam keasyikan main dan dia tidak mengindahkan “living alarm” dari dirinya sendiri ketika mau pipis sehingga Azzam pipis dicelana (walaupun cuma sedikit),, kami menghukum dengan cara meminta Azzam duduk di kursi berpikir,, Kami juga mungkin mengingatkan dengan keras ketika Azzam bermain dengan cara menabrak nabrakkan mobil besi mainannya karena akan menyebabkan mobilnya mudah rusak (Azzam suka sekali bermain bola dengan mobil,, Dua mobil di dua tangannya saling menggiring “bola” (dari tutup botol),,

Ternyata cara “menghukum” kami memberi  bekas yang kurang baik atas Azzam,, Azzam jadi lebih suka menyembunyikan kesalahannya karena takut akan hukuman kami,,

Ayah dan Bunda benar benar merasa harus segera berubah dan membangun lingkungan bercerita dan iklim berdiskusi yang baik,,

Kami harus segera membentuk kepercayaan Azzam bahwa kami layak dipercaya,, dan bahwa Azzam pun layak kami percaya,,

Pelan pelan bunda dan ayah membangun,, bahwa bunda dan ayah tidak akan marah atas sebuah “kejujuran” dalam bahasa kami kami meminta Azzam untuk menceritakaan apaaa saja dengan sebenarnya dan kami berusaha untuk tidak menyebut Azzam dengan kata “berbohong”,,

Kami berusaha membangun kepercayaan bahwa semarah marahnya kami ketika Azzam melakukan kesalahan kami tetap ada disampingnya dan akan selalu berusaha untuk membantu setiap kesulitannya,, Berulang ulang disetiap kesempatan kami menanamkan bahwa kami bertiga akan saling berbagi dan saling menjaga sampai kelak Alloh tempatkan kami di SyurgaNya,,

Dan semarah marahnya kami ketika Azzam melakukan kesalahan, kami akan jauh lebih sediiiih ketika Azzam berkata tidak jujur atau berkata yang tidak sebenarnya,,

Kami berusaha menanamkan bahwa kami mempercayainya,, kami mempercayainya bahwa Azzam bisa belajar,, belajar untuk selalu berkata yang sebenarnya,,

Kesadaran ini terus menerus tumbuh,, beberapa kali kami gagal,, entah karena kami kembali harus “mengingatkan” Azzam ketika Azzam lalai pipis dicelana karena keasyikan main game, padahal sebelumnya bunda sudah mengingatkan Azzam untuk pipis lebih dulu,, Atau ketika Azzam berusaha menahan pipis di minimarket dan ngga tau kenapa tiba tiba Azzam sudah ngga tahan dan langsung pipis sebanyak banyaknya, padahal waktu kami belanja Azzam sibuk lari lari dan ngga  bilang mau pipis sama sekali, Atau ketika Azzam ngga langsung bilang waktu buku ensiklopedianya “ngga sengaja” tersobek tangan ,, Atau yang terakhir kemarin Azzam pipis dicelana waktu diajak ayah sholat Jumat (pekan lalu) padahal sebelumnya Ayah sudah tanya apa Azzam mau pipis, yang dijawab Azzam dengan kata tidak,,

Kami terus berusaha untuk bisa dipercaya,, bahwa dengan berkata yang sebenarnya, kami ngga akan marah dan kami ada untuk membantu Azzam,, Membangun kepercayaan dengan membuktikan bahwa, benar kami menghargai kejujurannya dan kami siap membantunya,,

Tulisan ini tertunda untuk diposting lebih dari sepekan,, bukan hanya karena koneksi yang buruk, tetapi ayah dan bunda menunggu persetujuan Azzam untuk bisa menaikan tulisan ini,,

Alhamdulillah,, Segala Puji bagi Alloh,, yang telah menghadiahkan banyaaaaakkk sekali momentum untuk belajar,, momentum momentum yang memudahkan kami untuk menerapkan kurikulum yang telah kami buat ,, momentum momentum untuk terus tumbuh dan berkembang,,  Meresapi ketersalingan kami untuk selalu berbagi dan menjaga,,

Semoga Alloh melimpahkan keberkahan atas kehidupan kami,, aamiin yaa Robbal ‘alamiin,,

Catt: saat postingan naik, Azzam bobo’ dalam pelukan bunda,, Azzam susah nafas karena hidungnya mampet, pilek,,  Allohumma ‘afini fii badani,, Syafakalloh nak,,

 
1 Comment

Posted by on January 1, 2012 in Azzam Home Education, Hamba Kecil

 

Tags: